
Alis mata Alseenio ditarik ke atas, menoleh ke Fara dan tersenyum. "Memang, sejak kita melakukan kolaborasi dengan banyak sekali artis dunia, popularitas kita berdua makin naik, bahkan akun Instagrem kamu saja tumbuh begitu cepat."
Kepala Fara terangguk beberapa kali, kemudian dia melirik akun media sosialnya yang sudah diikuti oleh puluhan juta orang dari berbagai negara.
Unggahan Fara kebanyakan bersama Alseenio, beberapa foto dan video saja banyak yang ada wajah Alseenio yang tampan.
Banyak sekali foto mereka berdua di satu bingkai dijadikan untuk foto roleplay anak-anak remaja dan dewasa di media sosial.
Unggahan cerita juga lebih banyak berduaan bersama Alseenio.
Fara pemalu jika memamerkan wajahnya yang sangat cantik di media sosial. Harus ada Alseenio untuk menemaninya agar lebih percaya diri.
Dengan begitu, banyak sekali foto mereka berdua di akun media sosial Fara.
Orang-orang banyak yang menekan tombol suka atau love, ada belasan juta lebih setiap unggahannya.
Sementara itu, aku Alseenio mendapatkan banyak lebih dari puluhan juta tombol suka dan ratusan ribu komentar.
Mereka berdua memang sedang naik daun selama setengah tahun ini.
Akun yang mengomentari unggahan kedua aku mereka juga bukan hanya orang biasa, tetapi ada juga artis-artis luar negeri yang ikut komentar dalam bahasa Inggris.
Tidak hanya Instagrem, Alseenio juga sedang terkenal di Tiktod dan juga Daunyin, Tiktod versi China.
Para netizen dan warga China menyukai foto Alseenio lebih dari 100 juta tombol suka, tetapi bukan aku Alseenio, melainkan sebuah akun besar yang meminta izin mengunggah foto Alseenio.
Tentu, Alseenio mengizinkannya, asalkan foto tersebut tidak diperjualbelikan atau digunakan untuk merugikan orang lain.
Semua negara Asia rata-rata sudah mengenal Alseenio, dan di Eropa sedang merambah cepat. Amerika Serikat baru permulaan pamornya.
Bisa dikatakan, pada bulan ini Alseenio dan Fara menjadi kiblat kecantikan dan ketampanan dunia.
"Aku tidak tahu bagaimana jadinya anak kita nanti. Apakah lebih menurun ke wajahku atau kamu," kata Fara dengan pipi yang memerah.
Menyentuh sudut bibir Fara yang tersenyum, Alseenio membalasnya, "Tentu saja itu akan lebih condong ke ketampananku. Apalagi anak pertama kita nanti berjenis laki-laki."
"Kalau anaknya perempuan, wajahnya lebih ke wajahku?" Fara menatap ke kedua mata Alseenio dengan sorot mata bertanya-tanya.
"Jelas ... lebih mirip ke wajahku, tetapi versi perempuan, haha." Alseenio sedikit tertawa setelah mengatakan itu.
Kedua pipi Fara menggembung bulat, terlihat marah dengan ucapan Alseenio yang tak mau mengalah.
__ADS_1
Melihat Fara yang marah, Alseenio langsung memeluk Fara dan mencium pipinya yang sudah membulat bak balon ditiup.
Dalam sekejap, hati Fara yang panas dan kesal berubah menjadi damai dan tenang.
Memeluk Alseenio dengan erat, Fara berbisik di dekat telinga Alseenio, "Aku ingin anak mirip kita berdua, semuanya tampan dan cantik."
"Aku juga, Sayang. Aku juga ingin memiliki anak yang ketampanan dan kecantikannya melebihi kita berdua."
Alseenio mengangguk kejam dan melemparkan senyuman.
"Semoga saja."
Setelah itu, mereka berdua terus melanjutkan kegiatan di hari ini. Sugi sudah beberapa kali bolak-balik ke ruang kerja untuk meminta tanda tangan dan memberi tentang suatu urusan.
Sugi sangat sibuk, dan Alseenio juga ikut sibuk. Banyak urusan perusahaan yang mulai Alseenio urus sedikit demi sedikit.
Benar, Alseenio sudah mulai mengurus dan ikut campur dalam permasalahan perusahaan yang sahamnya ada yang dipegang oleh Alseenio.
Cukup bingung dan melelahkan juga, pikiran terkuras, mencari solusi yang begitu berat dan penuh kehati-hatian.
Hari ini adalah hari yang sibuk dan juga penuh urusan.
Alseenio merasa sangat bahagia dan selalu senang kalau ada Fara di sisinya.
"Kolaborasi dengan Tuan Buas sudah dikonfirmasi, kami diundang untuk pergi ke sana," ujar Sugi kepada Alseenio.
Duduk sambil memeluk Fara di pangkuannya mirip bayi koala, Alseenio mengangguk dan membalas, "Siapkan pesawat untuk besok, Sugi. Kami akan terbang ke sana besok hari."
"Oke, dilaksanakan!" Sugi sedikit membungkuk.
Melihat Sugi pergi dari ruang kerja, mereka berdua saling bertatapan, Fara membelai pipi Alseenio dengan sentuhan cinta yang mendalam
Alseenio mengambil tangan Fara dan memasukkan ke dalam mulut.
"Jangan digigit," ucap Fara yang refleks ingin menarik tangan.
Tangan Fara tetap dicengkeram oleh Alseenio, kemudian mulutnya mengisap jari Fara dengan gerakan yang aneh.
Melihat ini, pipi Fara menjadi memerah merang, dia tahu apa arti dari gerakan Alseenio sekarang.
Rasa dan sensasinya mirip ketika Alseenio mengisap dan menjilat kue apem miliknya.
__ADS_1
Dengan rasa malu dan nafsu yang mulai naik, Fara mencium pipi Alseenio dan berbisik kecil, "Sayang, apa kamu mau melakukan itu lagi? Kali ini aku juga akan melakukan hal yang sama."
Mendengar ucapan Fara, Alseenio melebarkan matanya, dan mengangguk cepat untuk menerima ajakan Fara.
Kesempatan takkan pernah dibiarkan begitu saja.
Alseenio segera mempercepat menyelesaikan semua urusan di media sosial, mengedit, merencanakan konten, dan lain-lain sembari memainkan bola Fara.
Setelah semuanya selesai, Alseenio menggendong Fara menuju ke kamar Fara.
Di sana mereka berdua melakukan pemanasan ringan, seperti berciuman. Dilanjutkan memainkan buah melon besar Fara, kemudian menggesek senjata ke melon besar Fara. Baru pergi ke inti dari kegiatan, yaitu saling mengisap.
Fara cukup andal setelah melakukan kegiatan mengisap beberapa kali, rasanya benar-benar nikmat, Alseenio cukup senang, tetapi Alseenio masih bisa menahan sensasi mulut Fara.
Setelah itu, giliran Alseenio yang mengisap kue apem Fara dengan gerakan yang lihai.
Fara menyembur beberapa kali, tubuhnya bergetar dengan suara yang menggoda.
Kegiatan keduanya makin andal dan tidak kaku. Sayangnya, Alseenio dan Fara masih belum melakukan kegiatan yang benar-benar ke intinya.
Hanya sekedar begitu saja karena takut sensasinya hilang ketika pertama kali mencoba setelah menikah.
Kegiatan mereka berdua begitu intens hingga Alseenio memenangkan pertempuran ini.
Dengan begitu Alseenio dan Fara kembali tidur tanpa mengenakan busana apa pun.
Mereka berdua tidur sampai pagi dan hanya tidur, tanpa melakukan apa pun selain tidur.
Keesokan harinya, Alseenio dan Fara pergi ke Amerika menggunakan pesawat pribadi.
Mereka tidak berdua perginya, ada beberapa orang yang ikut, yaitu Bang Windi dan pacarnya, Bang Yegi di Gugukmiaw dan pacarnya, Bang Pascoli dan beberapa orang Mobel Entog, dan Abang MV bersama pacar, satu lagi si botak, yaitu Bang Yoga dankeluarga.
Semua orang yang ikut itu ingin pergi jalan-jalan tentunya, liburan bersama Alseenio dan Fara di Amerika Serikat.
Sebelum sampai, di dalam pesawat selama penerbangan, Alseenio memberi tahu tentang apa saja yang dihindari di sana.
Alseenio tahu bahwa di negara orang lain itu tidak seaman negara mereka berasal, ada hal-hal yang perlu dihindarkan.
Untungnya, mereka mengerti dan mencatat semua itu.
"Bang Nio, aku masih tidak menyangka kami semua bisa sedekat ini denganmu yang sekarang terkenal."
__ADS_1