
“Sawadi khap!“ Alseenio menyapa wanita ini dalam bahasa Thailand.
Sapaan Alseenio didengar dan kemudian wanita tersebut terkejut dalam bahasanya sendiri.
Alseenio dan Fara saling memandang, mereka tidak mengerti sama sekali bahasa Thailand.
Keduanya hanya bisa menyaksikan wanita ini berteriak dan memanggil seseorang yang ada di balik kamera.
Wanita ini bermain OkeTV dari laptopnya di dalam sebuah ruangan yang tampaknya itu di ruang kamar.
“Apa ini kamu?“ Tiba-tiba wanita ini menunjukkan layar ponselnya ke Alseenio dan bertanya dalam bahasa Inggris, cara mengucapkan kalimatnya masih terdengar ketika dia berbicara menggunakan bahasa asalnya.
Begitu Alseenio melihat layar ponsel wanita itu, ternyata di dalam layar itu menampilkan antarmuka akun Tiktod miliknya.
Segera Alseenio menanggapi dengan anggukan kepala. “Benar, itu aku.“
“Aaa! Apa ini nyata? Bukan palsu?“ Wanita ini terkejut sekaligus senang ketika bertemu Alseenio.
Tampaknya wanita ini tahu Alseenio.
“Bukan, ini aku, Alseenio.“ Alseenio menggelengkan kepalanya dan mengkonfirmasi bahwa dirinya yang dilihat oleh wanita ini adalah asli.
“Ya Tuhan! Aku adalah penggemar berat kamu!“
“…”
Wanita dari Thailand ini sangat antusias dan bersemangat.
Penggemar Alseenio bukan hanya dari Indonesia saja, di luar negeri pun banyak uang mengidolakan Alseenio, dan wanita asal Thailand ini salah satunya.
Dengan semangat wanita ini bertanya dan mengobrol dengan Alseenio, tidak lupa juga untuk foto bersama via OkeTV. Terdapat beberapa informasi yang dilontarkan oleh wanita ini, salah satunya adalah tentang Alseenio yang terkenal di Thailand sana.
Ia bilang itu karena ada potongan video dari siaran langsung yang diunggah seseorang tak dikenal yang menampilkan Alseenio tengah menyanyikan lagu untuk Yochi.
Sejak ada video itu yang viral di Thailand, banyak orang-orang yang menjadi penggemar Alseenio, terlebih para wanita, bahkan Lady Boy banyak yang mengidolakan Alseenio.
Ini termasuk kabar baik bagi Alseenio, sebab ia terkenal di negara tetangga akan bakatnya dan bukan keburukannya.
Saat Alseenio mengobrol dengan wanita ini, Fara diam dan menyimak mereka berdua, terlihat kalem, tetapi di dalam hatinya Fara sudah kesal dan cemburu, ia juga ingin mengobrol bersama, apalah daya ia tidak bisa berbahasa Inggris.
Fara mengerti apa yang mereka katakan, untuk berbicara ia tidak bisa.
Sebelum berpamitan, Alseenio menanyakan tentang jati diri wanita ini dan jawabannya sangat mencengangkan, wanita ini ternyata seorang Lady Boy.
__ADS_1
“Aku Lady Boy, kamu tahu?“ Wanita ini menjawab dengan percaya diri tanpa malu.
“Tidak,” jawab Alseenio dengan wajah yang terkejut.
“Lady Boy itu seperti aku, penampilannya sudah sangat mirip wanita, terlepas dari itu aku masih punya belalai.“
Mendengar ini, Alseenio menelan ludah dan tersenyum canggung. “Oh, aku mengerti.“
“Bagus kalau kamu mengerti. Aku harus pergi, sampai jumpa, Nio Tampan!“
“Ya, sampai jumpa.“ Alseenio membalas lambaian tangan kepada wanita atau pria satu ini.
Setelah itu, gambar berubah menjadi runyam, dan Alseenio dengan cepat menekan tombol berhenti. Ia belum ingin melanjutkan bertemu dengan orang acak di OkeTV.
Alseenio masih terkejut saat ini, ia kira wanita tadi itu adalah wanita tulen, padahal jika ia nilai, poinnya bisa ada di atas 70 poin.
“Hahaha!“ Melihat wajah Alseenio yang pucat, Fara langsung tertawa terbahak-bahak, ia bahkan menepuk bahu Alseenio saking gelinya. “Itulah akibatnya karena sudah mendiamkan aku tadi! Hahaha!“
Mulut Alseenio berubah dan ia tersenyum masam ke arah Fara. Ia terus menyaksikan Fara yang tertawa. “Sudah puas tertawanya?“
“Belum, hahaha!“
Fara masih tertawa sembari mencengkeram perutnya karena terlalu geli.
Sudut mulut Alseenio berkedut dan menatap Fara dengan tatapan yang tidak senang, wanita ini harus diberi pelajaran.
Wajah Fara terkejut, tetapi sebelum ia bisa berteriak, masker yang menutup mulut Fara dibuka sangat cepat dan mulut Alseenio menyumbat mulutnya di detik selanjutnya, adu mulut pun terjadi lagi.
“Mmhh~” Fara mencoba melepaskan ciuman Alseenio dan memukul dada Alseenio, sayangnya itu tidak berdampak apa-apa untuk Alseenio. Baginya, pukulan Fara sama seperti pukulan bayi yang lucu.
Mulanya Fara menolak, tetapi beberapa detik kemudian tubuh Fara menjadi rileks dan tidak lagi memberontak, justru sebaliknya, ia memeluk Alseenio dan mengusap lembut bagian kepala Alseenio.
Lebih dari 5 menit mereka beradu bibir, itu berlangsung sangat ganas dan buas, baju Fara menjadi berantakan.
“Nio! Jangan seperti itu!“ Setelah menyeka bibir Alseenio dan bibirnya, Fara protes kepada Alseenio dengan wajah yang kesal.
“Jangan apa?“ Dengan mimik yang polos Alseenio bertanya, seakan-akan ia tidak berbuat salah.
Pipi Fara yang memerah karena marah, kini berubah merah karena malu. “Itu! Kamu tidak boleh melakukan 'itu' mendadak, aku kaget tahu!“
“Terus? Apa aku harus izin dahulu?“ Alseenio menaikkan salah satu alisnya.
“Ummm ….“ Fara menggaruk-garuk dagunya, tampak sangat lucu. “Benar, kamu harus izin terlebih dahulu kepadaku.“
__ADS_1
“Jadi, apa selalu diterima jika aku meminta izin melakukan hal 'itu' padamu?“
“Aku ….“ Fara menyentuh bibirnya dan berpikir.
Alseenio diam menunggu jawaban Fara. Namun, hampir 10 menit dirinya menunggu, Fara tidak kunjung menjawab, ia masih berpikir.
Begitu Alseenio ingin bertanya lagi, tiba-tiba Fara yang ada di pangkuannya bergerak dan menciumi bibirnya dengan liar.
Bola mata Alseenio membesar, ia tercengang dengan aksi Fara yang tiba-tiba ini.
Di pertengahan mereka berciuman, Fara berkata dengan nada yanga tersendat-sendat sambil mendesah, “Nio, aku, mmhhh~ … aku milikmu.“
Saat mendengar ini, Alseenio makin menjadi-jadi dan makin buas, seperti Tuan Buas. Ia bahkan menggendong Fara dan melakukan adu mulut dalam posisi berdiri.
Tangan Alseenio yang nakal saat melakukan pertarungan mulut itu memegang bagian buah Fara yang besar dan bagian bawah pinggul Fara.
Gerakan inilah yang membuat Fara merasa melayang di langit.
Tepat ketika mereka ingin melakukan hal tersebut lebih jauh, Alseenio secara mendadak memebeku diam sedikit pun tak bergerak, ia merasa tubuhnya seperti sedang dikontrol oleh seseorang sehingga ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri.
[Peringatan! Diharap Tuan Rumah tidak melakukan hal “ITU” sebelum melaksanakan pernikahan dengan Wanita Tercantik!]
Sebuah peringatan dari Sistem berbunyi dan itu menyuruh Alseenio untuk memberhentikan aksinya.
“Nio?! Nio! Kamu kenapa?“
Melihat Alseenio yang diam bagaikan patung dengan postur berdiri menempelkan tubuh ke tembok sambil memegang buahnya, Fara memanggil Alseenio dengan panik dan khawatir.
“Nio!“ Fara menyentuh pipi Alseenio dan mencoba untuk menyadarkannya.
Alseenio yang kaku akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya lagi setelah Sistem mengeluarkan pemberitahuan, kemudian ia memeluk Fara tanpa menjawab panggilan Fara.
“Maaf, Fara.“ Alseenio memeluk Fara dengan erat, seolah-olah tidak ingin kehilangan Fara, hatinya merasa sangat bersalah saat ini. “Fara, maaf aku sudah melakukan hal yang di luar batas.“
“Tidak apa-apa, Nio. Aku tidak keberatan sama sekali jika kamu melakukan hal yang lebih dari 'Itu' kepadaku. Namun, aku sarankan kita jangan melakukan hal itu sebelum perjanjian suci mengikat kita. Jujur, aku sempat takut, tetapi rasa sayangku padamu mengalahkan ketakutanku pada saat ketakutan itu muncul.“ Fara mengusap punggung belakang Alseenio dan menenangkan hati Alseenio. “Jangan salahkan dirimu.“
Sungguh, Alseenio merasa bersalah karena hendak melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepada Fara, beruntungnya Sistem mengehentikan dirinya dan memberikan peringatan darurat.
“Aku paham, Fara.“ Hati Alseenio menjadi lebih baik, ia benar-benar kalap tadi.
“Pintar, Nio-ku yang baik. Sudah, jangan dipikirkan, barusan cuma hampir saja. Jangan diulangi perbuatan itu lagi.“ Fara memegang lembut kedua pipi Alseenio dan menatap penuh kasih sepasang mata menawan Alseenio. “Mulai saat ini, kamu boleh meminta ciuman padaku, tetapi ingat, jangan berlebihan, oke?“
Perlahan kepala Alseenio bergerak ke bawah, ia mengangguk kecil.
__ADS_1
“Bagus ….“ Fara tersenyum senang melihat Alseenio yang menjadi penurut.
Berikutnya, Fara menyentuh ujung hidung Alseenio dengan hidungnya dan memejamkan matanya. “Aku sayang kamu.“