SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 137: Ski Salju Korsel


__ADS_3

“Jangan bercanda, Bang Nio.“ Bang Luffi mengibaskan tangannya dan duduk bersandar di kursi makan.


“Benar, jangan bercanda, Bang Nio. Aku sedang serius.“


Bang Windi masih terkejut, ia menatap Alseenio dengan wajah yang terpana dan mata yang melebar.


Teman yang lain pun memiliki ekspresi yang sama, mereka tidak langsung memercayai ucapan Alseenio.


Meskipun Alseenio kaya, mereka tidak pernah berpikir Alseenio bisa datang ke perusahaan yang menaungi grup band wanita yang terkenal, yakni BelekPink.


Bisakah orang yang berbaur dengan mereka begitu luar biasa sampai-sampai datang ke perusahaan grup band idol.


Alseenio tanpa berbicara mengotak-atik ponselnya, kemudian ia menunjukkan foto-foto mereka berempat yang mengambil foto bersama Bapak Huang dan grup band lainnya, termasuk BelekPink.


Begitu foto-foto itu ditunjukkan, tubuh mereka langsung membeku, bagaikan patung batu.


Dalam foto ini, tak ada celah kebohongan yang terlihat. Kelihatan sangat asli dan Alseenio memang ke perusahaan XG Entertainment lalu berfoto dengan orang-orang di sana.


Alpahit mengerjapkan matanya dengan cepat, menelan ludah, dan menoleh ke wanita di sebelahnya. “Jangan-jangan, Bang Nio punya kontribusi di perusahaan BelekPink?“


“Kemungkinan besar iya.“ Teman Wanita Alpahit mengangguk dengan tatapan mata yang kosong.


Saking terkejutnya, pikiran mereka menjadi kosong. Mereka semua memandang Alseenio dengan pandangan yang luar biasa.


Melihat ekspresi mereka yang tercengang, Alseenio sedikit tertawa dan kembali memasukkan kembali ponselnya ke saku baju.


Benar dengan dugaan Alpahit dan teman-teman lainnya, Alseenio mengungkapkan bahwa dia memiliki beberapa persen saham dari Perusahaan XG Entertainment.


Mereka semua makin terkejut tak terkira. Jadi, orang yang mengendalikan orang yang mereka idolakan ada di depan mata.


Sosok atasan BelekPink yang merupakan idola masing-masing dari mereka adalah Alseenio, teman merek semua.


Bang Luffi memijat dahinya sambil memejamkan matanya begitu Alseenio memberi tahu persoalan tersebut kepada teman-teman.


Ternyata temannya ini lebih luar biasa ketimbang idolanya, yaitu Jannie.


Tak habis pikir Alseenio bisa sehebat itu. Ia sama sekali tidak memiliki pikiran Alseenio memiliki saham di perusahaan XG Entertainment, ia kira Alseenio bermain di perusahaan otomotif dan lainnya, tidak sampai ke industri hiburan, terlebih yang ada di luar negeri.


Pandangan mereka semua terhadap Alseenio menjadi berbeda. Level mereka dengan Alseenio sudah tak lagi sama. Alseenio jauh berada di atas mereka. Dalam sudut pandang mereka kepada Alseenio seperti itu.


Seakan-akan Alseenio tahu apa yang mereka pikirkan, dia meminta kepada Bang Windi, Bang Luffi, dan lainnya untuk menganggap dirinya orang biasa, anggap saja teman dekat, tidak perlu kaku seperti berhadapan dengan orang penting.


Mereka serentak mengangguk tanda memahami.


Suasana yang canggung dan kaku dengan cepat menghilang karena lelucon yang dilontarkan oleh Fandick tiba-tiba dan digantikan situasi yang gembira.


Setelah makan malam, sama-sama mereka semua berjalan menuju ke suatu tempat perbelanjaan untuk membeli barang-barang.


Pakaian, tas, kaus kaki, dan sepatu, mereka membeli barang tersebut beberapa buah. Barang-barang di sini memiliki kualitas yang baik walaupun harganya agak miring.

__ADS_1


Barang-barang yang dibeli tidak semuanya dipakai oleh mereka masing-masing, beberapa teman Alseenio membeli barang untuk keluarga dan orang terdekat sebagai buah tangan telah liburan di Korea Selatan.


Setelah dari mal, mereka pergi tidur di kamarnya masing-masing.


Hari berikutnya, mereka semua pergi ke tempat wisata ski salju yang ada di Provinsi Gangwon-do. Jaraknya sekitar 100 kilometer lebih dari Seoul.


Tempat wisata satu ini memang berada di provinsi lain. Tidak kalah bagus dari Seoul.


Di sana terdapat banyak salju dan tempat untuk bermain ski salju. Tempat ini cukup terkenal di kalangan para turis yang hobi berjalan-jalan, mereka biasanya menyempatkan waktu untuk pergi ke tempat ini di musim dingin.


“Haha! Bang Windi jatuh!“


“Ayo, Bang Windi! Kamu pasti bisa!“


“Sial, aku belum terbiasa berdiri di atas papan selancar!“


“Fara, lihat aku! Yeay, aku bisa!“


“Keren sekali, Bang Nio. Dia cukup lancar bermain ski salju!“


“…”


Pertema kali dalam seumur hidup Alseenio, ia pergi bermain papan selancar es. Untuk pengalaman pertama, Alseenio sudah terbilang bagus dibandingkan dengan pemula lain.


Hak tersebut dikarenakan Alseenio memiliki kemampuan yang mirip, yaitu selancar air.


Tubuh Alseenio cukup mudah dalam seimbang di atas papan ski, dia sudah terlatih dalam menyeimbangkan tubuh.


Terlepas dari itu, cara bermain ski salju Alseenio terlihat sangat amatir dan pemula.


Puas bermain ski salju, mereka semua pulang kembali ke hotel. Tak lupa mereka membeli oleh-oleh khas Gangwon-do, berupa sarung tangan tebal dan aksesoris kecil.


Selama di sana mereka tidak lupa mengambil foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan di Korea Selatan. Foto ini juga yang akan dibagikan ke media sosial masing-masing dari mereka selain foto mereka berdua di area bermain ski.


Banyak netizen Indonesia yang heboh dengan liburan mereka sampai akhirnya ada beberapa Yituber Indonesia yang tinggal di Korea Selatan untuk bertemu di hari esok.


Dengan demikian, besok mereka akan bertemu dengan seorang Yituber Indonesia yang memiliki darah Korea Selatan dan bertempat tinggal di Korea. Orang itu adalah pemilik akun Yituber Korea Remit.


Pemilik dari akun Yituber yang hampir menyentuh 6 juta pengikut di tahun sekarang memiliki nama Ujang Risol.


Bang Risol ini dahulu kecil bersekolah di Indonesia dan saat besar pindak ke Korea mengikuti keluarganya.


Mereka bertemu di Seoul dan langsung berangkat pergi ke Copex Aquarium.


Hari kelima tidak begitu memiliki waktu yang banyak. Di sore hari mereka akan pergi ke bandara dan pulang.


Mereka berkenalan dengan Bang Risol yang memiliki kemampuan berbahasa Jawa yang kental dengan intonasi pengucapan yang kuat.


Tempat yang mereka kunjungi adalah tempat wisata terowongan bawah laut yang di mana membawa mereka semua melihat puluhan ribu laut dari ratusan spesies.

__ADS_1


Terowongan bawah laut ini memiliki 16 tema pameran yang di mana hewan laut yang kita lihat akan berbeda-beda di setiap temanya.


Beberapa pameran diperbolehkan untuk menyentuh langsung kerang dan hewan laut yang boleh dipegang.


Uniknya, pameran ini mewujudkan tema sesuai dengan judul tema dan itu tepat pada poin dari temanya. Bahkan ada pameran kecil yang dikhususkan untuk anak-anak yang memiliki tema bernama “Wonderland” yang berisi koleksi tangki air yang sesuai dengan imajinasi anak, dan beberapa benda koleksi lainnya.


Bagi pecinta hewan laut, sangat direkomendasikan untuk pergi ke sini. Mata akan dimanjakan oleh tingkah lucu penyu yang berenang dengan santai.


Hiu tidak lucu, melainkan menyeramkan. Ketika melihat hiu, mereka sedikit takut, bukan takut digigit, melainkan takut hiu ini menabrak terowongan kaca dan merusaknya hingga air di luar akuarium terowongan masuk ke dalam dan mereka tenggelam.


Tentu tidak akan terjadi peristiwa seperti itu, keamanan sudah dijamin oleh pemilik tempat ini. Cukup berharap semuanya baik-baik saja.


Pergi ke tempat ini harus dikatakan cukup menyenangkan. Selain itu, dapat menambah pengetahuan baru mereka mengenai biota laut dan jenis-jenis hewan laut.


Sebelum melakukan perpisahan dengan Bang Risol, mereka makan siang bersama di salah satu restoran yang ada di dalam Mall Copex.


Usai perpisahan mereka semua berangkat menuju ke Bandar Udara Internasional Incheon.


Misi sudah hampir selesai, Alseenio sudah memotret orang Korea Selatan asli. Foto bersama Bapak Huang dan anggota grup band yang lain sudah termasuk ke dalam bahan penyelesaian misi. Jadi, Alseenio tak perlu mencari orang untuk modelnya sekaligus target penyelesaian misi.


“Ke Cina? Bang Nio yakin pergi ke sana?“ Alis mata Bang Luffi tersentak dan ia bertanya untuk memastikan lagi ucapan Alseenio.


“Yakin, aku, Fara, Sugi, dan Fani sudah sepakat untuk pergi ke sana sebelum pulang. Beberapa dari kalian ingin ikut?“ Alseenio mengangguk tegas dan memandang teman-teman yang ada di dalam pesawat.


“Tidak, Bang Nio. Maaf, aku ada urusan setelah ini.“


“Aku juga, Bang Nio.“


“…”


Bang Luffi, Bang Windi, dan beberapa orang yang lain berkata bahwa mereka tidak bisa ikut Alseenio pergi ke Cina untuk liburan.


Mereka memang memiliki pekerjaan yang harus diurus. Jika tidak, mereka tidak akan mendapatkan uang.


“Aku mau ikut, tetapi ….“ Fandick mata Fandick menurun dan ia berkata makin kecil, “aku tidak punya uang lagi, hehe.“


“Tidak perlu khawatir, Bang Fandick. Aku akan membayarkan semua keperluan yang kamu butuhkan ketika di sana, termasuk uang jajan,” ucap Alseenio dengan mulutnya membentuk kurva.


“Benaran? Tidak bercanda, kan?“ Pupil mata Fandick membesar dan melotot ke arah Alseenio. Ekspresi Fandick yang terkejut memang memancing gelak tawa.


Alseenio tersenyum menahan tawa, mengangguk ke arah Fandick. “Benar, kalau kamu ikut, kamu ikut kami berempat turun di Bandara Pudong, Shanghai.“


“Siap, Bang Nio!“ Pancaran mata Fandick tampak bahagia setelah kesepakatan ini. Dia akhirnya ikut Alseenio pergi ke Cina.


Jarak antara Bandara Internasional Pudong Shanghai dengan Bandara Internasional Incheon lumayan dekat, waktu tempuh perjalanan yang singkat.


Oleh sebab itu, pesawat sampai di Bandara dalam waktu 2 jam lebih beberapa menit, perjalanan yang singkat.


“Akhirnya, kita sampai juga di Pusat Bing Chilin Mixiu.“

__ADS_1


__ADS_2