
Setelah mereka memilih-milih barang selama hampir 1 jam lebih 30 menit, barang-barang mereka sekarang sedang dilakukan proses pembayaran.
Jumlah total dari barang yang Jaya Exford tanpa ada barang Alseenio dan Fara adalah 3 miliar lebih beberapa juta, jelas terpampang di kasir harga barang yang mereka pilih.
Tanpa berlama lagi, Alseenio langsung menggesekkan kartunya di mesin EDC, itu beberapa kali menggesek karena jumlah nominal yang banyak.
Manajer toko sampai datang untuk melihat Alseenio yang membayar semua barang-barang yang Jaya Exford pilih dan inginkan.
Setelah membayar barang-barang Jaya Exford, prompt Sistem kembali muncul di telinga Alseenio.
[Ding! Misi Berhasil Diselesaikan dan Dapatkan 100 Juta Dinar Kuwait, Kemampuan Bahasa Korea Menengah, dan Kemampuan Tinju Menengah!]
[Apakah Anda ingin mengintegrasikan 2 kemampuan sekarang?]
“Nanti saja, Sistem,” jawab Alseenio di dalam hati, masih ada hal yang harus ia lakukan sekarang.
[Ding! Hadiah Kemampuan Disimpan!]
Alseenio tersenyum, kemudian ia menoleh untuk melihat Bang Windi dan teman-teman bahagia.
Tepat ketika Alseenio ingin membayar barang-barang yang dipilih olehnya dan Fara yang memiliki jumlah total 1 miliar, manajer toko menghampirinya dan memberikan sebuah rekomendasi barang produk dari Luis Vuton yang langka.
Terdapat 2 tas yang didatangkan ke Indonesia, tidak tahu alasannya kenapa, manajer toko berkata bahwa atasannya meminta untuk meletakkan 2 tas langka tersebut di Indonesia.
Kebetulan sekali Alseenio ke sini, dan 2 tas langka yang baru datang itu masih tersedia.
“Tas apa itu, Pak Manajer?“ tanya Alseenio yang penasaran.
Alih-alih menjawab, Manajer itu membawa Alseenio dan Tim Jaya Exford ke ruang ekslusif atau ruang transaksi dengan pembeli yang spesial.
Alseenio sudah dipandang spesial oleh manajer toko.
“Ini, Tuan Alseenio. Tas tangan Kusama Pumpkin Minaudiere Jewel dan Coquille d’Oeuf Minaudiere,” ujar Manajer dan meletakkan kedua tas tersebut yang masih terbungkus aman dengan hati-hati di atas meja.
Kedua tas tersebut sangat cantik, mata semua wanita yang melihat tas ini langsung melebar dan terdapat bintang-bintang, termasuk para pemandu toko.
Fara tidak memiliki ekspresi heboh seperti yang lain, ia hanya mengangguk dan menganggap tas ini cantik tanpa berlebihan.
“Bisa dijelaskan tentang sesuatu yang spesial dari kedua tas ini?“ Alseenio duduk di seberang manajer toko dan memasang iklan ekspresi santai.
“Sebelumnya, silakan yang lain makan camilan di atas meja, jangan malu-malu,” Manajer berkata dengan ramah tamah dan menawarkan makanan yang telah di sediakan untuk mereka semua.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Tim Jaya Exford mengambil beberapa makanan manis ringan dan memakannya perlahan.
Manajer memajukan salah satu tas, tas berwarna emas tampak mewah, kemudian ia membuka mulutnya. “Ini adalah tas Kusama Pumpkin Minaudiere Jewel, cuma ada 5 tas yang seperti ini di dunia, ini adalah tas terakhir. Tas ini didesain oleh seniman visioner dari Jepang, tak heran apabila bentuknya sangat unik dan cantik. Terbuat dari emas murni, resin hitam, dan beberapa logam terbaik ….“
Sambil mendengarkan penjelasan mengenai keterangan 2 tas ini, Alseenio memegang tangan Fara dan mengelus jari-jarinya dengan lembut.
“Berapa harga dari kedua tas ini?“ Setelah puas dengan kualitas tasnya, Alseenio penasaran dengan harganya.
Lengkungan terbentuk di wajah Manajer, terlihat senang begitu Alseenio tertarik dengan produknya. “Untuk tas yang dirancang oleh seniman ini memiliki harga dua miliar dan satunya lagi memiliki harga satu miliar lima ratus juta.“
Mendengar harga dari kedua tas yang ditunjukkan ini, Tim Jaya Exford merasa kulit kepalanya mati rasa.
Bahkan sampai Alseenio menyetujui untuk membeli kedua tas tersebut, mereka masih merasa kesemutan, membuat jiwa dan tubuh mereka gemetar ngeri.
Padahal hanya sebuah tas, tetapi harganya setinggi luar angkasa, sangat mahal.
Apabila membeli yang lain, itu cukup untuk membeli beberapa sepeda motor mewah, seperti H2, Ninja ZX-10RR, dan sepeda motor yang setingkat dengan itu.
Tim Jaya Exford benar-benar terkejut dengan cara Alseenio menghabiskan uang, terlebih wanita-wanita yang ikut, mereka semakin mendambakan jika ia memiliki pasangan yang kaya seperti Alseenio.
Barang semahal rumah pun dibeli jika wanitanya menyukai barangnya.
Sangat beruntung menjadi Fara, wajar apabila mereka merasa sedikit iri terhadap Fara pada saat ini.
Alseenio mengeluarkan uang 4,5 miliar untuk dirinya dan Fara, ditambah 3 miliar lebih beberapa juta untuk Jaya Exford, belum lagi 1 miliar yang disumbangkan untuk Bang Windi, hampir 9 miliar rupiah uang yang Alseenio habiskan untuk hari ini.
Sangat luar biasa, tetapi itu sangat sepadan dengan hadiah kotak misteri yang didapatkan, Alseenio mendapatkan kartu ATM Negara Kuwait yang berisi 100 juta dinar atau setara 5 triliun rupiah.
“Sampai jumpa, Semuanya!“
“Besok kita bertemu lagi, Bang Windi. Dadah!“
Mereka semua saling berpamitan, kemudian masuk ke kendaraan masing-masing dan meninggalkan area mall.
Semua Tim Jaya Exford berpencar, kembali pulang ke rumahnya masing-masing, tidak lupa untuk berterima kasih kepada Alseenio karena telah membelikan mereka barang mewah ini.
Sesampainya di rumah di sore hari, Alseenio dan Fara langsung menikmati waktu berdua di ruang studio, mereka menonton bersama sambil bermesra manja, tidak melakukan hal yang lebih dari beradu mulut, mungkin meremas Alseenio lakukan, itu pun tidak sengaja, refleks tangannya saja.
Mereka jarang sekali saling marah, kalaupun ada, itu hanya bercanda, mereka dari dahulu kecil juga jarang marah atau memiliki perseteruan satu sama lain, jika memang terjadi itu tidak akan lama untuk berbaikan.
Pada intinya, mereka sama-sama membutuhkan, mencintai, dan melengkapi.
__ADS_1
Makan malam terasa spesial karena yang memasak bukan pembantu saja, tetapi ada kontribusi dari Fara.
Alseenio dengan penasaran ingin mencoba masakan yang dibuat oleh Fara, hasil dari olahan Fara cukup enak walaupun harus ditingkatkan.
Kemampuan memasak Alseenio sudah cukup tinggi, setara dengan koki di restoran bintang 5, tidak kalah enak makanan yang dibuatnya.
Begitu Alseenio mengungkapkan bahwa dirinya bisa memasak, Fara terkejut, kemudian ia meminta Alseenio untuk memasak sebuah makanan untuk dirinya di hari berikutnya.
Sesuai dengan janji Alseenio, keesokan harinya, lebih tepatnya di jam makan siang sebelum mereka pergi ke apartemen Bang Windi, Alseenio memasak makanan untuk Bella, Orang tua Fara, dan juga Fara.
Mereka berempat sangat ingin tahu rasa makanan yang dimasak oleh Alseenio, mereka sedikit skeptis, pasalnya Alseenio selama ini mereka tinggal bersama, ja sama sekali tidak pernah menyentuh alat masak.
Setelah menunggu balasan menit, Alseenio membawa belasan jenis masakan ke meja makan bersama.
Dilihat dari tampilan makanannya, ini sangat menggoda, bahkan harum aroma makanannya membuat nafsu makan bertambah.
Air liur menetes di sudut mulut mereka semua tanpa disadari.
Kemudian dengan nafsu makan dan perut yang kosong, mereka menyantap makanan dengan lahap.
Begitu memakan masakan yang dibuat Alseenio, mata mereka berbinar dan mengkilap memancarkan cahaya.
Pandangan Bella pada Alseenio menjadi sangat kagum, sedangkan orang tua Fara makin puas dengan calon menantunya, dan Fara bahagia memiliki pasangan yang pintar masak.
Ia merasa lega, takutnya ketika dia sakit, Alseenio terlantar karena tidak bisa makanan, tidak ada yang memasak makanan untuk Alseenio, mengetahui hal ini sekarang, Fara menjadi senang dan lega.
Makanan Alseenio melebihi ekspektasi mereka semua, melampaui jauh dari ambang ekspektasi mereka. Makanan Alseenio sudah tingkat atas, berbeda dengan masakan pembantu yang biasa mereka makan setiap harinya, ini ada di level yang berbeda.
Setelah makan siang bersama, Alseenio pergi bersama Fara ke apartemen Bang Windi, orang tua Fara mengizinkan, Bella pun tidak masalah, tetapi mereka selalu mengingatkan untuk tetap berhati-hati di luar.
Sebuah tindakan hangat yang bisa kembali Alseenio rasakan setelah kehilangan orang tua.
Di apartemen Bang Windi sudah ada Bang Rijal dan Bang Mac yang datang, mereka sangat rajin, padahal Alseenio dan Fara saja baru sampai di sini di jam 3 lewat 15 menit.
Masih ada waktu sebelum jam 4. Sambil menunggu yang lain datang, Bang Windi menginformasikan bahwa siaran langsung di jam 4 sore adalah sesi pertama, jadwalnya dari jam 4 sampai jam 05.30.
Mereka mungkin sempat memberikan uang untuk 10 orang di sesi pertama ini. Bang Windi memperkirakan ini bisa dilakukan.
Seperti biasa, sebelum memulai siaran, mereka harus makan terlebih dahulu, memesan makanan di ojek daring.
Ternyata hanya mereka berempat yang datang, Fara dan Kak Agnis tidak ikut masuk video, mereka sibuk mengobrol dan bergosip.
__ADS_1
Bang Windi duduk di tengah, sebab ia yang punya saluran, Alseenio dan Rijal di kedua sisi Bang Windi, sedangkan Maca ada di belakang.
Melihat peralatan siaran langsung telah aman, pengaturan siaran tiada yang salah, Bang Windi segera mengaktifkan siaran langsung dan menyapa para penonton, “Selamat sore, Kalian Semua! Pada kesempatan kali ini, sesuai dengan judul, kita berempat dan mungkin anggota Jaya Exford yang lain akan menyusul, hendak berbagi kebahagiaan sambil menyaksikan adegan saluran Yitub aku, yakni Windi Barusadar mencapai 9,9 juta pelanggan, semoga kita semua bisa!“