SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 173: Hari Terakhir Pelayan


__ADS_3

Alseenio dan Fara mengangguk paham. Keputusan Fandick untuk menikahi Cantika sudah lumayan bulat, itu berkat keduanya.


Di ruangan ini, mereka semua mengobrol bersama sampai beberapa jam hingga makan malam tiba.


Fandick makan malam di mansion bersama mereka semua, pengalaman makan malam di mansion benar-benar membuat pandangan Fandick terbuka, ternyata rasanya menjadi orang kaya adalah seperti sekarang.


Meskipun makanannya enak, keluarga juga adalah hal yang penting dalam makan malam bersama, jika tanpa mereka, makan malam takkan ada artinya.


Usai makan malam bersama dengan Alseenio dan keluarganya, Fandick dan Alseenio pergi ke ruang studio. Di sana, Alseenio dan Fandick melakukan kolaborasi dalam membuat konten video Yitub.


Konten yang mereka buat adalah tentang Okegle atau OkeTV.


Mengajak Fandick bermain Okegle dan membuat konten video memang bukan hal yang salah, video yang mereka buat tampak seru dan menegangkan.


Menegangkan karena wanita-wanita yang mereka berdua temui ini sangat berani.


Begitu wajah Alseenio muncul, mereka semua langsung agresif tingkat tinggi, bahkan membuat Fandick bingung dengan tingkah dan perilaku mereka.


Biasanya, orang luar negeri itu kalem dan tenang, tetapi saat bertemu Alseenio, mereka tak berbeda dengan wanita di Indonesia ketika bertemu dengan idolanya, teriakan dan jeritan senang terdengar membuat gendang telinga sakit dan pengang.


Banyak di antara wanita-wanita ini yang belum tahu dengan identitas Alseenio sehingga mereka hanya fokus dengan ketampanan atau wujud dari Alseenio tanpa tahu identitas sebenarnya.


Mereka semua meminta Alseenio untuk memberi tahu nama akun Instagrem karena mereka ingin mengikuti akunnya dan berteman. Tentu saja, Alseenio memberi tahu nama akun media sosial miliknya kepada mereka. Akan tetapi, saat tahu media sosial Alseenio itu terkenal, mereka langsung sadar dan tahu tentang Alseenio.


Ada beberapa dari mereka yang bilang bahwa di kampus dan lingkungan pertemanannya sedang membahas seorang pria yang tampan. Ternyata orang yang menjadi pembahasan banyak orang di kampus dan lingkungan pertemanannya adalah Alseenio sendiri.


Dari informasi ini Alseenio dapat menyimpulkan bahwa dirinya sudah terkenal sampai ke luar negeri. Sebenarnya, sudah dari dahulu, tetapi sekarang namanya makin menyebar dan banyak orang tahu.


Buktinya, ketika Fandick dan Alseenio pergi ke server Korea Selatan, di sana banyak sekali yang mengetahui Alseenio.


Tiap kali Alseenio dan Fandick bertemu seorang wanita korea, wanita tersebut pasti menyebutnya dengan panggilan “oppa” atau dalam bahasa Indonesia artinya kakak laki-laki.


Panggilan sayang dari wanita muda ke pria yang lebih tua.


Wanita-wanita di Korea Selatan sudah banyak yang menjadi penggemarnya, terlebih di kalangan yang menyukai dunia idol atau grup band negeri ginseng, mereka banyak yang tahu Alseenio.


Selama Fandick membuat video dengan Alseenio, dia baru paham bagaimana menjadi seorang yang tampan dan terkenal. Rasanya bising, gendang telinga disuguhi oleh teriakan para penggemar. Di media sosial, kota pesan dipenuhi pesan dari orang-orang yang tak dikenal dan tak jelas isi pesannya.


Tak selamanya menjadi tampan untuk menyenangkan dan bahagia, banyak hal yang merepotkan. Alseenio harus memakai masker seharian demi orang-orang tidak mengenalinya dan itu adalah hal yang merepotkan. Pasti terasa sesak jika memakai masker selama berjam-jam, Fandick tidak kuat.


Setelah membuat konten video Okegle, kini berganti giliran, Fandick mengajak Alseenio bermain sebuah gim.


Saluran Yitub Fandick berisi video dirinya sedang bermain gim. Jadi, dia mengajak Alseenio bermain gim bersama dan membuat konten kolaborasi.


Gim yang dimainkan oleh keduanya bertema horor. Waktunya sangat cocok, jam 10 malam bermain gim horor bersama.


Beberapa kali Alseenio menunjukkan wajahnya yang terkejut ketika ada hantu yang muncul, gim ini harus fokus karena banyak teka-teki yang harus dipecahkan.


Ketika fokus itulah momen yang tepat untuk hantu dalam gim muncul dan membuat pemainnya termasuk Alseenio terkejut hingga tubuhnya tersentak.


Ekspresi wajah Alseenio yang terkejut berhasil terekam kamera. Wajahnya ketika terkejut tidak jelek, itu tidak membuat wajah tampan Alseenio berkurang, wajahnya tetap tampan, malah membuat orang ingin memeluknya setelah melihat Alseenio kaget dan tersentak.


Sebagai teman, Fandick pasti tertawa, tidak peduli temannya itu tampan atau tidak.


Konten yang dibuat sampai 1 jam lebih sebelum permainan habis. Permainan horor ini bukan permainan yang panjang, dalam waktu kurang dari 1 jam sebenarnya bisa tamat, tetapi Fandick dan Alseenio membuatnya lama.


Setelah itu, Alseenio dan Fandick mengedit video sebelum mereka berdua pergi dari ruang studio dan tidur.


Fara tidak ikut mereka membuat konten video lantaran dia sedang membantu ibunya mengurus ayahnya yang masih sakit. Ayah Fara belum sembuh sepenuhnya. Butuh waktu yang lama untuk bekas luka mengering dan Ayah Fara bisa bergerak seperti orang yang normal.


“Besok Bang Nio pergi kerja ke restoran sana?“ tanya Fandick yang bersandar di kursi melepas jenuh usai mengedit video.


Fandick tahu tentang Alseenio bekerja, itu sudah diceritakan pada saat berkumpul di ruang khusus tamu dari kalangan teman-teman.


Reaksi Fandick saat tahu tentang ini sama dengan Fara saat baru tahu Alseenio adalah orang yang viral di internet.


Pria ini tidak menyangka bahwa pelayan tampan yang sedang terkenal di Tiktod dan media sosial lainnya adalah Alseenio.


Pantas saja, Fandick merasa familier dengan sosok pelayan tampan yang diperbincangkan banyak orang, tetapi dia tidak tahu siapa yang familier itu, ternyata orangnya adalah Alseenio.


“Benar, aku besok masuk pagi. Ada apa, Bang Fandick?“ Alseenio menoleh dan menjawab pertanyaan Fandick.


“Kalau begitu, kita bareng saja perginya. Bagaimana?“


“Boleh, aku tetap naik sepeda motor.“ Alseenio tak keberatan dengan ajakan Fandick.


Fandick tersenyum dan mengangguk. “Oke, besok kita berangkat bersama di pagi hari.“

__ADS_1


“Oke.“


Mereka berdua berpisah, meninggalkan ruang studio dan pergi ke kamarnya masing-masing, mereka butuh tidur dan beristirahat agar menghadapi hari besok dengan penuh tenaga.


Waktu berjalan konstan, tetapi terasa begitu cepat seolah itu berakselerasi dengan kecepatan yang tinggi.


Hari ini adalah hari ke-30 Alseenio bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran masakan Indonesia. Jatuh pada tanggal 28 Februari 2023.


Selama beberapa hari sebelumnya, banyak peristiwa yang telah terjadi, peristiwa yang mungkin penting yang terjadi bagi Alseenio.


Berita tentang Fandick muncul usai dia pergi ke rumah Cantika, berita itu termasuk berita yang menghebohkan bagi kalangan pertemanan Alseenio, khususnya lingkaran pertemanan Bang Luffi dan Bang Windi.


Tak menyangka Fandick akan menikah di bulan Juli nanti dengan Cantika. Teman-teman semuanya salut dengan Fandick yang cekatan dan tak perlu menunggu lama untuk meminang wanita.


Beruntungnya, keluarga cantika cocok dengan Fandick, mereka tidak peduli dengan pekerjaan Fandick asalkan anaknya bahagia dan dijaga baik-baik oleh Fandick.


Apa yang dikatakan Fara benar, orang yang mirip dengan Cantika biasanya memang tidak memandang kekayaan, melainkan tanggung jawab, mereka sudah punya uang dan tak membutuhkan uang dari pihak keluarga pria, asalkan bertanggung jawab dan mumpuni.


Fandick termasuk kandidat yang terpilih dan dia diperbolehkan untuk menikahi Cantika.


Pada awalnya, Fandick ingin memilih untuk menikahi Cantika di bulan Maret, tetapi tidak jadi lantaran Alseenio dan keluarganya.


Sebuah nasihat dilontarkan oleh Bella, Gondals, dan orang tua Fara. Sebaiknya, jangan terlaku cepat meminang, beri jeda beberapa bulan untuk Fandick dan Cantika mempersiapkan segalanya.


Pernikahan bukanlah permainan atau trend yang musiman, butuh persiapan yang matang untuk menikah karena ke depannya rintangan setelah menikah sangatlah banyak.


Nasihat dari keluarga Alseenio dimengerti poinnya oleh Fandick. Dengan begitu, dia memutuskan untuk menikahi Cantika di bulan Juli.


Mulai dari tanggal 10 Februari kemarin, Fandick sudah tinggal bersama atau berdua dengan Cantika. Orang tua Cantika membelikan rumah untuk keduanya tinggal di sekitar rumah keluarga Cantika, cukup dekat.


Tujuan dibelikannya rumah itu adalah supaya mereka lebih dekat dan merasakan bagaimana rasanya setelah menikah. Selalu bertemu setiap hari dan menjalankan aktivitas bersama.


Apabila mereka berdua selama berbulan-bulan itu tinggal di rumah itu sampai hari pernikahan datang banyak terjadi pertengkaran. Orang tua Cantika dan Fandick akan membatalkan pernikahan. Sementara itu, jika sebaliknya, mereka melanjutkan pernikahan.


Bisa dikatakan ini adalah proses seleksi di antara mereka berdua, dan memastikan bahwa mereka berdua memang cocok serta pantas bersama selamanya.


Proses tersebut tetap dipantau oleh keluarga Cantika. Kegiatan mereka berdua di dalam rumah tersebut dilihat dan diamati agar kejadian buruk tak terjadi. Sesekali keluarga Cantika menengok dan datang ke rumah mereka berdua untuk memeriksa keduanya.


Jadi, Fandick sudah tidak di Bandung lagi bersama Bang Luffi. Apabila ingin pergi ke Bandung, Cantika harus dibawa ke sana juga. Ikut dengan Fandick ke rumah Bang Luffi.


Itu perjanjian mereka berdua, apabila di antara mereka bepergian main atau jalan-jalan, mereka harus mengajak untuk ikut bersama.


Selama beberapa hari itu, Fandick dan Cantika pernah datang ke mansion Alseenio untuk sekadar bermain dan mengobrol.


Alseenio melihat hubungan mereka baik-baik saja, bahkan terbilang romantis.


Sifat Cantika sangat perhatian kepada Fandick. Kerap kali mengomel saat Fandick melakukan kesalahan, begitu pedulinya kepada calon suami.


Sifatnya agak mirip Fara, versi lebih lembut. Fara lebih brutal sekalinya mengomel, seperti ibu-ibu yang memarahi anaknya karena nakal.


Melihat hubungan Fandick dan Cantika yang berkembang baik, Alseenio dan Fara menjadi senang, kemungkinan besar mereka berdua sampai ke pernikahan yang telah mereka rencanakan dan hidup bersama bahagia.


Tidak selalu bahagia, setidaknya bisa selalu bersama dalam kehidupan mereka berdua.


Cerita cinta Fandick yang busuk memiliki tanda-tanda akan berakhir, digantikan dengan cerita cinta yang bahagia bersama Cantika.


Selain itu, perkembangan mengenai pekerjaan dan misi Alseenio selama beberapa hari bisa dikatakan sangat bagus.


Restoran benar-benar mengalami kenaikan omzet penjualan selama Alseenio bekerja. Ketika libur dan Alseenio tak bekerja pun omzet masih tinggi dari hari biasanya.


Pak Mugi dan Pak Nana sudah tahu alasannya. Oleh sebab itu, kedua pemimpin restoran cabang Kebun Sirih memperhatikan Alseenio.


Penilaian mereka berdua terhadap Alseenio sudah sangat tinggi, bahkan keduanya siap membantu Alseenio memperpanjang kontrak.


Sayangnya, Alseenio tidak akan mau memperpanjang kontrak, dia sudah bilang kepada Rara bahwa dirinya bekerja selama 1 bulan saja.


Kontribusi Alseenio sangat besar. Bukan hanya menarik pelanggan, tetapi juga efisiensi kerjanya sangat bagus.


Alseenio dengan cepat mengerjakan pekerjaannya tanpa ada sedikit pun yang salah. Dalam mencuci piring saja kecepatan Alseenio dalam menyelesaikannya melebihi para karyawan senior yang bertahun-tahun mencuci piring di restoran.


Selain itu, tugas Alseenio dalam melayani pelanggan sangat bagus, bahkan selama beberapa hari ini dia sudah diperbolehkan mengambil tugas untuk mencatat pesanan.


Semua tugasnya sebagai pelayan dan pencuci piring dikerjakan sangat baik. Hilman pun kalah, tetapi dia tetap bagus kerjanya.


Beberapa hari tersebut, banyak artisa yang datang. Kebanyakan dari artis Tiktod dan Instagrem.


Mereka datang demi melihat sosok pelayan tertampan di Indonesia yang viral di media sosial atau dunia maya.

__ADS_1


Kebanyakan yang datang adalah wanita, contohnya Lysia, Katisa, Ponji, dan wanita yang berhubungan dengan permainan emel dan aplikasi Tiktod. Ada beberapa Yituber yang kontennya bertema makanan datang berkunjung dan bertemu Alseenio.


Mereka semua tidak tahu bahwa orang yang mereka ajak foto bukan seorang pelayan biasa.


Hari ini bisa dibilang adalah hari terakhir Alseenio bekerja karena tepat di hari ini misi berakhir.


Waktu misi bertambah 1 Minggu, artinya durasinya bukan 1 bulan, melainkan 1 bulan lebih 1 Minggu untuk menyelesaikan misi. Sistem menambahkan karena waktu Alseenio pergi ke kantor pusat sudah dihitung bekerja, padahal Alseenio baru bekerja setelah beberapa hari pergi ke kantor pusat.


Alseenio dan Hilman masuk di giliran kerja yang sama, yaitu siang hari dan mereka membantu penutupan restoran.


“Sudah satu bulan kita kerja, Bang Asep,” celetuk Hilman yang sedang mengepel lantai toilet antai 2.


Alseenio menunggu di luar toilet sambil menahan pintu masuk dan keluar. “Benar, sudah satu bulan.“


“Besok aku mau periksa ATM, apakah uangnya sudah masuk atau belum,” kata Hilman dengan wajah yang semangat.


“Memangnya sudah gajian?“ Alseenio baru ingat tentang gajian.


“Sudah, hari ini dikirim kalau tidak salah. Kata karyawan senior dikirimnya akhir bulan.“ Hilman masih ingat ucapan Bang Ilham dan lainnya persoalan gaji tadi siang.


Sangat senang mendengar gajian telah turun. Dia sudah tidak sabar untuk menikmati hasil kerjanya selama 1 bulan.


“Uang gajian ingin kamu belikan apa?“ Alseenio bertanya sambil mengambil alih tugas mengepel lantai.


Keluar dari toilet dan menahan pintu toilet, Hilman menjawab, “Tentunya diberikan dahulu kepada orang tua, sisanya untuk aku simpan atau aku belikan ponsel baru yang murah.“


Mendengar ini, Alseenio menjadi salut dengan Hilman. Orang ini lebih mementingkan orang tuanya daripada dia.


“Bagus. Apa merek ponsel kamu yang digunakan sekarang?“


“Ponsel murah harga satu jutaan, itu pun aku beli tahun kemarin. Mereknya kalau tidak salah itu namanya Pinix,” ucap Hilman mengingat merek ponselnya.


Mereka yang disebut oleh Hilman adalah merek perusahaan ponsel yang baru terkenal dan kualitas ponselnya belum bagus dan setara dengan merek terkenal lainnya.


Merek ini biasanya dipilih karena produknya yang cukup bagus dengan spesifikasi tinggi, tetapi harganya murah. Hilman juga memilih membeli ponsel ini karena harganya yang murah dan spesifikasi bagus untuk dipakai sehari-hari.


“Oh, begitu.“ Alseenio mengangguk mengerti.


Setelah mereka membersihkan toilet, mereka berdua pergi untuk mematikan lampu yang ada di lantai 2 sebelum pergi ke bawah.


Beberapa menit berselang, para karyawan yang bertugas hari ini sampai penutupan restoran keluar dari restoran. Mereka bersiap-siap untuk pergi.


Pak Mugi yang sudah memakai tas dan jaket berjalan ke tengah area parkir mobil restoran.


Di area parkir ini masih ada 1 mobil sedang yang terparkir, mobil ini selalu dilihat oleh para karyawan lantaran merasa aneh.


Tidak biasanya ada mobil yang masih terparkir di sini sampai jam 11 malam.


Pak Mugi mengumpulkan para karyawan seperti biasa, dan dia mulai melaporkan hasil pendapatan mereka hari ini kepada para karyawan.


“Selain itu, ada satu hal yang harus kalian tahu. Namun, bukan saya yang memberi tahu hal tersebut, tetapi Asep. Silakan Asep untuk berbicara.“ Pak Mugi menatap Alseenio yang berdiri di depannya.


Alseenio maju ke depan dari lingkaran kumpulan para karyawan.


Mata semua orang-orang terfokus kepada Alseenio. Linda, Bang Ilham, Mawar, Bang Burhan, Hilman, dan karyawan yang masuk di shift atau jam penutupan restoran, semuanya mengalihkan pandangannya kepada Alseenio.


Melihat mereka semuanya melihat ke arahnya, Alseenio mulai mengumumkan sesuatu, “Aku hanya ingin bilang kepada kalian, hari ini adalah hari terakhir aku bertemu kalian semua dan bekerja dengan kalian. Aku akan keluar dari pekerjaan ini.“


“Hah? Mengapa begitu?!“


“Ada apa, Bang Asep?“


“Burhan, tanggung jawab Bang Asep pergi karena kamu!“


“…”


Mereka semua terkejut dengan ucapan Alseenio, mereka tak berpikir Alseenio akan pergi dan keluar dari pekerjaan.


Para karyawan wanita langsung merasa sedih mendengar ini seolah-olah mereka sedang patah hati karena diputuskan hubungannya oleh pacar.


Alseenio hanya tersenyum mendengar pertanyaan mereka semua. Dia tidak menjawab dan diam mendengarkan celotehan mereka yang terkejut.


Di detik berikutnya, Alseenio menggunakan tangannya untuk melepaskan masker yang selama 1 bulan ini tidak pernah dilepaskan di depan mereka semua.


Melihat gerakan Alseenio, mereka semua langsung terdiam dan memusatkan perhatian kepada wajah Alseenio.


Masker hitam di wajah Alseenio perlahan terlepas, dan menampilkan sebuah wajah yang tak pernah mereka semua duga sebelumnya.

__ADS_1


“Alseenio!!“


__ADS_2