
Alseenio merenung memikirkan tentang kostum yang akan dia pakai di acara cosplay.
Ketika memikirkan hal ini, Alseenio mengambil ponselnya yang ada di dalam kantong celana. Ia mencari karakter anime yang cocok dengannya di Gugel.
“Karakter Nadam dari Record of Rognorak sepertinya tidak mungkin aku pakai, lagi pula aku tidak punya kostumnya … dia hanya memakai lembaran daun untuk menutupi 'Itu'. Juga, siapa yang ingin memakai beberapa lembar daun untuk cosplay?“
Saat ia mencari karakter, Alseenio menemukan gambar karakter kartun yang tampan, sayangnya kostumnya hanya beberapa daun yang menempel di bagian antara dua kaki.
Untuk Nadam, Alseenio tidak mungkin memakai kostumnya, ia lebih memilih yang lain.
Begitu Alseenio membaca-baca laman yang menampilkan daftar karakter anime pria, akhirnya Alseenio menemukan karakter yang cocok untuknya.
“Tampaknya karakter ini sangat cocok untukku, pakaiannya serba hitam, tidak perlu menyewa kostum, aku memiliki pakaian yang persis dengan pakaian yang dikenakan karakter ini.“ Alseenio tersenyum sambil melihat karakter di layar ponselnya yang ingin ia cosplay. “Akan tetapi, aku harus membeli softlens yang sesuai dengan pupil mata dari karakter ini dan juga beberapa aksesoris kecil, semoga saja ada yang menjual.“
Meskipun ia memiliki pakaian hitam yang persis dengan yang digunakan oleh karakter tersebut, Alseenio tetap harus membeli beberapa barang untuk melengkapi kostumnya agar terlihat mirip dengan karakter kartun yang ia cosplay.
Segera, Alseenio membeli softlens, sepatu bot pendek warna hitam, dan kacamata bingkai bulat di toko daring.
Kurang dari satu jam, barang-barangnya sudah diantarkan oleh kurir, itu dititipkan melalui sekuritinya.
Tanpa berlama-lama lagi, waktu juga makin menipis, ia segera mengenakan kostum yang mirip dengan karakter tersebut, pakaiannya terdiri dari kaus hitam lengan panjang dan kerah yang tinggi serta agak lebar, memakai jas hitam, celana hitam yang ketat, sepatu bot pendek hitam , softlens berwarna biru cerah yang tampak indah dan keren, dan kacamata hitam bundar.
Berdiri di depan cermin, Alseenio melihat penampilannya yang berubah, matanya yang melihat ke cermin menjadi berwarna biru cerah dan juga memakai kacamata bundar warna hitam yang agak turun ke bawah. Pakaiannya benar-benar, serba hitam, jas hitamnya yang ia kancingkan juga warna hitam, tampak terlihat elegan.
“Masih ada yang kurang, aku harus mengubah rambutku.“ Alseenio melihat penampilannya belum mirip dengan karakter yang ia maksud.
Setelah mengatakan itu, perlahan rambut hitam belah dua Alseenio mengalami perubahan di luar nalar, warna rambutnya berubah menjadi seputih salju, dan tergerai acak-acakan.
Walaupun begitu, Alseenio tetap tampan dan sangat mirip dengan karakter yang ia cosplay, yaitu Golo Sateru.
Karakter anime yang kuat dan dicintai oleh para penonton anime, terlebih penggemar kartunya.
Alseenio tidak perlu merias wajah, seluruh wajahnya sudah tampan dan putih, tidak perlu polesan untuk menjadi lebih tampan.
Melihat penampilannya yang sudah mirip dengan Golo, Alseenio pergi ke ruang tamu untuk menunggu Bang Luffi dan yang lainnya sampai di rumahnya.
Tak lama ia menunggu, Alseenio mendengar suara mesin mobil di depan mansionnya. Buru-buru ia bangkit dari sofa panjang di ruang tamu, berjalan keluar ke luar mansion.
Saat di luar mansion, Alseenio melihat tiga mobil sedan yang terparkir di lahan luas di depan mansionnya.
Ketika ia berjalan mendekat ke arah ketiga mobil, Bang Luffi, Bang Windi, dan teman-teman yang lain turun dari mobil.
“Halo, Bang Ni—” Ucapan Candy tertahan saat melihat penampakan sosok Alseenio yang menghampirinya. “Golo?! Golo dunia nyata?!“
Mendengar seruan Candy, semua orang yang baru saja turun langsung melihat penampilan Alseenio yang mirip sekali dengan Golo, mereka sangat terkejut.
Kak Agnis dan Kak Gheska terpesona dengan visual Alseenio saat ini, mata mereka menyala hijau.
“Gila! Mirip banget!“ Bang Luffi menatap lekat Alseenio dan ia memuji sambil memberi jempol kepada Alseenio.
Mereka semua yang datang ialah Bang Luffi serta tim dan beberapa anggota Tim Jaya Exford.
“Bang Nio mau cosplay jadi Golo di sana?“ tanya Bang Windi usai bersalaman dengan Alseenio.
Alseenio mengangguk dan berkata, “Ya, sama seperti yang di Bandung, aku juga cosplay di acara Cosplayer.“
“Cosplay Narji itu, ya? Ternyata Bang Nio ketika mengantar aku ke apartemen, itu habis ke acara cosplayer.“
“Benar, aku lupa memberi tahu tentang itu.“
Bang Windi baru tahu tentang Alseenio ikut ke acar cosplayer dan meng-cosplay setelah menonton video yang diunggah oleh Bang Luffi.
Video Alseenio dan Bang Luffi pergi ke acara cosplay telah masuk jajaran video yang populer dengan jumlah penonton lebih dari 5 juta orang sampai saat ini.
Dengan video itu terkenal, Bang Windi dan tim Jaya Exford sempat menonton video Alseenio cosplay Narji.
Dari wajah-wajah mereka yang nampak lesu, Alseenio menginstruksikan untuk mereka semu berdiam di mansionnya sebelum pergi ke acara. “Kita berisitirahat di sini dahulu selama setengah jam sebelum ke sana, masih ada waktu sebelum jam delapan tiba.“
“Baiklah, aku juga kebetulan belum makan, hehe~“ Candy terkekeh.
Alseenio tersenyum mendengar perkataan Candy, orang ini memang tidak malu untuk meminta sesuatu, tetapi bagus, Alseenio suka orang yang frontal tanpa ada maksud yang bersembunyi.
__ADS_1
Setelah itu, Alseenio membawa mereka ke dalam mansionnya, dan pembantu menyiapkan banyak camilan dan kue untuk mereka.
Selama 30 menit mereka berada di mansion Alseenio. Mereka asyik mengobrol, terlebih Kak Agnis dan Gheska yang sibuk berbincang dengan Bella, sedangkan para prianya sibuk melihat mobil dan sepeda motor Alseenio, mereka semua tidak lupa untuk membuat cerita dan mengunggah foto di Instagrem dan media sosial lainnya ketika berada di mansion Alseenio. Publik figur harus aktif di dunia maya.
Tindakan yang mereka lakukan, secara tidak langsung memberi tahu informasi tentang kekayaan Alseenio kepada khalayak publik.
Hal itu juga membuat Alseenio diincar oleh awak media untuk diliput, dalam seminggu ini, Alseenio banyak dikirimi pesan oleh perwakilan dari banyak acara di saluran televisi swasta, tetapi ia tolak dengan baik karena masih ada kesibukan internal. Alasan sebenarnya ialah Alseenio kurang cocok dan tidak pas keinginannya untuk tampil di acara tersebut, terlebih mengenai para Artis, Alseenio tidak ingin terjun ke dunia tersebut.
Lebih baik seperti ini, santai dan bebas tanpa ada gosip yang membuatnya bermasalah.
Alseenio lebih nyaman bergaul dengan para Yituber dan selebritis kecil untuk sementara ini, mungkin di masa depan ia bersosialisasi dengan selebritis besar.
“Sudah jam delapan, kita harus pergi ke acara Komipuro sekarang.“ Bang Luffi melihat jam tangannya yang telah menunjukan pukul jam 8 pagi.
Mereka semua langsung memeriksa jam, benar apa yang dikatakan Bang Luffi, mereka harus pergi sekarang.
“Baiklah, ayo kita pergi!“ Alseenio bangkit dari sofa sambil memakai masker mulut ajaibnya. “Jangan lupa periksa barang, takut ada yang tertinggal.“
Segera, mereka memeriksa tas dan kantung di pakaian masing-masing dari mereka, semuanya ada tidak ada barang yang hilang.
Setelah Alseenio bergerak, mereka semua berjalan mengikuti Alseenio yang berjalan mengarah ke pintu keluar mansion.
Ketika keluar dari mansion, Alseenio menyarankan mereka untuk masuk ke mobil masing-masing dan memanaskan mobil sesaat, Alseenio harus mengambil mobilnya yang ada di basemen.
Alseenio sempat bingung ketika memilih mobil, semua mobil yang ia punya tidak ada yang jelek, hal ini membuatnya merasa kebingungan untuk memilih mobil yang mana yang akan dibawa olehnya.
Mata Alseenio melirik ke mobil yang sudah lama didapatkan dari hadiah sistem, tetapi belum ia coba kendarai, hanya pernah dicoba oleh Bella dan Gondals, mobil itu adalah Hennessey Venom GT.
Mobil McLaren Solus GT juga belum pernah ia coba naiki di jalan, Alseenio merasa mobil tersebut tidak bisa dipakai dalam waktu dekat ini, pasalnya mobil Solus GT terlalu merepotkan, terlebih ketika membuka pintu mobilnya untuk bisa masuk ke dalam, itu harus dibuka oleh 2 sampai 3 orang dewasa.
McLaren Solus GT ini cocok untuk dijadikan pajangan dan koleksi.
Vroom!
Suara raungan mesin V8 Turbocharged terdengar sampai luar basemen, bersamaan dengan suara raungan knalpot mobil, sebuah mobil hitam yang cantik dan ramping keluar dari basemen.
Setelah itu, mobil tersebut memimpin 3 mobil sedan untuk pergi dari mansion.
Alseenio dan yang lainnya berangkat ke acara Komipuro.
Beralamat di Hall yang ada di Tangerang, Banten. Cukup dekat jika menaiki mobil untuk ke sana.
Lebih dari 1 jam di perjalanan, mereka sampai di tempat acara diadakan.
Di tempat parkir sudah dipenuhi banyak mobil, mereka butuh waktu untuk memarkirkan mobil.
Setelah semuanya turun dari mobil, mereka berjalan ke gedung yang ada di depannya.
Dari kejauhan saja sudah terlihat banyak orang yang berjalan lalu-lalang menuju tempat tujuan yang sama.
Bang Luffi membuat konten video di sini, ia kerap kali diajak mengobrol oleh Bang Luffi di depan kamera.
Sementara itu, Bang Windi dan beberapa anggota Tim Jaya Exford berpisah dengan mereka karena ada sesuatu hal yang ingin dilakukan, nanti mereka akan bertemu lagi.
Alseenio ikut dengan Bang Luffi dan Timnya.
Tepat ketika mereka sudah dekat dengan pintu masuk gedung, mereka bertemu dengan Streamer Tier SSSR.
“Siapa ini, Bang?“ Alpahit bertanya kepada Bang Luffi sambil matanya melirik ke arah Alseenio yang sangat mirip dengan Golo.
“Kamu tidak kenal? Ckckck, Parah, sih. Padahal kamu sudah diberi uang yang banyak olehnya.“ Bang Luffi menggelengkan kepalanya dan mendecakkan lidah.
Wajah Alpahit langsung berubah dan ia berusaha untuk mengingat orang yang dimaksud Bang Luffi.
“Apakah ini, Bang Nio?“ Alpahit bertanya dengan wajah yang panik.
“Ya, aku Alseenio.“ Alseenio tersenyum di balik masker dan mengangguk.
Setelah mendengar konfirmasi Alseenio, Alpahit langsung menyambar tangan Alseenio dan bersalaman. “Bang Nio! Akhirnya kita bertemu juga!“
Ekspresi Alpahit sangat lucu dan mengundang tawa. Bang Luffi dan yang lainnya tertawa melihat tingkah Alpahit.
__ADS_1
Alseenio hanya bisa diam dan membiarkan tangannya dicengkeram oleh Alpahit. Ia sendiri bingung harus merespons apa.
“Sudah-sudah, lebih baik kita ke dalam bersama,“ Bang Luffi mendesak mereka semua untuk bergegas masuk ke dalam.
Masalahnya, di luar gedung saja sudah banyak orang yang berdatangan dengan segala macam kostum, jika mereka berlama di sini, di dalam akan ramai sekali, pastinya berdesak-desakan tak karuan.
“Benar juga, ayo kita berangkat!“ Alpahit setuju dan langsung berjalan lebih dahulu.
Bang Luffi melihat Alseenio dan mengangguk, mereka harus pergi ke dalam segera.
Namun, tepat ketika Alseenio hendak mengambil langkah kaki yang ketujuh, prompt mekanis sistem muncul di benaknya bersama dengan sebuah pemberitahuan.
[Ding! Misi Telah Terdeteksi!]
Misi : Foto bersama 2.000 wanita di acara Komipuro.
Waktu : 1 jam.
Hadiah : 1x Kotak Misteri.
Hukuman : Tidak ada.
[Misi otomatis diterima!]
“Tidak ada hukuman?“ Alseenio bergumam di dalam hatinya dan terus berjalan.
Sehabis melihat misi, Alseenio terheran dengan misi satu ini karena tidak memiliki hukuman.
“Hehe, Sistem sepertinya sudah menjadi baik dan tidak lagi menjadi psikopat.“ Alseenio tersenyum senang setelah melihat misi yang dikeluarkan Sistem kali ini. Pastinya, dengan senang hati ia lakukan untuk tidak menyelesaikan misi ini, terlalu merepotkan.
[Ding! Misi telah diperbaiki!]
[Hukuman : Darah merah menghilang.]
Ketika notifikasi sistem muncul kembali, tubuh Alseenio membeku, ia berhenti berjalan dan berdiri diam.
Pemberitahuan kali ini bagaikan bersantai tertimpa gedung dua puluh lantai, Alseenio sangat terkejut bahkan tubuhnya tersentak.
Melihat Alseenio yang bertingkah tiba-tiba seperti ini, Bang Luffi dan yang lain ikut berhenti dan langsung menanyakan keadaan Alseenio.
“Bang, kamu tidak apa-apa, kan?“ Bang Luffi bertanya dengan wajah yang khawatir, tangannya menepuk pundak Alseenio pelan-pelan.
Akan tetapi, panggilan Bang Luffi tidak direspon oleh Alseenio.
Setelahnya, Bang Luffi mencoba menggoyangkan tubuh Alseenio yang kuat ini berniat untuk menyadarkan Alseenio yang tiba-tiba diam tak bergerak.
Selama beberapa detik mereka berusaha, akhirnya Alseenio kembali normal.
Alseenio memijit keningnya, ia benar-benar terkejut sehingga dirinya pingsan berdiri beberapa detik.
Ternyata Sistem tidak akan pernah berubah.
“Aku tidak apa-apa, hanya ingat sesuatu dan terlaku memikirkan hal itu.“ Alseenio tersenyum ke arah mereka semua, menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.
“Jangan tiba-tiba seperti itu, Bang Nio. Kami semua khawatir,” Kak Diya berkata dengan penuh kecemasan.
“Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi,“ Alseenio mengangguk dan meminta maaf.
Bang Luffi memegang bahu Alseenio dan berkata, “Bang Nio masih bisa berjalan? Jika tidak bisa, aku akan mengantarmu pulang.“
“Tidak perlu, terima kasih.“ Alseenio menggelengkan kepalanya.
“Ya sudah, kita lanjutkan lagi berjalannya.“
Mereka semua berjalan ke arah pintu masuk gedung, tetapi sekarang mereka berjalan dengan perlahan dan tidak terburu-buru, takut Alseenio seperti sebelumnya.
Namun, begitu mereka ingin masuk ke dalam, mereka melihat area tunggu untuk masuk penuh oleh orang-orang sehingga mereka tidak bisa masuk ke dalam.
Melihat kondisi acara yang sangat ramai, Alseenio bergegas untuk memulai menyelesaikan misinya, waktu sudah tersisa 52 menit lagi setelah misi diterima paksa. Alseenio harus menggunakan waktu sebaik mungkin.
Di tengah keramaian orang-orang ini, Alseenio telah diperhatikan oleh banyak orang, khususnya para wanita, penampilannya sangat baik, di tempat yang sangat ramai ini saja Alseenio tetap menjadi pusat perhatian, tetapi mereka semua tidak ada yang berani untuk mendekati Alseenio, sebab di sekelilingnya terdapat Bang Luffi dan timnya yang menjaga.
__ADS_1
Mereka semua belum mengenali Alseenio karena masker mulut ajaib masih terpasang.
Tepat saat Alseenio membuka maskernya, semburan jeritan dan seruan orang-orang terdengar, suaranya sampai menjangkau orang yang ada di dalam gedung. Sampai-sampai orang yang ada di kejauhan melirik ke tempat Alseenio berdiri.