SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 79: Tantangan dari Alseenio


__ADS_3

Di dalam layar ponsel Fandick terpampang jelas harga dari dua barang yang disebutkan Alseenio. Keduanya sangat mahal, bahkan hoodie yang disebut oleh Alseenio adalah yang termurah dibanding barang yang satunya, memiliki harga lebih dari 400 juta rupiah.


Sementara yang satunya ialah jam tangan yang nilainya seharga 20 miliar rupiah.


Seketika tangan Fandick gemetar hebat, pahanya yang menjadi pangkuan dua barang mahal ini bergetar.


“A–anu, Bang Ni–nio.“ Suara Fandick terdengar terbata-bata, ia memanggil Alseenio dengan wajah yang ketakutan.


Mendengar suara Fandick yang bergetar karena takut dan grogi, Bang Luffi dan satu orang tim Bang Luffi menahan tawa. Wajah Fandick yang ketakutan sangat memicu selera humor mereka.


“Ada apa, Bang Fandick?“ Alseenio fokus mengemudi menuju rumah Bang Luffi, ia juga berusaha berekspresi biasa saja, memang mimik wajah Fandick sangat cocok untuk menjadi pelawak.


Fandick menatap kedua tas belanjaan Alseenio dengan hati-hati, menelan ludahnya dan ia berkata, “Apa du–dua ta–tas ini berisi barang-barang ma–mahal sampai mi–miliaran rupiah?“


“Ya, harga yang kamu lihat di ponsel cukup akurat.“ Alseenio tidak menyembunyikan nilai dari barang-barangnya, percuma ia lakukan karena mereka bertiga sudah tahu identitasnya. “Santai saja, Bang Fandick. Anggap saja itu barang murah.“


“Ti–tidak bisa, Bang Nio. Tas belanjaan ini seharga ru-rumah mewah, ba–bahkan rumahku saja harganya tidak semahal ini.“ Nada suara Fandick masih terdengar ketakutan, ia belum pernah memegang benda yang harganya puluhan miliar rupiah.


“Memangnya, harga rumahmu Bang Fandick berapa?“ Alseenio jadi penasaran dengan harga rumah Bang Fandick.


“Dua ratus juta, Bang Nio.“


“Ada rencana untuk merenovasi atau beli rumah baru?“


“Sebenarnya itu rumah orang tua. Aku belum punya rumah sendiri, Bang Nio,” Fandick berkata dengan wajah yang rumit dan bingung, “renovasi sudah ada niatnya, jika aku punya uang banyak dari Yitub pasti aku akan merenovasi. Sebagai informasi, mungkin Bang Nio sebelumnya tidak tahu, akun Yitub yang aku miliki sulit naik dan pendapatannya kecil.“


Alseenio mengangguk mengerti, jalan kehidupan memang tidak selalu mulus dan berjalan lancar, tetapi bagus apabila kita ada atau memiliki niat untuk berusaha.


Tepat ketika Alseenio ingin berkata, suara mekanis sistem muncul kembali di telinganya, dan wajah Alseenio menjadi serius.


[Ding! Misi Telah Terdeteksi!]


Misi : Beri Fandick Uang 1 Miliar Rupiah dengan Syarat.


Syarat Misi : Beri Fandick tantangan bermain OkeTv selama 1 hari tanpa berhenti.


Waktu : Sampai Fandick menerima tantangan.


Hadiah : 1x Kotak Misteri.


Hukuman : Terkunci di dalam mobil selama 10 tahun.


[Misi otomatis diterima!]


Wajah Alseenio menjadi stagnan, ia menatap layar virtual transparan di depannya dengan heran.


Misi yang dikeluarkan Sistem satu ini berbeda dengan yang lain, tetapi sedikit aneh.


Apakah Sistem ingin menyiksa orang lain selain dirinya?


Selagi misi ini masih memungkinkan untuk dilakukan, Alseenio berusaha untuk menyelesaikannya walaupun sambil menangis.


“Bang Fandick, kalau aku kasih uang satu miliar rupiah untukmu, apa kamu mau?“ Alseenio bertanya sambil melihat cermin untuk melihat orang yang duduk di kursi belakang.


Ekspresi Fandick terkejut, kemudian ia menatap Alseenio dengan semangat. “Pastinya aku mau!“


“Tetapi ada persyaratan, apa masih mau?“


“Mau, kalau syarat itu sekiranya mampu aku laksanakan.“ Fandick mengangguk tegas dan pupil matanya terkandung tekad yang kuat.


“Kalau Bang Fandick mau, aku akan beri tahu syaratnya.“ Alseenio menyetir mobil dengan senyuman di wajahnya, ia terlihat santai.


“Bang Nio, apa hanya Fandick saja yang diberi uang?“ Bang Luffi bertanya kepada Alseenio dengan hati-hati.


“Anu ….“ Alseenio bingung, pasalnya misi hanya menyebutkan nama Fandick untuk diberi uang.


Ia bingung apakah harus memberi uang kepada Bang Luffi atau tidak.


Begitu Alseenio sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan Bang Luffi, Prompt Sistem datang kembali.

__ADS_1


[Ding! Misi Diperbarui!]


Misi : Beri Fandick, Luffy, dan Tim Luffy Uang 1 Miliar Rupiah tiap masing-masing dengan Syarat, total 3 miliar rupiah.


Syarat Misi : Beri mereka tantangan bermain OkeTV selama 1 hari tanpa berhenti dan hanya mengenakan pakaian hitam.


Waktu : Sampai Fandick, Luffi, dan Tim Luffi menerima tantangan.


Hadiah : 1x Kotak Misteri.


Hukuman : Terkunci di dalam mobil selama 10 tahun.


[Misi otomatis diterima!]


Ternyata Sistem memperbarui misinya, tidak biasanya Sistem seperti ini.


Dengan pemberitahuan baru dari Sistem ini, Alseenio bisa menjawabnya. “Bang Luffi aku beri satu miliar dan satu miliar untuk tim, sama dengan Bang Fandick, semua ada syaratnya.“


Bang Luffi dan satu anggota timnya bersorak gembira. “Yes-yes!“


Fandick pun ikut senang karena temannya mendapatkan uang juga.


“Syaratnya apa? Cepat beri tahu aku!“ Bang Luffi sangat tidak sabaran dan ingin mendapatkan uang.


“Syaratnya kalian semua harus bermain OkeTV selama satu hari tanpa istirahat dan saat bermain juga harus memakai busana serba hitam.“


“Sepakat!“ Bang Luffi langsung menjulurkan tangannya untuk berjabat dengan Alseenio.


Alseenio melepaskan tangan kirinya dan berjabat tangan dengan Bang Luffi, Fandick, dan satu anggota tim Bang Luffi. “Kesepakatan!“


“Eh, apakah kita boleh melakukan ini bersama?“ Fandick tiba-tiba bertanya.


Setelah mendengar ini, Sistem muncul dan memberi tahu kepada Alseenio bahwa itu boleh. Asalkan, mereka tetap memenuhi persyaratan yang diminta.


“Boleh, intinya kalian harus memenuhi syarat yang sudah aku bilang, anggap saja itu tantangan.“ Alseenio mengangguk tegas.


Mereka bertiga bersorak kegirangan untuk beberapa saat, kemudian mereka diam dan saling memandang satu sama lain.


“Baik, akan kami lakukan, Bang Nio!“


Mulut Alseenio melengkung naik, ia ikut senang karena melihat mereka begitu bergembira.


Selanjutnya, mereka mengobrol santai hingga akhirnya mereka semua sampai di rumah Bang Luffi.


Sesuai dengan perjanjian, Alseenio mengirimkan uang dengan total 3 miliar rupiah untuk mereka, tidak perlu deposit terlebih dahulu.


Dikarenakan ada batas pengiriman, ia harus beberapa kali mengirim uang kepada mereka masing-masing, Alseenio juga ditelepon oleh pihak Bank, dan ia langsung mengkonfirmasinya bahwa uang ini benar-benar dikirim ke rekening tersebut, tidak ada penipuan atau yang lain.


Fandick tercengang melihat saldo uang di akun rekening banknya memiliki banyak angka 0, pertama kalinya ia melihat uang sebanyak ini.


Ia sampai beberapa kali bertanya kepada tim Bang Luffi tentang peristiwa yang terjadi, Fandick masih tidak percaya.


Bang Luffi berterima kasih kepada Alseenio karena sudah memberi uang yang sangat banyak ke teman-temannya.


Sebenarnya, Alseenio sama sekali tidak rugi, bahkan ia untung karena mendapatkan hadiah dari Sistem.


Dari misi ini ia mendapatkan uang 100 juta Rand Afrika Selatan yang setara dengan 82 miliar rupiah dan sebuah mobil mewah, yaitu McLaren Solus Gt senilai 55 miliar.


Tentu saja ini sebuah keuntungan besar bagi Alseenio, meskipun terdapat hukuman yang aneh.


Malam ini mereka tidak bersenang-senang, seperti malam yang kemarin, Bang Luffi, Fandick, dan timnya langsung tidur setelah uang 1 milliar masuk ke dalam rekening mereka. Dari sore hari sampai malam hari, mereka tidur dan bangun di jam 12 malam nanti.


Mereka memiliki rencana untuk memulai bermain OkeTV tepat di jam 00.00 atau jam 12 malam.


Bang Luffi juga akan menyiarkan tantangan ini untuk mendapatkan cuan tambahan, sekaligus membuka mediashare untuk menambah lagi pendapatan.


Selagi mereka tidur, Alseenio mengobrol bersama teman-teman Kak Diya, mereka selalu mengajak Alseenio mengobrol, bahkan teman Kak Diya ini begitu dekat duduknya dengan Alseenio, mereka hampir menempelkan tubuhnya ke tubuh Alseenio.


Mengingat Alseenio adalah seorang pria perjaka, ia segera menjauh tiap kali teman-teman Kak Diya ini sangat dekat dengannya seperti sedang menggoda.

__ADS_1


Bukan karena mereka jelek, malah mereka adalah wanita yang terlihat bersih dan rapi layaknya wanita dari kompleks atau perumahan elite, Alseenio menjauh karena informasi dari Sexeyes, teman Kak Diya ini pernah berhubungan intim dengan seseorang, mungkin pacarnya. Pada dasarnya, wanita-wanita ini tidak suci 90 poin dan pernah bermain.


Alseenio sangat tidak ingin terbuai oleh wanita yang pernah dicicipi orang lain, lebih baik ia mencicipi Fara ketimbang mereka semua.


Dengan banyak alasan Alseenio lontarkan, akhirnya ia terlepas dari jeratan para wanita tersebut, kemudian ia meminta izin kepada Kak Diya untuk rebahan di salah satu kamar yang ada di sini, ia ingin bersantai dan menikmati sendiri.


Alseenio menghabiskan waktunya dengan bermain gim di ponsel, permainan Mobel Lejen yang sangat ramah dan sopan para pemainnya, Alseenio bahkan pernah diberikan kata-kata mutiara dari mereka, seperti kalimat “Dasar Y4tim!“ dan “Dasar ibu kamu pelacur!“.


Pemain gim tersebut memang sangat ramah dan teredukasi dengan baik, sampai-sampai Alseenio mengeluarkan air putih yang lengket.


Selain bermain gim, dia juga mengobrol bersama Fara, Niara, Tiara, dan Ajiji. Keempat wanita ini sangat dekat dengannya, mereka begitu aktif ketika mengobrol melalui pesan maupun panggilan.


Tak terasa Alseenio bermain ponsel, waktu pun sudah menunjukkan jam 12 malam, Alseenio segera bangun dari posisi tidur dan pergi ke studio Bang Luffi.


Ternyata di sana sudah ada banyak orang, mereka sedang mengatur untuk persiapan siaran langsung malam ini.


Beberapa menit berselang, mereka resmi memulai tantangan yang Alseenio berikan, mereka sudah segar bugar, seharusnya bisa untuk menyelesaikan tantangan selama satu hari penuh bermain OkeTV.


“Halo, Semuanya! Apa kabar semuanya! Semoga kalian baik-baik saja di rumah.


“Jadi, kali ini kami akan siaran langsung selama satu hari, ini bukan subathon, tetapi Bang Nio memberi kami tantangan, yaitu bermain OkeTV selama satu hari, hadiahnya adalah 1 miliar rupiah, sangat-sangat mantap bukan?“


“…”


Alseenio menyaksikan mereka semua menatap layar monitor yang diberikan memanjang ke samping. Ia juga masuk ke dalam bingkai video, wajahnya tercetak jelas oleh kamera.


Siaran langsung di akun saluran Bang Luffi sekarang makin ramai dan banyak yang menonton, sejak mengunggah Podcast-nya bersama Bang Windi, Tim Jaya Exford, dan Alseenio.


Hampir semua para penontonnya mengetahui Alseenio, bahkan banyak penggemar Alseenio yang menonton siaran langsung Bang Luffi hanya untuk melihat Alseenio.


Alseenio menemani mereka cuma sampai jam 2 malam, kemudian ia tidur karena besok ia kembali ke Jakarta.


Ia ada urusan penting dengan Bang Windi karena ia memutuskan untuk meminjamkan apartemennya kepada Bang Windi selama yang Bang Windi mau, kebetulan kata Bang Windi ia sedang mengumpulkan uang untuk membeli rumah, sementara waktu ia akan tinggal di apartemennya di Jakarta.


Setelah konfirmasi dengan Bang Windi, Alseenio langsung mengabari petugas resepsionis bahwa yang tinggal di apartemennya adalah Bang Windi, jadi tidak perlu lagi melaporkan.


Besok dia perlu mengantarkan Bang Windi dan pacarnya ke apartemen.


Keesokan harinya, ketika Alseenio terbangun dari tidur di pagi hari, ia melihat Bang Luffi dan yang lainnya sedang mengobrol dengan seseorang yang ada di OkeTV.


OkeTV merupakan aplikasi yang bisa menghubungkan orang dengan orang random dan menampilkan panggilan video secara langsung di berbagai negara.


Mereka masih bermain di server Indonesia dan otomatis orang yang mereka temui adalah orang Indonesia juga.


Mereka makan dan minum sambil bermain OkeTV, berbeda ketika mereka ingin membuang air besar, Alseenio diberi tahu oleh Sistem bahwa mereka boleh untuk membuang hajat, tetapi aplikasi OkeTV harus tetap menyala dan salah satu dari mereka masih berinteraksi dengan orang yang terhubung.


Setelah melihat mereka tidak apa-apa dan menjalankan tantangan dengan baik, tidak lupa menitipkan baju Cosplay Narji di Bang Luffi, Alseenio berpamitan usai dirinya sarapan, kemudian ia pergi ke Bekasi terlebih dahulu sebelum ke mansion.


“Halo, Bang Nio!“


“Halo, Bang Windi, Bang Candy ….“


Sampainya di sana, Alseenio disambut oleh Bang Windi, Kak Agnis, dan anggota Tim Jaya Exford yang sudah siap untuk berangkat, mereka membawa banyak koper dan itu berisi baju dan beberapa peralatan dan perlengkapan siaran langsung yang biasa Bang Windi pakai, itu dibantu oleh Candy dan yang lainnya, mobil mereka dipakai untuk membawa semua barang Bang Windi.


Sofa, Kulkas, lemari baju, dan perabotan yang lain tidak dibawa, Alseenio sudah memberi tahu mereka bahwa itu tidak perlu diangkut dan dipindahkan ke apartemen.


Fasilitas dan interior di sana sudah lengkap hanya perlu diisi baju saja dan barang kebutuhan sehari-hari.


Setelah semuanya beres dan barang sudah di dalam 3 mobil Tim Jaya Exford, ditambah mobil Gemera Alseenio, total 4 mobil yang mengangkut barang Bang Windi, akhirnya mereka berangkat.


Keempat mobil tersebut melaju beriringan menuju ke mansion milik Alseenio.


Sebab Alseenio harus menyetorkan baju kotornya dan beristirahat sejenak.


Pada saat Bang Windi dan Tim Jaya Exford sampai di depan gerbang mansion, mereka semua bingung dan bertanya-tanya.


“Sebenarnya kita dibawa ke mana oleh Bang Nio?“ Candy bertanya kepada Bang Windi.


Bang Windi mengangkat bahunya, ia sendiri pun tidak tahu. “Entahlah, mungkin ke rumah temannya.“

__ADS_1


__ADS_2