
Alseenio tersenyum canggung dan menggaruk pipinya terlihat kikuk. “Anu, aku mengikuti apa yang disuruh Bang Windi, kebetulan aku kedapatan memilih Yituber wanita, hehe.“
Pipi Fara mengembung sambil mengerucutkan bibirnya, jelas sekali Fara marah dengan tindakan Alseenio.
“Jangan marah, Sayang. Aku murni memberi wanita itu uang untuk membantunya, lagi pula mereka juga setuju dengan pilihanku, aku tidak meminta nomor atau apa pun dari Yituber itu,” Alseenio berkata dengan nada yang cemas dan panik.
Melihat Alseenio yang kelihatan panik dan mencoba menenangkan amarahnya, Fara menahan tawa di dalam hatinya dan berusaha untuk mempertahankan ekspresi marahnya.
Dengan wajah yang tidak senang, Fara pun bertanya, “Lebih cantik siapa? Aku atau dia?“
Wajah panik Alseenio seketika berubah dan ia tersenyum sangat tampan, “Pakai bertanya, tentu saja itu kamu, tidak ada yang lebih cantik dari kamu, dan kedua ibu kita, Sayang.“
“Sungguh?“ Wajah Fara yang tampak marah secara bertahap berubah. Bibirnya yang cemberut pelan-pelan terangkat naik.
“Iya, itu adalah fakta yang sulit disangkal oleh para pejuang keadilan Twittard sekalipun.“ Alseenio tersenyum begitu cerah dan mengangguk.
Kalimat manis Alseenio sangat berefek bagi Fara, ia sampai lupa dirinya hanya berpura-pura marah sebelumnya untuk melihat reaksi Alseenio, ternyata hasilnya itu membuat hati Fara meleleh.
Tanpa berbicara lagi, Fara menyambar mulut Alseenio sembari tubuhnya merangkak naik ke pangkuan Alseenio, untuk sekian kalinya mereka melakukan adu mulut yang sangat panas.
Keduanya tidak tahu bahwa anggota Jaya Exford menyaksikan adegan panas mereka di balkon. Namun, mereka hanya sebentar mengintip keduanya beradu bibir karena mereka tidak tahan lagi untuk terus mengawasi mereka, pemandangan kegiatan yang Alseenio dan Fara lakukan membuat mereka ingin melakukan hal yang sama.
Kak Gheska dan Rijal hanya bisa diam, mereka jomlo tidak memiliki pasangan, cukup diam dan alihkan pikiran ke sesuatu hal yang lain.
Jomlo tidak bisa melakukan apa-apa dalam situasi seperti ini, satu hal yang bisa mereka lakukan, yakni meratapi nasib.
Lebih dari 5 menit Alseenio dan Fara melampiaskan rasa kasih dan sayangnya, akhirnya mereka berhenti dan merapikan baju sebelum masuk ke dalam apartemen, malam makin larut, Alseenio harus membantu Bang Windi ke sesi kedua atau terakhir siaran langsung.
Begitu keduanya masuk kembali ke dalam apartemen, suasana di sana menjadi sangat kaku, seperti ada sesuatu yang salah.
Bang Windi dan yang lain pun berinteraksi dengan canggung kepada Alseenio, kondisi ini dirasakan juga oleh Fara, wanita-wanita di sini seakan mengetahui sesuatu hal, mereka mengobrol dengannya terasa amat aneh.
Namun, perlahan suasana ini menjadi baik dan kembali normal.
Segera, pria-pria anggota Jaya Exford pergi ke ruang studio Bang Windi, mereka melakukan persiapan untuk siaran langsung sesi kedua.
“Bagaimana tampilanku, Bang Nio? Tidak ada yang salah, kan?“ Candy bertanya sembari berdiri di depan Alseenio dan menunjukkan pakaiannya.
Melihat baju dan celana yang dipakai Candy, tidak ada yang salah, semuanya terlihat bagus.
Alseenio mengangguk. “Tidak ada yang salah dengan pakaianmu, tetapi ada sebutir nasi yang menempel di sudut mulutmu.“
Dengan cepat, Candy menyeka sebutir nasi dari ujung mulutnya.
Kemudian ia memeriksa sendiri penampilannya dan memastikan tidak ada sesuatu yang memalukan dari pakaiannya.
“Terima kasih, Bang Nio.“
“Sama-sama.“
Melihat anggota Jaya Exford banyak yang memperbaiki baju dan penampilan, Alseenio pun mengikuti mereka, baju kaos hitam dan celana panjangnya tidak ada bagian yang kotor, semuanya dipakai dengan rapi dan benar.
__ADS_1
Selanjutnya, usai mereka melakukan persiapan selama 15 menit, mereka duduk di kursi masing-masing, beberapa orang berdiri dan ada juga yang duduk di sofa belakang, masih tertangkap kamera tidak ada yang tertutupi.
Sama dengan pola sebelumnya, mereka bergantian memilih Yituber pemula, dimulai dari Bang Windi sampai terakhir Bang Rino.
Bang Windi, Rijal, dan Mac mendapatkan bagian yang memilih Yituber Pria, sedangkan Alseenio, Candy, dan Rino memilih yang wanita.
Siaran langsung makin ramai dikunjungi oleh banyak penonton, dalam 30 menit siaran langsung itu dinyalakan, sudah ada 300.000 orang dan itu terus melonjak naik.
Hal tersebut dikarenakan siaran langsung sesi pertama sangat panas dan bahkan masuk video nomor 1 yang tren di Yitub server Indonesia.
Video ulang siaran langsung tersebut telah ditonton oleh 4 juta orang dalam beberapa jam saja.
Komentarnya pun sangat positif, terlebih yang memberikan tombol suka juga banyak, lebih dari 500.000 orang.
Baru 30 menit siaran langsung sesi kedua, kanal Yitub Bang Windi berhasil mencapai 10 juta pelanggan tanpa adanya kejahilan dari Bocil Kehidupan.
Mereka berenam melakukan ritual dengan mengikuti gerakan Bang Windi yang acak tanpa ada maknanya, tetapi terasa lucu begitu melihat mereka melakukan ritual itu.
Kegiatan berbagi masih dilanjutkan, giliran Bang Mac dan Alseenio sudah terlewati, sekarang giliran Candy yang memilih Yituber wanita.
Tepat ketika Candy ingin mencari Yituber wanita yang ditampilkan di laman pencarian Yitub, Bang Windi menepuk bahu Candy dan berkata, “Eh, Candy, katanya penonton Koco Kanuaku ulah tahun tanggal dua belas kemarin, bagaimana kalau beri ke Koco saja?“
“Ke Koco? Tidak apa-apa memangnya?“ Candy ragu dengan saran Bang Windi. Mengingat Koco bukan Yituber pemula dan walaupun tidak diberi bantuan, Koco tetap eksis dan dapat perhatian dari penggemarnya.
Berbanding terbalik dengan Yituber pemula yang benar-benar baru mulai.
“Banyak penonton yang memilih, lihat saja.“
“Lakukan pungutan suara saja di kolom komentar, Bang Windi. Nanti ketika salah pilih, kita dihakimi bocil-bocil,” Bang Mac memberi usulan.
“Benar juga, Mac. Baiklah, aku akan membuat pilihan untuk mereka.“
Segera tangan Bang Windi mengambil alih tetikus dan keyboard yang dipegang Candy, secepat kilat ia membuat 2 pilihan yang akan disediakan di dalam ruang siaran langsung.
Baru saja 1 menit pemungutan suara diletakkan, kurang dari 200.000 orang telah memilih di antara kedua pilihan tersebut.
Hasilnya, pilihan tersebut dimenangkan oleh para penonton yang memilih untuk mendonasikan ke saluran Koco Kanuaku, dari 350.000 orang yang memilih, terdapat 73% yang setuju untuk memberi uang kepada Koco.
Sesuai dengan pilihan para penonton, Candy membuka saluran Koco Kanuaku yang sedang melakukan siaran langsung, Koco sedang bermain gim tembak-tembakan yang bisa dimainkan di ponsel, cukup terkenal di kalangan anak-anak, gim tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Tembak Gratis.
Koco sedang bermain Tembak Gratis sendiri saja, beberapa bulan yang lalu ia bermain dengan teman Pituber satu agensi dengannya.
“Admin Tembak Gratis, masa aku tidak diberikan hadiah lagi, kemarin cuma dikasih Aloq jumsot, padahal aku sudah mengalahkan 15 musuh.“
Koco sedang di mode pemalak, memang sangat lucu suaranya.
Seketika, Bang Windi dan yang lainnya terdiam dan terpesona oleh suara Koco, Alseenio tidak termasuk, ia sebenarnya bisa membuat suaranya lebih lucu dari suara Koco.
Alseenio menyentuh bahu Bang Windi dan menyadarkannya.
“Maaf-maaf, aku terbawa suasana,“ Bang Windi berkata kepada Alseenio dan anggota Jaya Exford yang lain.
__ADS_1
Dengan lekas, Bang Windi memindai kode bar untuk memproses pemberian uang 51 juta kepada situs donasi Koco.
“IlhamGoat baru saja memberikan Rp51.000.000,00. Semangat Koco, jangan lupa sedia obat sakit mata.“
Begitu Koco melihat notifikasi donasi yang muncul di layar komputernya, ia tertegun sejenak dan karakter dalam gimnya pun terdiam tak bergerak.
Berikutnya, kepala kartun Koco menoleh dengan kaku ke arah atas untuk melihat lagi pesan pemberitahuan tersebut.
Ia tidak salah melihat, angka yang tertera memang sangat besar.
“Aaa!! Omaga! Omaga! Apakah ini beneran!“ Koco berteriak keras setelah sadar dari keterkejutannya, ia bertanya-tanya kepada para penonton tentang yang terjadi.
“Siapa yang kirim? Ilham Goat? Apakah itu Bang Windi?!“
Saat melihat nama pemberi uang tersebut, Koco baru sadar akan namanya, ini sangat familiar baginya.
Untuk memastikan, Koco membaca rentetan komentar yang bergulir cepat, ruang siaran langsungnya bertambah banyak sampai ada 50.000 lebih yang menyaksikan Koco.
Isi ruang komentarnya adalah membenarkan tebakannya, ternyata yang mengirim Bang Windi, bahkan Bang Windi sedang menyaksikannya saat ini.
Bukan hanya Bang Windi, idolanya pun menontonnya.
“Bang Windi, Bang Nio tersayang, dan semua anggota Jaya Exford, terima kasih sudah memberi donasi, tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan kebaikan kalian.“
Di layar komputer Bang Windi, karakter Koco wajahnya memerah saat menyebut nama Alseenio yang ditambah gelar kesayangan.
Dalam sekejap, semuanya menatap Alseenio dan terpana.
Alseenio diam, tidak tahu harus bereaksi apa, ia tidak pernah berkomunikasi dengan Koco.
Siaran langsung sesi kedua akhirnya selesai, Bang Windi resmi menamatkan Yitub.
Rencananya, Bang Windi akan melakukan siaran langsung di saluran kedua, ia akan memberi tahu tentang sebuah informasi kepada para penggemar.
Di angka 10 juta ini, Bang Windi tidak akan menyiarkan siaran langsung seperti sebelumnya yang intens, sehabis ini ia tidak akan siaran langsung begitu sering, Bang Windi akan rehat, tidak pensiun.
Alseenio mendukung kemauan Bang Windi jika memang itu membuat Bang Windi lebih baik.
Menurutnya juga, memang sudah saatnya Bang Windi istirahat.
Jam telah menunjukkan pukul 9 malam, semua anggota Jaya Exford berpamitan dengan Bang Windi dan Kak Agnis lalu pulang ke rumah masing-masing.
Sebelum pulang, Alseenio berbicara tentang liburan dengan Bang Windi, kebetulan di tanggal 16 Bang Luffi mengajak Alseenio untuk liburan ke Jepang, Sistem pun mengeluarkan sebuah misi spesial yang cukup merepotkan.
Bang Windi tertarik, dan ia setuju untuk pergi liburan bersama dengan Alseenio dan Bang Luffi nanti.
Setibanya di mansion, Alseenio dan Fara berkumpul bersama orang di rumah, seperti biasanya mereka mengobrol sebelum pergi tidur.
Keesokan harinya, Alseenio dan Fara keluar dari mansion dengan menggunakan sepeda motor Harley DavidDisini CVO Limited, hari ini mereka memiliki sebuah acara dengan seseorang.
“Kita sebenarnya mau ke mana, Sayang?“ Fara yang duduk di jok belakang bertanya kepada Alseenio yang santai mengendarai sepeda motor.
__ADS_1
Alseenio tersenyum dan menjawab, “Kita sedang pergi ke pelaminan.“