SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 80: Pindah ke Apartemen


__ADS_3

“Bisa jadi seperti itu.“ Candy menatap ke luar jendela mobil dan melihat sebuah gerbang yang sangat lebar dan lantai tiga dari sebuah rumah yang sangat besar.


Namun, ada sesuatu yang dilihat dan membuat Candy terperangah tidak percaya. Di atas rumah besar tersebut terdapat helikopter yang ia pernah lihat di televisi.


“Itu? Bukankah itu helikopter?!“ Candy menunjuk ke arah helikopter yang berdiri di atas atap lantai tiga rumah besar yang ada di balik gerbang ini.


Kak Gheska, Bang Windi, dan Kak Agnis yang berada di dalam mobil yang sama langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Candy.


“Helikopter di atas rumah? Apa kita sedang ke rumah presiden?“ Kak Agnis memandang helikopter yang terparkir di atas mansion, ia terpana, ini pertama dirinya melihat rumah yang memiliki helikopter.


“Sepertinya bukan, mungkin orang terkaya di Indonesia,” sanggah Kak Gheska yang masih memperhatikan helikopter ini. “Apa Bang Nio berteman dengan orang-orang seperti itu?“


“Mungkin saja bisa. Toh, Bang Nio saja sudah memiliki banyak saham di berbagai perusahaan.“ Bang Windi menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke depan.


Mereka berempat melihat, mobil Gemera Alseenio masuk ke dalam dan dihormati oleh 3 sekuriti.


Setelah itu, mobil Bang Windi diberi kode untuk masuk ke dalam gerbang oleh para sekuriti.


Mobil Bang Mac dan Mobil Rino mengikuti belakang mobil Bang Windi, keempat mobil itu akhirnya masuk ke dalam mansion.


Ketika Tim Jaya Exford turun dari mobilnya masing-masing, mereka semua memandang sekeliling wilayah mansion dengan wajah yang terpesona.


Mansion yang sangat besar, pertama kali mereka datang ke rumah yang sangat besar dengan banyak fasilitas yang ada.


Melihat mereka yang berdiri membeku, Alseenio mengajak mereka itu masuk ke dalam.


Namun, sebelum masuk, mereka diperlihatkan beberapa asisten rumah tangga yang membawa koper Alseenio yang berisi baju kotor dan tas belanjaan yang didapatkan dari Sistem ke dalam rumah, dan sebagian lagi menuntun mereka semua untuk masuk ke dalam rumah.


Sebelum berada di dalam mansion, mereka dibawa ke taman yang indah di depan mansion lalu melewati kolam renang yang penuh dengan fitur layaknya kolam renang komersial.


Begitu masuk ke dalam mansion mereka diperlihatkan ruang tamu yang sangat besar, bagaikan sebuah istana.


Di sana, mereka langsung disuguhi beberapa makanan ringan yang enak. Mereka juga sempat berkenalan dengan Bella yang menjaga rumah.


Mereka terkejut begitu mendengar umur Bella yang sudah lebih dari 30 tahun. Awalnya, mereka menyangka Bella masih muda mungkin baru berusia 25 tahun lebih.


Pasalnya, penampilan Bella tidak terlihat tua sedikit pun, terlebih tubuh Bella yang begitu seksi.


Kak Agnis dan wanita yang lain cukup iri dengan tubuh Bella. Mereka memberanikan diri untuk bertanya tentang cara bagaimana tubuhnya tetap langsing dan seksi.


Jawaban Bella adalah olahraga dan hidup teratur.


Para wanita ini mengangguk, tetapi bagi mereka itu sulit untuk dilakukan.


Selagi Alseenio ke kamar utama untuk meletakkan hadiah hoodie dan jam tangan, Bella menemani mereka semua dan mengajak berjalan-jalan ke sekitar mansion.


Di dalam kamar, Alseenio berdiri di depan cermin kamar mandi dan menatap penampilan dirinya yang terpantul di cermin.


Sosoknya yang ada di cermin tiba-tiba mengalami perubahan, rambut panjangnya yang terurai pelan-pelan menjadi pendek dan menyusut. Rambutnya yang berwarna hitam itu menyusut hingga akhirnya berubah menjadi rambut pendek Alseenio yang sebelum mendapatkan hukuman dari Sistem.


Senyum senang tercetak di wajah Alseenio, ia merasa senang dengan rambutnya yang telah kembali seperti sedia kala.


“Kemampuan yang keren! Aku bisa mengembalikan rambutku ke yang aslinya.“


Alasan kenapa rambutnya bisa berubah, itu karena kemampuan yang diberikan oleh Sistem kemarin, yakni Kemampuan Kontrol Rambut.


Sesuai dengan namanya, kemampuan ini bisa mengontrol rambutnya sesuka hati, seakan-akan rambut adalah anggota tubuh yang memiliki otot dan tulang sehingga bisa diatur semaunya.


Secara tidak langsung juga, kemampuan ini menghapus hukuman yang diberikan oleh Sistem.


Untuk beberapa saat, Alseenio mencoba berbagai model rambut, mulai dari rambut keriting yang panjang, rambut panjang bergelombang, rambut pendek, hingga ke botak.


Sekian lama Alseenio menyesuaikan rambutnya dengan seleranya, akhirnya ia membuat rambut hitamnya menjadi rambut seperti idola dari korea, terlihat sangat tampan.


Ia bosan melihat penampilannya yang memiliki rambut panjang, perlu melakukan penampilan baru agar tidak jenuh.


Setelah dirasa sudah cocok, Alseenio keluar dari kamar mandi dan berjalan ke laptopnya, ia berniat untuk mengedit videonya untuk hari ini.


Setiap hari Alseenio harus membawa Yopro untuk merekam video ketika di luar.


Sejujurnya, Alseenio lebih sering keluar rumah dibandingkan diam di rumah. Biasanya ia selalu berganti-ganti sepeda motor ketika keluar rumah, terkadang juga ia membawa mobil.


Oleh karena itu, Alseenio juga memiliki banyak stok video, hanya tinggal diedit dan diunggah.


Setelah mengunggah video di Yitub dan Tiktod, Alseenio berjalan ke ruang tamu yang ada di lantai 1 untuk bertemu Tim Jaya Exford.


Saat sampai di ruang tamu, ia hanya melihat Bella bersama dengan para wanita Tim Jaya Exford, sedang Bang Windi dan yang lainnya tidak ada di sana.


“Ke mana Bang Windi dan pria lain pergi?“ tanya Alseenio kepada Bella.

__ADS_1


“Mereka ke basemen untuk melihat mobil.“ Bella menunjuk ke bawah lantai.


Alseenio mengangguk mengerti, kemudian bergegas ke basemen mansion.


“Eh, kelihatannya ada yang berbeda dengan Alseenio.“ Lafhel menyadari bahwa sesuatu di tubuh Alseenio ada yang berubah.


“Benar, aku juga agak janggal ketika melihat Alseenio tadi, seperti ada sesuatu yang yang kurang.“


Kak Gheska dan yang lain pun merasakan hal yang sama. Mereka melihat Alseenio seperti seseorang yang berbeda.


“Bukanlah itu rambutnya?“ Kak Agnis sadar lebih dahulu dan menatap ke wanita-wanita di sini.


“Benar!“ Kak Lafhel berseru. “Benar, rambutnya berbeda, modelnya seperti Oppa Korea!“


Di saat yang bersamaan, Alseenio sudah ada di tempat parkir bawah tanah mansion, ternyata para pria sedang berjalan di antara kendaraannya.


“Keren sekali! Ini mirip mobil yang ada di dalam gim!“


“Koenigsegg, mobil impianku ada di sini!“


“Mobil ini, Candy. Mobil Pagani yang aku inginkan, keren, bukan?“


“Sepeda motor apa ini? Mengapa bentuknya sangat aneh?“


“Ada Harley DavidDisini, coy!“


“McLaren Solus Gt?! Sial! Ini mobil langka!“


“Warnanya hampir sama semua, kendaraan ini sudah pasti milik Bang Nio!“


Alseenio bisa mendengar seruan mereka semua yang tengah melihat-lihat mobil dan sepeda motornya.


Saat mereka melihat Alseenio datang, mereka lekas menghampiri Alseenio.


“Bang Nio, ini semua mobilmu?“ Candy menunjuk ke semua kendaraan yang ada di basemen ini.


Alseenio mengangguk dan tersenyum. “Iya, ini semua punyaku, helikopter yang kamu lihat dari luar juga punyaku.“


Mendengar konfirmasi langsung dari Alseenio, mereka semua menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.


“Jujur, aku iri kepadamu, Bang Nio. Padahal umurmu masih di bawahku, tetapi kamu sudah memiliki ini semua.“ Bang Windi menepuk pundak Alseenio dan berkata dengan nada yang sedih dan kecewa.


Alseenio tersenyum dan menjawab, “Jangan iri kepadaku karena harta. Sejujurnya, aku kalah dalam segi harta dengan kalian semua. Jika kalian memiliki foto keluarga tahun ini pun aku sudah kalah harta dengan kalian.


“Syukuri yang ada, terlebih apa yang kamu dapatkan hasil keringat sendiri. Pada dasarnya, manusia tidak akan pernah puas dengan harta, kekuasaan, jabatan, dan wanita.“


Mereka seketika terdiam untuk memikirkan pernyataan yang Alseenio keluarkan.


Pernyataan yang dilontarkan Alseenio memang benar adanya.


“Tunggu, Bang Nio tidak punya keluarga?“ Candy tanpa sadar bertanya setelah mendengar kalimat Alseenio.


“Aku anak tunggal, kedua orang tuaku pun sama, jadi aku tidak memiliki saudara, orang tuaku juga sudah tiada.“ Alseenio tersenyum seakan itu bukanlah masalah.


Alseenio adalah anak satu-satunya, ibunya dan ayahnya pun sama, mereka berdua anak tunggal dari kakek dan nenek, otomatis Alseenio tidak memiliki saudara.


Bisa dibilang, sekarang ini Alseenio hidup sebatang kara tanpa adanya keluarga.


“Jangan sedih, Bang Nio! Anggap kita semua adalah saudara dan keluarga!“ Candy merangkul Alseenio dan tersenyum tampak tulus.


Bang Windi juga ikut merangkul dan tersenyum. “Haha, benar. Kita semua keluarga!“


“Ya, kita adalah keluarga!“


“Hidup Jaya Exford!“


Mereka semua tertawa dan bersorak bersama di basemen.


Tanpa disadari oleh Alseenio, senyuman yang hangat terbentuk di mulutnya, hatinya menjadi merasa bahagia dan senang.


Usai mereka tertawa bergembira, mereka mencoba masuk ke dalam mobil-mobil yang ada di sini, Alseenio mengizinkan mereka untuk masuk ke dalam mobil dan bebas berfoto.


Puas bermain-main dengan mobil dan sepeda motor mewah, mereka memutuskan untuk bergegas pergi ke apartemen Alseenio sebelum hari larut sore.


Masih dengan mobil yang sama, Alseenio dengan mobil Gemera dan mobil-mobil Tim Jaya Exford melaju meninggalkan mansion dan Bella serta orang-orang yang bekerja di mansion.


Setengah jam kemudian, mereka akhirnya sampai di apartemen Alseenio.


Di sana, mereka semua bekerja sama untuk membawa koper-koper yang ada di dalam keempat mobil ke unit apartemen Alseenio.

__ADS_1


Mereka berusaha untuk tidak mengganggu pemilik apartemen dengan adanya pindahan Bang Windi.


“Asli, apartemen ini mewah!“


“Benar, kamarnya juga luas, bahkan di sini ada dapur kotor dan bersih!“


“Kak Agnis pasti betah tinggal di sini, hahaha!“


“Kalau tempatnya mewah seperti ini, aku ingin sering kolaborasi!“


Apartemen Alseenio memang mewah, interior di sini daja kebanyakan impor dari luar negeri, khususnya Italia.


Jadi, tidak heran bila terasa elegan dan mewah.


“Bang Windi mulai hari ini boleh tinggal di sini, aku sudah melaporkan masalah ini ke resepsionis. Bang Windi tidak perlu canggung atau takut tinggal di sini, anggap saja apartemen ini milik Bang Windi.“ Alseenio memandang Bang Windi di seberangnya dan tersenyum.


“Terima kasih, Bang Nio. Aku sangat terbantu sekali,” Bang Windi berterima kasih dari lubuk hatinya dan tubuhnya sedikit membungkuk.


Alseenio mengangguk. “Ingat, kita ini adalah keluarga, harus saling membantu.“


“Ya, itu benar. Kita semua adalah keluarga!“


Semua anggota tim Jaya Exford mengangguk setuju.


Sebelum mereka pergi, mereka membantu Bang Windi dan Kak Agnis untuk menempatkan barang-barangnya dan menata supaya terlihat rapi.


Barang-barang milik Alseenio sudah dipindahkan semuanya oleh Bella dan Gondals, tidak ada lagi barang-barangnya yang tertinggal di sini.


“Semoga kalian berdua betah di sini. Jika ada apa-apa, hubungi aku. Biar aku yang urus.“


Di tempat parkir apartemen, Alseenio berdiri di dekat mobilnya yang diparkir bersama dengan Bang Windi dan Kak Agnis.


Hanya tersisa mereka bertiga di sini, teman-teman yang lain sudah pergi dahulu, mereka semua ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


“Siap, Bang Nio. Pasti akan aku hubungi kamu jika ada sesuatu yang penting.“ Kepala Bang Windi naik turun, ia mengerti instruksi dari Alseenio.


“Bagus, aku pergi dahulu, Bang Windi!“


“Iya, hati-hati di jalan, Bang Nio!“


“Oke, itu pasti!“ Alseenio memberi jempol dan kemudian masuk ke dalam mobil.


Berikutnya, mobil hitam dengan corak ungu keluar dari tempat parkir dan pergi ke mansion.


Beberapa hari berlalu, secepat kilat tiga hari dilalui Alseenio dengan kegiatan yang membosankan.


Misi Cosplayer ini adalah misi menunggu dengan embel-embel nama Cosplay. Alseenio sengaja diam di rumah untuk menunggu teman-teman memberikan informasi mengenai acara Cosplayer, tetapi tidak ada satu pun kabar tentang hal tersebut.


Bang Luffi, Fandick, dan Tim Bang Luffi berhasil menyelesaikan tantangan, videonya bermain OkeTV ditayangkan di Yitub dan sudah menerima lebih dari ratusan ribu orang penonton.


Sayangnya, Alseenio tidak mendapatkan informasi mengenai acara Cosplayer dari Bang Luffi, padahal Bang Luffi dekat dengan Yituber yang kerap kali datang ke acara cosplayer.


Dalam tiga hari ini ia masih menunggu, menunggu sesuatu yang tak pasti, misi pun tidak kunjung muncul, padahal Alseenio sudah mencoba untuk keluar dan memicu misi, tetapi itu tidak berguna.


Pada saat ini, Alseenio sedang duduk di taman depan mansion sambil menikmati udara segar ketika matahari muncul dari ufuk timur, ditemani dengan secangkir susu dan sarapan pagi yang disiapkan oleh pembantu mansion.


Bella dan Gondals ada di dalam mansion, Bella sedang membantu Gondals untuk menyiapkan kebutuhan kerja.


Gondals sudah resmi menjadi Direktur SDM di perusahaannya, ia memang harus bekerja di hari yang sudah dijadwalkan.


Tepat ketika Alseenio telah menyelesaikan sarapannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Alseenio langsung mengambilnya dan segera melihat notifikasi yang datang, ternyata itu sebuah panggilan dari Bang Luffi. Tanpa berlama-lama, ia mengangkat panggilan telepon.


“Halo?“


“Benarkah? Itu sangat dekat!“


“Baik, kita bertemu di rumahku saja, kita akan ke tempat itu bersama-sama.“


“Oke, aku akan menunggu kalian. Terus saja ikuti alamat yang aku berikan, jangan sampai salah jalan.“


“Siap, hati-hati di jalan.“


Panggilan berakhir setelah beberapa kalimat yang Alseenio lontarkan.


Wajah Alseenio langsung terlihat senang setelah menutup telepon, sebab apa yang ditunggu olehnya akhirnya datang.


Bang Luffi berkata bahwa ada acara Cosplay terbesar yang diselenggarakan di Jakarta hari ini, orang itu mengajak Alseenio untuk ke sana, tentunya Alseenio menerima ajakan dan siap untuk ke sana.


Dengan cekatan, Alseenio pergi ke dalam rumah, ia harus mempersiapkan diri untuk pergi ke acara Cosplay.

__ADS_1


“Umm ... kostum karakter apa yang cocok untuk aku pakai di acara nanti?"


__ADS_2