SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 213: Bertemu Goat


__ADS_3

"Alseenio, selamat pagi dan selamat datang di Arab Saudi!"


Pria yang Alseenio temui adalah Tuan Sui, yakni Penaldo. Legenda penalti, maksudnya legenda sepak bola, pemain terbaik di sepanjang sejarah sepak bola.


Penaldo bersalaman dengan Alseenio dengan senyum lebih di wajahnya yang sangat ikonik.


Kameraman profesional yang Alseenio sewa telah mengambil gambar dan rekaman video dari pertemuan ini.


Rombongan Alseenio yang terdiri dari 8 orang dibawa oleh Penaldo ke kediamannya selama dikontrak oleh tim sepak bola Al-Anssr.


Di sana, mereka bercanda ria sambil memakan camilan yang disuguhkan oleh pihak Penaldo.


Setelah mengemil dan mengobrol, mereka melanjutkan dengan makan bersama-sama di restoran apartemen mewah yang mahal harganya.


Hal yang mengejutkan adalah Alseenio membeli apartemen di dekat kediaman Penaldo, hanya dipisah oleh beberapa unit saja.


Sugi berhasil membeli apartemen hanya dalam waktu beberapa jam.


Jadi, setelah makan siang sehabis mengobrol berjam-jam, Alseenio menempatkan barang-barang di apartemen untuk beberapa hari ke depan.


Setelah bertemu dengan Penaldo, beberapa orang yang terkenal dari negara ini bertemu dengan Alseenio untuk melakukan kolaborasi dadakan.


Dengan begitu, dalam 3 hari berikutnya, hari-hari Alseenio dipenuhi dengan jadwal kolaborasi.


Ada 3 kolaborasi sekaligus yang akan Alseenio lakukan untuk 3 hari. Di hari ini, Alseenio akan langsung melakukan kolaborasi dengan Penaldo dalam membuat video di lapangan sepak bola yang biasa digunakan untuk latihan klub tim Penaldo yang sekarang dikontrak.


Tentu saja, Alseenio izin dan membayar biaya untuk menyewa lapangan selama beberapa jam.


Apa yang akan mereka lakukan adalah beradu kemampuan dalam menggocek dan menembak bola ke gawang.


Dalam kemampuan menggocek, Alseenio memiliki kemampuan dari Sistem yang membuatnya menjadi lebih hebat dari Penaldo.


Kemampuan Sepak Bola, secara keseluruhan mengubah Alseenio menjadi pemain sepak bola terhebat di sepanjang sejarah, dahulu, kini, dan masa depan.


Semua gocekan yang dilakukan Alseenio sangat-sangat di luar nalar, bahkan Penaldo hanya bisa tertegun dengan wajah yang bingung, bagai anak bebek yang kehilangan induknya.


"Di mana aku sebenarnya?" Penaldo bertanya-tanya tentang keberadaannya sekarang.


Pasalnya, sekarang dia sedang melihat seorang pria yang lebih andal dalam bidang olahraga sepak bola.


Kalah dalam gocekan, kali ini pertarungan berganti ke dalam permainan mencetak gol ke gawang dari titik tengah lapangan.


Tentu saja, ini mudah jika tidak ada aturan. Jadi, Alseenio membuat aturan yang mana di depan gawang di kejauhan diletakkan beberapa benda berupa mainan bebek yang di mana akan menjadi target mereka berdua.

__ADS_1


Target itu harus dikenai oleh bola yang mereka tendang dari tengah lapangan.


Hal itu sulit untuk berhasil karena setiap mereka meleset melakukan tendangan dan tidak mengenai target, mereka harus menjauh satu langkah dan melakukan tendangan dari jarak yang lebih jauh dari sebelumnya.


"Ini sulit dilakukan, Alseenio. Aku tidak yakin bisa mengenainya," kata Penaldo yang sedikit protes.


Alseenio tersenyum dan berlari di tempat untuk melakukan pemanasan sekali lagi. "Hadiah akan diberikan olehku, yaitu berupa mobil sport Lamborghini. Ada tiga target, jika kamu mengenainya satu, kamu mendapatkan satu mobil. Apabila mengenai semuanya, tiga mobil Lamborghini untuk kamu."


Mata Penaldo menyala dengan semangat yang membara. Hadiah, inilah yang membuat semua orang menjadi tertarik dan bersemangat untuk menjalani suatu kegiatan karena ada yang diinginkan.


Bang!


Tendangan keras dilakukan oleh Penaldo disertai oleh suara hantaman yang cukup keras.


Bola yang ada di tanah terhempas jauh ke atas dengan kecepatan yang tinggi, kemudian secara bertahap melambung mengubah arah menjadi menukik ke bawah.


Tidak disangka, tendangan pertama Penaldo mengenai bebek mainan yang ditaruh di atas tongkat kayu, tidak ditancapkan ke tanah, melainkan ada topangan lebar.


Melihat ini, semua orang bersorak meratakan kesuksesan Penaldo dalam menjatuhkan salah satu mainan bebek tersebut.


Penaldo menoleh untuk melihat Alseenio di sampingnya, ia tersenyum dan berkata, "Satu Lamborghini jangan lupa. Haha, bercanda."


"Sesuai janjiku, Tuan Sui. Aku akan memberimu satu Lamborghini Aventador Kustomisasi. Itu akan datang beberapa Minggu lagi. Ditunggu saja," balas Alseenio dengan tersenyum dan menepuk bahu Penaldo.


"Kamu tidak sedang bercanda, kan?!" tanya Penaldo memastikan ucapan Alseenio.


Dalam sekejap, Penaldo terdiam dengan ekspresi yang senang.


Dan teman serta kerabat Penaldo bersorak gembira sambil memeluk tubuh Penaldo.


"Yuhu!!"


"Mobil baru, Kawan! Ayo kita berjalan-jalan nanti!"


"Lamborghini bukan merek yang murah!"


"..."


Akan tetapi, kebahagiaan Penaldo menjadi berkurang setelah melihat performa tendangan Alseenio yang luar biasa setelah gilirannya.


Kaki Alseenio menendang bola tersebut dengan kuat, menciptakan jejak rumput tempat bola berada menjadi tergerus menghilang, dan bola yang Alseenio tendang itu terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga semua orang sulit untuk mengikuti akselerasi bola tersebut jika mengedip sekali saja.


Berbeda dengan tendangan Penaldo yang melambung, tendangan Alseenio membuat bola itu terbang lurus dengan kecepatan hempasan yang tinggi.

__ADS_1


Kamera hampir kehilangan jejak lintasan bola saking cepatnya.


Di bawah tatapan mereka semua, bola yang ditendang Alseenio mengenai bebek lainnya dengan tepat.


Sangat-sangat tepat, bola itu menghantam seluruh tubuh mainan bebek.


Semua orang terpana dengan kekuatan tendangan Alseenio, bahkan ini lebih kuat dari tendangan legenda bola mana pun.


Tendangan Penaldo saja tidak sampai sekuat itu, masih mudah untuk dilihat oleh orang.


Namun, bola yang dihantam oleh kaki Alseenio sulit untuk diikuti tanpa berkonsentrasi.


Dengan begitu, Penaldo hanya bisa membawa satu mobil atau dua mobil jika bebek mainan terakhir dijatuhkan.


Bam!


Penaldo tidak ingin kalah, ia mengerahkan seluruh kekuatan pada kaki kanannya untuk menendang bola.


Bola terpental keras dengan akselerasi yang cepat, tetapi kecepatannya tidak secepat hasil tendangan Alseenio.


Arah bola itu tidak terkontrol dan akhirnya gagal mengenai target bebek mainan.


"Giliranku."


Alseenio meminta bola yang ditendang oleh Penaldo, kemudian dia meletakkan bola tersebut satu langkah lebih jauh dari jarak sebelumnya.


Tidak peduli itu Alseenio atau Penaldo, jika keduanya tidak berhasil mengenai target bebek mainan, mereka harus menendang ke jarak yang lebih jauh.


Berlaku untuk keduanya.


Tatapan Alseenio terfokus pada target mainan bebek di kejauhan, dia berancang-ancang sejenak dengan cara berlari di tempat


Berikutnya, kaki kanan Alseenio mengayun cepat dan menabrak bola dengan keras.


Bang!


Rumput lapangan terlepas lagi oleh dampak kekuatan tendangan Alseenio.


Gelombang kejut kecil tercipta dan dapat dirasakan oleh Penaldo dan orang yang berdiri di sekitar 10 meter dari tempat Alseenio menendang bola.


Kurang dari 2 detik setelahnya, bebek yang ada di depan gawang terbentur oleh bola hingga terpental jauh belasan meter.


"Faq!"

__ADS_1


"Tendangan super?!"


Semua orang tercengang, wajah mereka menampilkan ekspresi keheranan yang tak terlukiskan. Seketika semua orang lupa untuk bergerak dan bersorak.


__ADS_2