SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 151: Menimbang Persetujuan Undangan


__ADS_3

Tepat ketika Alseenio ingin tidur di kasur dengan nyenyak, ia mendapatkan sebuah panggilan dari nomor tak dikenal, dilihat dari nomornya bukanlah nomor Indonesia, nomor luar negeri.


Melihat ini, Alseenio tahu dari mana yang menelepon dirinya. Segera ia angkat panggilan tersebut dan berbicara dengan orang yang meneleponnya.


“Halo, selamat malam, Pak Alseenio ….“


Suara pria yang memiliki wibawa tersendiri keluar dari lubang suara ponsel Alseenio. Terdengar hormat dan senang. Orang ini memakai bahasa Inggris ketika menyapa Alseenio.


Setelahnya, Alseenio menjawab dengan bahasa Inggris yang sangat bagus melebihi kemahiran orang luar negeri dalam berbahasa Inggris.


Dalam pembicaraan di telepon, Alseenio mengetahui orang ini adalah CEO dari Perusahaan AlsCorp, Bapak Courge Givo. Dia memberi informasi bahwa dividen sedang dikirim dan sebentar lagi akan masuk ke dalam akun rekeningnya. Dividen sebesar 180 triliun rupiah.


Jumlah uang yang sangat besar, Alseenio menunggu uang ini masuk. Bapak Courge menanyakan tentang dirinya kapan bersedia untuk datang ke kantor pusat dan melihat-lihat latihan militer dan struktur organisasi perusahaan.


Menanggapi hal ini, Alseenio masih seperti dahulu, ia tidak akan mengubah struktur organisasi perusahaan, lantaran sudah bagus dan berkembang lebih baik. Ia tak bisa datang ke sana di waktu yang dekat. Jadi, Alseenio bilang kapan-kapan saja kalau ada kesempatan dan waktu.


Dengan begitu, Alseenio memicu penyelesaian misi lainnya.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Menembak Sniper Tingkat Dewa, Nilai Penampilan +30, dan Temperamen Panglima Tertinggi!]


Sesudah proses integrasi dilakukan, Alseenio memiliki kedua pengetahuan yang berkaitan dengan tembak-menembak, versi pistol dan versi sniper.


Kedua kemampuan tersebut di tingkat paling tinggi, tidak ada yang lebih baik dari Alseenio. Menurut Sistem, seharusnya Alseenio tidak masalah menembak mati seseorang dari jarak 1.000 meter dengan menggunakan pistol. Kemampuannya bisa mewujudkan peluru pistol yang dipastikan akan menembak target dengan tepat. Sudah pasti tembakannya mengenai target 100% tanpa ada yang meleset. Auto-Aim.


Sementara itu, kemampuan sniper Alseenio menyertakan pengetahuan tentang kamuflase dan bersembunyi di medan perang. Tembakan sniper Alseenio bisa menembak kepala musuh dari jarak 2.000 meter tanpa meleset.


Sistem sudah memberi tahu kemampuannya sedikit lebih tinggi daripada The White Death. Tanpa alat bidik atau sasaran tembakan, tidak mengurangi tingkat keakuratan bidikannya terhadap target karena mata Alseenio lebih baik dari mata orang biasa. Alasannya adalah mata Alseenio puluhan lebih baik dibandingkan manusia normal.


Tidaklah sulit baginya untuk menembak kepala seseorang dari jarak yang jauh tanpa scope.


Kemampuan tersebut sangat bagus untuk Alseenio, mungkin saja ia harus melakukan sesuatu dengan senjata api di masa depan. Siapa tahu.


Bertambah bakat baru, yaitu Temperamen Panglima Tertinggi. Alseenio bisa merasakan aura yang menekan begitu kental terpancar dari tubuhnya. Niat membunuh yang sangat kuat, Alseenio khawatir ini bisa membuat siapa pun orang pingsan ketika aura mendominasi dalam tubuhnya dikeluarkan.


Ketika Alseenio melihat dirinya di cermin dan Temperamen Panglima Tertinggi diaktifkan, ia sendiri merasakan sesuatu yang mencekam dari cermin, membuat Alseenio berkeringat dingin.


Sistem memberi tahu bahwa Temperamen Panglima Tertinggi adalah temperamen yang sangat kuat. Pasalnya, temperamen ini mengandung niat membunuh yang sangat dalam dan tinggi. Jika Sistem jadikan acuannya, temperamen Alseenio sebanding dengan panglima perang zaman dahulu yang durasi perang sampai 9 ronde dengan memakan waktu hampir dua abad lamanya.


Jendral tentang yang ada di dunia ini pada zaman modern saat ini tidak bisa disandingkan dengan temperamen Alseenio.


Begitu Alseenio menatap tajam ke arah cermin, temperamen yang menakutkan terwujud, saat tersenyum sebuah temperamen lembut muncul, dan dalam mode serius ia mengaktifkan temperamen keluarga bangsawan yang bermartabat.


Selain itu semua, penampilan Alseenio bertambah halus dan tampan. Alseenio sendiri sudah tidak begitu memikirkan tentang hal ini lagi.


Menatap ke cermin, Alseenio berkata dengan suara yang dalam, “Ketampanan bagiku hanyalah sebuah kata.“


Setelahnya, Alseenio berbalik keluar dari kamar mandi dan berbaring nyaman di atas kasur, bersiap untuk tidur dan menghadapi hari esok yang akan datang.


Tidak lama sehabis Alseenio membalas pesan teman-temannya di internet, kesadaran Alseenio masuk ke dunia mimpi dan ia tidur dengan pulas.


Langit yang gelap melakukan pergantian, kegelapan menghilang karena dimakan oleh sinar mentari yang timbul dari arah timur Bumi.


Cahaya matahari yang hangat masuk ke dalam kamar Alseenio sedikit menembus gorden jendela kamar.


Merasakan silaunya sinar mentari pagi, Alseenio terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Sepasang mata yang penuh dengan keindahan yang murni terbuka dan menatap langit kamar dengan perasaan yang segar.


Alseenio bangun dan duduk di atas kasur sambil menyandarkan diri di kepala ranjang.


Tangannya terulur ke arah meja di samping tempat tidur dan mengambil ponselnya. Layar ponsel menyala dan menampakkan waktu sekarang yang ternyata sudah jam 6 lewat 40 menit pagi. Hari baru telah datang.


Duduk diam untuk mengumpulkan nyawa selama 3 menit, Alseenio bangkir dari kasur dan pergi ke kamar mandi sambil membawa handuk.


Bunyi cipratan air dan jatuhnya air ke lantai terdengar, Alseenio mencuci tubuhnya agar bersih dan bebas dari kotoran serta debu.


Mengenakan pakaian rapi yang hanya terdiri dari kaos hitam lengan pendek polos dan celana panjang olahraga hitam. Rambutnya yang masih ala orang yang penting di dunia fiksi serba drama. Alseenio keluar dari kamar hendak memanggil Fara di kamarnya.


Namun, begitu ia memanggil Fara, tak ada orang yang menyahuti, ia segera turun ke lantai dasar untuk mencari Fara.


Ternyata Fara ada di sana bersama Bella, mereka berpakaian sangat rapi dan duduk di kursi meja makan.


“Sayang, selamat pagi!“


Melihat Alseenio yang turun dari tangga, Fara berjalan menghampiri Alseenio dan menyapa.


Alseenio memeluk Fara dan mencium lembut bibirnya, mereka berdua sudah tidak malu lagi memamerkan kemesraan di depan Bella dan keluarga.


“Entah mengapa aku merasa kamu dari kemarin hingga sekarang terlihat jauh lebih tampan dari beberapa hari sebelumnya.“ Fara menatap mata Alseenio dengan serius, kemudian ia berinisiatif mencium Alseenio lagi.


“Kamu juga sama, makin cantik setiap harinya.“ Alseenio mencium kening Fara setelah berciuman bibir.


“Hari ini kita berdua mau ke rumah sakit sekaligus jemput mamah untuk pulang, kamu mau ikut?“ Menepuk bajunya, Fara membenarkan bajunya yang agak berantakan.


“Habis ini mau ke sana? Boleh, aku akan ikut.“ Alseenio mengangguk setuju.


“Kalau mau ikut, kamu harus pakai baju yang bagus. Pakaian santai seperti ini nanti dikira kamu adalah bekas pasien di sana,” ucap Bella yang memperhatikan pakaian yang dikenakan Alseenio. “Kalau mau, kamu tinggal pakai jaket hitam untuk menutupi tubuh atas kamu agar lebih tertutup. Tidak sopan memamerkan tubuh yang penuh otot di tempat umum.“


“Iya, aku akan mengambil jaket sebelum pergi.“ Alseenio tersenyum dan mengangguk tegas sambil melihat ke Bella.


“Makan ini, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.“ Tangan Fara meletakkan piring yang berisi makanan berat yang terdiri dari nasi dan beberapa lauk yang bergizi di depan Alseenio.


Makanan itu adalah makanan kesukaan Alseenio, ada cumi asin, udang, potongan daging wagyu, dan sambal buatan Fara.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Alseenio mengambil alat makan dan mengambil beberapa potongan lauk dan sesendok nasi dan memasukan ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba saja ia teringat suatu hal saat mengunyah makanan. “Sayang, aku mendapatkan undangan dari stasiun televisi untuk acara bincang-bincang. Pendapatmu bagaimana? Apakah aku harus menerimanya?“.


“Acara televisi yang mengobrol dan membahas tentang diri kita sendiri, kan? Acara apa namanya? Jangan bilang itu acara yang tentang gosip.“


“Bukan, nama acaranya adalah Acara Malam di Not televisi.“ Alseenio menggelengkan kepalanya.


“Tunggu, aku mau berpikir dahulu.“ Fara menundukkan kepalanya sambil mengunyah makanan.


Alseenio menunggu Fara memberi pendapat dengan minum air putih.


“Boleh saja, tetapi aku harus ikut juga,” kata Fara kepada Alseenio setelah merenung dan menimbang-nimbang pilihan.


“Benar?“ Alseenio menaikkan alisnya. “Apa kamu yakin dengan pilihan itu?“


Fara mengangguk sungguh-sungguh. “Ya, tidak masalah. Aku memilih setuju karena kamu sudah bilang ingin memperkenalkan aku ke para penggemar, tetapi kamu belum ada waktu untuk membuat konten kita berdua di Yitub, kan?“

__ADS_1


Alasan Fara ada benarnya juga. Foto mereka berdua di Cina belum dikirim dan diunggah di Instagrem, Alseenio masih merasa belum saatnya. Padahal, beberapa penggemar sudah tahu tentang Fara. Peristiwa ramainya orang-orang Cina meminta foto dan tanda tangan Alseenio dan Fara di Cina diketahui oleh segelintir orang-orang yang menyukai Alseenio, terlebih penggemar luar negeri Alseenio.


Penggemar Alseenio di dalam negeri belum tahu berita ini. Maka dari itu, Alseenio belum mengekspos hubungannya dengan Fara secara resmi dan terus terang di media sosial.


Dengan pendapat Fara sekarang ini, Alseenio tak perlu menahan lagi.


“Baiklah, aku akan memberi balasan terhadap undangan mereka.“ Alseenio sependapat dengan Fara, dan ia setuju dengan undangan satu ini.


Setelah selesai makan, Alseenio beristirahat sejenak dan mengirim pesan kepada pihak televisi bahwa dirinya bisa ikut ke acara tersebut.


Sayangnya, pesan Alseenio tidak cepat direspons, ia menunggu jawaban pihak acara sambil mengantarkan Fara dan Bella ke rumah sakit.


Baru saja ia masuk ke dalam kamar rawat inap, Alseenio mendapatkan sebuah pesan dari pihak acara.


Pesan tersebut berisikan terima kasih dan jadwal acara akan dilaksanakan.


Acara yang akan menayangkan Alseenio ini bersifat siaran langsung atau live, video acara juga akan diunggah di akun Yitub acara tersebut.


Jadwal Alseenio adalah besok lusa atau tanggal 16 Januari akan diselenggarakan dan Alseenio harus ke studio acara.


Permintaan Alseenio diterima sepenuh hati oleh pihak acara, malah mereka senang jika Alseenio membawa Fara atau pacarnya.


Alseenio juga membeberkan niatnya bahwa dengan adanya acara tersebut yang mengundang dia, Alseenio ingin mengungkapkan atau mendeklarasikan hubungannya dengan Fara.


Pihak acara tidak mempermasalahkan dan malah setuju dengan ini. Alseenio sudah tahu jawaban mereka yang akan menyetujui. Dari adanya peristiwa tersebut, acara televisi akan bertambah cuan dan banyak penonton yang menyaksikan stasiun televisi mereka.


Dengan demikian, Alseenio dan Fara akan berangkat di tanggal 16 nanti.


Saat ini, dia harus merawat Ayah Fara yang masih terbaring di kasur rumah sakit.


Kondisinya sudah lebih baik dari kemarin, rasa sakit pasca-operasi tidak terlalu terasa.


Dokter memberi tahu bahwa luka Ayah Fara akan mengering di minggu ketiga jika proses pemulihan tubuh Ayah Fara sebaik hari ini.


Tersisa 7 hari lagi untuk Ayah Fara dapat dipindahkan ke mansion untuk dirawat di sana.


Jadi, selama 7 hari ke depan, Alseenio dan yang lainnya akan setiap hari ke sini.


Pada malam hari ini juga, Alseenio dan Fara yang menggantikan Ibu Fara menjaga Ayah Fara.


Semalam sudah dijaga oleh Ibu Fara, takut ada apa-apa dengan kesehatan Ibu Fara, Alseenio dan Fara berinisiatif menunggu Ayah Fara di rumah sakit, sedangkan Ibu Fara beristirahat di rumah bersama Bella.


Gondals tidak sering ke sini, tetapi ia berjanji akan menjenguk bila setiap malam. Gondals dan Ayah Fara sudah seperti teman dekat, memiliki hubungan pertemanan yang erat.


[Ding! Misi sampingan dirilis!]


Misi : Mencium tangan Fara 1.000 kali.


Waktu : 1 jam.


Hadiah : Kotak Misteri.


Hukuman : Semua jari tangan kanan menghilang dalam sekejap.


[Misi otomatis diterima!]

__ADS_1


__ADS_2