
“Oke, meluncur ke tujuan!“
Tepat ketika Yoga menyelesaikan memakan ketoprak untuk ketiga kalinya, ia mendapatkan telepon dari Alseenio.
Ternyata Alseenio sudah pulang lebih dahulu, pemuda itu tidak melewati jalur yang biasanya. Wajar saja ia tak melihat mobil keren Alseenio melaju di jalan di depannya ini.
“Ini, Bang. Kembaliannya buat Abang saja.“ Yoga menyerahkan uang 50 ribu rupiah kepada Abang penjual.
Abang penjual ketoprak ini menerima uang Yoga dan berterima kasih, “Terima kasih, ya, Bang!“
“Siap, saya pulang dahulu.“
Dengan gegas, Yoga naik ke atas jok sepeda motor dan pergi ke arah apartemen Alseenio.
Vroom!
Yoga bersama dengan tunggangan besi hitam melesat meninggalkan tempat tukang ketoprak.
“Lumayan lima ribu rupiah kembaliannya, baik juga orang itu,” gumam Abang penjual ketoprak.
Setelah mengatakan itu, Abang penjual ketoprak mengibaskan uang berwarna biru itu ke bahan dagangannya. “Laris, Laris!“
Di tempat parkir apartemen Alseenio, sebuah sepeda motor yang terlihat sporty dan keren masuk ke dalam parkiran, kemudian berhenti di sebelah sepeda motor yang tak kalah keren.
“Aku tunggu di trotoar jalan biasa, kamu tidak lewat, hampir satu jam aku menunggu,” gerutu Yoga setelah turun dari sepeda motor.
Mendengar keluhan Yoga, Alseenio hanya bisa tersenyum canggung dan terkekeh kecil, ia merasa bersalah karena telah melupakan Yoga. “Maaf tadi ada sesuatu yang harus aku lakukan dan tidak sempat memberitahukan kepadamu karena terlalu asyik, hehe ….“
“Apa itu? Jangan-jangan kamu di jalan tak sengaja melihat janda seksi anak tiga yang sedang berjalan lalu kamu ajak masuk ke mobil, ya?“ kata Yoga dengan wajah yang serius.
“Sepertinya kamu sedang mengungkapkan pengalaman pribadimu di masa lalu,“ Alseenio membalikkan perkataan Yoga.
“Eh, bu–bukan. Aku ti–tidak pernah seperti itu,” jawab Yoga dengan suara yang terbata-bata.
Alseenio memicingkan matanya terlihat curiga dengan pria botak di depannya ini, seperti Yoga mempunyai pengalaman yang sesuai.
“Omong-omong, kamu punya aku tiktod, kan?“ Alseenio membuka topik pembicaraan.
“Ya, itu benar,” Yoga mengangguk dan menjawab. “Ada apa memangnya? Kamu ingin pindah haluan ke Tiktod?“
“Aku sedikit tertarik dengan aplikasi itu,” ucap Alseenio sedikit mengangguk.
“Kamu yakin?“ tanya Yoga sambil menyerahkan helm dan perlengkapan berkendara kepada Alseenio.
“Ya, memangnya kenapa?“ Alseenio bertanya seraya memegang helm dan masker helm yang diberikan Yoga.
“Kamu tahu sendiri, di sana banyak orang yang aneh. Kebanyakan hal viral yang aneh muncul dari sana, seperti orang yang terkenal hanya karena menyanyikan lagu 'Rehan Baik'.“
“Tidak apa-apa, aku juga tidak akan ikut seperti itu,” kata Alseenio. “Kalau begitu, tolong beri aku tips agar video yabg diunggah ramai.“
“Tips? Boleh saja, tetapi ada syaratnya.“ Yoga tersenyum miring tampak licik.
“Apa syaratnya?“ tanya Alseenio yang penasaran.
“Syaratnya adal—”
“Nanti saja, kita bicarakan di dalam,” sela Alseenio.
Setelah mengatakan itu, Alseenio berbalik badan dan berjalan ke arah luar tempat parkir. Yoga lekas ikut dan berjalan bersampingan dengan Alseenio. Mereka berdua pergi ke unit apartemen milik Alseenio.
Setibanya di dalam apartemen Alseenio, mereka berdua duduk di balkon apartemen dan mulai membahas mengenai media sosial Tiktod.
“Makan saja, tidak usah berpura-pura sungkan.“ Alseenio melihat Yoga yang jaim dan kaku, tatapan mata Yoga selalu melihat ke makanan.
“Hehe,” kekeh Yoga yang malu.
Tangan berotot Yoga mengambil potongan pizza keju dan ia melahapnya seperti orang yang kelaparan.
“Sebagai kesimpulannya, aku harus membuat video yang menarik?“ kata Alseenio yang merangkum penjelasan Yoga.
“Mmm … ya!“ Yoga mencepatkan kunyahannya dan melanjutkan, “Kamu harus membuat video yang unik, di Tiktod banyak sekali orang kreatif, kamu harus mengandalkan bakatmu, seperti bernyanyi, bukankah kamu bisa bernyanyi? Aku menyarankan kepadamu untuk membuat video bernyanyi, tetapi kurasa kalau kamu tidak menunjukkan bakat juga tidak masalah, sudah pasti banyak yang menonton.“
Alseenio merenung memikirkan hal ini. “Benar juga. Namun, aku tidak ingin mengandalkan wajah, setidaknya orang-orang tahu bahwa aku mempunyai bakat.“
“Itu terserahmu, aku saja yang tak tahu bakat diriku sendiri bisa mendapatkan banyak pengikut di Tiktod hanya bermodalkan kelucuan,” Yoga berkata dengan nada yang bangga.
“Lucu?“ Alseenio memandang wajah Pria botak di depannya dengan aneh.
“Bukankah wajahku lucu dan imut seperti Nana?“ Yoga mengedipkan mata dan membuat wajah yang menurutnya imut.
Melihat wajah Yoga yang dipaksakan untuk imut, Alseenio langsung merasa mual, dia ingin muntah.
“Berhenti! Jangan buat wajah itu lagi, aku akan muntah!“ Alseenio melambaikan tangan dengan panik.
“Haha …“ Yoga tertawa melihat reaksi Alseenio dan ia kembali menggigit kejam potongan pizza di tangannya.
“Ingat umur, Pak tua. Jangan seperti itu, memang tidak kasihan tiga anak gadis di rumah?” ucap Alseenio pura-pura prihatin.
__ADS_1
“Sialan~” Yoga mengumpat bercanda lalu fokus memakan berbagai camilan di atas meja.
Selama Yoga melahap pizza dan burger, Alseenio sedang mencoba membuat video untuk Tiktod.
Di dalam pikirannya, ia memikirkan untuk membuat konten video menirukan berbagai suara karakter, tetapi ia bingung ingin meniru suara siapa.
Dalam beberapa menit Alseenio berpikir, akhirnya ia menemukan karakter yang ingin dia tiru.
Alseenio membuka aplikasi Tiktod dan langsung berpindah ke fitur membuat video. Dengan ancang-ancang beberapa detik, Alseenio segera memulai menampilkan bakatnya di depan kamera.
Ada jeda beberapa detik sebelum Alseenio mulai penampilannya, ia harus mencocokkan sudut kamera ponselnya agar wajah tampannya tersorot jelas, kemudian ia membuka mulutnya.
“Apakah kamu ingin berteman dengan Nana?“
Suara lucu dan imut layaknya seorang anak kecil yang polos keluar dari mulut tampan Alseenio.
Kebetulan Yoga memperhatikan Alseenio yang ingin membuat video Tiktod dan menantikan penampilan Alseenio secara langsung.
Begitu mendengar suara imut gadis yang berasal dari Alseenio, Yoga tersentak kaget sampai dirinya jatuh ke lantai dari sofa, ia menatap Alseenio dengan pandangan yang tidak percaya dan mulut terbuka lebar yang dapat memasukkan satu butir di dalamnya.
Alseenio belum selesai merekam dan ia terus menampilkan kemampuannya dalam meniru suara karakter.
“Aaah~ jangan, dong!“
“Gambare-gambare senpai!“
“Ara-ara~”
“We are Vinom!“
Berbagai jenis suara Alseenio tiru, itu berasal dari banyak karakter yang ada. Mulai dari karakter perempuan sampai ke suara karakter monster yang terkenal.
Kemampuan Impersonate Suara ternyata tidak hanya bisa menirukan suara karakter pria, ternyata bisa meniru suara karakter wanita. Meskipun demikian, kesulitan untuk meniru suara wanita lebih susah dibandingkan suara pria, hal itu disebabkan karena dasar suara Alseenio adalah pria.
Alseenio menirukannya dengan sangat mirip, bahkan Yoga yang dekat saja tidak menemukan celah pada suara Alseenio. Seakan itu memang berasal dari suara aktor suara aslinya.
“Bajingan! Apakah itu benar-benar suaramu?!“ Yoga bangkit dari lantai dan kembali duduk ke sofa.
“Tentu saja, siapa lagi?“ kata Alseenio sambil mengedit sedikit video yang berhasil direkam.
Yoga belum percaya dan ia menatap Alseenio dari dekat. “Apakah kamu sebenarnya perempuan? Atau alien?“
“Aku manusia. Salah satu bakatku adalah meniru suara,” jawab Alseenio seraya menjauhkan wajah Yoga yang dekat dengan wajahnya.
“Sial! Aku iri padamu. Memiliki wajah yang tampan ditambah memiliki bakat dan kaya, kamu seperti perwujudan impian banyak pria di dunia.“ Yoga merasa iri dan cemburu dengan apa yang Alseenio punya, tetapi ia tiba-tiba teringat, ada sesuatu yang tidak dipunya Alseenio. “Namun sayangnya, masih ada sesuatu yang belum kamu punya.“
“Istri dan anak yang cantik, hahaha!“ Yoga tertawa.
Mendengar ini, Alseenio tersenyum masam, kemudian ia fokus mengedit video ini.
Beberapa menit kemudian, video Alseenio yang menirukan banyak suara karakter fiksi berhasil diunggah.
Akun Tiktodnya yang baru dibuat sudah memiliki banyak pengikut, dalam setengah jam lebih saja ia sudah dapat 100.000 pengikut, itu masih menanjak naik.
Tak butuh waktu lama untuk video Alseenio masuk ke halaman beranda orang-orang. Dalam beberapa menit setelah diunggah, videonya itu memperoleh 20.000 tayangan, 10.000 suka, dan 1.000 komentar.
“Lihat! Videomu ada di beranda akun Tiktodku!“ Yoga menunjukkan layar ponselnya kepada Alseenio.
Di layar ponsel Yoga terdapat video Alseenio yang sedang diputar, ternyata video Alseenio dapat rekomendasi sampai masuk ke beranda Tiktod Yoga.
“Banyak sekali yang memujimu, Nio. Lihat komentar di videomu, kata mereka sangat mirip. Tidak sedikit pula yang bereaksi sama denganku, mereka tidak menyangka kamu bisa meniru suara anak kecil yang lucu,” ucap Yoga memberitahukan isi komentar pada video Alseenio.
Alseenio juga melihat komentar di videonya, memang benar bahwa banyak sekali yang memuji kemampuannya dalam meniru suara, mereka tidak mengira bahwa selain bernyanyi, Alseenio bisa impersonate suara.
Para pengikutnya tidak ada yang mempermasalahkan video ini, mereka tidak kecewa bahwa idolanya memiliki kemampuan yang aneh.
“Sering-sering membuat video saja, aku rasa kamu akan cepat mendapatkan 1 juta pengikut di Tiktod,” saran Yoga untuk membantu perkembangan akun Tiktod Alseenio.
“Mungkin kalau ada waktu aku bisa membuat video Tiktod, aku juga harus mengunggah satu video untuk Yitub, tadi saja aku habis merekam video.“
Pada saat mengambil mobil Pagani, Alseenio juga diam-diam membuat konten, tetapi ia tidak intens dan hanya beberapa adegan yang dia sorot, seperti saat di perjalan menuju Showroom Prestide, interior mobil, dan pulang setelah mengantarkan Katisa.
“Kamu tetap aktif di Yitub?“ tanya Yoga.
“Tentu saja, tetapi aku masih belum mendapatkan uang dari sana.“
“Wajar, kamu belum satu bulan menjadi Yituber.“ Yoga kembali memakan makanan yang ada di meja, kali ini bukan pizza, ia memakan kebab kambing. “Omong-omong, aku berterima kasih kepadamu.“
“Berterima kasih? Untuk apa?“ Alseenio menatap Yoga tak mengerti, ia juga mengambil kebab yang tersisa dan memakannya.
“Sejak video kolaborasi itu diterbitkan, aku mendapatkan banyak pelanggan di Yitub dan pengikut di Tiktod,” jelas Yoga kepada Alseenio, ia merasa sangat terbantu.
“Berapa ribu orang?“
“Mungkin 50 orang lebih dalam dua hari,” balas Yoga.
“Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya.“
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita berkolaborasi lagi?“ Yoga mengajukan tawaran untuk kolaborasi.
Alseenio mengangguk dan menerima, “Boleh.”
“Oke, aku punya rencana, jadi seperti ini ….“
Yoga menerangkan rencana kolaborasi antara keduanya dengan jelas dan panjang.
Inti rencananya adalah Alseenio berpura-pura menjadi istri Yoga dengan cara menirukan suaranya, tetapi ketika Alseenio berhasil berpura-pura dan menunjukkan sosoknya di dalam kamera, sosok istri Yoga muncul di belakang mereka berdua.
“Jadi, kita harus ke rumahmu?“ tanya Alseenio.
“Betul, ayo kita pergi!“
Setelah mengatakan itu, Yoga bangkit dari sofa.
Namun, tangan Alseenio menyambar dengan cepat untuk menahan Yoga untuk pergi. “Bereskan dahulu bekas makannya, jangan SMP!“
Alseenio tersenyum dengan menyeramkan sambil mencengkram kuat tangan Yoga.
Wajah Yoga terdistorsi karena kesakitan dan ia menjawab sambil meringis, “Maaf, aku akan bereskan. Tolong lepaskan tanganmu, sakit sekali!“
“Oke!“
Mereka berdua membersihkan bekas makannya. Alseenio meminta Yoga untuk diam sebentar, sebab ia belum menyelesaikan tahap pengeditan videonya untuk Yitub.
Kurang dari setengah jam, Alseenio telah menyelesaikan proses pengeditan videonya untuk hari ini.
Setelah itu, mereka berdua pergi meninggalkan apartemen Alseenio.
Kali ini giliran mobil Ferrari untuk membelah jalan, Pagani diistirahatkan dahulu. Mereka melesat cepat menuju rumah Yoga.
Omong-omong, rumah Yoga sangat besar dan letaknya ada di sebuah perumahan di Jakarta, tidak terlalu jauh.
Setibanya di sana, Alseenio disambut oleh istri dan anak-anak Yoga. Mereka senang atas kehadiran Alseenio ke rumah.
Anak-anak Yoga yang semuanya perempuan mulai mendekati Alseenio, mereka sangat suka dengan Alseenio, tentu itu karena tempramen lembut Alseenio yang dengan mudah membuat orang lain nyaman, tidak terkecuali anak-anak
“Om Alseenio!“ Anak bungsu Yoga berlarian dan memeluk kaki panjang Alseenio.
Melihat ini, Alseenio tersenyum dan menggendong anak kecil perempuan ini. “Apa kabar, Cantik?“
“Aku baik, kok, Om ganteng,” Gadis bungsu Yoga menjawab dengan malu-malu sambil menangkupkan wajah imutnya.
Mereka berdua mengobrol beberapa saat, dan kemudian Yoga memberitahukan projek kolaborasi kepada istrinya.
“Oke, aku mengerti.“ Istri Yoga yang mirip dengan salah satu Yituber cantik ternama itu mengangguk.
“Baiklah, ayo kita buat!“
Alseenio melakukan dengan baik pada video ini, ia menirukan suara istrinya Yoga dengan sangat baik, sampai-sampai ketiga anaknya terperangah.
Di sesi akhir video, istri Yoga muncul dan memandang mereka berdua dengan tatapan yang bengis dan menyeramkan, keduanya berakting dengan baik, ekspresi ketakutan di wajah keduanya tampak begitu jelas.
“Kerja bagus!“
Mereka bertiga berhasil membuat video dengan hasil yang memuaskan, ketiganya tersenyum puas dan anak Yoga pun ikut senang.
Setelah semuanya selesai, setelah mengobrol sebentar dengan keluarga Yoga dan bermain dengan anak-anak Yoga. Alseenio pamit untuk pulang karena hari menjelang sore.
Begitu Alseenio pulang, anak bungsu dan anak kedua Yoga menangis, sebab orang yang disukainya pergi. Yoga bersama istrinya menenangkan dua anak gadisnya itu dan menyuruh Alseenio segera pulang sebelum tangisan anaknya makin keras.
Vroom!
Alseenio dengan cepat meninggalkan rumah Yoga dan pergi ke apartemennya.
“Sepertinya cukup menyenangkan mempunyai seorang istri,” gumam spontan Alseenio yang tengah berbaring di atas kasur sambil menatap kosong langit kamar.
Pikirannya saat ini masih berada di rumah Yoga, ia teringat momen indah dengan anak-anak Yoga dan atmosfer kekeluargaan Yoga.
Sepertinya Alseenio terinfeksi keinginan untuk menikah.
Tanpa sadar, Alseenio terlelap tidur karena merasa nyaman dengan kasurnya, ia terlalu banyak berpikir hingga dirinya kelelahan sendiri.
Hari ini selesai dan esok hari pun datang.
“Ya? Halo?“
“Apakah ini Tuan Alseenio?“
“Benar, ada apa, ya?“
Saat ini, Alseenio tiba-tiba mendapatkan panggilan dari seseorang tak dikenal setelah ia bangun dari tidur dan mencuci diri.
“Ini, saya teman kamu waktu kecil,” Pihak lawan menjawab.
“Teman?"
__ADS_1