
[Ding! Misi Sampingan Kolaborasi Bersama JYKT69 Terselesaikan dan Dapatkan Penampilan +50, Fisik, +50, dan Kemampuan Kontrol Warna Mata!]
Wajah Alseenio di dalam cermin mulai menampilkan perubahan, tepatnya pada bagian matanya.
Pupil matanya yang berwarna hitam berubah menjadi biru, kemudian berubah lagi menjadi merah sampai ke warna emas.
Setiap pupil mata itu berubah warna, penampilan Alseenio berubah dan terasa pesonanya bertambah.
Setelah mencoba berbagai banyak warna pupil mata, Alseenio mengembalikan warna matanya ke hitam gelap.
Dipikir lebih lanjut, Kemampuan Kontrol Warna Mata ini hambar bagi Alseenio. Alasannya adalah tidak bisa digunakan secara bebas.
Jika dia mengubah warna pupil matanya, itu akan cepat bisa disadari oleh semua orang lantaran setiap orang pasti melirik ke arah mata ketika bertemu atau berinteraksi.
Mata pasti ditatap dan itu akan cepat disadari oleh orang lain.
Jadi, percuma saja Alseenio mendapatkan Kemampuan Kontrol Warna Mata.
Sama sekali tidak terpakai olehnya.
Dua hadiah lainnya adalah hadiah yang sudah sering Alseenio dapatkan, yakni penampilan dan fisik.
Wajah Alseenio yang sekarang tidak menampilkan banyak perbedaan ketika penambahan skor penampilannya.
Mungkin ada secuil perbedaan ke arah yang lebih baik, tetapi tidak terlalu kelihatan karena saking kecil dan minim peningkatannya.
Setelah itu, kaki Alseenio melangkah keluar kamar untuk bertemu dengan Fara.
Malam ini, mereka berdua ingin menghabiskan waktu bersama di halaman rumah hanya untuk sekadar berjalan-jalan.
Hubungan mereka berdua sangat erat, keduanya bukan lagi seperti seorang pacar, melainkan lebih ke suami istri.
Mereka berdua jarang sekali bertengkar, apalagi sampai pukul-pukulan dan saling menghina.
Lebih dari 98% hubungan mereka itu sangat baik dan tidak ada kekerasan di antara mereka.
Alseenio dan Fara benar-benar melengkapi satu sama lain, tak ada yang keberatan saat mengisi peran. Fara sebagai pendukung Alseenio sangat cekatan dan membantu Alseenio dengan baik.
Jarang sekali mengeluh.
Pasalnya, Fara berpikir bahwa di dalam sebuah hubungan harus dikurangi ego dan lebih mementingkan satu sama lain.
Untungnya, sifat dan sikap Alseenio sejalan dengan ucapannya, dia benar-benar baik kepada Fara, sama sekali tidak melupakan Fara dan keluarganya.
Tidak tahu mengapa, mereka berdua merasakan bahwa apa yang sekarang mereka peroleh ini seperti mimpi, rasanya seolah bukan hal yang nyata.
__ADS_1
Pasalnya, semuanya berjalan begitu cepat dan berkembang sangat pesat.
Alseenio seketika menjadi orang terkaya di Indonesia, memiliki banyak sekali saham dari beberapa perusahaan besar di dunia, harta kekayaan yang sangat banyak.
Untuk Fara sendiri, dia masih tidak percaya dengan semua yang telah terjadi kepadanya.
Sekarang dia memiliki pria yang digadang- gadang paling tampan di dunia, punya banyak sekali harta kekayaan, semua kebahagiaan didapatkan, keluarganya sangat bahagia tinggal di rumah mewah, mendapatkan banyak teman dan relasi luar biasa.
Duduk di kursi taman kecil yang diterangi cahaya lampu, mereka berdua berpelukan bersama.
Fara duduk di atas pangkuan Alseenio, menatap langsung ke wajah tampan luar biasa di depannya.
Tiada bosannya Fara melihat wajah Alseenio yang makin lama terlihat makin tampan.
Tangan Alseenio bergerak menyibakkan rambut hitam Fara ke sela telinganya. Kecantikan yang ada di depan wajahnya sangat luar biasa, Fara memang wanita tercantik yang pernah ada di dunia ini.
Kedua wajah terbaik dari perwakilan dua jenis gender yang berbeda dihadapkan sekarang, pemandangan dari kedua wajah ini menciptakan perasaan tak terlukiskan, suasana di taman seketika berubah menjadi taman surgawi.
Peristiwa kedua wajah ini saling bertemu dan bertatapan dapat mewakili kata "Indah" yang ada di dunia ini.
Mereka berdua tidak berbicara selama beberapa menit, fokus menatap mata satu sama lain.
Namun, jarak antara wajah mereka berdua makin dekat dan dekat.
Pada akhirnya, mereka berciuman dengan penuh cinta dan rasa sayang.
Suasana makin memanas begitu Alseenio menyentuh melon besar milik Fara yang mengalahkan melon natural yang dipunya banyak wanita lainnya di dunia.
Ketika Alseenio memegang melon itu, sensasi kenyal dan lembut dapat dirasakan oleh kedua tangannya, bahkan Alseenio menemukan pucuk Fara yang keras.
Alseenio kerap mencicipi pucuk melon Fara, itu tidak pernah berubah dan masih berwarna merah muda yang menggoda.
Selain itu juga, ukuran itu Fara jauh makin besar sedikit demi sedikit setelah dimainkan dan dipijat oleh Alseenio.
Sementara Fara tersendiri pernah memainkan milik Alseenio, cuma sebatas memegang dan meraba.
Namun, Fara tahu bahwa milik Alseenio sangat-sangat besar, itu lebih dari 20 cm diperkirakan olehnya.
Terlebih lagi, ukuran lingkaran pergelangan tangannya dikalahkan oleh diameter milik Alseenio.
Di malam hari Fara sesekali memikirkan tentang milik Alseenio, tidak tahu mengapa membuat dirinya merasa gatal.
Pada saat sekarang saja, kue apem milik Fara digesek oleh sesuatu yang besar dan panjang yang menonjol di pangkuan Alseenio. Membuat Fara sangat gatal.
Pinggul Fara bergoyang sesekali selama beradu mulut berlangsung hingga berakhir..
__ADS_1
"Celana kamu basah," kata Alseenio dengan senyuman yang menggoda Fara.
Mendengar perkataan Alseenio, kedua pipi Fara mulai memerah dengan cepat.
Bagian bawahnya memang basah akibat barang milik Alseenio yang tak sengaja menyentuh tepat di bagian bibir tubuh bagian bawahnya.
Alseenio mendekati bibir ke telinga Fara dan berbisik, "Kamu ingin aku puaskan, Sayang."
Tangan Fara mencubit bajunya sambil menundukkan kepalanya, merenung untuk memikirkan pilihannya sendiri.
Tanggapannya segera diberikan dengan cara anggukan kepala.
Setelah mengetahui jawaban Fara, tubuhnya digendong oleh Alseenio menggunakan gaya gedong depan layaknya menggendong bayi.
Tangan kiri Alseenio menghalangi bekas basah di bagian celana Fara agar orang-orang di rumah tidak mengetahui tentang ini.
Setibanya di kamar Fara, keduanya duduk di atas tempat tidur Fara yang wangi dan bersih.
Tanpa Alseenio bicara lagi, Fara membuka pakaiannya di dalam penglihatan mata Alseenio.
Keindahan terungkap dengan jelas tanpa ada satu helai pun kain yang menghalangi.
Dua melon besar yang mampu menghancurkan negeri, tubuh mungil dan sedikit pendek, membuat penampilan Fara terlihat luar biasa cantik.
Alseenio tidak membuka pakaiannya, dia tetap dengan pakaian utuh dan segera berjalan dan berjongkok tepat berhadapan dengan Gua kenikmatan dunia berwarna merah muda tanpa ada semak belukar.
Gua itu tampak basah, terlihat banjir karena air yang keluar dari dalam Gua.
Berikutnya, Alseenio menjelajahi Gua milik Fara dengan mulut dan lidahnya.
Tidak lama Alseenio melakukan itu kepada Gua milik Fara, kesadarannya perlahan menghilang karena aroma harum yang keluar dari Gua begitu membuatnya mabuk dan terhipnotis.
Ketika kesadarannya kembali, Alseenio melihat bahwa dirinya berada di tempat yang familier, seolah pernah ia kunjungi sebelumnya.
Alseenio melihat ke sekeliling dan menemukan dirinya ada di sebuah kamar mewah dari sebuah istana dan bukan rumah atau mansion.
Alasan Alseenio bisa menebak seperti itu adalah karena ada ornamen yang keren dan megah.
Luasnya pun mengalah kamar utama rumah mewah Alseenio.
Tepat ketika Alseenio sibuk melihat ke sekeliling ruangan kamar besar, pintu kamar yang besar terbuka, memperlihatkan seorang wanita cantik yang juga familier.
Berderit!
Wanita cantik itu berjalan tanpa mengenakan busana apa pun, menunjukkan tubuh ilahi yang sangat indah, Fara sedikit kalah oleh tubuh ini.
__ADS_1
"Akhirnya, kamu tersadar juga sekarang meski cuma beberapa saat. Padahal, aku sudah memberikan banyak sekali kode, tetapi kamu tidak tahu artinya."