SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 220: Terima Kasih


__ADS_3

Alseenio tersenyum mendengar ucapan Bang Windi.


Sejujurnya, Alseenio sendiri tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi padanya selama ini bersama Sistem.


Segalanya sudah ia dapatkan, wanita cantik, keluarga yang peduli, teman banyak, uang yang melimpah, barang yang diinginkan sudah dibeli, punya jaminan kekayaan yang lama, dan masih banyak yang lainnya.


Bertemu mereka semua termasuk keinginan bagi Alseenio. Mereka merupakan orang yang diinginkan Alseenio untuk menjadi teman dan sahabat.


Mereka semua hebat karena bisa sukses dengan usahanya sendiri, dengan tenaganya sendiri.


Dia juga sama, tetapi lebih mudah karena adanya Sistem. Alseenio terkadang berpikir apakah dia pantas untuk mendapatkan semua kenikmatan di dunia ini.


Mengapa harus dia yang dipilih oleh Sistem. Pasti ini ada hubungannya dengan perpindahan dunia yang Alseenio alami.


Selain itu, Alseenio juga mendapatkan relasi dengan seorang Dewi Gaia, tak ada seorang pun yang mengetahui Dewi Gaia, bahkan Fara saja tak tahu Dewi Gaia.


Ditambah lagi posisinya bagi Dewi Gaia begitu penting, dia adalah suami Dewi Gaia, tetapi Alseenio masih meragukannya, dia sama sekali tidak mengerti bagaimana dirinya menjadi suami Dewi Gaia. Masih menjadi sebuah misteri.


Padahal, Alseenio belum pernah menikah selama hidup di 2 kehidupan ini.


Pasti ada suatu rahasia yang tersembunyi yang masih belum Alseenio ketahui.


"Aku juga merasakan hal yang sama, aku tidak menyangka masih bisa berteman baik dengan kalian semua yang luar biasa," kata Alseenio sembari tersenyum kepada mereka semua.


Deg!


Bang Windi dan yang lainnya merasa sangat terkejut di dalam hatinya, mereka juga merasa bahagia mendengar ucapan Alseenio.


Rasanya mereka juga begitu spesial bagi hidup Alseenio, membuat mereka benar-benar terasa dihargai oleh orang yang hebat.


"Kita akan selalu berteman. Kuharap kalian tidak akan bosan berteman denganku," ujar Alseenio dengan tatapan yang ramah.


Perkataan Alseenio ini terdengar menyedihkan, seolah Alseenio masih terasa kesepian karena tidak punya teman.


Pacar Bang Windi dan wanita yang lainnya merasa sedih dan terharu mendengar ucapan Alseenio.


Para pria yang ada di pesawat ini pun ikut merasa terharu dan bahagia bisa menjadi teman Alseenio.

__ADS_1


"Aku akan selalu berteman denganmu, Bang Nio!"


"Sama sekali tidak bosan, aku merasa bahagia bisa berteman denganmu, Bang Nio."


"Terima kasih sudah memberikan banyak sekali kesenangan dan kebahagiaan untuk kamu, Bang Nio!"


"Tidak ada rasa kebosanan semenjak aku berteman dengan kamu, Bang Nio! Terima kasih banyak atas segala rasa senang yang kamu bagikan ke kita semua!"


"..."


Mereka semua mengucapkan rasa terima kasih dan perasaan dari hatinya dengan jujur.


Semua ucapan mereka sesuai dengan apa yang mereka rasakan selama berteman bersama Alseenio beberapa bulan ini.


Mungkin sebentar, tetapi rasanya begitu lama. Banyak sekali peristiwa dan pengalaman yang tak terkatakan ketika berteman dengan Alseenio.


Bang Luffy bangkit dari kursinya dan memeluk Alseenio sebagai tanda persahabatan. "Aku berterima kasih banyak, aku berhutang budi padamu, Bang Nio. Jika tidak ada kamu yang datang di kehidupan aku dan teman-temanku, mungkin mereka tidak sebaik sekarang kehidupannya. Terima kasih sudah membuat bisnisku makin besar, terima kasih membuat aku dan teman-temanku memiliki pendapatan yang besar, juga aku sangat-sangat berterima kasih karena sudah membantu Fundick menikah dan hidup bahagia, aku ...."


Air mata keluar dari mata Bang Luffy, dia sebagai pria sangat menjunjung tinggi rasa terima kasih sesama pria. Pria gentleman harus berterima kasih kepada orang yang berjasa di kehidupannya.


Apa yang diucapkan Bang Luffy adalah pengalaman dan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh Alseenio kepada kehidupannya sendiri dan orang-orang di sekitar Bang Luffy.


Selain Bang Luffy, beberapa pria lain juga memeluk Alseenio. Mereka berterima kasih secara langsung kepada orangnya, tidak melalui ponsel atau perantara orang lain.


Akang MV, Bang Windi, Bang Yegi, dan beberapa pria lain secara bergantian memeluk Alseenio.


Semua wanita yang melihat ini seketika tersenyum.


Beginilah caranya pria berteman, tidak malu berterima kasih kepada orang yang berjasa di kehidupannya. Memiliki persahabatan kuat dan kekeluargaan yang kuat. Tidak peduli dari mana asalnya, jika itu seorang teman, maka rangkul dan saling membantu satu sama lain.


Pertemanan dan persahabatan adalah salah satu hal yang indah di dunia ini.


Bang Yoga, seorang pria yang sudah menjadi ayah dari sebuah keluarga kecil memeluk Alseenio juga.


"Aku masih ingat dengan awal pertama kita bertemu, Nio. Saat itu aku sedang diusir oleh istriku sendiri karena kejahilan kecil yang aku lakukan ...."


Saat semuanya mendengar ucapan Bang Yoga, pria botak yang humoris dan berotot, tanpa sadar mereka menoleh untuk melihat seorang wanita yang duduk bersama tiga orang anak.

__ADS_1


Melihat semua orang memusatkan pandangannya ke arahnya, wanita itu tersenyum tersipu dan menundukkan kepalanya.


Istri Yoga memang terlihat galak, tetapi ketika dia malu atau tersenyum, pemandangan manis yang bisa mengalahkan gula terpancar dari wajahnya.


Yoga masih melanjutkan ceritanya.


"Kamu mengajakku ke apartemen dan ternyata kamu begitu kaya, kamu sangat ramah hingga aku diperbolehkan untuk masuk ke dalam apartemen dan bahkan mencoba beberapa sepeda motor. Ternyata aku belum sadar saat itu bahwa aku telah bertemu superstar dan pengubah hidupku menjadi lebih baik, selain istri dan keluargaku sendiri. Terima kasih, Nio. Pengalaman hidup ini takkan bisa aku lupakan."


Tangan Yoga menepuk punggung Alseenio, dia sangat-sangat berterima kasih kepada Alseenio.


Mereka semua saling berterima kasih dan menceritakan tentang kehidupannya selama berteman bersama Alseenio.


Cerita mereka terhenti sejenak untuk makan siang dan melakukan peristirahatan sejenak di bandara di sebuah negara.


Jarak Indonesia ke Amerika begitu jauh, mereka harus melakukan istirahat sejenak untuk mempersiapkan diri dan juga pesawatnya.


Di dalam pesawat mereka memotret beberapa foto kebersamaan dan kesenangan mereka tanpa bermaksud pamer kekayaan.


Foto-foto mereka disukai banyak sekali penggemar mereka sendiri. Para netizen senang dengan kebersamaan mereka, tak ada yang iri dan dengki, mereka semua tahu bahwa untuk bisa seperti itu butuh perjuangan yang besar.


Para netizen sudah mulai pintar, SDM meningkat kecerdasannya, tidak mudah untuk menghujat dan menghina orang lain.


Tidak ada komentar jelek terhadap mereka semua. Alseenio tidak memusuhi orang atau kelompok tertentu, sebaliknya dia mempertemukan kelompok-kelompok untuk bersatu.


Di keesokan harinya, mereka sampai di Amerika.


Alseenio dan yang lainnya pergi menuju suatu tempat, tempat itu adalah mansion besar dengan lahan yang sangat luas.


Di sana, terlihat ada beberapa orang berkumpul, banyak sekali kamera besar seolah sedang melakukan syuting.


Namun, orang-orang yang sedang disorot oleh kamera itu berlari ke arah Alseenio dan rombongannya yang baru saja tiba di halaman mansion.


Seorang pria berkumis dan lumayan tampan berdiri di hadapan Alseenio dan berjabat tangan.


"Selamat datang, Tuan Alseenio!"


Alseenio mengangguk dan menggoyangkan tangannya sedikit.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan Buas. Apakah kita akan memulai membuat videonya hari ini?"


Pada kesempatan kali ini, mereka akan membuat sebuah video kolaborasi yang besar dan spektakuler.


__ADS_2