
Alseenio tercengang setelah mendengar lagu yang diminta untuk dinyanyikan dari wanita satu ini, agak aneh.
Mixiu adalah sebuah perusahaan yang menghasilkan produk ice cream yang berstrategi mematok harga yang lebih murah atau penetration pricing, serta menjual lisensi merek dagang atau franchise.
Perusahaan ini sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Tak heran apabila ada banyak sekali toko ini di pinggir jalan, terutama di daerah Pulau Jawa.
Dengan demikian, banyak orang yang terinfeksi produk tersebut, sebab harga murah dan mudah ditemukan, orang-orang banyak yang membelinya, rasanya juga cukup enak.
Wanita ini salah satu pembelinya, ia sudah kecanduan memakan es krim Mixiu, sering kali ia membelinya.
Masalahnya, wanita ini meminta Alseenio untuk menyanyikan lagu kebangsaan perusahaan tersebut, Alseenio harus mencari dulu liriknya, ia sama sekali belum pernah mendengar lagunya.
“Tunggu sebentar, aku ingin mencari liriknya terlebih dahulu,” ucap Alseenio sambil mengetik papan ketik laptopnya.
“Emm, oke.“ Manila mengangguk mengerti dan menunggu.
Setelah mencari beberapa detik, Alseenio mendapatkan lirik lagunya dalam beberapa bahasa, tetapi ia akan menyanyikan lagu Mixiu versi bahasa Indonesia, semoga saja tidak salin kanan.
“Aku sudah menemukan liriknya,” kata Alseenio setelah mengatur layar laptop yang menampilkan kunci dan lirik lagu Mixiu. “Manila, dengarkan lagu ini baik-baik, aku akan menyanyikannya untukmu, semoga kamu suka.“
“Umm, aku akan mendengarkan.“ Di layar ponsel, Manila mengangguk sambil memainkan rambut panjang dan sedikit ikal. Wajahnya terlihat malu karena pertama kali ia berbicara secara langsung dengan Alseenio.
Berikutnya, Alseenio memetik benang gitar dengan cakapnya. Melodi musik yang terdengar ceria dan gembira berbunyi dari gitarnya, membuat hati orang yang mendengar ikut merasa senang.
Alseenio menatap layar ponsel sambil tersenyum, seperti sedang menahan tawa, kemudian mulai bernyanyi.
“Di mana toko kosong? Kami akan tempati~”
“Di mana rumah kosong? Kami juga tempati~ ….“
Di bawah tatapan Alseenio yang sedang bernyanyi menatap layar ponsel, ia melihat Manila yang menutup mulutnya untuk menahan tawa, wajahnya makin merah.
Kolom komentar siaran langsung menjadi tambah ramai, halaman itu bergulir dengan cepat.
Para penonton menjadi heboh karena lagu yang Alseenio nyanyikan begitu mengundang gelak tawa.
“Haha, hati-hati, jangan tinggalkan rumah terlalu lama, nanti ditempati oleh Mixiu.“
“Sial, ini membuatku tertawa, sudah lima hari aku tidak tertawa, akhirnya aku tertawa juga. Terima kasih, Nio.“
“Semoga rumah di sampingku menjadi toko Mixiu, tidak perlu repot-repot mencari es krim, tinggal keluar dan berjalan beberapa langkah.“
“Terinvasi oleh es krim, hahaha!“
Mereka semua tertawa karena nyanyian lagu satu ini. Permintaan lagu yang diberikan terlalu aneh dan tidak biasa. Wanita ini agak aneh.
“Kalau hati kosong? Maaf, kami tak bisa ….“
__ADS_1
“Kalau kami yang mengisi, siapa yang mau beli~ ….“
Jreng! Jreng!
Lagunya sangat pendek, lirik yang disediakan di layar laptopnya memang hanya ada beberapa baris.
Namun, terlepas dari itu, Alseenio menyanyikan lagu ini dengan baik, dengan suara wanita yang dewasa dan cantik.
Sedikit mirip dengan pengisi suara karakter wanita serial kartun versi bahasa Indonesia yang terkenal.
Usai lagi habis, Alseenio tertawa kecil dengan sedikit tersenyum.
“Bagaimana? Apakah kamu suka lagunya?“ tanya Alseenio yang mulutnya membentuk kurva.
Manila mengangguk tegas dan menatap wajah Alseenio dengan malu-malu, terlihat matanya yang kerap melihat ke bawah. “Aku sangat suka. Terima kasih, Nio.“
“Sama-sama,” Alseenio menjawab dengan tersenyum. “Omong-omong, kamu suka bing chiling?“
“Suka, aku suka bing chiling yang boba sundae, enak sekali. Manisnya pas dengan lidahku,“ Mata Manila menyala dan ia menjawab dengan semangat.
“Bisakah kamu merekomendasikan aku menu es krim yang enak dari Mixiu?“
“Bisa. Aku merekomendasikan menu es krim yang aku sebutkan tadi, es krim stroberi ….“
Manila menyebutkan beberapa menu es krim yang menurutnya wajib dicoba, mereka mengobrol seputar es krim beberapa menit.
“Kalau begitu, aku pergi dahulu, sekarang sudah giliran orang berikutnya.“ Wanita ini sangat malu untuk mengobrol dengan Alseenio terlalu lama, ia sangat grogi.
“Oke, terima kasih sudah berpartisipasi dalam siaran langsung ini.“
“Iya, sama-sama. Selamat tinggal!“ Manila melambaikan tangannya.
“Selamat tinggal!“ Alseenio membalas dan menggoyangkan tangannya.
“Aku cinta kamu!“ seru Manila sebelum keluar dari siaran langsung.
Mendengar ucapan Manila, Alseenio hanya merespons dengan senyuman, ia tidak tahu harus membalas apa.
“Manila sudah selesai. Sekarang kita pilih orang yang berikutnya.“
Segera, halaman komentar bergulir lebih cepat dari sebelumnya, banyak orang yang mengirim komentar sebanyak-banyaknya agar terpilih oleh Alseenio.
Alseenio menggerakkan jari telunjuknya untuk mendekat ke layar ponsel, kemudian ujung jarinya memberhentikan guliran komentar yang deras dan berhenti tepat di salah satu akun yang beruntung.
“Selamat kepada akun yang bernama AjijiJKD18, kamu terpilih, aku akan mengundangmu satu menit kemudian.“
Akun yang terpilih bernama AjijiJKD18, Alseenio merasa pernah mendengar nama ini sebelumnya, tetapi ia tidak tahu dan tidak ingat di mana dirinya mendengar nama tersebut.
__ADS_1
Alseenio mengabaikan ini, ia menunggu sembari mengobrol dengan pengikutnya melalui membaca komentar dan mengikuti akun yang baru saja terpilih.
“Alseenio, itu anggota band perempuan yang terkenal.“
“Ajiji? Bukankah itu salah satu anggota band JKD18 yang cantik itu?“
“Tidak! Istriku jangan diambil!“
“Nio, kamu umur berapa? Mau pacaran sama tante, enggak?“
Sebagian besar komentar memberi tahu Alseenio bahwa akun yang sekarang terpilih adalah orang yang cukup terkenal di Indonesia, tetapi sayangnya Alseenio tidak membaca ini, komentar terlalu cepat bergulir.
“Satu menit telah berlalu, sudah saatnya untuk mengundang,” ujar Alseenio setelah menunggu 1 menit.
Jarinya mengetuk tombol undang dan memilih akun yang tadi.
Di detik berikutnya, layar terpotong menjadi dua bagian dan wajah wanita muncul di sisi layar yang lain.
Ketika ia melihat wajah dari wanita ini, Alseenio terkejut dan ia berkata di dalam hati, “Aku tahu wanita ini! Salah satu anggota band perempuan JKD18, aku sempat menonton konsernya di televisi, akhirnya aku ingat! Cantik juga wanita ini.“
“Halo, Nio~” Wanita yang bernama Ajiji ini menyapa Alseenio dengan gerakan dan suara yang lembut dan halus.
“Halo juga, Ajiji,“ Alseenio menjawab dengan sambil memperhatikan sosok wanita di layar kaca ponsel.
Wanita ini memiliki paras wajah dan struktur wajah yang simetris, rambut hitam panjang tergerai ke belakang dan ia memakai hoodie warna putih. Penampilan yang tercantum di papan informasi dasar Sexeyes adalah 88 poin, ini termasuk tinggi, bahkan hampir mendekati penampilan Hani Kiara dan mengalahkan kecantikan penampilan Katisa, Rara, dan Tiara.
Sangat mengejutkan!
Selain itu, kesucian wanita ini masih ada di angka 90 poin ke atas.
“Ada lagu yang ingin kamu rekomendasikan, Ajiji?“ Alseenio bertanya dengan lembut.
Ajiji merenung sejenak, kemudian menjawab, “Sebenarnya, aku ingin membuat permintaan yang lain.“
Mendengar ini, Alseenio menjadi tertarik dan ia bertanya lagi, “Apa itu? Beri tahu saja.“
“Bolehkah aku ikut bernyanyi? Emm … bernyanyi bersama maksudku.“ Ajiji tertunduk malu.
Satu alis Alseenio terangkat, ia cukup tertarik dengan permintaan Ajiji.
“Boleh saja, tetapi aku harus menggunakan memakai karakter yang berbeda,” jawab Alseenio.
Sistem sudah mengingatkan dirinya bahwa misi selesai apabila ia bernyanyi dengan suara yang bukan suara aslinya, alias suara karakter dari film atau suara orang lain.
Ajiji bersemangat setelah mendengar jawaban persetujuan Alseenio. “Aku tidak masalah, aku juga bisa meniru salah satu suara dari karakter kartun. Jadi, kita bisa bernyanyi bersama dengan suara orang lain.“
“Oke, aku setuju. Lagu apa yang akan kita nyanyikan?“
__ADS_1
“Apa, ya?“ Ajiji sekali lagi merenung untuk memikirkan lagu yang ingin dibawa. “Umm … bagaimana kalau kita bernyanyi lagu Lest ....”