SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 71: Panggilan dan Hadiah Berkala


__ADS_3

Setelah mendengar hadiah dari Sistem, Alseenio tersenyum puas. Hadiah pada kesempatan kali ini sangat bagus.


Pada saat ini, di atas mejanya, terdapat satu berkas kertas tambahan dan satu kartu ATM berwarna hitam ungu dan bertuliskan kanji. Ini adalah kartu debit Jepang.


Alseenio mendapatkan ini dari hadiah Sistem. Kartu ini memiliki saldo rekening 666 juta yen yang apabila dirupiahkan setara dengan 76 miliar rupiah.


Mungkin Sistem sedang baik, ia diberikan hadiah sebesar itu.


Terdapat dua hadiah lagi selain kartu debit tersebut, besok ia harus mengambil salah satu hadiahnya di seseorang.


Berkas yang tergeletak di atas meja merupakan kertas-kertas dokumen kepemilikan suatu perusahaan, perusahaan ini tidak besar, tetapi secara resmi perusahaan ini dipegang oleh Alseenio.


Alseenio segera meletakkan berkas-berkas ini ke dalam apartemen, ia menyimpannya ke koper khusus dokumen penting, bersama dengan dokumen yang lainnya.


Ketika Alseenio sedang berjalan menuju ke dalam apartemen sambil memegang laptop dan peralatan perekaman video, ponsel yang ada di kantung celananya tiba-tiba saja berbunyi.


Tririring!


Alseenio menaruh barang yang ada di tangannya ke atas meja balkon lagi dan segera menjawab panggilan telepon.


“Halo, selamat sore. Apakah ini dengan Tuan Alseenio?“


Suara yang berwibawa dan dewasa terdengar dari lubang suara ponsel Alseenio, mirip dengan suara seorang ayah yang sudah memiliki keluarga sendiri.


“Benar, ini siapa, ya?“ Alseenio berbalik bertanya, ia melihat bahwa nomor ini tidak tersimpan di ponselnya.


Sebuah kecurigaan muncul terhadap orang yang sekarang meneleponnya kali ini, sudah beberapa kali ia mendapatkan panggilan dari seorang penipu. Antisipasi ia lakukan agar dirinya tidak dirugikan.


“Akhirnya! Saya sudah lama sekali ingin berbicara dengan Anda, Tuan Alseenio. Namun, saya tidak memiliki nomor Anda. Sebab, itu karena Anda sendiri yang tidak memberikan nomor untuk dihubungi.


“Hanya ada pesan kertas yang setiap tahunnya dikirim ke kantor tentang apa-apa yang harus dilakukan untuk menjalankan perusahaan kami ….“


Orang ini terus berbicara panjang, kalimat ucapannya terdengar seperti penggemar yang berbicara dengan idolanya, sangat antusias dan bersemangat.


Perkataan yang diucapkan pria pihak lawan ini tentang bagaimana dirinya gelisah karena ingin menghubungi Alseenio.


Dari ucapan orang ini saja Alseenio dapat menebak, orang ini adalah CEO perusahaan yang baru saja ia miliki dari hadiah Sistem.


Memikirkan ini, Alseenio menganggap reaksi orang ini memang sudah seharusnya seperti itu, pastinya sebagai CEO yang ditunjuk memiliki tanggung jawab yang besar dan pastinya tertekan karena tanggung jawab, CEO pasti butuh arahan, tetapi dari cerita yang diungkapkan orang ini, Alseenio sudah memiliki perusahaan ini dari tiga tahun yang lalu, setelah pemilik perusahaan sebelumnya mengalihkan kepemilikannya kepada Alseenio.


Selama tiga tahun itu, Alseenio tidak menunjukkan batang hidungnya di perusahaan, jangankan menampilkan batang hidung, nomor ponsel dan rekening saja tidak diberitahukan kepada CEO dan direktur yang lain.


Menurut Sistem, perusahaan tersebut sudah diberikan arahan melalui sebuah surat kertas yang dikirimkan satu tahun sekali untuk mereka bisa menjalankan perusahaan dengan baik.


Tepat di sore hari ini, nomor telepon milik Alseenio diungkapkan atau dibeberkan kepada CEO melalui Gugel Mail oleh Sistem.


Proses terjadinya Alseenio tidak tahu bagaimana, tetapi Alseenio berasumsi, mungkin saja Sistem menggunakan akun Gugel Mail seseorang yang tidak bisa dilacak.


“Dividen milik saya selama tiga tahun itu disimpan saja untuk uang cadangan kas, gunakan itu untuk pendanaan perusahaan yang darurat dan penting.“


Dividen atau gaji yang didapatkan Alseenio sebagai seorang pemilik yang terkumpul selama tiga tahun itu tidak banyak, hanya 27 miliar rupiah. Itu pun dividen hak milik Alseenio sebesar 10% dari laba bersih yang berjumlah total 90 miliar rupiah per tahun. Laba tidak seterusnya sama atau konstan, terkadang naik dan turun.


Jumlah uang 27 miliar tidak begitu besar bagi Alseenio. Oleh karena itu, uang tersebut tidak terlalu dibutuhkan Alseenio, toh, total saldo di semua rekeningnya yang terakumulasi sudah mencapai triliun rupiah.


Hadiah Sistem yang baru saja diterima bahkan lebih banyak ketimbang dividen yang diterima dari perusahaan satu ini.


“Baik, saya akan memerintahkan direktur keuangan untuk menyimpan uangnya.“


Mendengar jawaban dari CEO perusahaannya, Alseenio mengangguk puas.


“Tuan Alseenio, apakah saya boleh memberi saran?“


“Saran?“ Alseenio mendengarnya dengan wajah yang terheran.


Rasa penasarannya timbul kembali, Alseenio langsung mengizinkan CEO untuk memberi saran. “Beri tahu aku sarannya.“


“Begini, Tuan. Saya dari empat tahun yang lalu ketika mulai menjabat sebagai CEO perusahaan yang bergerak di bidang jasa keamanan ini memiliki sebuah keinginan yang tertahan.“


Perusahaan yang Alseenio dapatkan dari Sistem adalah Perusahan yang berjalan dalam jasa keamanan, yakni perusahaan outsourcing yang memperkerjakan seorang satpam, sekuriti, bodyguard, dan kawal uang atau barang untuk suatu perusahaan.


Nama perusahaannya ialah PT Chakra Asep Perkasa. Telah memiliki 2000 karyawan yang sudah direkrut dan dipekerjakan ke berbagai mall atau tempat yang membutuhkan keamanan.

__ADS_1


Sejujurnya, Alseenio senang dengan hadiah ini, ia berpikir dirinya tak butuh lagi repot-repot menyewa seorang bodyguard untuk diri sendiri, sekarang ia hanya meminta karyawannya untuk menjaganya.


Namun, Alseenio tidak tahu kualitas dari karyawannya ini, mungkin ia akan mengunjungi kantor perusahaan ini secara langsung untuk melihat kualitas dari pada karyawannya.


“Apa itu? Langsung saja ke poin pembicaraan.“ Alseenio tidak sabar untuk mengetahui saran CEO perusahaannya ini.


Dari lubang suara teleponnya, Alseenio mendengar suara orang yang sedang mengambil napas panjang, tampaknya orang ini agak takut untuk mengungkapkan sarannya kepada Alseenio.


“Sebagai informasi saja, saya yang bernama Darga Ranaya merupakan seorang pensiunan TNI atau biasa disebut Purnawirawan TNI yang sebelumnya menjabat sebagai Sersan Mayor. Umur saya memang sudah cukup tua, tetapi tubuhku masih segar karena tetap berolahraga.


“Saya memiliki banyak teman yang sekarang telah pensiun dari TNI, daripada mereka menganggur lalu diam di rumah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya punya pikiran untuk merekrut mereka semua menjadi karyawan di perusahaan ini. Bagaimana dengan saran saya, Tuan Alsee—“


“Aku setuju, rekrut saja teman perjuangan Bapak Darga. Aku tahu uang pensiunan TNI tidak begitu besar, tetapi cukup untuk makan sehari-hari keluarga kecil. Namun, aku juga punya saran tambahan.“


Alseenio langsung setuju dengan saran atau pendapat Pak Darga selaku CEO perusahaan miliknya. Tidak ada ruginya untuk merekrut para pensiunan TNI ini untuk menjadi karyawannya, malah itu sebuah hal yang bagus jika dilaksanakan.


“Tolong beri tahu saya sarannya, Tuan Alseenio.“


Suara Pak Darga menjadi lebih hormat ketika mendengar persetujuan Alseenio, bahkan terdengar antusias sekali, nada suaranya seperti sedang senang.


“Aku menyarankan untuk mengumpulkan orang-orang tersebut sekaligus dalam satu waktu, lalu kategorikan antara yang pensiun TNI dan yang bukan, gunakan pelatihan yang pernah Pak Darga lakukan waktu masih aktif di TNI dahulu. Kita harus tingkatkan dan dorong kualitas setiap karyawan kita ke yang lebih baik, jangan bingung Persoalan dana untuk melaksanakan rencana yang aku sarankan, untuk dana Pak Darga bisa memintanya kepadaku.“


Setelah kalimat panjang itu keluar dari mulut Alseenio, wajah Pak Darga yang ada di belakang telepon menjadi cerah. Saran Alseenio sangat sinkron dengan apa yang dipikirkannya.


“Baik, Tuan Alseenio. Saya akan menghubungi mereka semua, laporan akan diberikan ketika semua anggota yang aku rekrut bersedia untuk bergabung, terima kasih karena sudah menerima saran saya!“


Bapak Darga dengan tulus menyatakan rasa terima kasihnya, ia sangat bahagia begitu mendengar saran yang diajukannya didukung oleh Alseenio dengan baik, bahkan Tuan Alseenio ini berani untuk mendanai dengan uang pribadinya agar rencana atas dasar sarannya tersebut bisa dijalankan.


Pasalnya, ia kerap kali bertemu teman lama yang pernah satu grup dengannya di TNI. Temannya ini kebingungan, sebab ia biasanya bergerak dan aktif, kini hanya diam di rumah dan tidak tahu harus berbuat apa, sangat membosankan. Sebagian besar teman-teman lamanya memiliki masalah yang serupa, jiwa mereka masih muda, mereka lebih senang bergerak untuk bekerja dibanding diam di rumah dan bersantai.


Terlebih lagi, ada beberapa teman lamanya yang tengah kesulitan di bidang ekonomi karena masalah tertentu, mereka sangat butuh sekali uang untuk keluar dari masalah ekonominya.


Mereka semua sering bertanya tentang lowongan kerja kepadanya, tetapi Pak Darga sendiri bingung, sebab karyawannya sudah cukup dan tidak memerlukan karyawan tambahan. Selama empat tahu tersebut Bapak Darga menyimpan rencananya ini dan ingin mengajukan kepada sang pemilik.


Beruntungnya, pemilik saat ini mendukung penuh rencananya. Bapak Darga sangat-sangat senang.


“Sama-sama. Hubungi aku saja mengenai rencana tersebut, apabila Bapak Darga butuh dana tambahan lagi selain dari uang cadangan kas, bilang saja kepadaku. Aku percayakan rencana ini kepada Bapak Darga.“


Alseenio untuk sementara waktu ini mempercayakan perusahaan kepada Bapak Darga yang menjabat sebagai CEO, tetapi bukan berarti Alseenio melepaskan keseluruhan perusahaan kepadanya, Alseenio akan terus memantau perusahaan ini melalui jalur lain.


Tekad kuat Bapak Darga bisa dirasakan oleh Alseenio melalui panggilan ini. Alseenio tersenyum ketika mendengar tanggapan Pak Darga yang membara.


Setelah itu, keduanya mengakhiri telepon begitu saling bertukar kata.


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Terselesaikan dan Dapatkan Koenigsegg Gemera, 1 Pengawal Veteran Pria, 1 Pengawal Veteran Wanita!]


“Uhuk!“


Melihat hadiah ini, Alseenio terkejut sampai dirinya terbatuk.


Terlepas dari penyelesaian hadiah yang berkala ini, Alseenio lebih fokus kepada hadiah yang didapatkan.


Pengawal? Apakah manusia bisa dimasukkan ke dalam kategori hadiah Sistem?


“Pengawal? Apa maksudnya, Sistem?“


Alseenio dengan cepat bertanya kepada Sistem. Ia benar-benar bingung dan tidak mengerti.


[Sepasang pengawal pribadi yang tidak terikat dengan perusahaan, keduanya adalah seorang pengawal yang lihai dalam menjaga keamanan orang yang dijaga. Meskipun mereka tidak terikat dengan suatu perusahaan, tetapi keahlian mereka sebagai pengawal setara dengan pembunuh bayaran profesional.]


[Gondals Cahya dan Bella Yesi, mereka berdua sepasang suami-istri yang keluar dari perusahaan keamanan swasta terbaik di dunia karena alasan menikah.]


[Keduanya sama-sama pengawal terbaik di perusahaan tersebut. Kini mereka berdua menjadi pengawal pribadi Anda dalam jangka waktu kontrak sampai mereka berdua wafat. 100% setia dan loyal.]


Begitu Alseenio melihat dan membaca penjelasan sistem yang ada di layar transparan di depannya, ia tersentak kaget. Wajahnya penuh dengan tanda tanya.


Sebelum Alseenio hendak bertanya lagi, sebuah panggilan datang lagi, dalam satu hari ini, Alseenio sudah banyak menerima panggilan dari orang lain.


“Halo?“


“Berikan ponselnya ke resepsionis biar aku yang bicara.“

__ADS_1


“Apakah ini petugas resepsionis?“


“Izinkan keduanya masuk, mereka adalah tamuku.“


“….“


Panggilan berakhir begitu saja, dan wajah Alseenio menjadi santai.


Selanjutnya ia mengambil barang yang sebelumnya dibawa, kemudian berjalan masuk ke dalam apartemen. Alseenio harus menyiapkan makanan untuk tamu yang datang.


Tak lama berselang setelah panggilan berakhir dan Alseenio sudah menyiapkan suguhan untuk tamu, sebuah ketukan terdengar dari pintunya.


Dengan cekatan, Alseenio pergi untuk membuka pintu apartemen.


Segera, Alseenio melihat dua orang yang terdiri dari seorang pria dan wanita sedang berdiri di balik pintu.


Wanita ini cukup cantik, Alseenio bisa melihat nilai penampilannya menyentuh angka 79, sedangkan pria yang ada di sebelahnya memiliki angka penampilan di 77 poin. Alseenio menduga kedua orang ini adalah seorang blasteran Indonesia-Amerika sebab wajah mereka terkesan seperti orang luar negeri.


Pakaian keduanya memakai konsep warna dan jenis yang sama, memakai jaket kulit hitam, celana hitam, dan kacamata hitam, wanita ini memakai pakaian yang ketat sehingga terlihat seksi.


Belum sempat Alseenio menyapa, mereka berdua lebih dahulu menyapanya.


“Selamat sore, Tuan Muda Alseenio!“ Mereka berkata hampir bersamaan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.


Mereka berdua adalah tamunya dan sekaligus merupakan hadiah dari sistem.


Alseenio penasaran dengan mereka berdua, apakah keduanya tahu mengenai sistem yang dimilikinya. Mungkin di momen yang cocok, ia akan bertanya mengenai hal tersebut.


“Selamat sore juga. Ayo masuk ke dalam!“


“Baik, Tuan!“


Alseenio berbalik ke dalam apartemen sambil menggelengkan kepalanya setelah mendengar jawaban mereka berdua. Ini terlalu formal dan kaku.


Mereka bertiga masuk ke dalam dan berjalan menuju ke ruang tamu, ketiganya duduk bersamaan dan saling memandang.


“Lakukan perkenalan, aku ingin tahu biodata kalian berdua dengan lengkap.“ Alseenio ingin sekali mengetahui informasi seputar mereka berdua.


Mendengar permintaan Alseenio, mereka berdua saling memandang dan mengangguk, kemudian si Pria mulai menceritakan dirinya sendiri, “Perkenalkan nama saya Gondals Cahya ….“


Alseenio menyimak perkenalan keduanya dengan tatapan yang fokus.


Usai sesi perkenalan berakhir, Alseenio mengetahui biodata keduanya.


Mereka berdua merupakan sepasang suami-istri yang umurnya hampir sama, hanya selisih satu tahun, pria bernama Gondals berumur 38 tahun, sementara wanitanya yang bernama Bella berusia 37 tahun. Mereka pasangan yang bertemu di tempat kerja, setelah itu memutuskan untuk keluar setelah lama bekerja dan beroperasi bersama dan akhirnya mereka menikah.


Keduanya sama-sama berasal dari panti asuhan saat kecil yang diadopsi oleh sepasang orang tua yang ternyata adalah seorang pekerja yang bekerja di perusahaan keamanan. Bella diambil oleh sepasang suami istri yang berbeda dengan Gondals, jadi mereka tidak satu keluarga, keduanya dari keluarga yang berbeda, tetapi ayah angkat yang mengambilnya dari panti asuhan sama-sama bekerja di perusahaan keamanan swasta tersebut.


Dengan demikian, keduanya memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi pengawal top atau teratas, hingga akhirnya mereka berdua selalu bertugas bersama dalam satu tim, benih cinta timbul di keduanya secara perlahan sampai mereka memilih untuk menikah.


Namun, ada cerita yang menarik dari keduanya. Mereka berdua bilang bahwa mereka berhutang budi kepada Alseenio karena sudah membantu orang tua angkatnya sembuh dari penyakitnya karena sebuah air minum ajaib.


Alseenio tersenyum dan cukup tahu saja, ini kemungkinan besar adalah pekerjaan Sistem dan cara dia untuk merekrut keduanya menjadi seorang pengawal untuknya sendiri.


Mereka tidak tahu keberadaan Sistem, mereka datang ke sini memang sudah diperintahkan oleh Alseenio untuk datang ke sini di tanggal dan waktu sekarang ini. Diperintahkan melalui sebuah surat yang terselip di air mineral ajaib yang menyembuhkan penyakit kedua orang tua mereka masing-masing.


Dengan ini sudah jelas, ini pasti perbuatan Sistem.


“Ini semua perbuatanmu, Sistem?“ tanya Alseenio dalam hati.


[Ding! Benar, Tuan Rumah!]


Betul apa yang Alseenio duga, Sistem yang melakukannya.


“Besok, kalian berdua akan aku tugaskan untuk sesuatu. Sekarang kalian boleh membereskan barang kalian dan menempatkannya di kamar kedua.“


Setelah mengatakan itu, Alseenio bangkit menuju kamar utama, meninggalkan keduanya di ruang tamu.


“Tuan, di malam ini, apa aku boleh memasak makan malam untuk kita bertiga?“ Melihat Alseenio berjalan memunggungi, Bella buru-buru bertanya.


“Terserah, lakukan saja, aku tidak keberatan.“ Alseenio melambaikan tangannya tanpa melihat ke belakang, kemudian ia masuk ke dalam kamar utama.

__ADS_1


Bella langsung tersenyum terlihat senang, Gondals yang selalu bermuka datar pun sedikit tersenyum.


Tampaknya mereka berdua menyukai majikan barunya.


__ADS_2