SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 56: Sengatan Listrik Sistem


__ADS_3

Misi menjadi ikan asin kembali muncul, sesuai dengan pemberitahuan sistem bahwa misi tersebut akan muncul setiap kali mendapatkan hadiah berupa saham.


Isi dari misi ini adalah ia dipaksa untuk tidak begitu jauh dalam menjalankan perusahaan yang terdapat saham miliknya, bahkan sistem memperingati untuk meminimalisir kegiatan yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.


Ini sesuai dengan judul misi yang adalah menjadi ikan asin atau berarti menjadi orang yang santai berjemur tanpa melakukan apa-apa.


“Ternyata itu Pak Direktur BSA. Ada keperluan apa memanggilku, Pak Direktur?“ tanya Alseenio dengan suara yang sopan dan ramah.


“Perkenalkan sebelumnya, saya Dodi Manharto Direktur dari Bank BSA. Saya di sini ingin menyampaikan informasi kepada Anda, Tuan Alseenio. Sebelumnya saya mendapatkan kabar dari Presiden Direktur dan mengatakan bahwa 15% Saham Perusahaan dipegang oleh Tuan Alseenio setelah sekian lama kami menahan uang dividen jatah Anda.


“Kami sebentar lagi akan mengirimkan uang dividen lima tahun yang tertahan sejak awal Anda bergabung dengan perusahaan kami, yaitu pada tahun 2016 sampai 2021 kemarin. Total uang 30 triliun kami kirimkan secara bertahap. Dimohon untuk Tuan Alseenio memeriksa apabila transfer uang telah berhasil masuk.“


Suara pria ini sangat tenang bagaikan air yang diam di genangan, tetapi tidak menghilangkan nada hormatnya kepada Alseenio.


“Baik, saya akan langsung kabarkan begitu uangnya masuk ke rekening saya, Pak Dodi,” Alseenio menjawab sambil menahan kegembiraannya di hatinya setelah mendengar bahwa dia akan mendapatkan uang 30 triliun dari dividen kuartal lima tahun.


Alseenio belum tahu berapa laba bersih perusahaan Bank Sentral Asia ini selama beberapa tahun yang lalu. Kemungkinan dalam satu tahun Alseenio memperoleh uang Dividen 6 Triliun Rupiah jika selama 5 tahun ini ia mendapatkan 30 Triliun.


Selain itu, Alseenio tidak mengetahui sama sekali bahwa dirinya telah menanam saham di perusahaan besar ini dari 5 tahun yang lalu, sepertinya sistem tidak memberi tahu masalah ini, nanti ia akan bertanya kepada sistem terkait perihal ini.


“Terima kasih atas kerja samanya, Tuan Alseenio. Juga, saya tidak tahu kapan Anda mempunyai waktu untuk memeriksa pekerjaan perusahaan?“ Direktur Dodi bertanya dengan sopan kepada Alseenio.


“Mungkin … kalau aku punya waktu, aku akan segera mengabari Pak Direktur nanti. Adapun tentang urusan perusahaan, tampaknya aku tidak memiliki saran, situasi perusahaan sudah bagus. Masalah pengelolaan perusahaan saya percayakan kepada Anda serta Presdir dan direktur yang lain yang profesional,” ucap Alseenio dengan suara yang tenang dan sopan.


Sesuai dengan misi yang muncul, Alseenio tidak boleh mengurus banyak perusahaan yang terdapat saham kepemilikannya. Karena itu, Alseenio tidak bisa pergi sekarang untuk mengecek pekerjaan dan karyawan perusahaan.


Ia juga lebih memilih untuk mempercayai sementara orang-orang yang menjabat di perusahaan sekarang. Alseenio sama sekali belum banyak mengetahui kondisi dan operasi perusahaan, apabila ia campur tangan dan mengakibatkan tindakan yang gegabah, sama saja ia merugikan dirinya sendiri. Jadi, untuk sekarang Alseenio tidak perlu terburu-buru untuk mengetahui perusahaan.


“Baiklah, Tuan Alseenio. Terima kasih sudah memberikan kepercayaan Anda kepada kami,” Direktur Dodi berkata dengan tulus dan samar-samar terdapat nada yang gembira. “Kalau begitu, hanya itu saja informasi yang bisa saya sampaikan kepada Tuan Alseenio. Terima kasih atas waktunya, kami menunggu kedatangan Tuan Alseenio ke gedung perusahaan.“


“Terima kasih juga sudah memberikan informasinya, Pak Direktur Dodi.“


“Memang sudah tugas saya, Tuan Alseenio. Saya mohon undur diri dahulu masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, selamat siang, Tuan Alseenio.“


“Selamat siang.“


Sambungan panggilan diputuskan oleh pihak pak Dodi setelah Alseenio mengucapkan kalimatnya.


“HAHAHA!“ Tawa kencang meledak dari mulut Alseenio, ia duduk di sofa seraya tertawa melampiaskan rasa bahagia di hatinya yang membeludak.


“Hidupku semakin makmur dan sejahtera seiring banyak misi yang muncul, sering-seringlah merilis misi, wahai sistem! Sering-seringlah, hahaha!“ Alseenio tertawa seperti penjahat di dalam novel, wajahnya yang tampan menampilkan ekspresi yang licik dan suaranya pun persis seperti suara tertawa penjahat di dalam film.

__ADS_1


Tampaknya setelah terkena sambaran petir ringan dari sistem, di dalam otak Alseenio ada saraf yang korsleting. Tingkahnya makin tak jelas seperti lukisan yang abstrak.


[Ding! Mulai Menurunkan Hukuman Kembali ….]


Suara sistem tiba-tiba muncul di benaknya, dan dalam satu kedipan mata tingkah Alseenio berubah menjadi diam dan tenang seolah-olah perilaku konyol tadi tidak pernah terjadi.


“Maaf, Sistem. Kamu sepertinya salah melihat, aku tidak euforia sejak awal,” ucap Alseenio dengan bermartabat dan ekspresi yang serius.


Sniff!


“Bau terbakar masih tercium sampai sekarang, sebenarnya, benda apa yang terbakar?“ Alseenio masih jelas mencium bau hangus benda terbakar, tetapi ia tidak menemukan pelakunya.


“Tunggu!“ Alseenio sadar tentang sesuatu dan ia langsung mencium bau tubuhnya sendiri, ekspresi wajahnya seketika berubah, ia terkejut tidak percaya. “Jangan-jangan sebelumnya aku sudah terkena hukuman sistem?“


Memastikan lebih lanjut, Alseenio mengambil ponselnya dan membuka kamera depan ponsel. Sebuah tampilan acak-acakan dengan rambut yang sedikit berdiri terlihat di layar ponselnya.


“Sial! Benar dugaanku!“ seru Alseenio yang melihat penampilannya melalui layar ponselnya.


Dalam sekejap Alseenio ingat dengan apa yang terjadi kepadanya sebelum ia tiba-tiba terbaring di atas sofa.


“Sistem, bukankah ini ulahmu?“ keluh Alseenio dengan wajah yang muram sambil meletakkan ponsel di atas meja.


[Ding! Sistem terpaksa lakukan demi kebaikan Anda sendiri.]


[Ding! Misi Menjadi Ikan Asin yang Kaya Raya Terselesaikan dan Dapatkan Kemampuan Fotografi Tinggi, +2 Penampilan, dan Masker Mulut Ajaib!]


Sebuah pemberitahuan muncul di depan Alseenio bersamaan dengan panel transparan yang melayang, amarah Alseenio ditunda setelah melihat hadiah ini.


Proses integrasi dilakukan lagi kepada tubuh Alseenio, kemampuan Fotografi dan penampilan Alseenio meningkat ke tingkat yang lebih tinggi.


Ekspresi kesal Alseenio menghilang digantikan oleh senyum senang yang lebar.


Saat ini, Alseenio memperhatikan bahwa di atas meja balkonnya terdapat beberapa kertas dokumen, satu kunci sepeda motor Kawasaki yang unik, dan sebuah masker mulut berwarna hitam, itu seharusnya hadiah yang ia dapatkan dari Sistem.


Tangan Alseenio terulur untuk mengambil sebuah dokumen di atas meja, kemudian ia membacanya dengan cepat. Dokumen ini ternyata berisikan surat kepemilikan saham Alseenio di perusahaan BSA. Satu lagi beberapa kertas kepemilikan sepeda motor Kawasaki H2 Full Karbon yang sudah dimodifikasi, nilainya lebih dari 2,5 Miliar Rupiah.


“Sistem, aku ingin bertanya, tolong jawab dengan jujur,” kata Alseenio yang penasaran dengan sesuatu hal yang ada pada sistem. “Tolong jelaskan mengenai saham ini, apakah saham yang didapatkan olehku telah ada di beberapa tahun sebelumnya?“


[Ding! Saham yang diberikan oleh sistem memang sudah diadakan beberapa tahun sebelum Anda mendapatkan hadiah berupa saham. Pada dasarnya, dunia ini telah diubah oleh sistem.]


“Diubah?“ Alseenio bergumam dengan bingung.

__ADS_1


[Ding! Benar, semua pengubahan berkaitan dengan Tuan Rumah, contohnya foto masa kecil Anda yang berbeda dan membuat orang tidak mengetahui masa lalu Anda yang penampilannya masih buruk rupa.]


Alseenio tertegun sejenak, ia kemudian mengambil kotak tua dari dalam apartemen yang berisikan foto masa kecilnya.


Benar saja, wajahnya yang ada di dalam foto yang sudah tua ini berubah, wajahnya saat kecil menjadi sedikit tampan setidaknya tidak sejelek yang aslinya sebelum diubah oleh sistem. Alseenio tidak tahu bagaimana caranya sistem merealisasikan ini, sungguh ajaib.


Setelah memeriksa semua foto masa lalu, Alseenio mengembalikan kotak berdebu ini ke dalam apartemen, kemudian ia duduk di sofa balkon untuk melihat hadiah selanjutnya.


Terakhir, Alseenio mengambil masker hitam ini dan mengeceknya secara teliti.


Terlihat masker hitam yang terbuat dari kain ini tidak ada bedanya dengan masker hitam yang ada di toko belanja daring.


“Apakah ada yang spesial dengan masker ini sehingga disebut masker ajaib?“ Alseenio bertanya kepada sistem dengan penasaran.


[Ding! Masker Mulut Ajaib memiliki efek kepada pemakainya yang membuat pemakai tidak dapat dikenali oleh orang lain. Masker ini cocok dengan Anda ketika risih dilihat orang lain, ketampanan Anda tidak akan berkurang jika memakai masker mulut ini.]


“Sungguh?!“ Alseenio terkejut setelah mendengar penjelasan sistem dan ia mengamati masker ini dengan ekspresi yang masih tak percaya.


[Ding! Benar, Tuan Rumah!]


Ketika mendengar penegasan sistem, Alseenio meletakkan masker ini di dalam apartemen dekat helm-nya ditempatkan. Benda ini sangat penting untuknya ketika bepergian.


“Sebaiknya, aku mandi sekarang, bau hangus masih menempel di tubuhku.“


Setelah mengatakan kalimat itu, Alseenio berlari meninggalkan barang-barang di atas meja balkon dan pergi menuju kamar mandi ruang tamu.


Alseenio mencuci tubuhnya sekali lagi, pagi hari ini ia mandi dua kali.


Selanjutnya, Alseenio kembali ke balkon untuk mengeringkan rambut panjangnya yang basah, beruntungnya sengatan listrik yang sistem berikan tidak memberikan kerusakan pada tubuh Alseenio.


Tiba-tiba, telepon berbunyi memberi tanda bahwa seseorang menelepon dirinya. Dengan gegas Alseenio mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan.


“Haha … itu memang mobilku. Oke, aku segera ke sana,” kata Alseenio sebelum menutup panggilan.


Alseenio bangkit dari balkon usai rambutnya kering, ia membawa dokumen saham dan kepemilikan sepeda motor ke dalam apartemen dan menyimpan kertas-kertas tersebut ke koper khusus dokumen penting.


Balkon apartemen Alseenio bersihkan hingga setiap barang di sana mengkilap tanpa noda.


Sehabis semuanya beres, kamar dan balkon bersih, Alseenio pergi keluar dengan pakaian yang biasa ia kenakan ketika keluar apartemen dan berjalan menuju tempat parkir.


Sebuah sepeda motor baru yang keren muncul di sini, masih dengan warna yang sama, yaitu hitam dan ungu. Kawasaki H2 Full Karbon dan modifikasi Alseenio kendarai menuju suatu tempat.

__ADS_1


Vroom!


Siluet hitam dengan cepat melintas meninggalkan kawasan apartemen.


__ADS_2