
Tapi bayangan hitam yang dilihat Revan itu apa? Manusia atau bukan. Mengapa dia tak bisa melihat dengan jelas sosok yang tertangkap di kamera CCTV tersebut .
Bayangan siapa itu???
Setelah mengetahui bahwa yang menolong Delia adalah sosok bayangan hitam misterius yang muncul secara tiba-tiba di kamarnya. Revan memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut apa dan siapa bayangan hitam itu.
Sementara itu, Asmi yang sudah sadar dari pingsan mendapati dirinya terbaring di atas tempat tidur bersama bayi mungil yang sedang lelap tertidur di sisinya.
Sebuah tangan kokoh melingkar erat di pinggangnya. Asmi menengok ke samping. Wajahnya begitu dekat dengan wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya penuh cinta dan puja.
" akhirnya kamu sadar juga." ucapnya sambil mencium pucuk kepala Sang istri, mesra dan sayangggg sekali.
" Bayi kita, pangeran? apa dia baik - baik saja.? "
" Dia baik - baik saja, sayang. Terima kasih sudah melahirkan seorang anak yang hebat. Bayi kita sungguh luar biasa. Kelak dia akan tumbuh menjadi anak kuat dan hebat." kata Sang pangeran lembut sambil mencium sekilas bibir Sang istri, lembut dan penuh kasih.
" Aku yakin dia akan tumbuh menjadi lelaki yang sangat tampan dan hebat seperti ayahnya." kata Asmi.
Pangeran Hasyeem terkekeh kecil oleh pujian Sang istri.
" Apakah pujian itu bertanda bahwa istri cantikku mengakui ketampanan dan kehebatan suaminya?" Asmi tersipu malu mendengar pertanyaan retorik dari sang suami. Dia menyusupkan kepalanya ke dada bidang Sang suami. Nyaman dan damai rasanya. Itu adalah tempat yang paling disukai Asmi, karena di situ dia merasa aman dan terlindungi.
"Aku mencintaimu, Asmi." bisik Pangeran Hasyeem mesra.
" Hmm, aku juga mencintaimu, pangeran." balas Asmi manja.
" Pangeran.. "
" hmm, ada apa, sayang?"
" Apakah pangeran sudah memberi putra kita sebuah nama?"
" hm, sudah. Aku menamai putra kita Alyan Haidar, yang artinya yang terhebat atau tertinggi lagi bijaksana." jawab pangeran Hasyeem.
" Nama yang indah. Ahhhh, aku bahagia sekali. Semoga anak kita tumbuh menjadi sosok yang hebat seperti ayahnya. " doa Asmi.
__ADS_1
"Sayang, ....! "
" hmm,...Ya pangeran!? apa? "
" Mau punya anak berapa??"
" koq nanyanya gitu, berapa ya??? Asmi memutar bola matanya yang indah membuat pangeran Hasyeem menjadi gemas.
" Dengar ya sayang, aku sudah pernah mengatakan padamu, aku akan memberi anak padamu, berapa pun yang kamu inginkan. Jadi siap - siaplah untuk membuat adik baru untuk Alyan! " bisik Pangeran Hasyeem di telinga Asmi.
" Dasar mesum,...aku mau banyak anak yang mengelilingi diriku. Biar hidupku lebih indah dan ramai!"
Pangeran Hasyeem tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban asmi.
" Kalau begitu ayo kita buat adik - adik untuk Alyan! "
Asmi memukul lembut bahu kekar Sang suami yang terbuka karena suami tampannya itu memang hanya mengenakan celana panjang saja tanpa baju. Sehingga pahatan sempurna otot-otot tubuhnya tercetak jelas. Asmi menelan ludahnya menatap tubuh Sang suami. Kenapa begitu menggiurkan sekali.
'Aku belum selesai masa nifas. Andai saja.... akhh! ' pikirnya mesum.
Asmi menutup wajahnya, Maluuu. Pangeran Hasyeem selalu saja bisa membaca pikiran dan keinginannya.
Pangeran Hasyeem yang mengerti keinginan ratunya segera saja menuntaskan segalanya dengan penuh gairah, membawa terbang Sang ratu ke puncak kenikmatan surgawi yang tiada habis - habisnya. Lagi... dan lagi, seolah tak terpuaskan jika hanya sekali.
Asmi sendiri merasa heran, mengapa gairah libidonya sangat tinggi sehingga berkali-kali dia meminta lagi dan lagi dan pangeran Hasyeem dengan senang hati menaklukan Sang ratu yang berada dalam kukungannya sampai Sang ratu merapatkan matanya nikmat pada pelepasannya yang terakhir untuk yang kesekian kalinya.
Asmi tak tahu bahwa dia seperti itu karena ramuan yang dibuat oleh tabib istana untuk memulihkan kondisinya paska melahirkan. Tabib istana meminumkan pada Asmi saat wanita itu pingsan. Dan sekarang kondisi wanita itu sangat bugar.
Pendarahan sesudah nifas juga menjadi berhenti dan semua sel sel tubuhnya kembali merapat seperti sebelum melahikan dan ramuan itu juga berefek menaikkan libidonya sehingga dia menjadi seperti sekarang ini. Tubuhnya terasa sangat bugar sekali dan sangat bergairah.
Sementara itu di ruangan lain di istana pangeran Hasyeem, keadaan Delia sudah terlihat jauh lebih baik. Wanita cantik adik dari Asmi itu sudah sadar dari kemarin. Dia di rawat oleh tabib istana sehingga kini keadaan wanita itu berangsur-angsur pulih seperti sediakala.
" Ammar, Ammar! " seru Delia memanggil Ammar yang tampak asyik memandang ke arah taman. Pandangan matanya tertuju pada satu arah.
Delia berjalan menghampiri Ammar. Dia penasaran apa yang begitu menyita perhatian Ammar.
__ADS_1
Delia ikut mengarahkan pandangan ke arah pokus Ammar. Matanya membulat tak percaya.
" Mbak Asmi!! serunya tak percaya.
Dia tak yakin dengan pandangannya, tapi itu benar, dia melihat Sang kakak sedang duduk di taman sedang menggendong seorang bayi dan tampak di sebelah kakaknya Sang suami tampannya dengan setia menemani wanita itu.
" Itu benar mbak Asmi ? Mengapa dia berada di tempat ini? "
" Ini adalah istana pangeran Hasyeem. Suami dari kakakmu. " kata Ammar.
" Pangeran Hasyeem? Ammar, kamu mengenal Hasyeem? dia seorang pangeran? bagaimana bisa ? dan mengapa Hasyeem...eh maksudnya pangeran Hasyeem bisa melihat dirimu?" tanya Delia bingung.
Ammar tersenyum menanggapi pertanyaan dari Delia.
" Aku dan pangeran Hasyeem sama saja, sayang! " Mata Delia membulat sempurna.
" Ya Tuhan, maksudmu suami mbak Asmi.. kakakku itu juga sama seperti kamu, Ammar.... Pangeran Hasyeem itu..... jin??? Delia bagai di sambar petir.
Kakaknya menikah dengan Jin? Astaga... bagaimana bisa? mulut Delia ternganga tak percaya. Lututnya terasa lemas. Untung saja dia berpegang pada lengan kokoh Ammar.
Kepalanya jadi pusing. Dia saja ragu dan sempat menolak mempercayai akan keberadaan Ammar, tapi ternyata kakaknya, malahan sudah menjalin kasih dan menikah hingga memiliki anak dari seorang lelaki dari bangsa jin.
" Ammar, ayo kita pergi dari tempat ini. Aku tak mau berada di sini! " kata Delia.
" Mengapa? apakah kamu tak ingin menemui kakakmu? "
" Tidak, aku rasa tidak perlu. Aku tak ingin mbak Asmi melihat diriku dalam keadaan seperti ini." Ammar mengangguk. Dia faham dengan alasan Delia yang tidak ingin bertemu Asmi untuk saat ini. Sebab tubuh Delia masih di penuhi luka dan memar. Mungkin Delia takut kakaknya itu akan menjadi khawatir akan dirinya.
" Baiklah, tapi sebentar. Aku akan berpamitan dulu dengan pangeran Hasyeem." Delia mengangguk mendengar ucapan Ammar.
" baiklah, tapi jangan lama-lama. Oh, ya. Sampaikan juga ucapan terima kasihku pada Pangeran Hasyeem, karena sudah mau menolong dan mengobati diriku. Tolong katakan padanya untuk tidak memberitahukan peristiwa ini pada mbak Asmi karena aku tak ingin membuat hati mbak Asmi sedih." kata Delia lagi.
Segera Ammar melesat pergi menemui pangeran Hasyeem dan berpamitan pada lelaki itu dan sekaligus menyampaikan pesan Terima kasih Delia pada Pangeran Hasyeem kepada Asmi.
Delia sangat terkejut dan shock mendapati kakak iparnya seorang jin "
__ADS_1