SISTEM TERTAMPAN

SISTEM TERTAMPAN
Bab 181: Acara Selesai


__ADS_3

Tubuh wanita tersebut gemetar hebat, kakinya perlahan menekuk dan dia duduk di atas lantai kamar mandi sambil menutupi bagian bawah tubuhnya.


Sejumlah cairan yang berbeda dengan air yang keluar dari keren shower atau pancuran air, itu hangat, tidak begitu jernih, dan agak kental.


“Mmhh … aku tak bisa menahan senyuman dan wajah pria ini. Itu selalu saja membuatku terangsang.“


Wanita cantik yang ini menggigit jarinya dan menatap ponsel yang ia letakkan di tempat biasa dia menaruh ponsel ketika mandi.


Di layar ponsel tersebut masih menampilkan wajah Alseenio walau tidak terlalu dekat.


Jika dilihat-lihat, wanita ini mirip dengan seorang wanita yang pernah Alseenio temui.


“Apakah dia masih ingat dengan wajahku?“ Wanita ini perlahan berdiri, tubuhnya yang seksi dan ramping berhenti gemetar. “Aku masih ingat dengan wajah dia saat di Temzon dengan adikku dan teman-temannya. Aku beruntung bisa bertemu dengannya secara langsung saat itu. Meskipun kita masih mengirim pesan, tetapi tidak sering seperti dahulu. Aku rindu dia.“


Wanita ini tampaknya adalah wanita yang pernah Alseenio temui saat pertama kali ke Mall GI dan bermain dengan seorang anak kecil bertanding permainan bola basket.


Sosok wanita ini berubah dari sebelumnya, jauh lebih cantik sekarang dibandingkan dahulu.


Selain lebih cantik, wanita terlihat lebih dewasa dan nakal. Alseenio melihat wanita ini dengan kesan wanita yang baik. Pasalnya, penampilan dan sifatnya mencerminkan wanita yang baik dan tidak aneh-aneh, wanita yang menuruti keinginan orang tua.


Dia pasti akan terkejut jika tahu wanita yang cantik ini kerap menjadikannya sebagai objek dari kegiatan anehnya.


“Sayang sekali, aku tidak mungkin bertemu dengannya lagi. Tidak ada kesempatan untuk mendapatkan dia. Wanitanya saja jauh sekali dengan wajahku, dia lebih cantik puluhan kali lipat dariku.“


Wanita tersebut membaringkan tubuhnya di dalam bathtub yang dipenuhi air yang bercampur dengan sabun. Wajahnya yang cantik kecewa, beberapa detik kemudian berubah menjadi cerah ceria. “Setidaknya, aku pernah bertemu dengannya, itu sudah membuatku senang sampai hari ini.“


Di sesi pembagian hadiah ini, banyak sekali gambar Alseenio yang sengaja disorot oleh kameraman atas keinginan atasannya.


Televisi menjadi bagus ratingnya, bahkan orang yang menonton televisi melonjak sangat banyak setiap kameraman menyoroti wajah Alseenio dengan jelas dan lengkap, sama sekali tanpa halangan.


Maka dari itu, kameraman diperintahkan untuk sering memfokuskan kamera pada Alseenio.


Mengapa itu terjadi karena hanya di televisi para penonton dan orang di rumah bisa melihat Alseenio dengan dekat, seolah berdiri di depan wajahnya.


Sementara di siaran langsung para Yituber atau pembuat video konten di media sosial tidak bisa mengambil tampilan Alseenio begitu dekat.

__ADS_1


Kamera ponselnya terbatas dalam merekam dan mengambil gambaran objek yang jauh. Kalaupun mau lebih jelas, merela harus mendekat, sedangkan hal tersebut tak mungkin dilakukan.


Mereka tidak bisa ke atas panggung di saat ini lantaran acara utamanya sedang berlangsung.


Adik Rei selaku pemenang dari acara ini berdiri sambil memegang papan hadiah yang diberikan oleh pembawa acara. Juara pertama pada acara besar ini mendapatkan hadiah uang 30 miliar dan hadiah misteriusnya adalah rumah yang memiliki nilai lebih dari 100 miliar.


Mengetahui hadiah ini, para peserta menjadi menyesal karena tidak menenangkan hadiah juara pertama.


Apabila mereka memenangkan juara pertama, mereka akan menjadi orang kaya secara mendadak tanpa harus bekerja lagi.


Sayangnya, kesempatan itu tidak dapat mereka terima lagi. Kesempatan tidak datang 2 kali.


Juara 2 yang disabet oleh Alseenio mendapatkan hadiah uang tunai 10 miliar dan piala ekslusif khusus untuk orang yang memenangkan peringkat kedua.


Sosok Alseenio yang sedang memegang papan hadiah dan piala berwarna silver disorot oleh banyak kamera.


Reaksi para penonton dan orang-orang lebih heboh dibandingkan ketika Adik Rei diserahkan hadiahnya.


Alseenio tersenyum dan menatap ke kamera. Pada saat adegan tersebut terekam kamera, semua orang yang menyaksikan acara di televisi langsung mabuk dan menjerit kegirangan.


Berikutnya, pembagian hadiah juara ketiga dan juara di bawahnya disiarkan langsung oleh kameraman.


Pada akhirnya, acara besar ini selesai di waktu yang ingin sore, atau menjelang sore.


Di sana, Alseenio ditahan oleh banyak para artis tanah air yang beken atau terkenal. Mereka-mereka ini ingin berkenalan dengan Alseenio lebih dekat lagi.


Rapi Amat, Nagihya Slapini, dan beserta anaknya sempat berkenalan dengan Alseenio, mereka mengobrol beberpa patah kata sambil tersenyum. Anak-anak mereka berdua tidak takut dengan Alseenio dan Fara, malahan mereka penasaran dan selalu melihat wajah keduanya.


Beberapa artis yang setara dengan Rapi Amat dalam reputasi di layar televisi mendatangi Alseenio dan berkenalan ceria.


Selain itu, ada beberapa orang terkenal yang berasal dari lingkungan gim datang ke Alseenio secara beramai-ramai, kumpulan wanita cantik yang lihai bermain gim berkenalan dengan Alseenio sambil malu-malu.


Pada saat itu terjadi, Fara sempat cemburu, tetapi Alseenio segera tenangkan. Alseenio dan kumpulan wanita cantik ini mengobrol beberapa saat.


Ada artis yang baru naik yang terkenal akan ketampanannya, yakni Jibril Prince juga berkenalan dengan Alseenio.

__ADS_1


Di adegan ini, para penggemar di antara 2 kubu menjadi tahu yang mana pria paling tampan di antara keduanya.


Jibril Prince yang tampan di mata para penggemar dan orang lain kini tampak seperti pria yang biasa saja di hadapan Alseenio, lebih terlihat seperti anak yang baru dewasa dan kebetulan tampan.


Dari segala sisi entah itu aura penampilan, bentuk wajah, dan gerakannya, dia kalah telak di depan Alseenio. Pesonanya diinjak-injak oleh pesona Alseenio.


Meskipun demikian, para penggemar dan bahkan para orang lain memandang keduanya dengan mata yang berbinar. Pemandangan langka ketika 2 pria tampan dipertemukan.


Belum sempat Jibril Prince pergi, beberapa aktor film yang terkenal dan tampan datang kepada Alseenio untuk saling berkenalan lagi, berbincang-bincang sebelum pulang.


Dengan begitu, para perkumpulan pria tampan disajikan pada saat ini. Banyak kamera ponsel yang menembakkan cahaya ke arah mereka semua, bahkan artis selebritas yang wanita pun tidak malu merekam pertemuan ini.


Setelah itu, Alseenio dan Fara pergi dari area tempat acara dengan mobil miliknya. Dengan lekas melaju menuju rumah.


Di dalam mobil, Alseenio menghubungi pihak penyelenggara acara untuk membicarakan sesuatu.


Alseenio menyetir sambil menelepon dengan serius dan fokus. Reaksi Fara biasa saja, dia tidak memedulikan ini karena dia sudah yakin dan percaya dengan Alseenio. Semua akan baik-baik saja, bahkan jika Alseenio menyetir sambil menelepon.


“Apakah Tuan Alseenio bersungguh-sungguh dalam hal ini?“


“Benar, aku tidak ragu. Tolong lakukan sesuai dengan ucapanku tadi.“


“Baik, Tuan Alseenio. Hadiah yang didapatkan akan diberikan kepada lembaga dan situs amal, dan beberapa sekolah yang kekurangan dana. Kami semua akan melakukan dan membuat buktinya.“


“Bagus. Terima kasih banyak, dan maaf jika aku sudah merepotkan kalian.“


“…”


Setelah beberapa menit berlalu, panggilan berakhir dan wajah serius Alseenio berubah menjadi lega.


“Bagaimana, Sayang? Apakah mereka mau?“ Fara menoleh melihat Alseenio yang menyetir dengan raut muka yang penasaran.


Alseenio mengangguk kecil dan menatap Fara. “Mereka tidak keberatan dengan permintaanku dan akan melaksanakannya.“


“Syukurlah ….“

__ADS_1


__ADS_2