SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 78: Alseenio Idaman Wanita Cosplayer


__ADS_3

Tangan Bang Luffi secepat kilat menahan tangan Alseenio yang tengah membuka masker, tanpa memberi kesempatan untuk Alseenio berbicara, ia lebih dahulu berkata sambil memandang orang-orang di sekitarnya, “Sebelum orang ini membuka masker, kalian harus berjanji dahulu.“


“Berjanji? Berjanji tentang apa?“


“Kenapa harus berjanji? Memangnya dia siapa?“


“Sial! Aku makin penasaran terhadap pria yang memakai kimono ini!“


Orang-orang yang menyaksikan ketiganya sedang mewawancarai Farida, ketika mendengar ini mereka langsung berkomentar.


Bang Luffi melepas tangannya yang menahan tangan Alseenio dan melirik mereka semua dengan ekspresi yang serius. “Kalian harus berjanji tidak akan rusuh ataupun ricuh.“


“Ya, kami berjanji.“


“Siap, kerusuhan dijamin takkan pernah terjadi, kami akan tenang.“


Mereka semua dengan mudahnya berjanji. Kemungkinan besar mereka sudah sangat penasaran dengan Alseenio yang memakai masker ajaib, dan ingin cepat tahu Alseenio.


Mata Bang Luffi bergerak ke arah semua orang, sedang memastikan orang-orang di sekelilingnya, apakah orang-orang ini bisa dipercaya atau tidak.


“Oke, kalian sudah berjanji. Orang yang berbohong dan ingkar janji, aku harap mereka habis pulang dari sini menjadi sangat sial dan gacha Benshin Impek-nya ampas!“ Bang Luffi menakut-nakuti mereka agar tidak berbohong dengan janjinya.


“Bukannya tidak sial juga tetap sulit mendapatkan gacha yang bagus? Probabilitas di gim Benshin Impek itu sangat kecil untuk mendapatkan yang bagus. Pada dasarnya, gacha dalam gim tersebut memang ampas.“


“Jahat sekali! Aku belum pernah tarik hadiah yang hoki selama dua tahun bermain Benshin!“


Banyak dari mereka yang tidak terima dengan ancaman Bang Luffi, mereka malah mengeluh tentang pengalamannya bermain Benshin Impek.


“Oke, sekarang boleh buka masker,” Bang Luffi berkata kepada Alseenio dan membiarkan Alseenio membuka masker mulutnya.


“Baik.“ Alseenio mengangguk melihat Bang Luffi dan ia mulai membuka masker ajaib di wajahnya.


Di bawah tatapan penasaran orang-orang, Alseenio melepaskan maskernya pelan-pelan, waktu menjadi melambat dan mereka masih terpaku dengan wajah Alseenio yang perlahan terungkap seluruhnya.


Tepat ketika masker Alseenio dibuka, orang-orang terdiam secara berbarengan, seolah-olah mereka sedang melakukan suatu tantangan yang zaman dahulu sempat tren, yaitu tantangan maneken.


Tubuh mereka membeku dan mata di setiap orang membesar. Rasa tidak percaya, kagum, cinta, dan nafsu terlihat dari mata mereka.


Melihat reaksi mereka yang diam terpaku tak bergerak, Alseenio menjadi canggung, kemudian ia tersenyum untuk menghilangkan suasana kaku dan aneh ini.


Begitu mereka melihat senyuman memesona Alseenio yang hangat bak sinar mentari di pagi hari.


Saat berikutnya, semburan seruan dan jeritan terdengar di acara cosplayer ini. Mereka tahu siapa yang pria yang berada di samping Bang Luffi.


“Tampan sekali! Aku jatuh cinta dalam pandangan kedua!“


“Cosplay Narji yang sangat persis sama, bahkan lebih tampan ketimbang dengan yang ada di film animenya!“


“Aaa! Alseenio datang ke sini!“


“Jauh lebih tampan dari yang aku lihat semalam! Sangat cocok me-cosplay Narji!“


Banyak orang yang mengomentari penampilan Alseenio, sebagian dari mereka memuji dan berteriak histeris karena terkejut.


Tidak disangka oleh mereka, Alseenio yang sedang panas di dunia maya ternyata datang ke acara cosplayer.


Melihat reaksi mereka yang berlebihan sampai berteriak dan memanggil nama Alseenio, Bang Luffi menggelengkan kepalanya tanpa daya. Kepopulerannya kalah jauh dibanding dengan Alseenio, terlebih di kalangan wanita, kebanyakan penggemarnya dari kalangan pria.


Sebaliknya, Alseenio memiliki banyak penggemar wanita, lebih lagi banyak yang cantik, Bang Luffi tahu sendiri ketika Alseenio siaran langsung di Tiktod dan Instagrem.


Bahkan teman istrinya juga seorang penggemar berat Alseenio.


Fandick dan tim Bang Luffi terpana melihat banyak orang yang bersorak gembira, kameraman Bang Luffi mengarahkan kameranya ke orang yang menonton di sekeliling mereka.


Kerumunan makin bertambah banyak begitu Alseenio mengungkapkan wajahnya, ditambah banyak suara teriakan, orang-orang yang tidak juah dari tempat mereka sedang mewawancarai Farida datang karena ingin tahu.


“Emm, apa aku boleh berfoto bersama denganmu?“ Farida menatap Alseenio dengan wajah yang malu-malu.


Alseenio ingat dengan misinya, tidak mungkin ia tolak.


Dengan senyuman yang memesona, Alseenio mengangguk lembut. “Tentu saja itu boleh, peluk pun boleh.“


“Ii desu ka?!“ Mata Farida menyala hijau dan menatap Alseenio dengan wajah yang gembira, ia juga tanpa sadar berkata dalam bahasa Jepang.


“Ee, ii desu yo.“ Alseenio mengangguk dan membalasnya dengan bahasa Jepang.


Sebelum Alseenio bisa bereaksi, wanita yang ada di sebelahnya ini tiba-tiba menangkapnya dan memeluknya dengan erat selama beberapa detik lalu melepaskannya begitu saja.


Bang Luffi dan Timnya langsung tersenyum masam, mereka iri dengan Alseenio yang dipeluk wanita cantik seperti Farida.


Banyak wanita cosplayer yang ada di sini berteriak kencang saat melihat idolanya dipeluk oleh seorang wanita, kemudian satu per satu dari mereka meminta untuk memeluk Alseenio juga.

__ADS_1


“Terima kasih!“


Setelah berfoto bersama dan memeluk Alseenio, wanita bernama Farida ini berterima kasih kepada Alseenio dengan hati yang senang dan bahagia.


Diiringi suara celoteh dari banyak orang-orang, Bang Luffi dan Fandick melanjutkan wawancaranya bersama Farida.


“Kacau! Terlalu ramai yang mengikuti kita,” Bang Luffi berkata sambil melihat ke arah belakang.


Di belakang mereka terdapat banyak cosplayer wanita dan pria yang berjalan kelihatannya sedang mengikuti ke mana Bang Luffi dan Alseenio pergi.


“Biarkan saja, mereka sudah berjanji tidak akan membuat kekacauan, tadi pun mereka hanya berteriak dan tidak mendorong-dorong orang lain.“ Fandick sudah pasrah terhadap penggemar Alseenio dan Bang Luffi, dua orang ini memang terkenal dibanding dirinya.


“Emm … tetap saja ini terlalu mengundang orang untuk melihat kita semua, keadaan makin ramai.“


Bang Luffi tampak risih melihat banyak orang yang mengikutinya, soalnya ini terlalu ramai, ia takut akan disalahkan karena membuat kerumunan orang.


“Daripada gelisah seperti itu, lebih baik wawancarai wanita di depan sana,” ujar Fandick yang melihat sesuatu yang tidak jauh di depannya.


“Mana?“ Bang Luffi penasaran dan bertanya.


Fandick menunjuk ke suatu arah di depan. “Itu, di sana, arah jam 11.“


Melihat wanita yang ditunjuk Fandick, mata Bang Luffi berbinar-binar. Wanita yang ditunjuk sangat cantik, juga kostumnya adalah kostum dari karakter kesukaannya di Benshin Impek.


“Ayo kita berangkat!“


Mereka bertiga bersama tim Bang Luffi dan para penonton yang setia ingin melihat Alseenio berjalan mendekati wanita tersebut.


Namun, begitu mereka hampir sampai, wanita itu menoleh ke arah mereka dan tiba-tiba berlari ke arah mereka.


Dua bola yang cukup besar itu memantul dahsyat, kemudian di bawah tatapan semuanya, wanita itu memeluk Alseenio tanpa izin.


Alseenio bingung dan ia menoleh ke arah Bang dan Fandick yang ikut bingung dan tak mengerti.


Tangan Alseenio terangkat, ia sama sekali tidak ingin memeluk kembali wanita yang secara mendadak memeluknya, takut dikatakan pelecehan.


“Anu, maaf aku tiba-tiba memelukmu,” ucap Wanita ini merasa bersalah karena tindakannya. “Kamu ini cosplay Narji“


Setelah memeluk, wanita ini menatap Alseenio dengan malu dan bertanya tentang kostum yang dipakai Alseenio.


Alseenio menggaruk pelipisnya dan mengangguk. “Benar, aku sedang me-cosplay Narji dari Nazito.“


Mendengar ini Alseenio bingung ingin menjawab apa, jadi dia hanya mengangguk.


Merasakan suasana menjadi sunyi dan canggung, Wanita cantik ini meminta maaf lagi. “Anu … sekali lagi aku minta maaf atas tindakan ceroboh tadi, aku saking senangnya jadi tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri.”


“Tidak apa-apa,” kata Alseenio yang merasa itu bukan masalah. “Oh, iya. Apakah kami boleh mewawancarai kamu?“


“Umm … boleh, silakan saja, aku akan menjawab sebisaku.“ Wanita ini mengangguk pelan, perlahan sikapnya berubah menjadi terkendali.


Namun, pipinya masih memerah, rasa malu karena tindakannya yang barusan tetap tersisa.


Bang Luffi dan Fandick yang sementara waktu menjadi npc, akhirnya bergerak dan mewawancarai Wanita yang pemberani ini.


Kostum yang dikenakan wanita ini adalah kostum dari pada karakter Benshin Impek, yaitu Ceqing.


Di tangannya terdapat pedang replika yang terbuat dari plastik, menurut Bang Luffi sudah mirip sekali dengan Ceqing di dalam gim.


Pakaian ungu dan stoking hitam seksi ini sangat mencerminkan sekali Ceqing, ditambah ikat kuda ganda.


Sangat bagus dipakai oleh wanita cantik satu ini.


“Apa ada Instagremnya, Kak Risa? Kalau ada boleh dipromosikan ke kamera,“ tanya Fandick dengan sopan.


Wanita ini bernama Risa, nama yang cantik, sesuai dengan wajahnya.


Risa mengangguk. “Risaaaaa33 itu nama akunku. Ingat! Huruf 'a' ada lima, bukan huruf 'e' yang ada lima.“


“Oke, terima kasih sudah mau diwawancarai!“


“Iya, sama-sama. Terima kasih juga sudah mengizinkan aku berfoto bersama Alseenio.“


Kedua pihak sama-sama diuntungkan, mereka saling berterima kasih.


Alseenio juga diuntungkan karena misi hampir selesai, hanya perlu satu wanita lagi.


“Omong-omong, apa ada tipe pria yang disuka oleh Kak Risa?“ Sebelum pergi, Fandick tiba-tiba bertanya dengan penasaran.


Alih-alih menjawab melalui lisan, Risa menunjuk Alseenio dengan gerakan yang kelihatan pemalu, pipinya pun bertambah merah, seperti apel yang sudah matang dan siap dipetik.


Senyum kecut muncul di wajah Fandick, memang sulit jika mendekati wanita bersama dengan Alseenio, saingannya sangat berat.

__ADS_1


Alseenio hanya diam, seolah-olah tidak tahu.


Selanjutnya, mereka berpamitan dengan Risa, dan lanjut mencari target yang lain.


Orang berikutnya yang diwawancarai adalah seorang pria dan seorang wanita, mereka berdua tampak seperti pasangan.


Namun, begitu diwawancarai, ada dua pendapat yang berbeda yang dilontarkan oleh keduanya.


Menurut si pria, mereka berdua adalah pasangan dan sudah menjalin cinta mulai hari kemarin.


Berbeda dengan pengakuan si wanita, kata wanita itu mereka hanya teman dan tidak menjalin cinta sama sekali.


Mendengar ucapan wanita, pria itu terlihat ingin menangis.


Sebelum pria itu menangis, wanita itu sudah pergi meninggalkan Bang Luffi dan semuanya yang sedang mewawancarainya.


Pria itu segera ditenangkan oleh Fandick dan yang lain, memang sakit dicampakkan oleh wanita di depan umum.


“Sabar-sabar, Kawan. Jangan menangis, laki-laki harus kuat seperti Saviorman.“ Fandick mengusap punggung pria ini mencoba menenangkannya.


“Iy–iya, Bang.“


Ada sebuah kejanggalan dalam kejadian ini, wajah Alseenio sama sekali tidak kasian atau bersimpati terhadap pria ini.


Pada dasarnya, Alseenio sudah tahu siapa yang salah di sini, bukan wanita yang pergi itu, melainkan pria yang menangis ini.


Dari informasi dasar pada data yang ditampilkan oleh Sexeyes, pria ini merupakan pria yang sering bermain dengan wanita, bukan hanya bermain hati, tetapi fisik juga, pria ini adalah pemain lama versi wibu. Sementara wanita itu, wanita ini sebaliknya, wanita ini sama sekali belum pernah melakukan hal aneh dengan pria, kesuciannya masih tinggi.


Kemungkinan besar pria ini berpura-pura menjadi pacar si wanita dan mengambil simpati orang dengan menangis.


Alseenio sama sekali tidak membantu pria ini, dia hanya dia dan bermain ponselnya karena ada pesan masuk dari Fara dan Niara.


Usai semuanya kembali kondusif, pria yang menangis juga sudah tidak menangis lagi, mereka pergi dan mencari target yang lain.


Tak lama kemudian misi selesai dan suara mekanis Sistem terdengar di telinga Alseenio.


[Ding! Misi Berfoto Bersama Cosplayer Cantik Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Kontrol Rambut, Jam tangan Vacheron Constantin Tour de I'Ile, dan Hoodie Louis Vuitton Monogram Mineral Mink-Fur!]


[Hadiah barang telah ditempatkan di dalam bagasi Gemera.]


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan kemampuan kontrol rambut?]


“Nanti saja,” Alseenio menjawab sambil berjalan bersama dengan Tim Bang Luffi.


Waktunya tidak tepat untuk memasukkan kemampuan tersebut ke dalam tubuhnya, saat ini dirinya sedang bersama banyak orang, semuanya akan curiga jika ada sesuatu keanehan yang terjadi padanya.


Alseenio, Bang Luffi, dan timnya, mereka sudah selesai berwawancara, sekarang sudah saatnya pulang karena hari sudah sore.


Untuk bisa pulang juga mereka harus menghadapi ribuan orang yang ingin berfoto dan bersalaman dengan Alseenio, Bang Luffi juga makin populer karena identitasnya sebagai teman Alseenio.


Tepat ketika Bang Luffi dan Timnya sudah masuk ke mobil masing-masing, Fandick dan satu orang tim Bang Luffi melihat ada dua tas belanjaan di atas kursi belakang Gemera, mereka tidak bisa duduk jika ada barang ini.


Saat Fandick ingin menyentuhnya, Bang Luffi langsung menahan Fandick.


“Jangan disentuh, itu mahal, Fan!“


Alseenio yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil, terkejut dengan suara Bang Luffi dan ia bertanya, “Ada apa?“


“Ini, Bang Nio. Fandick ingin memegang tas belanjaan kamu,” kata Bang Luffi yang duduk di samping kursi pengemudi.


“Tas belanjaan?“


Ketika melihat dua tas yang ada di dalam mobil, Alseenio tersenyum dan segera mengangkatnya.


“Duduk saja kalian berdua, aku minta tolong Bang Fandick untuk membawa dua barang ini.“


“Boleh-boleh.“ Fandick dengan senang hati menolong Alseenio.


Keduanya duduk di dalam mobil dan Fandick menaruh kedua tas belanjaan ini di atas pangkuannya.


Alseenio duduk di kursi pengemudi dan mulai menyalakan mobil.


“Ini tas apa, Bang Nio?“ Fandick menjadi penasaran.


“Sudah aku bilang, Fan. Itu barang mahal lihat saja mereknya.“ Bang Luffi melihat ke Fandick yang ada di kursi belakang.


Alseenio tersenyum kecil. “Itu Jam tangan Vacheron Constantin Tour de I'Ile, dan Hoodie Louis Vuitton Monogram Mineral Mink-Fur.“


“Jam tangan dan Hoodie apa itu?“


Segera, Fandick mencari jenis kedua barang tersebut di Gugel dan kemudian ia berseru terkejut, “Fak! Mahal sekali, sialan!"

__ADS_1


__ADS_2