SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 94: Fara Berbohong


__ADS_3

Mata Fara melebar, kemudian pupil matanya bergetar dan bergerak ke mana-mana, seakan tidak ingin berkontak mata secara langsung dengan Alseenio, wajahnya pun terlihat sedikit pucat.


“Apa? Aku tidak mengerti.“ Fara menggaruk hidungnya.


“Fara,” Alseenio memanggil lembut Fara dan fokus menatap mata Fara.


Fara perlahan memberanikan diri untuk membalas tatapan Alseenio, kemudian mereka berdua saling bertatapan mata secara langsung.


Namun, wajah Fara lama-kelamaan memerah, pesona mata Alseenio sangat luar biasa. Fara pun menyahut, “Iya, Nio?“


“Jawab pertanyaanku tadi, apa wajahmu itu penuh dengan riasan?“


“Ti–tidak, aku sama sekali tidak memakai riasan.“ Fara menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Alseenio memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke depan wajah Fara.


“E–eh?“ Fara mengulurkan tangannya ke bahu Alseenio dan mencoba menjauhkan wajahnya dari wajah Alseenio, pipinya sudah memanas saat ini.


Hembusan napas Alseenio dapat dirasakan oleh Fara saking dekatnya wajah mereka.


“Apakah itu benar?“ tanya Alseenio yang memperhatikan wajah Fara lebih dekat.


“Iy–iya, itu benar,“ Fara mengangguk dan berkata dengan cepat sambil terus menjaga jarak antara wajahnya dengan wajah Alseenio.


Ia diam-diam memundurkan tubuhnya sambil ditopang menggunakan tangannya yang memegang bahu Alseenio.


Suasana menjadi aneh seketika, sekaligus menjadi tegang.


“Aku tidak percaya, kamu harus menjawabnya dengan jujur.“ Alseenio tiba-tiba kembali ke posisi duduk yang normal sambil menatap Fara dengan curiga.


Pipi Fara mengembung. “Aku tidak memakai riasan, Nio. Kamu tidak percaya?“


“Ya, aku tidak percaya sama sekali.“ Alseenio mengangguk tegas.


“Terserah, aku tidak akan memaksamu untuk percaya padaku.“ Fara memalingkan wajahnya terlihat marah.


Tepat ketika Fara akting seperti orang yang sedang marah, tiba-tiba Alseenio bangun dari kursi seraya menggendong tubuh Fara.


Sembari berdiri, tangan Alseenio langsung menopang bokong Fara dan mengangkat tubuh Fara agar tidak terjatuh.


Fara sangat terkejut dengan gerakan ini, ia bereaksi dengan cepat dan langsung melingkari pinggang Alseenio begitu kencang dan memeluk tubuh Alseenio karena takut terjatuh.


“Nio!“ Fara memelototi wajah Alseenio dan berkata dengan geram. Ia benar-benar terkejut pada gerakan Alseenio tadi, hampir ia terjatuh jika ia tidak memeluk Alseenio sesegera mungkin.

__ADS_1


Wajah Alseenio menjadi datar, ia tidak gentar dengan tatapan tajam Fara.


“Apa?“


“Kamu yang apa? Mengapa kamu tiba-tiba berdiri?!“


“Apa? Ada masalah?“ Alseenio mengubah wajahnya dan ikut membalas dengan mimik yang marah.


“Iya, itu masalah! Lepaskan aku, aku ingin turun!“


Fara memberontak dan mencoba untuk melepaskan tangan Alseenio yang menopang bokong dan kedua kakinya.


Tidak peduli seberapa kuat tenaga yang dikeluarkan Fara untuk melepaskan tangan Alseenio, itu tidak akan berhasil. Kedua tangan Alseenio bagaikan besi yang sulit digerakkan, itu karena ototnya sangat padat melebihi banyak binaragawan.


Posisi mereka kelihatan sangat ambigu, itu seperti sedang di pose pasangan yang hendak membuat anak, pose berdiri.


Kedua kaki Fara melingkar di pinggang Alseenio dan tangan Fara mengaitkan tangannya di bahu Alseenio seraya saling memandang satu sama lain.


“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu turun ke lantai, kamu harus menjawab pertanyaanku dengan jujur tanpa ada yang disembunyikan sedikit pun,” ucap Alseenio dengan tegas dan sorot mata yang menusuk.


“Pertanyaan apa?“ Fara sama sekali tidak takut dengan Alseenio, “pertanyaan yang tadi?“


“Ya, masih pertanyaan yang sama.“


“Bagaimana jika jawabanmu itu salah?“ potong Alseenio sambil tersenyum kecil.


“Salah? Aku sendiri yang memiliki wajah berarti aku yang paling tahu tentang diriku.“


“Aku bisa membuktikan bahwa jawabanmu itu salah dan kamu berbohong.“


“Coba saja, kalau kamu bisa!“ Fara tidak takut, ia justru menantang.


Segera, Alseenio mengangkat tubuh Fara hanya dengan satu topangan tangan, dan tangan yang lainnya bergerak ke arah wajah Fara.


Fara belum bereaksi dengan tindakan Alseenio ini sampai akhirnya ia tersadar ketika jari-jemari Alseenio mengusap pipinya.


Noda merah dari jerawat dan bedak pondasi riasan menempel di permukaan jari jempol Alseenio.


Melihat ini, Fara tertegun dan langsung menangkupkan seluruh wajahnya.


“Ini? Apa ini bukan riasan? Ini jaringan epidermis?“


Fara terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Alseenio.

__ADS_1


Alseenio menggelengkan kepalanya dan kemudian berjalan ke meja biliar sambil menggendong Fara.


Dengan perlahan ia meletakkan tubuh Fara di atas meja biliar dan membiarkan duduk di atas meja biliar. “Fara, tolong jelaskan ini.“


“Nio, aku ….“ Fara membuka tangannya dan menatap Alseenio dengan wajah yang bersalah.


Ekspresi Alseenio begitu rumit, terdapat kemarahan, bingung, dan terkejut yang muncul dalam satu waktu.


“Jelaskan semua ini, Fara. Aku tidak ingin ada kepalsuan di antara kita.“


“Sebenarnya, aku sudah membohongimu sejak awal kita berteman.“


Ia mendengarkan perkataan Fara dengan matanya yang masih tertuju pada wajah Fara yang kini terlihat aneh, pipinya yang telah diusap itu tampak seperti panu karena kulit yang diusap Alseenio dan kulit pada bagian wajah yang lain begitu kontras, sangat berbeda.


“Aku sebenarnya sudah memakai riasan dari aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mungkin kamu tidak menyadari hal itu, wajah yang aku tampilkan kepadamu dan orang lain selama ini, selain orang tuaku adalah wajahku yang sudah dirias oleh ibuku, bisa dibilang wajah palsuku.


“Alasan mengapa aku memakai riasan ialah ….“ Fara terdiam sesaat, ia menatap Alseenio dengan lemah. “Aku tidak bisa memberi tahumu, biar kamu tahu sendiri dengan menghapus semua riasan yang ada pada wajahku.“


Fara mengatakan semua itu dengan nada yang pasrah, seolah-olah ia tidak peduli dengan wajahnya lagi.


“Baiklah,” Alseenio menjawab dan mengangguk.


Setelah itu, ia berjalan ke meja komputer dan mengambil beberapa lembar tisu.


Kemudian dengan gerakan yang lembut dan halus, ia mulai menghapus semua riasan yang ada pada wajah Fara.


Mengetahui Alseenio ingin menghapus riasannya, Fara duduk diam di atas meja biliar sambil memejamkan matanya.


Noda bintik hitam dan merah yang menghias di kedua pipi Fara itu dengan mudahnya terhapus, sekaligus mengungkapkan kulit putih yang bersih dan mulus tanpa ada cacat sedikit pun.


Noda yang seperti kantung mata pun menghilang setelah digosok oleh tisu, bahkan Alseenio menemukan sebuah benda yang seperti selotip yang menutupi kedua alis mata Fara.


Alis mata Fara sebenarnya tidak begitu tipus ternyata panjang dan sedikit tebal, sangat indah.


Setelah beberapa saat dihapus semua bekas riasan yang ada di wajah Fara, ekspresi Alseenio seketika berubah dan matanya melotot hampir keluar.


“In–ini? Apakah ini wajahmu yang asli?!“ Alseenio mundur dan menjauh dari Fara langkah demi langkah, ia sungguh tidak percaya dengan penampilan wajah Fara saat ini.


Fara menundukkan kepalanya dan ia sangat malu wajah aslinya dilihat oleh Alseenio secara langsung. “Umm, ya~”


Begitu Alseenio terkejut, tiba-tiba suara mekanis Sistem muncul dan memberikan pemberitahuan di telinganya.


[Ding! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menemukan Wanita Tercantik di Dunia!]

__ADS_1


__ADS_2