SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 75: Mansion di Luar Nalar


__ADS_3

Tubuh Alseenio bereaksi seketika, di dalam kepalanya terdapat pengetahuan baru tentang memasak makanan. Dalam sekejap ia telah menjadi seorang koki yang profesional.


Selain itu, adik kecil yang ada di antara kedua kakinya terasa sangat sesak, itu bertambah besar dan panjang.


Tangan Alseenio masuk ke dalam celana, ia mengubah posisi adik kecilnya agar tidak terasa sempit.


Senyum lebar muncul di wajah Alseenio. Pria mana yang tidak bahagia jika “anu” yang dipunya besar dan panjang? Pasti semua orang bahagia jika memiliki “anu” besar dan tahan lama.


“Helikopter?“


Melihat hadiah yang terakhir, Alseenio terkejut tidak main, ini pertama kali dirinya mendapatkan barang mewah berupa helikopter, biasanya ia hanya mendapatkan sepeda motor dan mobil mewah, atau jam tangan mahal.


“Bagaimana cara Sistem mendatangkan hadiah sebesar itu ke sini?“ Wajah Alseenio penuh tanda tanya.


Pasalnya, di tower apartemen ini tidak ada helipad 'tempat pendaratan helikopter' satu pun. Mustahil untuk helikopter bisa datang ke sini. Lagi pula, apartemen


Bingung karena memikirkan ini, Alseenio memilih untuk bertanya langsung kepada Sistem.


“Di mana helikopternya, Sistem? Apakah akan dikirim hari ini?“


[Ding! Helikopter berada di dalam perjalanan menuju Mansion di Bukit Golf, Jakarta Selatan!]


[Sekitar satu jam lagi akan sampai di sana.]


“Mansion?“


Alseenio lupa bahwa dia telah mendapatkan hadiah mansion seharga 1,3 triliun rupiah bersamaan dengan saham perusahaan Univeler.


“Apakah mansion itu sangat mewah, sampai-sampai helipad pun tersedia?“ gumam Alseenio yang heran dan penasaran.


Daripada ia penasaran dan diam memikirkan hal ini, Alseenio bergegas memasukkan barang-barang penting ke dalam koper, tidak lupa juga berkas-berkas kepemilikan tanah dan bangunan mansion serta saham ke koper khusus surat penting.


Alseenio juga memberi tahu kepada Bella dan Gondals untuk bersiap-siap pindah dari sini secara mendadak.


Sekarang ia sudah memiliki hunian yang lebih baik dari apartemen ini, sudah sepatutnya Alseenio pindah ke mansion.


Apartemen ini, Alseenio berpikir untuk meminjamkan saja kepada prang lain daripada tempat ini kosong, mengingat tidak boleh diperjualbelikan oleh Sistem.


Alasan kenapa tidak bisa diberikan, alasannya karena Sistem tidak memperbolehkan, hadiah yang diperoleh dari kotak misteri tidak diizinkan untuk dimiliki orang lain selain Alseenio seorang.


Jadi, jika meminjamkannya kepada orang lain itu boleh, sebab apartemen ini masih miliknya hanya saja ditempatkan oleh orang lain.


Namun, Alseenio bingung, apartemen ini ingin dipinjamkan ke siapa.


Alseenio akan memikirkan hal ini nanti, untuk sekarang ia harus segera pergi ke mansion miliknya.


Setelah memakai pakaian yang rapi dan sudah membereskan barang-barangnya, Alseenio keluar dari kamar sambil membawa dua koper besar, satu didorong dan satunya lagi dijinjing.


Di luar kamar sudah ada Gondals dan Bella yang menunggunya, mereka juga membawa koper yang sama saat ke sini kemarin lusa.


“Tuan, tadi saya mendapatkan kabar dari seseorang yang mengaku pilot, dia bilang setengah jam lagi akan sampai di Mansion,” ujar Gondals kepada Alseenio.


“Baiklah, kita harus pergi sekarang.“


Setelah mengatakan itu, Alseenio dan pengawal pribadinya ini berjalan menuju pintu apartemen, ketiganya keluar dari apartemen dan meninggalkan apartemen yang kosong.


Sebenarnya, masih ada beberapa barang yang ditinggalkan oleh Alseenio, tetapi kopernya tidak cukup muat, mungkin ia akan kembali lagi untuk membawa semua barangnya.


Saat di lobi apartemen, Alseenio melaporkan bahwa dirinya tidak tinggal di apartemen ini lagi, tetapi ia tidak akan menjual apartemennya, melainkan akan dipinjamkan ke temannya tanpa ada bayaran. Dikarenakan apartemen ini resmi milik Alseenio, ia bebas untuk melakukan apa saja pada apartemennya, asalkan harus melapor lebih dahulu supaya tidak ada kesalahan yang merugikan pemilik apartemen yang lain.


“Aku akan beri tahu orang yang akan mengisi apartemenku nanti, tunggu saja, aku akan kabari.“


“Baik, Tuan. Semoga betah di tempat tinggal yang baru,” ucap Pria berjas dan dua wanita resepsionis yang bertugas hampir bersamaan.


Alseenio mengeluarkan 30 lembar uang kertas berwarna merah dari dompetnya dan menyerahkannya kepada mereka bertiga.


“Ini hadiah selamat tinggal dariku, maaf kalau sedikit.“


Hanya ada 30 lembar uang merah itu di dalam dompetnya, jadi Alseenio memberikan semuanya kepada mereka bertiga.


“Anu, ini tidak sedikit, terima kasih atas hadiahnya, Tuan Alseenio.“ Mereka bertiga sedikit membungkuk kepada Alseenio sebagai wujud rasa terima kasih.


“Kami bertiga pergi dahulu, mungkin aku akan ke sini lagi jika ada waktu, selamat tinggal!“


“Sampai jumpa, Tuan Alseenio!“


Alseenio dan dua pengawalnya perlahan berjalan ke arah pintu utama tower apartemen di bawah tatapan para pekerja berjas ini, kemudian ketiganya bergegas ke tempat parkir bawah tanah apartemen.


“Aku akan membawa Gemera ini, kalian bawa dua mobil di antara tiga mobil yang tersisa,“ Alseenio berkata sambil memasukkan koper ke dalam mobil hypercar 4 kursi yang keren ini.


“Baik, Tuan!“


Gondals dan Bella menjawab dan mengangguk secara bersamaan, kemudian mereka berdua memilih mobil Hennessey dan Pagani.


Wajar saja mereka tidak memilih Ferrari 812 Superfast, kedua mobil yang keduanya pilih jauh lebih mahal ketimbang Ferrari tersebut.


Terlebih lagi Pagani, itu puluhan kali lebih mahal dari Ferrari 812 Superfast.


Semua mobil dan sepeda motor Alseenio memiliki warna yang sama, yaitu kombinasi warna hitam dan ungu, tiap-tiap mobil dan sepeda motor memiliki corak atau pola warna ungu yang berbeda-beda, disesuaikan dengan bentuk tubuh kendaraan.

__ADS_1


Pada kesimpulannya, mobil dan sepeda motor milik Alseenio seirama warnanya dan keren.


Ketiga mobil mewah tersebut keluar dari tempat parkir bawah tanah apartemen dan pergi ke arah Jakarta Selatan.


Jalan yang dilalui ketiga mobil mewah cukup ramai, Alseenio memimpin jalan dan ia melalui Jalan Karet yang mengarah ke Jalan Metro Pondok Indah.


Jam 10 pagi ini, jalanan sudah ramai oleh banyak kendaraan, dengan adanya ketiga mobil mewah Alseenio ini, banyak orang-orang yang pecinta mobil memvideokan mobil Alseenio yang lewat dan sempat satu jalur dengan mereka masing-masing.


Tiga mobil ini langsung ramai di Tiktod, lebih lagi di forum pecinta mobil mewah dan sport, mereka bertanya-tanya tentang siapa pemilik dan ke mana tiga mobil itu melaju.


Memang pada dasarnya netizen Indonesia seorang detektif yang andal, ada seseorang yang mengetahui arah laju ketiga mobil mewah milik Alseenio, orang itu memaparkan mobil-mobil langka di Indonesia tersebut masuk ke area perumahan Bukit Golf.


Sekarang, hanya ada satu pertanyaan yang tersisa dan belum terjawab di benak para orang-orang di internet.


Namun, mereka berasumsi bahwa mobil-mobil ini tidak jauh dengan keluarga yang kaya yang tinggal di Bukit Golf kawasan elite.


Pada saat ini, Alseenio yang adalah pemilik mobil mewah yang sedang menjadi buah bibir para netizen tidak tahu mengenai hal yang menghebohkan ini.


Ia masih fokus menyetir dan sebentar lagi akan sampai di tempat mansionnya.


Butuh waktu kira-kira setengah jam untuk bisa sampai ke depan mansionnya dari apartemen.


Tepat ketika Alseenio memberhentikan mobilnya di depan gerbang besar dan panjang suatu rumah, tiba-tiba datanglah sekuriti yang menghampirinya dari dalam pagar.


Sekuriti itu menundukkan kepalanya dan berkata sesuatu kepada Alseenio dengan ramah, “Permisi, Pak. Sebelumnya saya minta maaf, saya hanya ingin bilang bahwa di depan gerbang rumah besar ini tidak boleh dijadikan tempat parkir, harap Anda pergi ke tempat lain untuk memarkir kendaraan Anda.“


“Apa aku tidak boleh memarkirkan mobilku sendiri di depan mansion milikku?“ Alseenio bertanya sambil tersenyum ke arah yang berbadan cukup tinggi dan berotot.


“Eh?“


Pria yang bertugas sebagai seorang sekuriti di rumah ini tersentak dan memandang Alseenio dengan mata yang melebar.


“Maaf, apa aku boleh bertanya, apa Anda Tuan Alseenio?“ Dengan hati-hati pria ini mengajukan sebuah pertanyaan kepada Alseenio, suaranya menjadi lebih hormat.


Alseenio mengangguk, kemudian mengeluarkan KTP dari dompetnya dan menunjukkan ke depan wajah sekuriti ini. “Benar, aku Alseenio.“


Segera, pria ini berdiri tegak dan meniup peluit yang tergantung di pakaiannya.


Prittt!


Tiba-tiba, datang 2 orang pria yang memiliki seragam yang sama dengan yang dipakai oleh Sekuriti di depannya ini. Selanjutnya, 3 pria ini berdiri sejajar ke samping dengan sekuriti yang awal dan mereka memberi hormat dengan sangat kompak.


“Selamat datang, Tuan Alseenio!“


Alseenio tersenyum tanpa sadar dan ia keluar dari mobil untuk memandang tiga orang ini dengan rasa yang puas.


“Sangat bagus, aku terkesan oleh kalian.“ Alseenio bertepuk tangan untuk menghormati sikap profesional mereka ketika pemilik mansion datang.


Kepercayaan diri sekuriti ini sangat bagus jika Alseenio lihat-lihat.


“Siapa namamu?“ tanya Alseenio sambil memandang Sekuriti ini.


“Pakuitod, Tuan.“


Suara Sekuriti ini sangat tegas saat menjawab.


“Dari perusahaan apa kamu direkrut untuk mansionku?“


“Tuannya tidak tahu? Bukankah kita semua dipilih oleh Tuan?“ Pakuitod menatap Alseenio sedikit heran, tetapi ia masih mempertahankan sikapnya yang hormat.


“Sudah lama sekali, aku lupa.“ Alseenio menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.


“Kita bertiga ini dari perusahaan CAP, Tuan.“


Mendengar jawaban Pakuitod, Alseenio tertegun sesaat, ternyata mereka adalah karyawan daei perusahaannya sendiri.


“Bagus, gaji kalian akan aku tambahkan bonus, tetap kerja yang semangat dan benar.“


“Hore!“


Mereka langsung melompat kesenangan selama beberapa detik, kemudian kembali ke sikap yang sebelumnya.


Gondals dan Bella yang berdiri di belakang Alseenio mengangguk dalam diam melihat kedisiplinan mereka bertiga, sangat baik dan tertata.


“Siapa dari kalian yang bisa membawa mobil?“ Alseenio bertanya dengan pertanyaan yang berbeda.


Ketiga sekuriti yang ada di depan Alseenio sama-sama menunjuk ke arah Pakuitod, bahkan Pakuitod menunjuk dirinya sendiri.


“Masukkan mobilku ke dalam, kalau kamu bisa, tolong masukkan ke dalam garasi, akan ada hadiah untukmu.“ Alseenio melemparkan kunci Gemera ke tangan Pakuitod dengan tepat lalu ia berjalan ke dalam pagar bersama kedua sekuriti yang tersisa.


Pakuitod masih tidak bereaksi dan memandang kunci mewah di tangannya dengan sorot mata yang tidak percaya.


“Hei! Kenapa diam? Tuan Alseenio sudah menyuruhmu untuk memasukkan mobilnya ke dalam.“ Gondals yang melihat Pakuitod berdiri diam begitu saja langsung menyadarkannya dan menepuk pundaknya.


“Eh, maaf!“ Pakuitod meminta maaf.


“Lebih baik kamu segera masuk ke dalam mobil dan pindahkan mobil ini ke dalam sebelum Tuan Alseenio marah.“


“Baik!“

__ADS_1


Dengan cepat Pakuitod ke samping mobil Gemera, gerakan Pakuitod saat membuka pintu mobil ini sangat hati-hati. Semua tindakan Pakuitod disaksikan oleh Gondals, sedangkan Bella sudah memasukkan mobil Pagani yang ia pakai ke dalam mansion.


Gerbang ini sudah dibuka sangat lebar begitu Alseenio masuk ke dalam mansion bersama kedua sekuriti.


Saat masuk ke dalam mobil Gemera, tangan Pakuitod yang menyentuh setir gemetar hebat, ia sangat takut dan grogi menaiki mobil mewah ini.


“Mobil Tuan Alseenio sangat mahal sekali,” gumam Pakuitod yang takut merusak sesuatu di dalam mobil ini.


“Bagaimana cara menyalakan mobil ini?“


Tepat ketika hendak menyalakan mobil, Pakuitod dama sekali tidak tahu cara menghidupkannya, mekanis mobil ini berbeda dengan mobil biasa.


Namun beruntungnya, Gondals memberi tahu dia tentang cara menghidupkan mobil Koenigsegg Gemera ini.


“Terima kasih, Tuan Gondals!“ ucap Pakuitod dengan tulus.


Ketika memberi tahu cara bagaimana menghidupkan mobil, Gondals sempat memperkenalkan diri kepada Pakuitod.


“Sama-sama.“ Wajah Gondals masih datar, sama seperti sebelumnya, tak ada yang berubah.


Setelah itu, dia keluar dari dalam mobil menuju mobil yang berhenti di belakang mobil Gemera ini.


Dua mobil mewah ini akhirnya masuk ke dalam mansion dan gerbang ditutup kembali secara otomatis.


Mansion ini sangat besar, terlebih halamannya sangat lega, terdapat taman dan kolam luar ruangan, ada juga lahan kosong yang dikhususkan untuk parkir mobil tamu atau pemilik.


Luas tanah mansion ini lebih dari 15.000 m², sangat luas dan besar. Tak heran jika ada kolam renang besar di luar ruangan dan taman.


Bangunan mansion bertingkat 3 lantai dan ditambah 1 lantai untuk garasi basemen yang muat untuk puluhan mobil dan ruangan pembantu.


Mansion ini memiliki 13 kamar tidur dan 1 di antaranya adalah kamar tidur utama, 15 kamar mandi yang di mana 13 kamar mandi itu semua ada di setiap kamar, 2 kamar mandi yang tersisa dipisah karena dikhususkan untuk kamar mandi darurat atau bersama, serta 7 kamar pembantu yang juga memiliki kamar mandi sendiri-sendiri, hanya saja ukurannya lebih kecil. Ternyata di atap lantai tiga tersedia helipad untuk tempat helikopter mendarat dan ada tempat santai.


Fasilitas seperti ruang olahraga, ruang keluarga, ruang kerja, dan sebagainya tersedia di mansion ini, bahkan ada ruang bioskop pribadi dan bowling.


Sebab, masih banyak tempat yang kosong, jadi arsitek yang merancang bentuk mansion ini sedemikian rupa agar lahan digunakan secara maksimal.


Halaman belakang masih sangat luas, terdapat kolam renang yang ukurannya sedikit lebih kecil dari kolam renang yang ada di depan dan ada taman yang ukurannya juga lebih kecil.


Total kolam renang yang ada di mansion berjumlah tiga, satunya lagi ada di lantai dua, kolam renang dalam ruangan.


Alseenio bersama Bella dan Gondals melihat singkat spesifikasi dari mansion ini, mereka bertiga dijelaskan semua ruangan oleh 7 pembantu yang merawat mansion. Setelah melihat, mereka bertiga mengangguk puas, sama sekali tidak ada yang mengecewakan dari bagian yang ada di mansion ini.


Mansion ini benar-benar layak disebut sebagai mansion, tidak hanya luas, tetapi fiturnya sangat spektakuler.


Tak lama kemudian, suara baling-baling helikopter yang menggerung terdengar.


Dari kejauhan Alseenio melihat helikopter dengan warna yang ternyata itu sama dengan warna kendaraan milik Alseenio, di bagian tubuh helikopter terdapat nama Alseenio yang ditulis dengan huruf yang keren.


Mereka semua melihat helikopter mendarat dengan sempurna di atas bangunan dari halaman depan.


Dengan gegas, mereka bertiga mendekati helikopter yang ada di lantai tiga.


Dua pilot yang mengendalikan helikopter ini ternyata orang Indonesia, mereka di sini tidak boleh lama karena masih ada tugas, keduanya langsung meninggalkan mansion dijemput oleh ojek online.


“Kalian berdua bisa mengendarai helikopter?“


Alseenio berkata dengan ekspresi yang kaget ke arah Gondals dan Bella.


“Benar, ini sertifikat PPL kita berdua.“


Gondals mengeluarkan dua sertifikat PPL 'lisensi yang diperoleh seorang pilot setelah mencapai 40 jam terbang', tak disangka kedua pengawalnya ini dangat dapat diandalkan.


Alseenio menghembuskan napas lega selepas mengetahui mereka berdua bisa mengendarai helikopter. Pasalnya, ia bingung, untuk apa ada helikopter apabila dirinya tidak bisa mengendarai, untungnya kedua orang ini bisa, jadi tidak percuma.


Tepat di jam 12 siang, Gondals dan Alseenio keluar dari mansion menggunakan mobil yang berbeda, Alseenio membawa Gemera sedangkan, Gondals membawa Ferrari yang sudah dipindahkan ke mansion bersama dengan semua motor Alseenio.


Keduanya memiliki tujuan yang berbeda, Gondals pergi ke perusahaan CAP (Chakra Asep Perkasa) untuk menyeleksi para pensiunan TNI, adapun Alseenio, ia pergi ke Bandung untuk dua hari.


Alseenio ke sana untuk menyelesaikan misi, kebetulan ia diajak kolaborasi, lebih tepatnya dia mengajak kolaborasi Bang Luffi dalam acara konten pergi ke sebuah pertunjukkan para cosplayer.


Jadi, di mansion hanya ada dua pengawal dan pembantu, serta sekuriti, sedangkan pemiliknya berada di luar kota.


Beberapa jam berlalu, Alseenio sampai di rumah Bang Luffi sendirian.


Di sana ia dijamu dengan sangat baik, tetapi ketika ia berkata dirinya ingin ikut me-cosplay, Bang Luffi terkejut bukan main-main.


“Benaran, Bang Nio? Mau cosplay juga?“


“Ya, menurut kalian karakter apa yang cocok denganku?“


Mendengar pertanyaan Alseenio, mereka semua merenung untuk memikirkan ini.


“Bagaimana dengan cosplay karakter superhero?“


“Siapa?“ tanya Alseenio kepada Bang Luffi.


“Kamu tahu Saviorman?“


“Saviorman?“ Alseenio terheran. “Siapa itu?“

__ADS_1


“Itu ….“


__ADS_2