SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 39: Anti-Geh


__ADS_3

Perbuatan Pria botak ini memang sudah parah di mata istrinya sehingga ia diusir dari rumah dan tidak boleh tidur di rumah.


Pria botak ini bilang bahwa kejadian tersebut atas dasar bercanda ia lakukan, bukan yang serius, tetapi istrinya tidak menerima alasan Pria botak.


Kemungkinan besar istrinya galak dan berwajah garang, pria botak yang berotot ini saja sampai takut tidak berkutik sama sekali.


Ternyata memiliki istri tidak enak seperti apa yang dipikirkan Alseenio.


Alseenio memandang wajah Pria botak yang terlihat sedih dan menyesal, rasa kemanusiaan timbul perlahan dan ia memiliki niat untuk menolongnya.


“Daripada di sini di pinggir jalan dan terkena hembusan angin malam yang bahaya, lebih baik ikut aku ke apartemen,” ajak Alseenio dengan rasa kasihan di dalam hatinya.


Mengamati wajah keseluruhan Pria Botak beberapa saat, Alseenio tidak melihat ekspresi aneh atau mencurigakan, tampaknya ini Pria Botak ini bukan seorang kriminal, terlebih Pria Botak ini membawa sepeda motor Kawasaki 250 cc.


Oleh sebab itu, Alseenio berani untuk memberikan pertolongan.


“Sungguh? Kamu tidak berbohong, kan?“ Wajah sedih Pria Botak ini langsung berubah dalam satu detik dan bertanya meminta kepastian.


Kali ini ia tidak bercanda, dengan itu Alseenio mengangguk. “Benar, aku tidak berbohong.“


“Terima kasih, kawan!“ Pria Botak ini menggenggam tangan Alseenio dengan penuh semangat.


Tidak terduga ada seseorang yang ingin membantunya, ia benar-benar kapok menjahili istrinya lagi, tetapi hal itu dilakukan karena atas suatu tujuan yang penting.


Kaki Alseenio melangkah kembali ke sepeda motor dan menyalakan mesin mesinnya. Alseenio melihat Pria Botak tersebut memakai helm, jaket, dan menaiki sepeda motornya sendiri, lalu menyalakannya. Pria ini sungguhan akan ikut dirinya ke apartemen.


“Sebentar, aku ingin bertanya lagi,” sebelum berangkat Pria ini turun dari sepeda motor dan berjalan mendekati Alseenio, ia ingin bertanya suatu hal. “Kamu bukan seorang yang penyuka sesama jenis, 'kan?“


Mulut Alseenio sedikit berkedut setelah mendengar pertanyaan ini, ternyata Pria Botak satu ini menganggap dirinya yang tidak-tidak.


Alseenio segera menjawab, “Tidak, aku bukan seorang yang seperti itu.“


“Syukurlah, aku kira kamu orang yang seperti itu, aku sudah takut tadi.“ Pria Botak mengelus dadanya terlihat lega.


Setelah itu pria botak kembali ke sepeda motornya dan siap berangkat.


Melihat tingkah pria satu ini Alseenio tidak tahu harus tertawa atau sedih, sepertinya memang ada yang salah dengan otaknya.


Vroomm!


Alseenio melaju ke depan dan diikuti oleh pria botak di belakang.


Di sepanjang jalan, laju kecepatan sepeda motor Alseenio ditahan dengan sengaja agar pria yang ada di belakang bisa mengikutinya tanpa tertinggal.


Butuh waktu lebih dari 45 menit untuk keduanya sampai di tempat parkir apartemen Alseenio.


Begitu sampai di sana, keduanya disambut oleh sebuah motor besar yang tampak aneh dan tidak biasa.


Alseenio langsung menduga bahwa sepeda motor dari hadiah Sistem ditempatkan secara langsung melalui cara yang tidak dapat dimengerti olehnya.


“Sial! Sepeda motor siapa ini?“ Begitu selesai meletakkan sepeda motor di parkiran, Pria botak itu segera menghampiri sepeda motor yang aneh tersebut.


Wajahnya seketika cerah dengan mata yang berbinar, pria botak yang belum diketahui namanya ini melihat-lihat keseluruhan tubuh sepeda motor tersebut. Pria botak itu tampaknya tidak mengetahui jenis sepeda motor satu ini.


Alseenio telah turun dari sepeda motor dan memarkirkannya berendeng dengan sepeda motor miliknya yang lain, lalu berjalan dengan langkah kaki menuju tempat sepeda motor yang besar dan keren ini.


“Hei, kamu siapa?“ Pria botak yang asyik memandangi sepeda motor tiba-tiba terganggu karena adanya Alseenio dan ia bertanya nama Alseenio.


Mendengar ini Alseenio menjawab, “Orang yang mengajakmu ke sini.“


Benar dugaannya, pria botak ini memang mengalami korsleting di otaknya.


“Oh, itu kamu. Aku kira artis luar negeri.“ Pria botak ini mendekati Alseenio. “Omong-omong, kita belum berkenalan sejak awal bertemu.“


“Perkenalkan namaku Yoga.“ Pria botak itu mengulurkan tangan untuk berkenalan.


Alseenio menjabat tangan tersebut dan memberi tahu namanya, “Aku Alseenio.“


“Salam kenal, kawan.“ Yoga menggoyangkan tangannya tanda perkenalan berakhir.


Keduanya melepaskan tangannya dan secara bersamaan menatap sepeda motor besar di depan mereka.


Vyrus Alyen 988 sepeda motor yang mempunyai bentukan atau wujud yang aneh sekaligus keren, lihat saja bentuk depan dari sepeda motor ini, tampak seperti Alien sungguhan. Visual sepeda ini paling keren dan terbaik sejauh yang Alseenio lihat, terlebih warnanya yang sangat masuk dengan tubuh kekar sepeda motor ini yaitu ungu dan hitam.


Tubuhnya sangat besar melebihi ketiga sepeda motor yang Alseenio punya.


Alseenio segera mengambil surat kelengkapan dan sertifikat dari tasnya, ternyata di dalam tasnya terdapat kunci sepeda motor tersebut.


Ia membaca sekilas dokumen kertas ini dan meletakkan kembali ke dalam tas.


Setelah itu, tanpa berlama-lama, ia segera menyalakan sepeda motornya.


“Hei, jangan sentuh sepeda mot—”


Vroom!!


Suara knalpot yang keras dan kuat terdengar di dalam tempat parkir, tanpa sengaja suara sepeda motor ini menyela ucapan Yoga.


“In-ini milikmu?!“ tanya Yoga dengan terbata-bata.


Dari wajahnya tampak ketidakpercayaan yang terlukis jelas, ia tidak percaya dan menyangka bahwa sepeda motor yang mewah ini milik Alseenio.

__ADS_1


Sepeda motornya dihidupkan selama beberapa menit saja, hanya sekadar memeriksa apakah sepeda motor yang keren ini berfungsi atau tidak.


“Ya.“ Alseenio mematikan sepeda motor yang mirip monster dan mencabut kunci dari kontaknya. “Ayo kita masuk ke dalam.“


Alseenio memasukkan kunci sepeda motor ke kantong celananya dan berjalan keluar dari tempat parkir. Yoga yang melihat Alseenio yang menjauh dengan sigap berlari untuk mengejarnya.


Di dalam lobi tower apartemen, Yoga melaporkan dirinya sebagai tamu Alseenio ke bagian resepsionis, ini memang harus dilakukan agar semuanya aman.


Sesudah itu, mereka berdua naik lift dan pergi ke lantai tempat unit apartemen Alseenio berada.


“Wow! Mewah sekali, kawan!“ Yoga memandangi perabotan dan interior unit apartemen Alseenio.


Setiap kali Yoga berkunjung ke sebuah ruangan, ia pasti memandang dengan takjub dan tidak jarang juga memuji Alseenio.


Mereka berdua duduk di balkon apartemen setelah melihat kamar tamu untuk Yoga, keduanya menyempatkan diri untuk sekadar mengobrol ringan sembari Alseenio mengedit video yang hari ini berhasil direkam.


Setelah berbincang-bincang dengan Yoga sepanjang mengedit video, ternyata pria botak dengan istri dan tiga anak ini adalah seorang Tiktoder dan Yituber, tetapi popularitas Yoga lebih berkembang di aplikasi Tiktod, dan kini ia sedang mengembangkan dan menaikkan reputasinya di Yitub.


Dari perbincangan ini juga Alseenio menjadi tahu apa sebab terjadinya atau asal muasal kenapa Yoga melakukan hal konyol tersebut, yaitu tidak lain adalah untuk konten video yang memang sudah menjadi bagian pekerjaannya, tetapi mungkin video kali ini tidak termaafkan bagi istrinya.


Yoga memang beberapa kali diusir 1-2 malam tidak boleh tidur di rumah karena kelakuan konyolnya, biasanya dia menginap di rumah teman, sekarang temannya tidak ada yang bebeas dan sibuk, beruntungnya ia ketemu Alseenio.


Alseenio memberi saran kepada pria botak untuk pergi ke rumahnya sendiri besok dan meminta maaf kepada istrinya, kalau terus seperti ini sangat tidak bagus bagi hubungan suami istri mereka.


Saran Alseenio didengar oleh Yoga, dan rencananya besok Alseenio ikut pria botak ini pergi ke rumahnya untuk menemani botak satu ini meminta maaf.


Beberapa puluh menit kemudian, Alseenio selesai mengedit video dan berhasil mengunggah 1 video ke Yitub.


Semua video hasil dari rekaman hari ini dibuat menjadi 3 video, sisa 2 video disimpan untuk besok dengan waktu tayang yang berbeda.


“Aku tidak menyangka bisa bertemu bos muda dan orang yang sedang panas,” gumam Yoga sambil melihat Alseenio yang sedang mengetik pesan dengan seseorang.


Obrolan sebelumnya Alseenio menyebutkan bahwa dirinya bukanlah seorang anak dari orang tua atau keluarga yang kaya, ia mendapatkan sepeda motornya yang ada di tempat parkir dan apartemen adalah hasil dari usahanya.


Jawaban Alseenio memang terdengar tidak sesuai dengan aslinya, sebab semua apa yang Alseenio punya berasal dari Sistem, tetapi ia harus mendapatkannya dari usahanya menyelesaikan misi, artinya jawaban Alseenio memang bisa dikatakan benar.


Alseenio yang tengah berbincang melalui pesan di Telegrom dengan Niara itu hanya diam dan terus membalas pesan dari Niara.


Pesan-pesan Niara tidak begitu penting, dia hanya memberi tahu tentang kegiatannya hari ini kepada Alseenio dan juga menanyakan kabar Alseenio saat ini. Alseenio dan Niara mereka berdua ialah seorang teman, mereka berinteraksi layaknya seorang teman, tetapi sesekali mereka berdua melakukan panggilan video, tidak terlalu sering dan tentunya tidak vulgar.


“Sudah malam, ayo kita makan malam.“ Alseenio mematikan ponselnya dan bangkit dari sofa balkon.


Yoga langsung berdiri dan berkata dengan senang, “Akhirnya kita makan juga, aku sudah bosan dengan camilan yang ada.“


Di atas meja balkon terdapat banyak sekali sampah bekas makanan ringan dan jajanan kecil yang Alseenio pesan dari restoran bawah, keduanya mengobrol sambil memakan camilan dan meminum cokelat panas.


“Ambil dahulu sampah bekas makan, baru kamu boleh makan malam,” ujar Alseenio seraya mengumpulkan sampah di atas meja.


Usai semua sampahnya terkumpul, mereka berdua masuk ke dalam apartemen dan menempatkan sampah di tempat sampah yang sudah disediakan di apartemen, keduanya cukup membuangnya begitu saja.


Alseenio menggunakan interkom dan memesan beberapa makanan untuk mereka berdua, tak lama kemudian pria berjas datang dan mengantarkan makanannya.


Keduanya makan malam bersama dan makan tanpa mengobrol sedikitpun.


“Bro, boleh bikin konten video bareng enggak?“ Tiba-tiba Yoga berkata sehabis makan malam selesai.


“Konten? Konten video apa?“ tanya Alseenio ingin tahu.


“Video Tiktod, aku lagi punya ide sekarang, kamu mau membuat konten bersama? Bagaimana?” kata Yoga menaikkan alis kirinya berkali-kali.


“Di akun Tiktodmu, kan?“


“Ya, akunku.“ Yoga mengangguk.


Alseenio berpikir sejenak untuk menerima ajakan atau tidak, tetapi … suara robotik yang familiar dengan Alseenio muncul dan pemberitahuan Sistem datang.


[Ding! Misi Sampingan Terdeteksi!]


Misi : Buka pakaian atas sepanjang konten kolaborasi dibuat.


Syarat : Terima ajakan dan tubuh atas terekspos di video.


Waktu : Malam ini.


Hadiah : 1x Kotak Misteri.


Hukuman : Tidak bisa duduk 10 tahun.


[Misi otomatis diterima!]


Setelah mendengar pengingat misi Sistem, Alseenio menoleh ke arah pria botak dengan kaku.


Hawa dingin terasa oleh tubuhnya dan Alseenio bergidik ngeri. Tidak memakai pakaian atas bersama pria botak yang berotot sepertinya ide sistem berisiko.


“Sistem, apakah kamu yakin dengan misinya?“ tanya Alseenio dalam hati kepada Sistem.


[Ding! Tidak ada kesalahan dalam pemberian misi!]


“Sistem bajingan!“ kutuk Alseenio yang marah di dalam hatinya.


Terpaksa Alseenio harus menyelesaikan misi ini, semoga ide Yoga cocok dengan misinya.

__ADS_1


“Oke, jelaskan ide kontennya.“ Alseenio duduk di kursi makan dan menatap kepala botak yang mengkilap.


“Begini, di dalam video aku akan berpura-pura ke rumah teman yang biasa aku inap, ternyata itu adalah kamu, pria yang sedang panas. Bagaimana? Apakah itu bagus?“ jelas Yoga memberi tahu idenya.


Alseenio mengangguk seraya merenung memikirkan caranya agar misi bisa dipakai bersama ide ini.


Beberapa detik kemudian, mata Alseenio menyala dan ia berkata, “Sebagai tambahan, ketika kamu datang aku sedang berolahraga tanpa mengenakan pakaian atas, bagaimana?“


“Oke! Ide yang bagus!“ Yoga menjawab dengan semangat. “Tetapi kamu tidak aneh-aneh, kan?“


“Tidak, aku seorang yang anti dengan geh.“ Alseenio menggelengkan kepalanya.


“Ayo, kita lakukan!“


Keduanya segera membuat video Tiktod sesuai dengan gabungan ide mereka. Yoga keluar dari apartemen dan Alseenio di dalam apartemen bersiap untuk membuka baju atasnya


Pada saat Pria botak itu masuk ke dalam dengan ponsel di tangannya yang sedang merekam gambar, Alseenio langsung membuka baju, dan melakukan olahraga push up satu tangan.


“Ini rumah temanku, gaes. Pasti kalian tahu orang ini.“


Tepat ketika kamera menyorot ke dalam apartemen, kemera ponselnya menangkap sosok berotot Alseenio yang sedang berolahraga, tubuhnya sedikit berkeringat.


“Ini dia orangnya, gaes!“


Alseenio berdiri dan segera tersenyum menawan menyapa Yoga. Kamera Yoga merekam seluruh tubuh atas Alseenio dengan jelas, lekukan ototnya ditangkap oleh kamera semuanya.


Setelah itu mereka berpura-pura bersalaman dan video selesai.


“Sip, semuanya sesuai dan bagus,” Yoga memberi tahu hasil rekamannya. “Besok tinggal aku edit di rumah.“


“Oke!“ Alseenio mengambil bajunya dan segera membereskan bekas makannya, kemudian ia pergi dari ruang makan.


“Kamu jangan lupa bersihkan bekas makannya, aku ingin tidur dahulu.“


Alseenio memperingati Yoga untuk membersihkan bekas makannya sendiri dan pergi ke kamar utama.


[Ding! Berhasil Menyelesaikan Misi Sampingan dan Dapatkan Panteq Philips 5711 Sapphire!]


Sebuah kotak besar berwarna hitam jatuh di atas kasur Alseenio secara tiba-tiba dan tidak masuk akal.


Tangan Alseenio langsung mengambil kotak itu dan membukanya.


Sebuah jam tangan berwarna biru safir di bagian bezel atau bingkai jam tangan, terlihat sederhana dan elegan.


Segera, Alseenio ingin tahu harga dari jam tangan ini dan ternyata harga di pasarnya ada di kisaran 600.000 dollar atau setara dengan 9 miliar rupiah.


Tangan Alseenio sedikit berkeringat ketika memegang jam tangannya dan kembali meletakkan ke dalam kotaknya. Ia belum siap untuk membawa barang kecil dan mahal untuk sekarang ini.


Alseenio segera tidur tanpa memedulikan Yoga, ia juga tidak takut apabila Yoga mencuri dan berbuat jahat, sebab di sini terdapat cctv, semuanya aman.


Mata Alseenio terpejam dan ia tertidur pulas.


∆∆∆


Keesokan harinya, Alseenio telah selesai menemani Yoga meminta maaf kepada istrinya meskipun terasa horror ketika bertemu istri Yoga.


Walaupun demikian, istri Yoga cukup cantik, blasteran antara darah Indonesia dan Cina yang memiliki singkatan terkenal, yaitu Cindo.


Apabila diukur dengan penilaian penampilan Alseenio, kecantikan istri Yoga ada di angka 80 ke atas.


Pasalnya, istri Yoga sudah pernah melahirkan tiga orang anak dan semuanya adalah perempuan, tetapi parah dan tubuhnya masih seperti wanita yang belum pernah menikah, itu adalah poinnya.


Alseenio tidak bisa berlama-lama di sana karena ada sesuatu yang harus dilakukan sekarang, hari ini dia akan pergi ke pantai asuhan untuk menyumbangkan pakaiannya, mungkin juga uang tunai dan beberapa barang konsumsi.


Oleh karena itu, Alseenio sekarang membawa mobil Ferrari hitam miliknya untuk pergi ke rumah lama, di sana ia harus mengambil barang-barang dan mobil ini cukup berguna, tidak perlu memesan Gokar.


Sebuah Ferrari mewah terparkir di pinggi jalan, seketika menjadi tontonan orang-orang, seorang pemuda yang mengenakan kacamata hitam dan jas hitam formal layaknya seorang bos turun dari mobil.


Pemuda itu adalah Alseenio yang telah sampai di jalan depan gang rumahnya, banyak sekali orang-orang dan anak kecil yang ingin melihat mobilnya, Alseenio tidak melarang orang-orang untuk berkumpul.


Alseenio menyapa mereka semua sambil berjalan ke dalam gang, orang-orang banyak yang mengalihkan perhatiannya kepada Alseenio dan beberapa anak kecil mengikutinya ke dalam gang.


Agar tidak ada anak kecil yang ikut ke rumah, Alseenio mengeluarkan uang 50 ribu untuk anak-anak, dan menyuruh mereka kembali ke rumah masing-masing dan memberi nasihat jangan bermain jauh-jauh.


Itu efektif dan anak-anak tersebut menghilang setelah diberi uang.


Tepat ketika Alseenio berjalan di dalam gang yang menuju rumahnya dan hendak sampai di depan rumah, tiba-tiba kaki Alseenio berhenti dan wajahnya terpampang ekspresi terkejut.


"Siapa ini?"


Di depannya, ia melihat ada seorang wanita yang sedang mengetuk pintu rumahnya, dan dilihat-lihat wanita ini tengah mencari dirinya karena wanita ini mengetuk pintu sambil memanggil namanya.


“Permisi! Alseenio apakah kamu masih di sini?"


"Permisi! Apakah ada orang?"


Setelah mendengar suara dari wanita ini, Alseenio merasa bahwa suaranya terdengar familiar seperti ia pernah mendengarnya di suatu tempat.


Dalam sekejap, sebuah potongan ingatan muncul di kepalanya dan Alseenio mengingat siapa wanita pemilik suara ini.


“In-ini? Bukankah ini suara Fara?“

__ADS_1


__ADS_2