SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 118: Pertunangan Niara dan Ryan


__ADS_3

Di dalam hatinya Alseenio kaget dan tidak percaya, isi dari pesan ini sangat mengejutkannya, seakan-akan sangat sulit untuk dipercaya.


Sebuah pesan yang dikirim oleh Niara berisikan tentang pertunangannya yang diselenggarakan besok.


Niara mengundang dia dan Fara untuk datang ke acara pertunangan yang diadakan disebuah gedung.


Alseenio tidak salah lihat, ia telah mengedipkan dan menggosok matanya beberapa kali, tetapi isi pesan tidak ada yang berubah, itu tetap sama.


Dengan cepat Alseenio mengirim balasan dan bertanya mengenai siapa dia bertunangan.


Namun, pertanyaannya tidak dijawab, bahkan pesannya tidak dilihat sama sekali.


Tidak mungkin Niara berbohong padanya, sebuah pertunangan bukanlah objek untuk candaan.


Melihat pesannya masih belum dibalas oleh Niara, Alseenio bangkit dari sofa dan memberi tahu ke tim Bang Luffi dan yang lainnya bahwa ia keluar dari ruang studio.


Kemudian pergi ke dapur untuk bertemu dengan Fara.


“Sungguh? Niara bertunangan? Dengan siapa?“


Di ruang tamu, Fara dan Alseenio duduk di sofa. Begitu Alseenio memberi tahu kabar tentang Niara, reaksi Fara menjadi heboh, dia pun sama dengan Alseenio, tidak percaya dengan kabar ini.


“Entahlah, aku juga tidak tahu, dia tidak bilang dengan siapa dirinya bertunangan, sampai saat ini masih belum dibalas pertanyaanku di Telegrom,“ kata Alseenio sambil mengangkat bahunya. “Ini sangat tidak terduga. Aku tidak pernah berpikir Niara akan bertunangan secepat ini, setahuku dia itu jomlo sebelumnya.“


“Jadi, apakah kita masih ingin ke sana?“ Fara bingung, padahal ia berniat untuk meminta maaf kepada Niara, tetapi besok ada acara pertunangan Niara.


“Tentu, kita berdua diundang, tak enak bila tidak datang. Jika ada kesempatan, kita akan meminta maaf secara langsung di sana.“


Alseenio dan Fara tidak ingin membuat Niara menjadi musuh, mereka bukan orang jahat, dan sudah sepatutnya meminta maaf karena telah membuat Niara terluka perasaannya.


Fara mengetahui Niara sakit hati karena dirinya yang tiba-tiba memvalidasi tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Apabila Fara di posisi Niara, ia juga akan merasa sakit hati akibat tindakannya.


“Baiklah, tetapi … apakah tidak apa-apa memakai baju yang kita kenakan tadi untuk berangkat ke sana?“


“Kita berangkat di siang hari saja, aku akan meminta Sugi untuk membeli dan mengirimkan baju formal ke sini,” ucap Alseenio dengan tenang dan tersenyum.


“Oke, Sayang.“ Fara tidak jadi khawatir mengenai pakaian apa yang akan ia kenakan untuk menghadiri acara pertunangan Niara.


Setelah itu, mereka berdua saling mengecup bibir dan kembali ke kegiatannya masing-masing, Alseenio bermain gim dan Fara mengasah kemampuan masaknya bersama Kak Diya.


Alseenio tidak lupa untuk meminta Sugi membelikan dia dan Fara tuksedo dan gaun khusus untuk acara pertunangan ataupun pernikahan.


Sugi merespons sangat cepat, di malam itu juga ia pergi ke Mall yang masih terbuka, dan membelikan pakaian yang sesuai dengan perintah Alseenio dan Fara.

__ADS_1


Sangat nyaman memiliki asisten, tidak perlu Alseenio mengurus semua keperluannya, ada asisten yang membantu.


Sebelum tidur, mereka semua merayakan makan-makan di rumah Bang Luffi.


Alseenio baru sadar, di acara-acara makan ini, teman Kak Diya tak datang seperti biasanya.


Sesudah makan malam bersama, mereka semua pergi tidur di ruangnya masing-masing. Fara tidur di kamar Bang Luffi dan Kak Diya, tentunya bersama Kak Diya saja, Bang Luffi gabung bersama Alseenio dan yang lainnya di ruangan lain.


Keesokan harinya, Alseenio dan Fara pergi ke alamat gedung yang diberikan oleh Niara, Sugi yang datang ke rumah Bang Luffi juga ikut untuk menemani mereka berdua saat di acara.


Di pagi hari, Niara akhirnya membalas pesan Alseenio dan agaknya kembali normal seperti biasa, tidak begitu dingin seperti sebelumnya.


Niara pun membalas pesan Alseenio cukup cepat, sikap Niara yang mendadak berubah membuat Alseenio kebingungan sekaligus lega dan senang.


Mengetahui ini, Fara juga merasa senang, menurutnya ini merupakan tanda yang bagus, kemungkinan besar hubungan antara mereka menjadi baik-baik saja, seperti sedia kala.


Sugi datang ke sini memakai mobil Pagani Alseenio atas dasar permintaan Alseenio.


Pada saat ini, Alseenio dan Fara duduk di dalam mobil Pagani mewah, di belakangnya disusul oleh Sugi yang mengendarai sepeda motor Harley DavidDisini.


Dengan senang hati Sugi menaiki sepeda motor tersebut, di dalam hatinya Sugi merasa sangat senang bisa mengendarai sepeda motor mahal ini, sebenarnya sepeda motor ini adalah salah satu impian dan cita-citanya.


Gedung tempat pertunangan Niara tidak jauh dari kompleks rumah Alseenio dan Niara berada, hanya beberapa kilometer dari kawasan tersebut.


Mobil Alseenio berhenti di tempat parkir sebuah bangunan besar berlantai satu dengan bentuk atap yang mirip dengan sebuah rumah.


Pencinta mobil tahu jenis mobil ini, dengan lekas mereka mengambil ponsel dan mengambil beberapa gambar dari jauh.


Orang yang datang ke acara yang sama dengan Alseenio semuanya memakai jas, tuksedo, dan gaun, mereka sangat berpenampilan sangat formal dan terlihat seperti orang kaya yang memiliki banyak harta.


Namun, pada saat ini mereka penasaran dengan orang yang datang dengan kendaraan mewah ini, sebab sebagian besar orang yang pergi ke sini membawa mobil yang mewah, tetapi tidak mahal dari mobil Pagani, bahkan harganya tidak setengahnya dari mobil Pagani.


Mereka berdiri di depan gedung dan berkumpul untuk menyaksikan pemilik mobil keluar dan mengungkapkan identitasnya.


Di bawah tatapan mata semua orang yang berada di kawasan tempat parkir depan gedung, mobil Pagani tersebut perlahan terbuka dan sesosok pria yang tinggi keluar dari dalam mobil.


Penampilan pria ini bertubuh tinggi tampak sangat tampan dengan pakaian formal yang rapi dan berkacamata hitam, pria ini langsung berjalan ke sisi mobil dan membukakan pintu untuk seseorang yang masih ada di dalam.


Setiap gerakan yang pria ini lakukan terlihat sangat elegan, bukan seperti orang pada umumnya.


Mereka semua beranggapan bahwa pria ini adalah anak dari sosok yang penting dan berlatar belakang keluarga yang luar biasa, kesan pertama orang-orang hampir semuanya seperti itu


Tak mungkin orang biasa dapat memiliki tempramen sebagus ini.


Ketika pintu yang satunya berhasil dibuka, sosok wanita perlahan keluar dari mobil dengan uluran tangan yang elok dan beretiket dari pria tersebut.

__ADS_1


Tangan kanan dari wanita ini melingkari tangan kiri si pria dan mereka dengan anggun berjalan menuju gedung yang ada di depan.


Sosok wanita ini sangat cantik, memakai gaun hitam dengan mantel berbulu bagaikan wanita bangsawan yang ada pada zaman pertengahan Eropa. Juga tempramen wanita tersebut tidak kalah dengan tempramen pria di sebelahnya.


Namun, beberapa orang berekspresi aneh begitu melihat penampilan wanita dan pria yang keluar dari mobil tersebut, lantaran keduanya itu memakai masker dan kacamata sehingga seluruh wajahnya tidak bisa dilihat oleh orang-orang.


Terlepas dari itu semua, penampilan keduanya sangat berbeda, berada di tingkatan yang lain.


“Sayang, ak–aku malu dilihat banyak orang,” ucap Fara dengan berbisik sambil matanya melirik ke orang-orang yang berdiri di kejauhan.


Mulut Alseenio melengkung dan ia tersenyum. “Tenangkan dirimu, Sayang. Anggap saja mereka tidak melihatmu, dan bayangkan saja hanya aku yang sedang sosokmu.“


“Emm, baik.“


Ucapan Alseenio membuat rasa grogi yang dirasakan oleh Fara perlahan menghilang, kemudian Fara mempererat pelukannya pada tangan Alseenio dengan hati yang tenang.


Mereka berdua terus berjalan dan melewati banyak orang, Alseenio tidak lupa untuk menyapa orang yang melihatnya dengan kata-kata yang sederhana.


Tak lama kemudian mereka memasuki gedung acara dan duduk di bangku yang telah disediakan.


Sugi mengikuti mereka berdua dan duduk di sebelah Alseenio, di tangannya ia membawa tas yang berisikan barang sebagai hadiah atas pertunangan Niara.


Di dalam gedung sangat-sangat megah dan luas, banyak ornamen-ornamen atau perhiasan yang dipajang untuk memperindah dalam gedung acara pertunangan.


Namun, begitu Alseenio melihat ke panggung yang berada di depannya, wajah Alseenio berubah, ia tercengang untuk beberapa waktu.


Dalam penglihatan Alseenio, di atas panggung terdapat 2 sosok yang ia kenal, keduanya adalah teman Alseenio dan memiliki hubungan pertemanan dengannya.


“Ryan?!“ Alseenio berkata tanpa disadari.


Ting!


Tepat ketika ia terkejut, ponsel Alseenio berbunyi dan ia segera melihat notifikasi yang datang.


Di dalam layar ponsel, sebuah pesan ditampilkan dengan jelas, pesan tersebut dari Ryan yang baru saja masuk ke ponselnya.


“Orang ini ….“ Alseenio menggelengkan kepalanya tanpa daya.


Usai membaca pesan, Alseenio memasukkan kembali ponselnya dan ia tersenyum penuh makna.


Temannya satu ini memang aneh, pesan tersebut yang adalah sebuah undangan pertunangan baru dikirimkan tadi.


“Sayang, bukankah itu Ryan?!“ Fara menoleh secepat kilat dan memandang Alseenio dengan tatapan yang kaget. “Lalu, pria yang jadi tunangannya Niara adalah Ryan?!“


“Benar, Ryan baru saja memberi undangan pertunangannya kepadaku. Lihatlah ke depan, Sayang. Dia sedang memandangi kita berdua.“

__ADS_1


Ryan yang duduk di atas panggung bersama keluarganya, saat ini tengah melirik Alseenio dan Fara dari kejauhan dengan wajah yang bahagia.


__ADS_2