
Setelah Alseenio dijelaskan secara terperinci apa yang sebenarnya terjadi pada masalah Ibu dan Anak ini.
Wajah Alseenio yang tegang karena naik darah dan marah, lambat-laun menjadi tenang.
Ia menggelengkan kepalanya tidak berdaya setelah mengetahui semuanya yang terjadi.
Ternyata peristiwa anak durhaka merupakan pemgaturan atau hanya syuting belaka.
“Definisi dari kalimat 'Selamat Anda kena Preng' ini, mah.“ Fandick menepuk bahu Alseenio dan tersenyum.
Pemuda dan Wanita paruh baya tersebut merupakan satu tim, mereka adalah para aktor eksperimen sosial pada suatu kanal Yitub yang setelah Alseenio periksa ternyata cukup terkenal.
Nama saluran Yitub mereka adalah Manusia Pohon yang telah melakukan berbagai eksperimen sosial. Tujuannya untuk mengetahui reaksi orang-orang atau seseorang yang berkaitan dengan sosiologis dan psikologis terhadap suatu peristiwa atau kejadian.
Pantas saja, sejak awal Alseenio perhatikan, keduanya ini tampak kaku ketika melakukan sebuah adegan anak yang durhaka kepada ibunya, tetapi ketika melihat Pemuda ini mendorong Ibu tersebut membuat Alseenio marah, terlepas itu bohongan atau rekayasa.
Begitu tahu ini adalah sebuah syuting untuk saluran Yitub, Alseenio ikut merasa lega, setidaknya itu meyakini Alseenio bahwa keberadaan seorang anak yang begitu durhaka dengan teganya menganiaya dan menghardik orang tua begitu sedikit.
Jujur saja, Alseenio tidak bisa melihat orang sudah tua dianiaya atau dimarahi oleh orang yang bahkan lebih muda.
Maka dari itu, ia langsung bertindak begitu melihat Pemuda ini ingin mendorong sekali lagi Wanita paruh baya.
Alseenio tidak masalah dengan konten video seperti ini, sebab dari sini kita tahu bahwa masih ada orang yang memiliki sifat peduli dan baik terhadap sesama manusia.
Termasuk konten Yitub yang bermanfaat, teruntuk orang-orang yang penasaran dengan reaksi orang-orang saat dihadapkan situasi yang membuat seseorang harus bertindak.
“Syukurlah, kukira sungguhan, tetapi apakah Ibunya tidak apa-apa?“ tanya Alseenio kepada Wanita yang berperan sebagai orang tua si Pemuda.
Mereka berdua tidak memiliki hubungan darah alias memang hanya memainkan peran sesuai dengan skrip atau rencana.
Wanita itu ini memperlihatkan senyuman di wajahnya yang memiliki banyak kerutan dan menjawab dengan lemah lembut, “Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Dorongan dia tidak keras.“
Setelah diterjemahkan oleh Pemuda ini, Alseenio mengerti apa yang diucapkan oleh Wanita tua, dan ia merespons dengan anggukan kepala. “Syukur tidak ada yang terluka.“
Mendengar ini, Pemuda tersebut ikut tersenyum dan rasa takut kepada Alseenio menghilang, ia tahu bahwa Alseenio orang yang baik, mustahil untuk orang seperti Alseenio melakukan perbuatan yang tidak benar.
__ADS_1
“Oh, iya. Apakah boleh diunggah video rekaman tadi? Kameraman menangkap semua yang terjadi,” tanya Pemuda ini dengan sopan.
Alseenio menoleh ke Fara dan lainnya sebelum menjawab, ia meminta pendapat orang terdekatnya.
Melihat Alseenio yang menatap mereka semua, Fara dan yang lain mengangguk, artinya mengizinkan.
Alseenio memalingkan kepalanya, menatap mata milik Pemuda di depannya, dan mengangguk satu kali. “Boleh, silakan saja.“
“Terima kasih!“ Pemuda ini berterima kasih dengan tubuh yang sedikit membungkuk.
“Sama-sama,” Alseenio membalas sambil menepuk bahu Pemuda di depannya dengan pelan.
Setelah mengatakan itu, Alseenio dan lainnya hendak pergi meninggalkan tim eksperimen sosial, dan melanjutkan perjalanan menuju Nanjing Road.
“Tunggu,” Pemuda ini tiba-tiba memanggil Alseenio yang sudah berbalik badan dan sudah melangkahkan kakinya ke depan. “Apakah kalian orang-orang yang terkenal di suatu daerah?“
Begitu mendengar ini, tubuh Alseenio berhenti dan ia kembali membalikkan badan menghadap orang-orang tersebut, kemudian mengangguk kecil.
“Punya kanal Yitub juga?“ tanya Pemuda yang Alseenio rasa adalah pemimpin atau orang yang menggerakkan acara.
Ketika melihat jumlah pelanggan saluran Yitub Alseenio, mereka semuanya tercengang, sebab bagi meraka jumlah ini sangatlah banyak.
Orang dengan jumlah sebanyak itu bisa membuat negara sendiri, meski hanya negara kecil ke sedang.
Mereka juga tahu bahwa Pria di depan mereka yang memakai masker memiliki ketampanan yang mengalahkan artis dalam negeri. Lagi-lagi ada orang yang tidak percaya Alseenio berasal dari Indonesia.
Pernyataan yang membuat Alseenio bosan dan malas menerangkan kembali. Jadi, ia hanya menyebut dirinya orang Indonesia asli tanpa harus membuktikan secara rinci.
“Omong-omong, kalian mau ke mana? Kalian turis, kan?“
“Kami ingin pergi ke Nanjing Road. Iya, kami turis, baru kemarin sore sampai di kota ini.“
“Oh, begitu … mau kami antarkan? Sebagai balas jasa kami karena telah memperbolehkan mengunggah rekaman video tadi.“ Pemuda ini menawarkan diri untuk menjadi pemandu wisata rombongan Alseenio.
Alseenio berdiskusi dengan yang lain, sebagian dari mereka berpendapat bahwa tidak masalah dengan Pemuda ini menjadi pemandu mereka selama di Kota Shanghai.
__ADS_1
Mengetahui Alseenio setuju dengan tawarannya, tim mereka menunjukkan sebuah senyuman.
Selanjutnya, tim saluran Yitub Manusia Pohon bergabung dengan rombongan Alseenio.
Total ada 11 orang jika digabungkan, terdapat 6 orang dari Tim Manusia Pohon, termasuk Wanita paruh baya.
Dengan demikian, mereka semua berjalan menuju Nanjing Road yang jaraknya masih tersisa 1 kilometer lebih.
Peristiwa tadi telah menghabiskan waktu hampir 1 jam lebih, lebih banyak mengobrol ketimbang peristiwa yang membuat kesal Alseenio terjadi.
Sesampainya di Nanjing Road, mereka langsung pergi mencari tempat makan, waktu sudah masuk siang hari, matahari juga agak menyinari kota meskipun musim dingin.
Mereka berniat menunggu jam makan siang di restoran sambil mengobrol dengan para anggota Tim Manusia Pohon.
Meskipun mereka memiliki sedikit hambatan mengenai bahasa yang digunakan dalam interaksi antara mereka ini, Alseenio masih bisa mengerti apa yang diucapkan oleh Pemuda yang bernama Luan Jing ini.
Luan Jing merupakan ketua dari Tim saluran Yitub Manusia Pohon. Semua ide-ide konten muncul dari hasil pikirannya, dia juga merangkap sebagai pemeran dalam konten, Pemuda ini cukup hebat.
Mereka juga mengeluh kepada Alseenio bahwa banyak dari luar negeri yang menganggap saluran Yitub miliknya sebagai propaganda dari negara asalnya, padahal mereka ini memang murni ingin memperlihatkan bagaimana orang-orang baik bertindak pada suatu peristiwa, bukan memperlihatkan bagaimana orang Cina yang baik hati bertindak ke sesama dan sebangsa.
Mendengar keluh kesah mereka, Alseenio memberi saran untuk mereka, yaitu membuat video di luar negeri dan jangan di dalam negeri atau diamkan saja komentar kebencian seperti itu.
Saran Alseenio yang pergi ke luar negeri sepertinya sangat sulit direalisasikan. Mereka memutuskan untuk membiarkan orang-orang berkata apa, asalkan tujuannya tetap beriringan dengan niat awal saluran ini didirikan.
Mereka berenam tampak seperti orang baik. Fara, Sugi, dan Fani tidak merasa risih terhadap mereka, terlebih Fara. Dia tidak merasakan ada niat jahat dari keenam orang ini.
Fara bisa mengetahui siapa saja orang yang memiliki niat jahat, dia dapat mengetahuinya dari pandangan mata, mimik muka, dan gerak-gerik orang tersebut. Kemampuannya itu muncul secara berkala dan rutin saat terjadinya peristiwa utang keluarga.
Dia takut ada orang yang menjahati dirinya. Dengan begitu, ia selalu memperhatikan tindakan seseorang sekecil apa pun.
Setelah makan siang selesai, dan mereka sudah kenyang, wanita tua sudah kenyang. Mereka semua pergi untuk menelusuri Jalan Nanjing.
Alseenio sudah siap untuk membelikan Fara dan yang lain barang yang mereka mau. Namun, Alseenio belum menberi tahu niatnya untuk mentraktir mereka semua.
“Ayo mainannya, Bu! Sayang anak! Sayang anak! Sayang Anak!“
__ADS_1