
“Sayang! Kamu sedang apa, sih?!“
Suara Fara yang terdengar marah keluar dari ruang dapur.
Kemudian sosok Alseenio yang tersenyum lebar keluar dari ruang dapur dengan santai. "Hehe ...."
[Ding! Misi Sampingan Terselesaikan! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Penampilan +10 Poin, 100 Juta Dinar Yordania!]
Alseenio berhasil menyelesaikan misi sampingan yang dikeluarkan oleh Sistem di hari ini.
Hadiah yang dikeluarkan cukup bagus, paling sedikit menambah poin penampilannya.
Sudah 5 hari berlalu setelah peningkatan gen Alseenio ke tingkat medium atau menengah.
Selama hari-hari tersebut, Alseenio mendapatkan misi sampingan yang isinya sangat konyol.
Layaknya sekarang, misi yang baru diselesaikan oleh Alseenio adalah misi sampingan yang aneh, yakni meremas gundukan lembut tubuh bagian belakang Fara saat memasak.
Tidak heran jika teriakan marah Fara terdengar dari ruangan masak. Alasannya karena Alseenio meremas bagian tubuh Fara secara mendadak.
Namun, Alseenio tetap santai dan berjalan keluar bagai orang yang tidak melakukan apa pun.
Beberapa hari ini Sistem sinkron dengan otak mesumnya. Sistem mengeluarkan misi sampingan yang berkaitan dengan Fara.
Bukan sekali Sistem mengeluarkan misi seputar Fara, hari kemarin juga mengeluarkan misi yang serupa dengan konteks yang berbeda.
Hari ini meremas, kemarin cuma menyentuh selama beberapa detik.
Selain misi yang masih berhubungan dengan Fara, Sistem juga menerbitkan misi sampingan lain yang tak kalah konyol.
Misi sampingan tersebut berupa misi menelepon Bang Luffi tanpa berbicara selama 1 menit, misi memberi uang koin dengan nilai 10 juta rupiah kepada Candy, dan misi konyol lainnya.
Alseenio dihujani banyak hadiah karena banyak misi yang dirilis oleh Sistem.
Dari Sistem, ia mendapatkan 20 triliun rupiah dalam bentuk berbagai mata uang negara lain.
Tidak hanya itu, penampilan Alseenio bertambah tinggi, tiap hadiah misi yang didapatkan pasti selalu ada hadiah poin penampilan.
Sudah terkumpul 50 poin penampilan atau setara dengan nilai poin rata-rata manusia. Lumayan untuk meninggikan penampilannya.
Ada beberapa kemampuan yang ia dapatkan juga. Kemampuan Tari Jalanan, Silat, Bahasa Rusia diperoleh oleh Alseenio, ketiga kemampuannya berada di tingkatan menengah.
Banyak kemampuan yang Alseenio miliki. Kemungkinan besar Alseenio memiliki ratusan kemampuan dari Sistem di masa depan.
“Huft! Kamu nakal lagi, ya! Awas saja kamu, kalau seperti itu lagi aku tidak mau mencium kamu!“
Fara menaruh makanan kesukaan Alseenio, perkedel kentang, di atas meja ruang keluarga. Terlihat wajah Fara yang masih marah bahkan ia berkata dan mengancam kepada Alseenio.
Perbuatan Alseenio yang dilakukan kepada Fara membuatnya kesal. Meskipun kesal, Fara masih membuat makanan untuk Alseenio.
Setelah mengatakan itu, Fara duduk sebelah Alseenio dengan melipat tangan di depan dada. Fara tidak mau melihat Alseenio, ia memalingkan wajah ke arah lain.
Melihat Fara yang kesal, senyum aneh muncul di wajah Alseenio, sesuatu yang aneh akan terjadi.
Berikutnya, Alseenio memegang pinggul Fara lalu mengangkat tubuhnya ke atas dan diletakkan di atas pangkuan Alseenio.
Fara terkejut dengan tindakan tiba-tiba Alseenio, tetapi sebelum ia protes, mulutnya disumbat dengan cepat oleh bibir Alseenio.
Alseenio mencium mulut Fara dengan lihai dan cakap.
Kemampuan ciumannya makin baik walau tidak sebaik para profesional di luaran sana.
“Mmmhh!“
__ADS_1
Fara mencoba memberontak terhadap ciuman Alseenio lantaran masih kesal dengan perbuatan konyol Alseenio.
Sayangnya usaha Fara sia-sia di hadapan kemauan Alseenio. Perlahan Fara kalah dan ia membalas ciuman Alseenio dengan mesra.
Sama dengan durasi berciuman sebelumnya, lebih dari 10 menit lamanya mereka berciuman.
Setelah itu, Fara dengan cekatan membersihkan air liur yang menempel di sekitar bibir Alseenio dan bibirnya sendiri.
Kekesalan yang tadi lenyap begitu saja usai dicium oleh Alseenio, Fara kembali seperti biasa dan ia manja lagi kepada Alseenio.
“Sayang, nanti malam tahun baru, ya?“ Fara baru ingat hari ini adalah hari terakhir di tahun 2022, tanggal 31 Desember.
Alseenio merespons dengan anggukan kepala sambil memakan perkedel kentang. “Benar, nanti malam teman-teman akan datang ke sini untuk ikut merayakan malam tahun baru.“
“Siapa saja?“ Fara bertanya dengan penasaran.
“Teman motovlog, Tim Jaya Exford, Bang Luffi dan yang lainnya. Termasuk Ryan dan Niara, ia nanti akan datang ke sini,” jawab Alseenio sambil memasukkan potongan kecil perkedel di tangannya ke mulut kecil Fara.
“Mmm … benar, kah? Ramai sekali!“ Fara sedikit terkejut. “Mereka semua akan menginap di sini?
“Kurasa iya. Tenang saja, kamar di rumah ini banyak yang kosong, kamu juga tahu, kan?“
“Iya, benar.“
Fara mengangguk membenarkan ucapan Alseenio.
Kamar yang ada di mansion ini masih banyak yang kosong, lebih tepatnya ruang yang kosong. Jadi, bukan masalah untuk mereka menginap di rumah ini.
Lagi pula, di setiap penjuru rumah ditaruh cctv yang dapat mengetahui perbuatan yang tidak mengenakkan yang terjadi di dalam rumah.
Alseenio tidak khawatir sama sekali apabila ada barang yang hilang dan dicuri sehabis mereka menginap di mansion.
“Bagaimana kalau kita pergi ke mall untuk membeli bahan untuk masak-masak? Masih banyak waktu yang tersisa sebelum malam.“
“Ayo!“
Setelah itu mereka berdua keluar rumah atas izin orang tua Fara, Bella, dan Sugi.
Omong-omong, Sugi dan pacarnya sangat dekat sekali, dia jarang di rumah, ia selalu menginap di rumah pacarnya di Sukabumi.
Alseenio membelikan Sugi sepeda motor GSX-R750. Dengan begitu Sugi lebih mudah untuk bepergian ke rumah pacarnya, Fani.
Memakai mobil ke sana sangat merepotkan terlebih dari Jakarta yang terkenal dengan kemacetan jalannya.
Sepeda motor bisa menyalip mobil dengan mudah, sedangkan mobil tidak bisa. Namun, ada suatu hal yang penting yang diberi tahu Alseenio kepada Sugi, yakni jangan menyalip seorang Motovlogger, sebab perbuatan ini sangat berbahaya.
Alseenio khawatir Sugi dikasih paham oleh Motovlogger tersebut.
Padahal Alseenio sendiri seorang Motovlogger, tetapi yang baik hati suka berbagi, bukan Motovlogger yang suka mengasihi pemahaman kepada orang lain.
Broom!
Suara raungan knalpot mobil Gemera memenuhi parkiran bawah mansion, terdengar seperti suara rentetan tembakan senjata api AK-47, sangat eargasme.
Kemudian, sosok mobil Gemera keluar dari area mansion dan pergi ke mall terdekat.
Di Mall, Alseenio dan Fara membeli banyak bahan untuk masak-masak dan bakar-bakar nanti malam, banyak daging, sosis, ayam, cumi, jagung, dan bakso.
Tidak lupa membeli bahan masakan yang lainnya untuk membuat makanan manis, yaitu kue. Nanti malam Fara ingin membuat kue dengan wanita yang lain.
Di dalam mobil Gemera banyak barang belanjaan yang diangkut, semuanya bahan baku untuk acara nanti malam. Untungnya, kapasitas mobil Gemera cukup untuk mengangkut semua barang belanjaan meskipun kursi belakang menjadi korban.
Bagi Alseenio itu bukan masalah, jikalau ada kerusakan, ia akan membenarkan mobil ini secepatnya.
__ADS_1
Melihat mereka membawa banyak belanjaan, pembantu dengan sigap menolong Alseenio dan Fara membawa belanjaan ke dalam rumah.
Para pembantu juga membantu untuk menyiapkan acara masak-memasak di luar mansion, letaknya di samping kolam renang, tidak begitu dekat tentunya.
Sambil menunggu malam, Alseenio mengedit dan mengunggah video OkeTV dan Motovlogger.
Disebabkan kemampuan mengedit video miliknya naik level, Alseenio mampu menggarap video dalam waktu yang lebih cepat dari sebelumnya, tidak memakan waktu sampai 5 jam, hanya butuh waktu 2 jam untuk Alseenio mengedit 10 video sekaligus dalam 1 kali pengerjaan.
Fara menemani Alseenio mengedit, ia menyediakan apa yang Alseenio inginkan, bahkan ciuman sekalipun.
Sebelum jam 5 sore, Fara meminta Alseenio untuk mengajak ketiga anak kecil yang beberapa hari sebelumnya mereka temui merayakan malam tahun baru di rumah ini.
Permintaan Fara diterima dan Alseenio segera pergi dengan membawa mobil milik Fara yang cukup untuk banyak orang, kapasitas penumpangnya lebih banyak dari mobil Gemera.
Mereka berdua ke bagian trotoar yang sama ketika bertemu dengan ketiga anak tersebut, berharap Alseenio bisa segera bertemu dengan anak-anak itu.
Alseenio tidak mengajak Fara karena dia sibuk menyiapkan peralatan membuat kue bersama Bella dan ibunya.
Jadi, Alseenio sendiri yang akan menjemput anak-anak.
Setelah menunggu hampir 15 menit lamanya di trotoar, akhirnya ia bertemu dengan ketiga anak tersebut.
Kondisi mereka lebih baik dari sebelumnya, paling tidak tidak sekotor pertama kali bertemu.
Saat ini, mereka memiliki kulit bersih walaupun masih mengambil botol plastik dan dimasukkan ke dalam karung.
Begitu mereka bertiga melihat sosok tinggi Alseenio, mata mereka yang lesu langsung berubah menjadi bersemangat dan mereka memanggil abang berbarengan.
Alseenio mengusap kepala mereka bertiga dengan lembut sebagai ucapan pertemuan.
Sebuah percakapan singkat terjadi di antara mereka. Alseenio menjadi tahu bagaimana uang tersebut digunakan.
Ketiga anak ini masih memiliki orang tua, kedua orang tuanya kerjanya sama dengan mereka bertiga, tetapi lebih intens.
Mereka berasal dari kalangan bawah, memang sudah fakir dari awal. Sangat sulit bangkit dari tersebut, dengan adanya bantuan Alseenio keluarga ketiga anak ini bisa hidup lebih baik.
Uang total 30 juta rupiah digunakan oleh orang tuanya untuk pindah ke kosan kecil yang harganya terjangkau murah, mereka kini bisa tidur di tempat yang layak.
Tidak hanya itu, mereka juga membeli beberapa pakaian baru yang murah dan beberapa barang keperluan sehari-hari.
Masih ada 15 juta sisa uangnya, ayah mereka bertiga bilang ingin berjualan kecil-kecilan, berjualan makanan ringan, seperti sosis goreng, rolade, mie sakura, dan sebagainya.
Mendengar berita ini, Alseenio senang dengan keluarga ketiga anak ini, kemudian ia memutuskan untuk pergi ke kosan mereka tinggal sekarang.
Kosan mereka tinggal cukup dekat dari Mall, cukup dengan berjalan mereka bisa sampai di kosan.
Namun, sebelum ke kosan, Alseenio menyarankan mereka untuk memanggil kedua orang tuanya.
Untungnya, mereka bertiga hafal dengan area atau rute orang tua mereka suka lewati untuk mencari botol plastik dan barang plastik.
Setelah bertemu kedua orang tua mereka, Alseenio mengajak mereka untuk pergi ke mansion.
Mereka setuju dengan ajakan Alseenio dan bergegas bergantian pakaian, mereka mengenakan pakaian yang menurutnya pakaian terbaik yang pernah mereka pakai.
Di dalam mobil, mereka terlihat sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam.
Banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut anak kecil ini, terlebih Darel, pria kecil yang pemberani.
Dari pertama masuk ke dalam mobil, dia sudah melemparkan pertanyaan yang berhubungan dengan mobil.
Alseenio menjawab sebisanya, sebab pertanyaannya terkadang membuat Alseenio bingung.
Sebenarnya, ketiga anak ini pintar. Sayangnya, nasib mereka tidak mendukung, mereka bahkan belum pernah mencicip dunia pendidikan dari SD.
__ADS_1