
Alseenio mengangguk ke para teman-teman semua begitu mendengar ini.
Hari keempat masih berjalan dengan lancar meskipun pekerjaan terasa agak berat karena saking ramainya orang yang datang.
Entah mengapa Alseenio perhatikan banyak pelanggan wanita yang datang ke sini.
Keanehan ini pun disadari oleh para karyawan yang telah lama di sini.
Meja 1—8 yang letaknya ada di depan meja minuman atau meja pembayaran makanan, semuanya ditempati oleh para wanita.
Wanita ini bukan ibu-ibu atau yang sudah lanjut usia, melainkan masih muda dan tampak gaul.
Para karyawan pria mengamati mereka dan menjadikan mereka obrolan pria yang sangat privasi. Pelanggan-pelanggan wanita yang ada di lantai satu ini banyak yang cantik sehingga Bang Ilham dan karyawan bagian depan memilih siapa yang paling cantik.
Mereka melihat ada seorang wanita yang membawa anak kecil laki-laki, wanita ini terlihat seksi dengan wajah yang cantik, tubuhnya sangat indah dengan segala lekukan maut itu membuat para mata karyawan pria di sini selalu bergerak ke tubuh tersebut, seakan-akan tubuh wanita ini memiliki magnet besar yang bisa menarik perhatian para pria.
Akan tetapi, Alseenio yang berdiri di depan para pelanggan bersama Hilman tidak sedikit pun melihat wanita ini.
Sebenarnya, itu tidak secantik itu, nilai penampilan wanita ini sekitar 70 poin ke atas. Wanita ini juga memiliki nilai kesucian yang tidak lagi murni sepenuhnya, ada di angka 79 poin dan memiliki riwayat bahwa dirinya telah pernah menjalin hubungan dengan 1 pria yang kemungkinan besar ada suaminya.
Benar, wanita ini tidak lagi tersegel sudah pernah dibuka bungkus dan dicoba dalamnya, bahkan anak kecil yang dibawa wanita ini adalah anaknya.
Sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh kemampuan Sexeyes, wanita ini adalah seorang orang tua tunggal, suaminya entah ke mana meninggalkan wanita ini.
Ketika para karyawan membicarakan dia dan pelanggan lain sambil bekerja, Alseenio hanya diam dan berdiri. Meskipun dirinya hanya berdiri, Alseenio telah menjadi objek perhatian para pelanggan.
Seorang pelayan yang tidak seperti pelayan karena memilik postur tubuh dan tinggi tubuh layaknya seorang model, terlebih lagi saat memakai seragam kemeja putih lengan pendek ini yang memperlihatkan otot tangannya yang kuat, membuat para pelanggan ingin sekali memegang otot ini. Kulit Alseenio yang sangat putih dan mulus melebihi para pelanggan wanita di sini.
Namun, dari semua itu, para pelanggan ini kagum dengan wajah Alseenio, meskipun itu hanya terlihat setengah wajah karena ditutupi oleh masker, itu tidak menghalangi ketampanannya. Mata, alis, bulu mata, kening, semua bagian itu mencirikan seorang pria tampan.
Tatapan Alseenio ini sangat menawan, para pelanggan kerap melirik Alseenio tepat di matanya.
Alseenio tahu tentang lirikan mata mereka semua, respons terhadap itu semua hanya diam dan diabaikan. Lagi pula, tidak sopan jika Alseenio membalas dengan tatapan mata ke arah para pelanggan.
Hari Kamis memang ramai serupa dengan hari Rabu, tetapi ada keanehan di hari Kamis ini. Bang Ilham, Linda, dan Mawar memberi tahu bahwa biasanya hari kamis tidak membeludak seperti ini pelanggannya, tidak akan melebihi batas dari keramaian di hari Rabu.
Terdapat keanehan atau tidak biasanya di hari Kamis bisa seramai dan sebanyak ini.
Ketika di malam hari, restoran tidak sepi, itu makin bertambah banyak ketimbang di siang hari, sampai-sampai lantai 2 dipenuhi oleh para pelanggan yang berdatangan.
Ini sebuah kabar yang baik, tetapi juga melelahkan bagi para karyawan, mereka lagi-lagi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk hari ini saking ramainya pembeli yang datang.
Porsi jualan restoran ini bertambah berkali-kali lipat dari hari normalnya.
Pada penutupan restoran di malam hari, Pak Mugi melaporkan hasil pendapatan mereka di hari Kamis kepada para karyawan, ini sudah menjadi agenda mereka sebelum pulang.
Hasil pendapatan di hari kamis tanggal 2 Februari sebesar 147 juta rupiah.
Seluruh karyawan yang bertugas di sesi penutupan hari ini terkejut dengan hasil pendapatan restoran, ini makin bertambah dari hari sebelumnya.
Akhirnya, mereka semua pulang dengan keadaan kelelahan dan senang. Kemungkinan besar mereka mendapatkan bonus yang tinggi karena hasil kerja keras mereka.
Di hari normal, bahkan di bulan Januari kemarin, pendapatan jarang tembus 50 juta rupiah, dan hari ini malah hampir 3 kali lipatnya, mungkin lebih dari pendapatan di hari biasa.
Pak Mugi juga bilang kepada para karyawan bahwa ada sesuatu yang aneh di hari-hari kemarin, tampaknya ada sesuatu yang menjadi daya tarik di restoran ini sehingga orang-orang banyak yang berdatangan dan tak ada habis-habisnya.
Namun, mereka semua tidak tahu apa yang menjadi daya tarik, padahal restoran diatur sama seperti di hari biasa, tak ada perubahan yang dilakukan.
Restoran bersih tak berbeda di hari biasanya dan pengaturan meja pelanggan serta pelayanan tak ada bedanya.
Meskipun mereka semua bilang tidak tahu penyebabnya, mereka semua tahu alasannya dan memendam ini diam-diam.
Memang tidak ada yang berbeda dengan mereka dan restoran, rasa makanannya pun tetap sama seperti sebelumnya, rasa makanan tetap konsisten. Namun, dari beberapa hari kemarin ada sebuah peristiwa yang berbeda dan tidak sesuai dengan biasanya, yakni Bang Asep.
__ADS_1
Semenjak ada Bang Asep dan Hilman, peningkatan jumlah pelanggan makin naik. Mereka yakin bahwa Bang Asep yang adalah penyebabnya.
Sebelumnya, tidak ada kasus tentang karyawan dimintai nomor telepon atau bahkan foto bersama dengan pelanggan, ada juga karyawan dimintai untuk memfoto pelanggan, bukan pelanggannya berfoto dengan karyawan.
Itu terjadi pada Bang Asep seorang. Banyak wanita yang meminta foto bersama dengan Bang Asep, juga meminta nomor serta akun Instagrem. Sayangnya, Bang Asep selalu menolah dan tindakan ini yang begitu disayangkan oleh para karyawan pria, tindakan ini pula disukai para karyawan wanita.
Ada dugaan seperti itu, tetapi mereka tidak begitu yakin.
Di hari kerja selanjutnya di hari Jumat. Hari Jumat ini terkenal di kalangan karyawan restoran sebagai hari sepi. Pelanggan tidak banyak yang datang, omzet di hari Jumat merupakan paling kecil dari hari-hari lain.
Informasi tentang tersebut sudah menjadi informasi yang biasa bagi mereka. Jadi, ketika hari Jumat omzet turun, berarti itu berjalan seperti seharusnya. Sudah tidak heran lagi. Bagai kutukan yang telah menjadi rahasia umum.
Akan tetapi, hari Jumat ini tanggal 3 Februari, kutukan tersebut dipatahkan karena omzet restoran tidaklah rendah.
Omzet paling tinggi daripada hari kemarin, dengan jumlah berkisar 152 juta rupiah.
Pak Mugi dan Pak Nana sampai bingung. Mengapa bisa di hari Jumat begitu ramai.
Sebuah rekor yang berhasil dipecahkan, penjualan di hari Jumat merupakan yang terbesar di beberapa hari ke belakang, sangat luar biasa.
Alseenio di hari Jumat masih masuk siang dan dia masih bertugas membantu penutupan restoran. Mendengar laporan ini, Alseenio ikut senang. Namun, dia tidak menganehkan kejadian di hari Jumat yang bisa mendapatkan hasil penjualan yang tinggi.
Di dalam pikiran Alseenio adalah besok hari, besok dia mendapatkan libur, hanya sehari. Sementara itu, Hilman libur di hari ini. Pantas saja Hilman tidak masuk, ternyata libur.
Setelah menyampaikan laporan kepada para karyawan, mereka semua pulang ke rumah masing-masing dengan wajah yang bahagia.
Di jalan, Alseenio mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan yang tinggi. Di malam hari jalanan begitu sepi, cocok untuk menguji kecepatan kendaraan meski sebenarnya itu dilarang.
Vroom!
Siluet hitam melintas sangat cepat membelah jalan raya. Saking cepatnya hanya terdengar suaranya saja, sedangkan sosoknya telah melesat cepat dan ada di kejauhan.
Butuh 19 menit untuk Alseenio sampai di mansion. Alseenio tidak mampir ke mana-mana, hari sudah malam, sangat berbahaya jika Alseenio pulang lebih malam.
Kebanyakan kasus kejahatan dibalut dengan kebaikan, Alseenio takut kecewa dengan kebaikan tersebut yang ternyata kejahatan dan itu hanya kedok saja.
“Sayang, bagaimana kerjanya? Apa ada cerita?“ Fara duduk di atas pangkuan Alseenio dan bertanya kepada Alseenio.
Bella dan Gondals sudah tidur malam ini, Fara tahu dari pintu kamar mereka yang ditutup dan tidak ada suara mereka mengobrol dari dalam serta lampu kamar juga dimatikan. Jadi, Fara berani melakukan gerakan ini dengan Alseenio.
Tubuh ramping Fara yang memiliki bola besar ini Alseenio pegang pinggangnya dan Alseenio menciumi bibir ceri pink milik Fara. Sama rasanya, tidak ada yang berbeda, sangat lembut dan menggairahkan.
Setelah ciuman selama 5 menit, Alseenio menjawab pertanyaan Fara tadi dengan wajah yang penuh rindu, “Tidak ada, Sayang. Mungkin cuma berita tentang omezet restoran makin banyak.“
“Bagus sekali. Mengapa itu bisa terjadi, Sayang? Apakah ada perubahan pada makanannya menjadi lebih enak?“ tebak Fara dengan perasaan yang ingin tahu.
“Kurasa itu karena aku, Sayang.“ Alseenio tersenyum ke arah Fara.
“Karena kamu?“ Fara menatap wajah Alseenio dengan Ekspresi yang tidak mengerti. “Maksudnya bagaimana?“
Tangan Alseenio menyibakkan rambut panjang Fara. “Para pelanggan banyak yang berdatangan karena aku. Mereka ingin melihat aku, Sayang. Setiap hari banyak sekali wanita yang ingin berfoto denganku, bahkan ada beberapa artis Tiktod yang datang ke restoran dan meminta foto padaku.“
“Eh? Sebentar, jangan bilang pelayan tinggi dan tampan yang sedang panas di internet adalah kamu?“ Fara sepertinya tahu sesuatu.
“Benar, itu aku.“ Alseenio mengangguk membenarkan.
Alseenio sudah tahu bahwa dirinya sedang terkenal, tetapi bukan karena identitasnya dahulu, ini terkenal dengan identitas yang berbeda. Alseenio dikenal sebagai seorang pelayan yang tampan.
Di Tiktod banyak sekali video yang menampilkan dirinya sedang menjadi seorang pelayan dan melayani orang sambil mengantarkan makanan. Orang-orang yang datang ke restoran banyak yang mencari dirinya karena penasaran dengan video dia yang viral dan terkenal di Tiktod.
Ternyata memang benar, seorang pelayan paling tampan bekerja di sini.
Dengan begitu, penyebab mengapa omzet penjualan selalu naik terjawab. Setiap hari banyak pelanggan yang berdatangan. Makin terkenal videonya, makin banyak juga orang yang datang.
__ADS_1
Alseenio tidak bisa melarang mereka membuat video ketika ia sedang bekerja, sebab mereka adalah pelanggan. Memang merepotkan apabila bekerja dengan pelanggan yang sangat banyak. Namun, dipikir lagi ini bagus untuk menambah pengalamannya.
“Pantas saja, aku melihat orang yang ada di dalam video yang beredar agak mirip denganmu. Ternyata itu memang kamu yang sedang memakai masker. Ketika kamu berangkat kamu tidak memakai masker hitam itu, kan?“
“Benar, aku memakai masker putih yang lain,” kata Alseenio sambil mengangkat tangannya dan menggaruk kepalanya.
“Iya, aku jadi agak ragu menebak bahwa di video itu adalah kamu.“ Fara menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Alseenio yang penuh otot.
Fara sudah mulai mengantuk karena sudah larut malam.
“Bagaimana menurut kamu aku di video itu? Apakah cocok jadi seorang pelayan?“ tanya Alseenio sambil mengelus rambut panjang Fara.
“Cocok menurutku. Akan tetapi … kamu terlalu ekslusif menjadi seorang pelayan, lebih mirip menjadi seorang model. Apalagi kamu mengenakan kemeja putih,” jawab Fara yang perlahan memejamkan matanya. “Sayang, aku ngantuk.“
“Ya sudah, kita pergi tidur.“ Alseenio menggendong Fara seperti seorang bayi.
“Bawa aku ke kamarku, jangan ke kamarmu. Awas saja!“
Meskipun dengan mata yang tertutup dan wajah yang mengantuk berat, Fara masih bisa berbicara dengan dengan suara yang keras.
Alseenio tersenyum dan mencium kening Fara dengan perasaan cinta. “Iya, Sayang. Aku akan membawamu ke kamarku.“
“Sayang, jangan bercanda, oke? Ini sudah malam, aku sudah tidak bisa bercanda lagi di jam sekarang.“ Fara membuka matanya dan menatap Alseenio dengan mata yang sayu.
“Iya, aku mengerti.“ Alseenio mencium bibir Fara sekilas untuk melampiaskan rasa gemasnya terhadap Fara.
Fara merasa ciuman ini kurang dan ia berinisiatif mencium bibir Alseenio dengan mata yang terpejam.
Kaki Alseenio terus melangkah dan menaiki tangga sambil berciuman dengan Fara.
Tak lama berselang, keduanya sampai di kamar Fara yang sangat rapi dan bernuansa atau bertema wanita sekali.
Tubuh Fara yang lemas itu diletakkan di atas kasur oleh Alseenio. Fara yang merasakan dirinya sudah di atas kasur langsung tersenyum, dia berkata sambil memejamkan matanya, “Sayang, aku mau sun lagi.“
Tanpa berbicara lagi, Alseenio mencium Fara dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Tepat ketika Alseenio ingin melepaskan ciuman, Fara mengambil tangan kanannya dan ditaruh di atas bola besar miliknya bagia kanan.
Bingung dengan gerakan Fara, tiba-tiba Fara berkata kepadanya, “Kamu sudah boleh bermain dengan ini, tetapi tidak boleh berlebih. Ini hadiah karena kamu sudah menepati janjimu.“
“Janji?“ Alseenio masih tidak paham maksud Fara.
“Janji kamu yang tidak dekat dengan wanita lain selain aku. Aku melihat di Tiktod kamu selalu menghindari kontak fisik dengan wanita ataupun pelanggan. Aku menghormati usaha kamu.“
Mendengar ini Alseenio langsung paham. “Sudah seharusnya bagia seorang pria berjaga jarak dengan wanita apabila sudah memilik wanita. Omong-omong, aku beneran boleh bermain dengan ini?“
“Umm ….“ Pipi Fara menjadi merah dan panas, kemudian dia menganggukkan kepalanya. “Boleh, tetapi tidak boleh berlebihan.“
“Berlebihan? Contohnya apa?“
“Kamu boleh bertindak seperti bayi dengan milikku, tetapi kamu tidak boleh memakai barang kamu untuk bermain dengan milikku, aku belum siap,” ucap Fara dengan malu. Jantungnya sudah berdebar kencang.
“Aku mengerti. Jadi, aku boleh meminum susu?“ Senyum Alseenio makin lebar. Dia sangat senang dengan hadiah ini.
“Emm … boleh~ ….“ Fara mengangguk kecil karena sangat malu.
Di detik berikutnya, Alseenio langsung menundukkan tubuhnya dan membuka baju Fara untuk melihat barang besar ini.
Begitu baju itu dibuka, Alseenio melihat sebuah benda putih, bulat, besar, dengan puncak berwarna pink. Benda bulat ini begitu kencang alami.
Setelah melihat ini, Alseenio langsung tidak sabar untuk mencoba mainan baru.
“Aahhh! Jangan digigit bagian itu, Sayang!“
__ADS_1