SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 107: Hari yang Buruk


__ADS_3

Niara yang mendengar ini pun tersadar, ternyata Pria yang ingin dijodohkan dengan Tantenya adalah Ryan, anak kecil yang masih diingatnya dari dirinya kecil.


“Ryan, masih ingat dengan Tia? Dia juga pernah bermain denganmu waktu kecil meskipun cuma sesaat, tetapi harusnya kamu masih ingat,” ujar Ibu Ryan kepada Ryan dan tersenyum.


Ryan yang duduk di sebelah Ayahnya mengangguk dan masih menatap wanita bernama Tia Kiara, marga Kiara juga ada di nama Ibu Niara, yaitu Nadisha Kiara.


Tante Niara umurnya tidak jauh dengan Ryan, hanya berbeda 2 tahun saja, Ryan berumur 23 tahun, sedangkan Tia berusia sekitar 25 tahun.


Sebuah fragmen ingatan muncul di benak Ryan dan itu diputar ulang.


Di dalam hotel di Jakarta, Ryan yang bermain dengan gadis kecil yang lebih muda darinya, tidak lain dan tidak bukan ialah Niara.


Saat sibuk bermain, tiba-tiba gadis yang lebih besar dari Ryan muncul dan memberhentikan mereka yang sedang berlarian di dalam ruangan pertemuan rekan bisnis.


Gadis ini mencubit Ryan karena gemas dan membawa Niara pergi, lantaran mereka akan pulang tidak akan lama lagi.


Gadis yang lebih besar dari Ryan saat itu ialah Tia.


Wanita ini cantik, tetapi dibandingkan Niara masih lebih cantik Niara menurut Ryan.


Pada saat ini, Ryan bingung harus apa, pasalnya ia tidak memiliki perasaan kepada Tia ini.


Sebaliknya, Tia yang memiliki perasaan pada Ryan, terlihat dari car Tia memandang Ryan.


Sementara itu, Niara diam dan menundukkan kepalanya, tubuhnya lemas, hari ini benar-benar hari terburuk baginya.


Sepanjang pertemuan, orang tua mereka banyak mengobrol mengenai banyak hal sambil menunggu jawaban Ryan.


Namun, tepat ketika orang tua Ryan mendesak Ryan menjawab mengenai keputusannya, Ryan bilang bahwa ia butuh waktu, sama sekali tidak bisa menjawab di hari ini juga.


Pertemuan diakhiri dengan makan malam bersama, orang tua Niara dan Tantenya akan menunggu jawaban Ryan selama seminggu, mereka akan tetap di Jakarta selama seminggu karena memang sedang liburan akhir tahun bersama orang tua Ryan, mereka akan pergi selama seminggu ini.


Tidak tahu apakah Ryan ikut atau tidak, kemungkinan besar tidak, pasalnya Ryan masih banyak urusan di perusahaan, sebagai CEO perusahaan Ayahnya ia harus fokus dengan pekerjaannya.


Di sisi lain, Alseenio yang telah pulang bermain dengan Fara di Mall, kini baru selesai makan malam bersama.


Fara, Ibu Fara, dan Bella membantu para asisten rumah tangga yang sibuk mencuci piring bekas mereka makan.

__ADS_1


Sementara itu, Ayah Fara dan Gondals membicarakan masalah usaha orang tua Fara yang membangun dan merenovasi rumah di Sukabumi.


Alseenio tidak ikut mereka berdua membahas ini, melainkan ia pergi ke kamar karena Misi Spesial telah selesai begitu ia tengah makan malam.


[Hadiah 6% Saham Apel, 20% Saham XG Entertainment, dan Asisten Pribadi Profesional telah diberikan!]


Sebuah pemberitahuan dari Sistem berbunyi di kepala Alseenio, kemudian sebuah telepon masuk ke ponselnya, itu dari CEO Apel.


Selanjutnya, pesan rekening bank secara bertubi-tubi masuk ke dalam ponselnya. Alseenio mendapatkan 85 triliun rupiah dari dividen saham Apel selama 5 tahun.


Hadiah pada kesempatan kali ini sangat banyak, ia menyelesaikan Misi Ikan Asin yang Kaya lantaran menolak untuk pergi ke kantor pusat Apel dan mendapatkan hadiah Sistem lagi.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Terselesaikan dan Dapatkan +17 Poin Penampilan, Kemampuan Mengendarai Helikopter Menengah!]


Setelah pemberitahuan ini keluar, Alseenio merasakan reaksi gatal di wajahnya, tetapi ia tahan karena tahu ini merupakan proses integrasi dari hadiah yang ia dapatkan.


Tak lama berikutnya, Alseenio merasakan kesemutan di kepalanya, sebuah pengetahuan baru masuk ke dalam ingatannya dan tertanam secara permanen di sana.


Pengetahuan tentang mengendalikan sebuah helikopter, Sistem pun memberinya beberapa sertifikat yang legal supaya Alseenio bisa mengendarai helikopternya tanpa takut dipidana.


“Makin tampan saja aku,” gumam Alseenio yang bercermin di dalam kamar mandi.


Di cermin terdapat sosok wajah Alseenio yang dipoleh menjadi lebih baik, semua kekurangan kecil di wajahnya menghilang dan ditingkatkan ke titik tertentu, anggota wajah menjadi sempurna, melebihi ketampanan makhluk yang ada di dunia paralel ini.


Wajahnya samar-samar mengeluarkan pancaran cahaya emas yang menyilaukan, saking tampannya wajah Alseenio sekarang.


Mau dilihat dari segala sisi akan tetap tampan, bahkan apabila orang melihat dari belakang kepala Alseenio, orang pasti tahu Alseenio adalah pria tampan.


Begitu ia kembali ke kamar, Alseenio melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari nomor luar negeri, saat diperiksa ini adalah nomor dari negara Korea Selatan.


Baru saja ia berniat ingin menelepon balik, panggilan dari nomor Korea Selatan datang lagi, Alseenio pun langsung menjawab.


“Annyeong Haseyo ….“


Panggilan ini benar dari orang Korea Selatan. Selanjutnya, Alseenio berbincang dengan penelepon yang ternyata adalah CEO dari perusahaan agensi BelekPink, ia mendapatkan 20% saham perusahaan tersebut.


Lagi-lagi Alseenio dimintai datang ke kantor, tetapi ia bilang tidak bisa di waktu dekat, mungkin di masa depan Alseenio akan datang.

__ADS_1


Setelah panggilan berakhir, Alseenio mendapatkan pesan dari rekening bank yang adalah pemberitahuan bahwa uang berhasil masuk.


Dari saham yang Alseenio pegang di XG Entertainment, ia mendapatkan 126 miliar yang di mana ini dividen selama 6 tahun lamanya.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Terselesaikan dan Dapatkan Etiket Bangsawan, Jet Pribadi Gulfstream G650, dan Kemampuan Piano Menengah!]


Dalam sekejap, Alseenio merasakan kepalanya menjadi pusing dan ia duduk di atas kasur untuk menahan rasa pusingnya.


Terdapat 2 pengetahuan sekaligus yang tertanam permanen dan secara instan di otak Alseenio, salah satunya ini sangat rumit karena itu terhubung langsung dengan keseluruhan tubuhnya.


Butuh waktu 5 menit untuk proses penyatuan kemampuan terjadi, kemudian Alseenio duduk normal sambil menggerakkan sepuluh jari-jarinya.


Kesepuluh jari tangannya ini memiliki memori otot memainkan alat musik piano, selain gitar dan biola.


Selain kemampuan piano, gerakan tubuh Alseenio tampak elegan layaknya seorang bangsawan sungguhan, entah ia berdiri dan berjalan, itu tampak mewah dan megah, semua ini karena Etiket Bangsawan yang ia dapatkan.


Itu tertanam dan aktif secara refleks, Alseenio bisa menonaktifkan etiket ini sesuai keinginannya.


Namun, untuk saat ini ia akan gunakan untuk beradaptasi.


Saat Alseenio asyik bermain-main dengan hadiah Etiket Bangsawan, pintu kamarnya diketuk, begitu ia membuka pintu, Alseenio melihat Fara di depan pintu kamarnya.


“Sayang, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” celetuk Fara sambil memeluk Alseenio.


“Siapa?“ Alseenio mengelus rambut Fara dan bertanya.


“Tidak tahu, sekarang ia ada di ruang sekuriti, Bella tadi memberitahukan informasi itu kepadaku.“


“Baiklah, ayo kita ke sana!“


“Ayo!“


Sambil menggendong Fara bagaikan menggendong seorang ratu, Alseenio berjalan menuruni tangga dan pergi ke ruang sekuriti yang ada di dekat gerbang mansion.


Setibanya di sana, Alseenio melihat seorang pria muda mengenakan kacamata hitam, terlihat seperti orang asia, sangat formal dan rapi karena mengenakan jas hitam.


“Konbanwa, Wakai Masuta!“ Pria ini tiba-tiba saja menundukkan tubuhnya dan mengucapkan kalimat dalam bahasa Jepang.

__ADS_1


__ADS_2