
Para panita acara yang mendengar ucapan frontal Fandick hanya bisa tersenyum kecil dan menahan tawa, orang ini berekspektasi terlalu besar. Hadiahnya sangat jauh sampai ke rumah mewah, padahal ini bukan undian dari Bank, hadiah yang muncul tidak akan jauh dari seputar gim tersebut.
“Hahaha! Tidak mungkin hadiahnya rumah, Fandick.“ Bang Luffi menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil, ia sedang menahan tawanya agar tidak terlalu keras.
“Ada-ada saja, Beliau!“
“Kebelet ingin punya rumah, hahaha!“
“Padahal ia sedang merenovasi rumahnya, sepertinya Fandick tidak sabaran.“
“…”
Orang-orang yang mendengar perkataan Fandick langsung tertawa kegelian, mereka tidak menduga Fandick akan mengatakan itu.
Boti yang sedang bersedih pun langsung tertawa, temannya yang satu ini memang jenaka.
“Tunggu, ya. Orang kami sedang mengambil hadiahnya,“ Panitia berkata dengan sopan kepada Fandick. “Lebih baik lanjutkan gilirannya.“
“Oke!“
Selanjutnya, giliran Bang Luffi yang menekan tombol, ia berharap hoki seperti Fandick.
Sayangnya, hoki Bang Luffi tidak menyala, ia hanya mendapatkan satu kertas tanpa ada satu kertas tambahan yang adalah tiket keberuntungan.
Antrean terus berlanjut, tim Bang Luffi semuanya tidak ada yang dapat terkecuali Fandick.
Saat ini sudah giliran Alseenio, begitu Alseenio hendak menekan salah satu tombol yang berada di bawah gambar karakter Laiden Shotgun, Wanita yang termasuk panitia acara itu memberhentikan tangan Alseenio.
“Maaf, tolong dibuka maskernya, kami harus tahu wajah orang-orang supaya tidak ada yang mengikuti antrean lagi setelah satu kali percobaan menekan tombol,“ Wanita tersebut dengan sikap sopannya mengingatkan Alseenio untuk membuka masker mulut.
Tujuan wanita ini memberi tahu kebijakan acara dipahami oleh Alseenio. Pada intinya, hanya ada satu kesempatan menekan tombol yang diberikan ke setiap orang yang datang, tidak boleh 2 kali, apalagi 3 kali.
“Baiklah,” Alseenio menjawab sambil mengangguk.
Perlahan tangan kanan Alseenio memegang tali kait masker yang melekat di telinganya, kemudian masker mulutnya terbuka dengan lambat.
Orang-orang yang ada di dalam Mall sudah memperhatikan Alseenio sejak lama. Memang sosok Alseenio itu terlalu menarik perhatian orang-orang.
Saat berikutnya, wajah Alseenio terbebas dari masker, ketampanannya tidak lagi ditutupi dan identitasnya langsung terungkap.
__ADS_1
Untuk sesaat, kesunyian melingkupi area dalam Mall, mereka semua terdiam tanpa bersuara sedikit pun, setiap orang memandang Alseenio dengan mata yang membelalak.
Sampai akhirnya Alseenio menekan tombol dan mendapatkan 2 kertas yang terjatuh, mereka semua tersadar dan meledak oleh suara seruan.
“Aku mendapatkan tiket keberuntungan,” Alseenio berkata sambil menunjukkan sebuah kertas tiket ke panitia wanita.
Namun, wanita ini tidak merespons, ia hanya diam terpaku dan menatapnya dengan mata yang terpesona dan berbinar.
Semua orang menatap ke arah Alseenio penuh kekaguman, terlebih wanita yang ada di dalam mall ini yang kebetulan tengah melihat acara Benshin Impek, wajah mereka semua terlihat nimfomania, seolah-olah mereka akan memakan Alseenio di detik berikutnya.
Alseenio membalas menatap wanita ini, dan itu efektif membuat wanita tersebut tersadar.
“Anu, maaf, aku akan segera mengambil hadiahnya untukmu.“ Wanita itu langsung mengambil tiket keberuntungan berlari ke belakang mesin bersama dengan teman panitia wanita yang lain.
Segera, suara bising memenuhi mall, banyak orang yang berada di lantai atas melihat Alseenio sambil berbicara satu sama lain, bahkan orang-orang yang sedang mengantre berbisik memuji ketampanan Alseenio.
“Mirip sekali dengan Jiljamesh! Aku kira dia memakai masker untuk menutupi ketidakmiripan dirinya dengan karakter yang di-cosplay.“
“Asli! Sangat tampan! Apa ada yang tahu siapa yang meng-cosplay?“
“Terlihat seperti Alseenio yang sedang banyak dibicarakan itu. Apa itu dia?“
“Ternyata bukan aku saja yang berpikiran seperti itu, wajah Alseenio sangat cocok untuk karakter anime!“
Beberapa detik kemudian, wanita tersebut kembali sambil membawa dua barang di tangannya.
“Anu, ini hadiahnya buat kamu dan satu lagi untukmu, Nio~”
Wanita tersebut memberikan hadiah kecil berupa tiga stiker bergambar Penti yang resmi dari Benshin Impek kepada Fandick dan sebuah pajangan akrilik bergambar Laiden Shotgun kepada Alseenio, cara penyampaian pemberian hadiah pun berbeda, kepada Alseenio wanita ini jauh lebih lembut.
Fandick sedikit kecewa setelah melihat hadiah yang didapatkannya, ia berekspektasi lebih baik dari ini.
Meskipun begitu, Fandick tetap berterima kasih dan terlihat senang. “Terima kasih!“
“Terima kasih hadiahnya.“ Alseenio ikut berterima kasih sambil menampilkan senyuman yang menawan.
Begitu melihat senyum Alseenio, para wanita yang hadir di sini langsung bereaksi heboh, mereka tanpa sadar menjerit dan ada yang menutup mulutnya agar tidak berteriak.
Alseenio mengabaikan dan mengindahkan teriakan ini. Ia sudah mulai terbiasa dengan reaksi mereka semua.
__ADS_1
“Itu, bolehkah kami mengambil foto sebentar?“ Wanita ini tiba-tiba berkata lagi dan menatap Alseenio penuh harap.
“Boleh.“ Alseenio mengangguk.
Kemudian panita acara Benshin Impek untuk sementara waktu berfoto bersama dengan Alseenio.
Dengan lekas mereka bekerja lagi dan melayani para penggemar gim yang masih antre.
Alseenio pun ditemani oleh Bang Luffi dan timnya, melewati banyak permintaan para penggemar wanita Alseenio untuk berfoto, tidak mungkin semua permintaan berfoto ini diterima oleh Alseenio.
“Bang, aku juga ingin berfoto!“
“Aku juga mau!“
“Mamah, aku ingin berfoto sama orang itu, apakah boleh?“
“Sayang, aku foto sama dia, boleh, kan? Hanya foto dan cium pipinya saja, kok.“
“…”
Orang-orang di dalam mall mengerumuni Alseenio untuk meminta foto bersama, sungguh sangat merepotkan apabila diterima semuanya.
Mungkin terdapat puluhan orang yang Alseenio izinkan mengambil foto bersama, termasuk wanita yang bocor di luar mall sebelumnya.
Wanita tersebut terkejut begitu tahu bahwa orang yang membelikannya pembalut adalah Alseenio, idolanya.
Dengan demikian, wanita tersebut berniat untuk memajang fotonya bersama dengan Alseenio beserta pembalut yang dibeli Alseenio, ia tidak akan memakai pembalut itu, lebih baik disimpan sebagai kenang-kenangan.
Mereka semua pergi di sore hari karena acara cosplay sudah mulai sepi, Alseenio juga sudah puas melihat-lihat acara di sini, para cosplay di sini banyak yang kreatif dan menarik.
Bahkan Alseenio menemukan beberapa wanita yang poin kecantikannya melebihi 75 poin ke atas, di mana itu kecantikannya bisa memanen banyak perhatian pria.
Wanita-wanita yang cantik tersebut sempat berfoto dengannya, mereka memuji ketampanan Alseenio dan kostumnya juga yang sangat mirip dengan raja Jiljamesh di anime.
Tanpa Alseenio ketahui, dirinya terkenal di internet, bukan hanya di Indonesia, tetapi di luar negeri.
Sesampainya di rumah Bang Luffi, Sistem muncul tiba-tiba bersama dengan suara mekanis yang familiar di telinganya.
[Ding! Misi Cosplayer Terselesaikan dan Dapatkan Lexus LFA Nürburgring Edition 2012, Mazda 767B 1989, Toyita Supra GR 2020, dan 10% Saham Perusahaan Toyita Motor!]
__ADS_1