
Telinga Alseenio mendengar suara Fara yang cemas dan khawatir, sekejap dirinya tersadar dari lamunannya.
Pikiran tentang peristiwa aneh yang terjadi padanya ditahan untuk merespons Fara yang khawatir kepadanya.
Menoleh untuk melihat Fara di sampingnya, Alseenio bertanya, "Ada apa, Sayang? Kamu mengatakan apa tadi?"
"Kamu sedang memikirkan apa? Apakah ada beban yang sedang kamu pikirkan sekarang?" balas Fara yang mengulangi pertanyaannya kembali.
Alseenio menghela napas, tersenyum melihat Fara, dan menjawab pertanyaannya, "Aku sedang memikirkan tentang pernikahan kita."
Ketika Alseenio mengatakan itu, semua anggota keluarga langsung terfokus ke sosok Alseenio.
Pembahasan pernikahan adalah obrolan yang penting dan juga menarik.
Orang tua Fara diam-diam melirik Alseenio, menunggu obrolan mereka berdua berlanjut.
Sementara Bella dan Gondals tetap melanjutkan makannya dengan telinga yang siap mendengarkan semua ucapan Alseenio dan Fara.
"Pernikahan? Bukannya kita sudah sepakat untuk menikah beberapa tahun ke depan?" Fara menatap Alseenio dengan wajah yang bingung.
Sebelumnya, mereka sudah membahas tentang pernikahan ini dan menemukan titik temu kesepakatan.
"Kurasa tidak akan selama itu," kata Alseenio dengan senyuman yang masih sama di bibirnya.
Bola mata Fara membesar memandang wajah Alseenio. "Maksud kamu ...."
"Benar, kita akan secepatnya menikah." Alseenio mengangguk kejam dengan ketegasan pada sorot matanya.
Berikutnya, semua keluarga sedikit tersentak mendengar pernyataan Alseenio yang tiba-tiba.
Ini merupakan kabar baik bagi mereka semua, terlebih bagi kedua orang tua Fara yang sudah menunggu seorang cucu yang lucu.
"Kamu ingin mempercepat pernikahan?" tanya Ayah Fara dengan raut wajah yang penasaran.
Alseenio tersenyum dan membenarkan pertanyaan Ayah Fara.
"Tidak lama lagi, tak sampai satu tahun," jawab Alseenio dengan niat yang besar di dalam hatinya.
Ucapan Dewi Gaia, yakni istrinya sendiri yang belum diketahui juga kebenarannya, Alseenio memiliki keyakinan dalam kata-katanya.
Pasti ada sesuatu yang genting sehingga Alseenio diharuskan dan minta dipercepat pernikahannya dengan Fara oleh seorang Dewi Gaia, makhluk luar biasa tinggi.
Kemungkinan besar ada hal yang penting.
"Kamu yakin dengan pilihan itu?" Ibu Fara kini bertanya begitu khawatir.
Ibu Fara khawatir Alseenio menikah di saat dirinya benar-benar belum siap. Alseenio baru berumur 20 tahun, sama dengan Fara juga.
__ADS_1
Mereka terbilang sangat muda di zaman sekarang.
Kebanyakan pernikahan di zaman sekarang dilakukan setelah berumur 25 tahun atau di atas 30 tahun, lebih-lebih di luar negeri.
"Aku yakin dengan keputusanku sekarang. Pasalnya, sudah tidak ada lagi yang perlu ditunggu. Aku sudah memiliki uang untuk menafkahi Fara, karir dan semua keinginanku juga telah terpenuhi," terbang Alseenio dengan sikap yang tenang.
Kedua orang tua Fara mengerti dengan maksud Alseenio, begitu juga Gondals dan Bella.
Apa yang dikatakan oleh Alseenio ada benarnya, bahkan memang benar
Alseenio sudah berada di atas puncak kekayaan, popularitas sudah sangat tinggi, identitasnya sangat tinggi di berbagai bidang.
Maka dari itu, tidak ada alasan untuk dirinya tidak menikah.
Dengan ucapan Alseenio, semuanya setuju dengan rencana pernikahan Alseenio.
Fara menjadi tidak sabar sekaligus juga deg-degan karena hari di mana dirinya dan Alseenio menjadi pasangan suami-istri secara resmi akan datang lebih cepat.
Tiada keberatan hati di antara mereka semua. Secara bulat dan serempak, mereka semua setuju dengan rencana besar Alseenio. Berharap itu akan terjadi dengan lancar dan sukses.
Setelah makan pagi, Alseenio dan Fara pergi ke dalam ruang kerja Alseenio.
Keduanya saling bertatapan dengan perasaan cinta yang mendalam.
"Apakah pilihan kamu untuk mempercepat pernikahan kita disebabkan oleh kegiatan semalam," tebak Fara dengan pipi yang memerah.
Perasaan semalam sangat dirindukan oleh Fara sekarang.
Alseenio agak tersentak, kemudian menyentuh pipi Fara dengan lembut dan membalas tebakannya, "Tidak, ini memang datang dari dalam diriku."
Melihat Fara yang polos dan lugu seperti ini, Alseenio yakin bahwa Fara tidak memiliki hubungan langsung dengan seorang Dewi Gaia.
Dewi Gaia dan Fara adalah orang yang berbeda. Namun, ada sebuah hubungan yang tidak diketahui oleh Alseenio dan Fara sendiri.
Alseenio menjadi bingung juga ketika memikirkan ini lebih jauh lagi.
Apa sebenarnya dia, dan ada hubungan apa antara dirinya dengan Dewi Gaia.
Ada hubungan juga antara Dewi Gaia dan Fara. Semuanya ini saling berhubungan, tetapi Alseenio tidak tahu sambungannya ke mana dan apa.
"Anu, Sayang." Fara memeluk Alseenio dan duduk di atas pangkuannya.
Kelihatannya, Fara ingin mengatakan sesuatu kepada Alseenio.
Sebagai calon suami Fara, tindakan Fara langsung disadari Alseenio.
"Ada apa? Kamu ingin mengatakan apa, Sayang?" kata Alseenio dengan senyuman di sudut bibirnya.
__ADS_1
Fara melepaskan pelukannya pada tubuh Alseenio. Duduk di atas pangkuan Alseenio sembari melirik kedua mata menawan milik suaminya.
Wajah Fara sangat merah, asap samar-samar mengepul di kedua pipinya.
Alis kanan Alseenio terangkat naik, merasa ekspresi muka Fara ini salah.
"Aku ingin bertanya. Kamu ingin punya anak berapa, Sayang?" Fara bertanya dengan sikap malu-malu kucing.
Penampilan Fara sangat lucu dan menggemaskan, tidak ada pria yang bisa menahan keimutan ini.
Jika Fara mengatakan kalimat "Cebelapa imut cih aku?" di aplikasi Instagrem, maka jawaban semua pria adalah satu juta nilai keimutannya.
Pria tertampan saja tidak bisa menahan keimutan ini.
Tubuh Alseenio membeku selama beberapa detik, kemudian dia memeluk Fara dan menukar posisi mereka.
Saat ini, Fara ada di atas kursi, dan Alseenio berlutut di depan Fara.
Dengan senyum di wajahnya dan jawaban di hatinya, Alseenio menjawab, "Kalau aku ingin seratus anak, apakah kamu sanggup?"
"Seratus?" Fara terperanjat mendengar jawaban Alseenio.
Kursinya bergerak ke belakang sedikit karena hentakan tubuh Fara akibat terkejut.
"Kamu serius?!" Fara kembali bertanya, memastikan jawaban Alseenio tidak bercanda.
Suara tertawa hampir keluar dari mulut Alseenio. Mimik wajah Fara sangat lucu dan heboh, Alseenio sangat menyukai calon istrinya.
"Aku serius, kamu bisa melahirkan seratus anak?"
Sebuah jawaban yang mengejutkan dan tak disangka-sangka keluar dari mulut Fara.
"Bahkan jika kamu ingin memintaku melahirkan seribu anak, aku akan mewujudkan permintaanmu," kata Fara dengan senyuman manis ditunjukkan kepada Alseenio. "Sekarang masalahnya ada di kamu, apakah senjata kamu sanggup bertempur sebanyak itu?"
Ternyata Alseenio ditantang balik oleh Fara.
"Kamu tidak tahu ketangguhan senjataku. Aku bisa membuatku kamu melahirkan satu juta anak dan membuat negara, seperti Panj—"
"Sutt, seratus sudah banyak, jangan ditambah lagi," sela Fara sembari menutup mulut Alseenio dengan jari telunjuknya.
"Pftt! Hahaha ...."
Setelah obrolan tersebut, mereka berdua tertawa dan bermesraan bersama.
Cinta di masa muda merupakan kenikmatan dan keindahan yang didambakan banyak orang tua.
Hari ini, Alseenio dan Fara bekerja bersama untuk membuat konten dan urusan pekerjaan yang berhubungan dengan internet atau media sosial.
__ADS_1
"Kupikir lamu makin terkenal di internet, Sayang."