
Rapi Amat dan yang lainnya terkejut karena identitas Alseenio sangatlah besar. Tak pernah mereka bayangkan bahwa orang di depannya orang yang setara dengan Billy Gets, orang yang masuk jajaran orang terkaya di dunia.
Orang yang seperti itu seharusnya memiliki tingkat eklusif bertemu yang tinggi. Maksudnya, tidak mudah bertemu dengan orang tersebut dan harus terpandang juga.
Sehabis makan siang bersama, mereka semua bermain-main dan melihat sesuatu yang ada di dalam rumah Alseenio.
Selama mereka di rumah Alseenio, perasaan kaget dan terpesona selalu mereka rasakan. Banyak sekali hal luar biasa dari rumah ini.
Bagaimana tidak, rumah baru Rapi saja tidak sebesar dan semewah ini.
Rapi dan yang lainnya kehabisan kata-kata saat tahu harga dari rumah ini.
Rumah seharga 1,5 triliun merupakan suatu kemewahan dan kebahagiaan yang sulit didapatkan.
"Aku pusing selama ada di sini. Aku benar-benar baru tahu, bahwa ada sesuatu yang belum pernah aku rasakan, ada kemewahan yang belum aku alami. Terima kasih sudah mengajakku juga ke sini!" Rapi berterima kasih kepada Alseenio karena dia mengajaknya ke rumah bersama Alen Runner.
Alseenio mengangguk dan menepuk bahu Rapi, dan berkata, "Kalau ada waktu, main saja ke sini, ajak keluarga juga."
"Gampang, aku pasti main ke sini bila ada waktu kosong." Rapi tersenyum dan mengangguk senang.
Selain Rapi, Alen Runner pun disuruh untuk ke sini kalau memang sedang berkunjung ke Indonesia lagi, anggap saja mereka berdua seorang teman.
Pria dan wanita berpisah sejak makan siang, Nagihya dan tim wanita lain mengobrol di ruang tamu, banyak sekali camilan di atas meja ruang tamu.
Para wanita sangat senang berlama-lama di sini karena tempatnya sangat nyaman dan juga memanjakan mata. Interior rumah Alseenio memang sangat bagus.
Sementara itu, pria-pria yang lain berpisah, ada yang berenang di luar, ada yang bermain Geh Station 5, bermain billiard di ruang tamu lainnya, dan masih banyak lagi, bahkan ada yang ke garasi untuk memandangi kendaraan mewah.
Saking besarnya rumah ini, mereka serasa ada di sebuah istana karena banyak sekali ruangan yang bisa dijelajah.
Beberapa jam kemudian, Alseenio mengajak Rapi dan Alen Runner menaiki helikopter.
Beberapa orang dari tim Rapi dan tim Alen ikut ke atas rumah untuk merekam dan mengambil gambar.
Adegan ini tentunya harus diambil karena sangat menarik banyak orang di internet.
Di bawah tatapan mereka semua, Alseenio, Sugi, Alen, dan Rapi naik helikopter bersama.
Mereka semua bingung dengan siapa yang menjadi pilotnya, tetapi saat melihat Alseenio dan Sugi duduk di kursi depan, mereka semua tertegun.
Bukan hanya orang yang di luar yang kaget, Rapi dan Alen pun sama, keduanya terkejut dan terheran.
"Kamu bisa mengendarai helikopter?!" tanya Rapi yang menunjukkan ekspresi kaget.
Alseenio mengangguk dan mengangkat tangannya membentuk isyarat, "Sedikit."
"Eh?!"
Alen dan Rapi tersentak sambil menatap Alseenio dengan wajah yang pucat dan panik.
Sebelum mereka bisa membatalkan keinginan mereka untuk naik helikopter, Alseenio dan Sugi sudah menaikkan helikopter ke atas, dan perlahan meninggalkan atap rumah.
__ADS_1
"Bro, jangan bercanda, dong! Ini masalahnya tentang hidup dan mati!" Rapi sangat panik dan ketakutan.
Sementara itu, Alen terdiam sambil memandang ke pemandangan yang cantik di luar kaca helikopter. Masih terlihat jelas bahwa Alen pun panik.
"Santai, aku sudah profesional." Alseenio melepaskan kendali helikopter untuk merogoh sesuatu di saku bajunya. "Lihat ini!
"Aaa! Pegang setirnya, Bro!!"
Rapi berteriak kencang dan menyuruh Alseenio memegang kendali pada kokpit helikopter.
Alseenio sedari tadi tersenyum lebar, dia tidak menanggapi ucapan Rapi dan masih menyodorkan sebuah kartu tanda dirinya sudah profesional dalam menerbangkan helikopter dan kendaraan udara lainnya.
Namun, Rapi tetap meraung ketakutan membuat orang-orang tertawa.
"Kumohon, Bro! Tolong pegang setirnya!"
Tubuh helikopter tiba-tiba miring ke kanan, terasa begitu kasar membuat Rapi dan Alen sangat ketakutan.
"Mamah, aku takut!"
Rapi sangat ketakutan dan masih menjerit keras meminta Alseenio memegang kendali helikopter dan fokus dalam mengendalikan helikopter.
Puas dengan reaksi Rapi dan Alen, Alseenio segera memegang kendalinya lagi dan helikopter terbang dengan sempurna.
Melihat Alseenio kembali mengendari helikopter dengan baik, Rapi dan Alen merasa lega, dia diam untuk menenangkan dirinya
"Sudah, Bro. Aku sangat lemas sekarang, lebih baik kita turun," pinta Rapi dengan hembusan napas yang mulai stabil.
Secara perlahan Alseenio dan Sugi mengarahkan helikopter ke tempat rumahnya berada setelah berkeliling mengitari Kota Jakarta Selatan.
"Aku merasa tidak enak badan sekarang. Mengapa ini tiba-tiba sekali?" ucap Alseenio sambil memperlihatkan wajahnya yang tidak nyaman.
Mendengar ini, Sugi bertanya, "Tadi kamu makan udang?"
"Iya, aku makan udang, jawab Alseenio dengan polos. "Memangnya kenapa?"
"Lho, bukannya kamu punya alergi udang?"
Sugi menampilkan wajah yang bingung.
Mendengar perkataan Sugi, mata Alseenio mengecil. "Aku baru sadar. Eh, tetapi aku merasa tidak apa-apa."
"Bro, kamu benar-benar tidak merasakan aneh pada tubuhmu, kan? Katanya, kamu merasa tidak enak pada tubuhmu," tanya Rapi dengan cemas. Dia mendengar perbincangan antara Alseenio dan Sugi barusan.
Jelas, hal ini sangat membuatnya khawatir karena Alseenio tak sengaja memakan makanan yang dapat memicu alergi.
Takut ada apa-apa dan sesuatu yang buruk terjadi pada Alseenio di situasi yang berbahaya ini.
"Sudah lebih baik, aku tidak merasakannya lagi," jawab Alseenio dengan wajah yang tampak tak ada yang salah.
Rapi dan Alen mengeluarkan napas lega mendengar jawaban Alseenio. Dia berdoa agar perjalanan pulang ini berjalan lancar tanpa ada suatu kesalahan.
__ADS_1
Tepat ketika Alseenio sedang menggerakkan kendali helikopter ke bawah, tiba-tiba Alseenio pingsan dengan kepala yang tertunduk lemah.
"Nio, jangan bercanda. Bangun, Nio!" Sugi tiba-tiba panik, dia mengguncang tubuh Alseenio yang pingsan berharap dapat membangunkan Alseenio.
Melihat Sugi yang berteriak, Rapi dan Alen tertegun sejenak sebelum mereka berdua berteriak panik.
"Aaa!!!"
Tak lama Alseenio pingsan, Helikopter tiba-tiba turun sedikit ke bawah, gerakan ini membuat Rapi dan Alen makin kencang menjeritnya.
Semua ini terekam oleh kamera yang sudah di tempel di dalam helikopter.
Hampir setengah menit mereka berteriak dan Alseenio yang pingsan membuat lengkungan di ujung mulutnya.
"Hei, tidak apa-apa, aku hanya bercanda."
Melihat Alseenio terbangun, Rapi dan Alen memberhentikan teriakannya perlahan.
Mereka berdua tersengal-sengal karena tenaga mereka terkuras untuk berteriak karena takut.
Alseenio tertawa dengan Sugi saat Rapi dan Alen mengumpat kepadanya.
"Bajingan! Aku sangat takut barusan." Rapi memukul bahu Alseenio dengan bercanda.
"Maaf, aku hanya —"
Tiba-tiba ucapan Alseenio terputus dan Alseenio kembali pingsan lantaran dipukul oleh Rapi.
"Aaahh!!!"
Di dalam helikopter, teriakan jantan kerap terdengar dan diiringi suara tertawa.
Mereka akhirnya berhasil mendarat di atap rumah dengan pendaratan yang sempurna.
Setelah Rapi dan Alen keluar dari helikopter, mereka berdua bertekuk lutut penuh syukur.
Untungnya, mereka selamat dari pengalaman yang mengerikan naik helikopter.
Di hari ini, mereka semua akhirnya berpisah, Rapi dan Alen diberi kado sebuah jam tangan yang bernilai hampir 1 miliar kepada mereka berdua sebagai hadiahnya
Juga, Alseenio membagikan iPon 14 ke semua tim Rapi dan tim Alen dengan total 16 buah.
Sebelum malam datang, mereka semua pergi dan kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan perasaan yang sangat bahagia.
Pengalaman kolaborasi dengan Alseenio sangat berkesan.
Di malam hari, rumah Alseenio kembali sepi, tetapi rumah tetap terasa ramai karena ada Alseenio, Sugi, Hen, dan Fara. Mereka selalu keluar dari kamar untuk melakukan sesuatu di ruangan lain.
Sementara Bella dan orang tua Fara, terkadang duduk di ruang keluarga atau ruang tamu.
Setelah makan malam bersama, Alseenio kembali ke kamar untuk beberapa saat karena ada sesuatu yang harus dia lakukan.
__ADS_1
[Ding! Misi Sampingan menjahili Rapi dan Alen terselesaikan dan Dapatkan +50 poin fisik, +50 Poin Penampilan, Lamborghini Aventador Model Car Mainan, Aston Martin Valkyrie AMR Pro!]