SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 89: Persiapan OkeTV


__ADS_3

“Tentu saja, aku masih berteman baik dengannya.“


“Temannya itu yang pernah ke rumah Bang Nio di Setra Duta, kan?“ Fandick menebak teman wanita masa kecil Alseenio.


Pasalnya, ia hanya ingat teman wanita Alseenio yang waktu itu sempat datang ke rumah Alseenio yang berada di Setra Duta, wanita yang sangat cantik.


“Bukan dia, aku belum pernah menunjukkan temanku itu kepada kalian, mungkin nanti bawa ke sini.“ Menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, menunjukkan bahwa tebakan Fandick itu salah.


Fara belum pernah ikut ke sini, Alseenio belum sempat mengajaknya jalan-jalan, sebab masih ada sesuatu masalah yang sedang diurus, tidak lain dan tidak bukan adalah masalah utang.


Alseenio masih menunggu kabar dari 10 orang yang dikirim untuk menjaga keluarga Fara secara diam-diam. Bella juga belum melaporkan perkembangannya. Tampaknya mereka tak kunjung datang ke rumah Fara.


“Aku jadi penasaran dengan temannya Bang Nio, baik sekali sepertinya.“ Bang Luffi menjadi penasaran dengan teman yang diceritakan oleh Alseenio.


“Itu jelas, andai kita satu teman dengan teman-temannya Bang Nio saat kecil, pasti kita dipengaruhi oleh mereka dan ikut menjauhi Bang Nio, soalnya waktu kecil kita semua pasti takut dengan perbedaan,” Lapi berkata sambil menatap semua orang yang ada di studio.


Pernyataan Lapi ada benarnya, mereka semua mengangguk.


Fandick yang setuju dengan pendapat Lapi pun ikut menambahkan, “Waktu kecil kita sangat takut dimusuhi. Cara agar tidak ikut dimusuhi adalah mengikuti banyak teman walaupun itu salah. Wajar saja, saat kecil kita belum tahu mana yang benar dan yang salah. Aku salut dengan teman Bang Nio, berani bertindak.“


Mereka semua kagum dengan Fara yang berani menemani Alseenio yang dijauhi oleh banyak teman di sekolah.


Setelah itu, cerita berlanjut sampai Alseenio bilang bahwa ia dan Fara bertemu lagi di Jakarta.


“Aku juga ingin memiliki teman wanita yang seperti itu!“ Fandick iri dengan Alseenio yang memiliki teman yang bersifat baik seperti Fara.


Begitu mendengar cerita Alseenio, mereka semua menjadi memiliki keinginan untuk memiliki teman yang setia seperti itu, sifatnya tidak berubah walaupun sudah besar dan dewasa.


“Aku terharu, wanita itu bahkan mencari Alseenio ke Jakarta saking dirinya merasa bersalah karena sudah meninggalkan Alseenio tanpa kabar.“ Bang Luffi menyeka air matanya yang sempat jatuh.


Istrinya, Kak Diya pun sama, keduanya menangis kecil karena terkesan dengan Fara.


“Bang Nio, nanti ajak dia ke sini, ya,” pinta Kak Diya yang mimiknya masih terlihat bersedih.


Alseenio mengangguk tegas, “Aku akan membawanya jika ada kesempatan.“


Ketika mendengar ini, mereka semua tersenyum senang.

__ADS_1


Sehabis Alseenio bercerita, mereka melanjutkan pembahasan malam ini sampai larut malam dan mereka tidur di ruang masing-masing.


Alseenio masih di tempat yang sama, ia tidur di atas sofa dan di bawahnya terdapat karpet empuk yang ditiduri oleh Fandick dan beberapa anggota Tim Bang Luffi.


Meskipun mereka sebenarnya memiliki kamar, mereka lebih memilih untuk tidur seperti ini, terasa sangat solidaritas.


Keesokan harinya, Alseenio pamit pulang ke mansion, tetapi sebelum pergi langsung ke Jakarta, ia mampir ke rumahnya yang ada di Setra Duta untuk menengok satpam dan pembantu.


Tak lupa ia memberi uang gaji bulanan untuk mereka, mengingat hari ini tanggal 30 November yang di mana akhir bulan, sudah waktunya para pekerja digaji sesuai dengan ucapan Alseenio waktu itu, gaji dinaikkan.


Untuk gaji, Alseenio tidak kerepotan sama sekali, ia masih memiliki uang yang tersimpan di rekening Bank, tidak perlu cema tentang uang.


Namun, Alseenio agak kerepotan ketika membayarnya, memakan banyak waktu dan tenaga untuk dilakukan sendiri. Alseenio seketika berpikir untuk memiliki asisten pribadi yang pintar mengelola keuangan, tetapi ia harus menimbang-nimbang keputusan terlebih dahulu, rencana untuk mempekerjakan seseorang asisten pribadi memiliki resiko tersendiri dan harus dipikirkan secara matang.


Siapa tahu asisten akan berkhianat dan menusuk dari belakang pelan-pelan.


Di pagi hari sebelum langsung berangkat ke Jakarta, Alseenio bertemu dengan Niara dan mengobrol santai di dalam rumah selama dua jam, kemudian Niara pulang ke rumahnya karena ada jadwal kuliah, dia harus bersiap-siap.


Sementara itu, Alseenio pergi meninggalkan daerah Bandung dan melajukan mobilnya menuju mansion.


Sesampainya di mansion, Alseenio menyuruh beberapa orang dari perusahaannya, Chakra Asep Perkasa, untuk mengantarkan mobil dari Prestide bersama Bella dan Gondals.


Total 4 mobil yang mereka bawa sampai ke mansion, semua mobilnya memiliki warna yang seiras, ungu dan hitam, setiap mobilnya terdapat nama Alseenio yang terlihat menyatu dengan desain dari tubuh mobil.


Mobil yang dimiliki Alseenio sudah ada 9 mobil yang disimpan di basemen, ditambah lagi dengan 7 sepeda motor yang semuanya terlihat keren dan mewah.


“Sama-sama, gunakan ponsel itu dengan baik.“ Alseenio tersenyum ke arah kedua karyawan perusahaannya.


“Siap, Tuan Alseenio!“ Keduanya bersamaan memberi hormat. “Kami izin pamit kembali ke perusahaan, Tuan!“


“Ya, hati-hati di jalan.“ Alseenio mengangguk.


Kemudian mereka berdua menaiki sepeda motornya masing-masing dan keluar dari basemen mansion.


Sebagai imbalan telah membantunya, Alseenio memberikan sebuah ponsel iPon 14 Pro Max 512 GB yang ia dapatkan dari sistem masing-masing kepada mereka berdua.


Di dalam gudang, masih ada 988 buah ponsel iPon, itu menumpuk hingga membuat gundukan tinggi.

__ADS_1


Pembantu yang berjumlah 7 orang dan juga 3 sekuriti atau satpam sudah ia berikan ponsel ke masing-masing dari mereka semua, 2 buah ponsel lagi ia berikan ke karyawan tadi yang membantu mengambil mobil dari showroom.


Melihat mobil-mobil dan sepeda motornya tertata dengan rapi, Alseenio memandangnya dengan puas.


Cita-cita masa kecilnya yang ingin memiliki banyak mewah telah direalisasikan. Hati Alseenio terasa meledak karena gembira, sedari awal melihat mobilnya dikumpulkan ia terus memasang senyum di wajahnya.


Terdapat satu mobil yang kurang di basemen mansion saat ini, yaitu Ferrari 813 Superfast. Itu dipakai oleh Gondals ke perusahaan, dia menjadi sibuk sekarang, tetapi kemesraannya dengan Bella makin bertambah, itu ditampilkan secara terang-terangan di depan matanya.


Sangat masam dan pahit begitu melihat mereka seperti itu.


Setelah puas menikmati pemandangan kendaraan mewahnya, Alseenio dan Bella naik ke atas ke lantai 1 mansion.


Bella pergi ke dapur dan ikut membantu para pembantu yang sedang memasak makanan untuk makan siang hari ini, sedangkan Alseenio pergi ke kamar berniat memulai membuat konten video Yitub channel barunya.


Channel Yitub khusu OkeTV sudah ia buat pada malam hari kemarin di rumah Bang Luffi, sekarang sudah memiliki 78 ribu pelanggan.


Semua akun sosmed sudah merangkak naik dengan signifikan, pengikut di Instagrem sudah mencapai 11 juta pengikut, pengikut Tiktod yang sangat melonjak pesat karena banyak video dirinya cosplay 3 karakter tampan yang berseliweran, kini sudah ada 13 juta lebih pengikut akun Tiktod, dan 8 juta pelanggan Yitub Motovlogger.


Pada akun Tiktod Alseenio, ia memiliki 30 juta rupiah saldo yang di mana itu hasil dari siaran langsung yang pernah Alseenio lakukan karena misi.


Akun Yitubnya sudah bisa memonetisasi karena telah memenuhi syarat 4.000 jam tayang dalam satu tahun. Dikarenakan setiap videonya mendapatkan jumlah penonton lebih dari 5 juta orang dan durasi videonya lebih dari 25 menit, itu langsung melampaui persyaratan untuk bisa memonetisasi.


Bagi orang yang terkenal seperti Alseenio tentu saja gampang untuk memenuhi persyaratan 4.000 jam tayang, bahkan dengan satu video pun langsung bisa memenuhi persyaratan monetisasi.


Rencananya, uang yang ia dapatkan ini tidak akan dimakan olehnya, ia berencana untuk menyumbangkan hasil uangnya yang dari media sosial ke lembaga amal dan yang lainnya untuk membantu sesama, termasuk saldo akun Tiktod dan saluran Yitub baru ini nanti.


Lumayan pendapatan dari Yitub, ia sudah mengumpulkan lebih dari 3 miliar, videonya rata-rata banyak yang menonton dan iklan otomatis banyak muncul di videonya.


Sebagai dokumentasi, Alseenio akan memberitahukan perihal ini ke para penggemarnya di Instagrem, biar mereka tahu bahwa hasil mereka menontonnya itu diubah untuk membantu sesama.


Di dalam mansion, lebih tepatnya di samping kamar utama sudah ada ruang kerja atau bisa disebut studio yang berisikan peralatan dan perlengkapan, seperti komputer dengan spesifikasi tinggi, peralatan khusus untuk membuat konten di dalam ruangan, dari pencahayaan sampai kursi gim mahal sudah disediakan.


Latar belakang ketika Alseenio duduk di depan tiga monitor yang lebar dan besar terdapat alat musik, seperti piano, biola, gitar, dan alat musik yang lainnya. Ini benar-benar bisa dibilang ruang kerja atau kegiatan Alseenio. Terlihat mewah, terlebih pencahayaannya dan ruangan yang sangat besar dan luas.


Orang melihatnya dalam sekilas pun tahu bahwa Alseenio orang yang kaya dengan harta.


“Oke, saatnya aku mulai bermain OkeTV!“ Alseenio menatap monitor dan bersiap untuk menekan logo OkeTV.

__ADS_1


__ADS_2