SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 82: Ribuan Wanita yang Ingkar


__ADS_3

“Cosplay Golo paling tampan! Kurasa Kakken pun kalah!“


“Aaa! Pacarku, Golo Sateru!“


“Bisakah manusia setampan ini? Luar biasa!“


“Hampir seratus persen mirip dengan Golo! Bahkan lebih tampan!“


“Garis rahang yang tajam dan sempurna membuatku tak bisa menahan untuk tidak menjilatnya!“


“Bagian bawah tubuhku terasa gatal!“.


Ribuan komentar secara langsung dikeluarkan oleh tiap-tiap mulut orang yang datang ke acara pameran cosplay ini. Sangat bising, bahkan Bang Luffi dan Timnya harus menutup telinga, jika tidak, gendang telinganya akan sakit saking berisiknya seruan dan jeritan orang-orang di sini.


Tampaknya tidak sedikit yang tidak mengetahui Alseenio, mereka banyak yang memuji betapa tampannya Golo, bukan memuji personal dari visual Alseenio.


“Anu, bolehkah aku meminta foto?“


“Nio, aku ingin berfoto, apakah boleh?“


“Sayangku, boleh aku foto bersamamu?“


“Aku juga ingin mengambil foto bersama Nio!“


“Hai, Tampan~ Bisakah kita berfoto bersama?“


“…”


Dalam sekejap, wanita-wanita yang berada di dekat Alseenio meminta foto bersama sambil menyentuh tubuh Alseenio, banyak dari mereka yang bahkan memeluk Alseenio.


Bang Luffi dan Timnya tertegun sesaat, kemudian ia berusaha mengamankan Alseenio agar tidak terjadi kericuhan, dibantu dengan petugas keamanan di acara ini.


Sekuriti atau petugas keamanan menjaga Alseenio, mereka mengelilingi Alseenio 360° tanpa ada celah, orang-orang yang mengantre untuk masuk menjadi teralihkan, mereka lebih penasaran dengan Alseenio.


Dalam jangkauan puluhan meter dari Alseenio sebagai pusatnya, orang-orang berbondong-bondong untuk melihat penampakan sosok Alseenio dari dekat.


Dikarenakan Alseenio tinggi, ia mampu dilihat oleh orang yang berdiri di kejauhan.


Melihat mereka begitu antusias, ditambah waktu terus berjalan, Alseenio menerima semua ajakan orang untuk berfoto, dengan syarat harus berfoto bersama lebih dari 10 orang, tidak boleh sendiri-sendiri, tentunya harus wanita.


Hal ini ditujukan untuk Misi dari Sistem, jika Alseenio pikir, misi satu ini sangat susah karena keterbatasan waktu.


Beruntungnya mereka tidak begitu mempermasalahkan, tetapi Alseenio tidak melarang pria untuk berfoto bersama.


Dalam satu menit Alseenio bisa berfoto bersama dengan 50 wanita sekaligus, ini juga dijaga oleh petugas keamanan dan Tim Bang Luffi.

__ADS_1


Sedari tadi, Bang Luffi berseru karena terinfeksi oleh semangat orang-orang yang ingin berfoto bersama Alseenio, momen ini sangat pecah.


“Nio, aku boleh peluk kamu, kan?“ Salah satu wanita yang sedang berfoto bersama bertanya kepada Alseenio yang ada di sebelahnya dengan wajah yang tersipu.


Alseenio mengangguk dan masih memasang senyuman lembut, “Hanya peluk, tidak boleh lebih.“


“Oke!“ Wanita ini mengangguk dengan senang.


Tepat ketika salah satu temannya mengambil foto bersama, wanita-wanita yang berfoto bersama pada kesempatan kali ini tiba-tiba memeluk Alseenio, sampai-sampai Alseenio seperti sedang dihimpit.


Bayangkan saja, wanita yang berjumlah 13 orang tiba-tiba memeluk kita, pasti tubuh kita terasa sesak.


Untungnya, wanita-wanita yang ada di sini memakai parfum, tercium wangi dan tidak bau, berbeda dengan pria di sini, banyak yang bau terasi dan bawang, menyengat sekali ke hidung.


Dari awal sesi berfoto sampai selesai, Alseenio berdiri di tempat dan tidak berpindah sedikit pun.


Selama 50 menit ini, Alasan meladeni para wanita yang ingin berfoto. Bisa dilihat sosok Alseenio setelah berfoto bersama 2.000 wanita, lipstik merah berbekas di sekujur tubuhnya, terutama di pipi, leher, dan jas hitamnya, bekas lipstik tercetak memenuhi pakaiannya dan tubuh bagian atas.


Wanita-wanita ini ingkar janji, mereka semua bilang hanya peluk, tetapi secara tiba-tiba menciumnya tanpa aba-aba.


Akan tetapi, mereka tidak berani mencium bibir Alseenio, disebabkan bibir Alseenio terlalu suci, mereka sudah sadar diri ketika melihat bibir seksi Alseenio.


[Ding! Misi Berfoto Bersama 2.000 Wanita Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Bela Diri Aikido Level Tinggi, Kemampuan Bermain Rubik Menengah!]


Alseenio memejamkan matanya dan tetap dalam keadaan berdiri di tengah keramaian orang dan kumpulan sekuriti.


Proses ini tidak memakan waktu yang lama, kurang dari 2 menit proses sudah selesai.


Terdapat dua jenis pengetahuan yang Alseenio dapatkan, pertama adalah pengetahuan gerakan dan teknik bela diri Jepang, yaitu Aikido, tingkatannya sama dengan kemampuan Taekwondonya, satunya sebuah pengetahuan bermain permainan rubik, semua rubik Alseenio tahu cara penyelesaian dan rumusnya, hanya saja tidak terlalu lihai.


Selain itu juga, tubuhnya terasa ditempa menjadi lebih kuat, kelelahannya sehabis berfoto bersama menghilang, Alseenio menduga inu efek dari bertambahnya kemampuan bela diri yang ia dapatkan.


“Apakah ada tisu basah, Bang Luffi?“


Setelah membuka matanya, Alseenio menghampiri Bang Luffi daan yang lainnya, dan menanyakan tisu. Ia berniat untuk membersihkan pipinya dan lehernya.


“Sayang, ada tisu basah?“ Bang Luffi kembali bertanya kepada istrinya.


Kak Diya mengorek-ngorek tasnya, kemudian mengeluarkan selembar tisu basah dan menyerahkannya kepada Alseenio.


“Terima kasih.“


Setelah mendapatkan tisu basah, Alseenio langsung menyeka semua noda merah di sekujur tubuhnya, untungnya baju dan jas yang ia dikenakan dapat dibersihkan dengan tisu basah walaupun tidak begitu bersih.


Kesempatan berfoto bersama seperti tadi telah habis, tetapi Alseenio masih memberi kesempatan orang yang ingin berfoto.

__ADS_1


Dikarenakan Alseenio terkenal, para penyelenggara dan panitia acara memberi akses mudah kepada Alseenio dan Bang Luffi, mereka dituntun oleh pengurus acara untuk bisa sampai ke dalam gedung.


Begitu sampai di dalam Alseenio langsung memakai masker ajaibnya lagi supaya orang tidak mengenalinya seperti tadi.


Jujur saja, Alseenio sedikit trauma saat momen wanita-wanita mengerumuni dirinya, bagaikan semut-semut yang menggerumuti gula.


Ketika di dalam, Alseenio bisa melihat banyak toko atau penjual karya yang menjajakan dagangannya, entah itu stiker, aksesoris ponsel, gantungan kunci, baju bergambar anime, tas beberapa kali pakai, poster anime, dan masih banyak lagi.


Alseenio membeli beberapa gantungan kunci anime dan beberapa tas jinjing bergambar anime, ia beli karena memang akan dipakai olehnya nanti.


Seperti gantungan kunci yang akan dipakai di setiap kunci mobilnya agar terkesan memiliki karakter.


Setelah berbelanja dan bertemu banyak Yituber terkenal, seperti Meongaug, Tala Arts, The Jumers, dan Yituber yang lain.


Bang Luffi dan yang lain sudah tidak kuat dengan padatnya orang yang ada di dalam gedung, mereka memutuskan untuk pulang di sore hari sebelum jam 3 waktu Indonesia bagian barat.


Di parkiran, para Yituber sempat berkumpul untuk mengambil foto bersama-sama, dengan Alseenio sebagai pusatnya.


Mereka juga berfoto bersama dengan Alseenio secara sendiri-sendiri, Bang Luffi dan Bang Windi tidak terkecuali.


Ketika tahu Alseenio membawa mobil mewah mereka menjadi penasaran ingin melihat, waktu untuk pulang menjadi lebih tertunda.


Tepat ketika Alseenio hendak masuk ke dalam mobil setelah yang lain sudah pergi, ia melihat sosok pria yang familiar, tampaknya ia pernah melihat pria ini.


“Apakah itu Ryan?“ Alseenio menunda untuk masuk ke dalam mobil.


Alih-alih masuk ke dalam mobil, ia berjalan untuk mendatangi pria yang berdiri di dekat sebuah mobil Ferrari mewah.


Benar saja, ketika Alseenio ada di jarak yang begitu dekat dengan orang tersebut, pria yang diduga Ryan itu memanggilnya.


“Alseenio?!“


“Benar, ternyata itu kamu, Ryan!“ Alseenio langsung bersalaman dengan Ryan.


Selepas bersalaman, Ryan menatap penampilan Alseenio dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, mimik wajahnya menunjukkan ekspresi yang keheranan. “Kamu habis cosplay Golo?“


“Ya, begitulah.“ Alseenio mengangguk sebagai responsnya.


“Jangan bilang kamu adalah orang yang membuat antrean menjadi lama?“


“Aku?“ Alseenio menunjuk ke dirinya sendiri dan menatap Ryan dengan wajah yang bertanya-tanya.


“Iya, saat di depan gedung, aku bisa melihat kekacauan, banyak orang yang bergerombol di sana, kata orang yang aku tanyakan, dia bilang bahwa ada seseorang yang mirip sekali dengan Golo Sateru, apakah orang itu kamu?“ Ryan menyipitkan matanya.


Alseenio tersenyum kaku dan menggaruk-garuk pipinya, “Hehe, kamu benar, itu aku.“

__ADS_1


__ADS_2