
Sosok yang mengikuti pangeran Hasyeem diam - diam itu menyeringai penuh kemenangan. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa bersusah payah mencarinya.
Hari berganti hari, kandungan Asmi semakin besar. Semakin dekat dengan waktu persalinan. Perasaan Pangeran Hasyeem semakin merasa khawatir pada keselamatan Asmi dan bayinya.
Namun, dia harus bisa menyembunyikan kekhawatiran itu karena takut Asmi akan menjadi resah dan gelisah dan juga menjadi takut.
Dia tak mengatakan pada Asmi apa yang dia ketahui dari Ki Anom, bahwa anak mereka sedang di buru oleh para dukun penganut ilmu hitam baik dari kalangan manusia ataupun jin.
" Sayang !"
" Ya, ratuku sayang. Ada apa hmm? Asmi merucutkan bibirnya kesal.
" Pangeran sepertinya banyak melamun, akhir - akhir ini. Hingga aku sering di acuhkan"
" Oh, ratuku sayang. Maafkan aku jika karena kesibukanku membuatmu merasa terabaikan. Aku hanya sedang sibuk mengurus urusan kerajaan kita. Dan mempersiapkan kelahiran anak yang kau kandung. Rasanya aku ingin cepat menjadi seorang ayah."
Pangeran Hasyeem mengusap perut Asmi yang sekarang sudah sangat besar sekali. Sekarang Kandungan Asmi sudah memasuki bulan ke sembilan.
Semakin mendekati hari persalinan perasaan pangeran Hasyeem semakin resah. Itulah sebab mengapa dia jadi sering terjadi termenung sendiri. Dia bingung dan khawatir dengan Sang istri dan anak dalam kandungannya jika terjadi sesuatu.
" Dia menyukaimu. Dia bergerak saat pangeran mengusap perutku." Pangeran mencium perut Asmi lembut. "jadilah anak baik. Jaga ibumu dan cepatlah keluar, dunia sudah menunggu, putraku!" bisik Sang pangeran.
Asmi terharu mendapatkan perhatian dari Sang pangeran. Dia dapat merasakan cinta pangeran Hasyeem yang teramat besar untuknya dan calon bayinya.
Waktu berlalu dengan tenang tanpa ada
gangguan yang berarti pada kehamilan Asmi. Wanita cantik yang sedang berbadan dua itu kini sedang menanti hari kelahiran Sang anak yang berada dalam kandungannya.
Asmi sedang menikmati kesejukan air di kolam pemandian air hangat yang bertabur bunga - bunga yang menyebarkan bau semerbak sebagai aroma terapi untuk menenangkan dan menyegarkan tubuh dan pikiran.
Di sebelah sana duduk Sang suami tampannya, siapa lagi kalau bukan pangeran jin yaitu Sang pangeran. Dia duduk sambil mengawasi Sang istri yang kini sedang di pijat dan di gosok tubuhnya oleh para dayang istana.
Hati lelaki itu begitu bangga dan berbunga-bunga melihat senyum bahagia di wajah Sang istri.
Tiba-tiba, wanita cantik itu meringis, wajahnya berubah tegang. Rona kesakitan terpancar dari wajahnya. Para dayang pun terlihat mulai panik.
Hal itu tak luput dari perhatian Sang pangeran. Segera dia berdiri mendekati Sang istri.
" Sayang, kenapa hmm? adakah yang sakit? " tanya Sang pangeran sambil mengangkat tubuh telanjang Sang istri dari dalam kolam. Perut Asmi yang semakin membuncit itu tampak bergerak kencang.
" Ahh, pangeran. Anak kita bergerak sangat kuat. Dan sepertinya ada yang keluar dari tubuhku.! "
Pangeran Hasyeem segera menengok ke bawah perut Sang istri. Benar saja... ada cairan bening yang sedikit bercampur dengan warna kemerahan mengalir di sela-sela paha Sang istri.
" Tuan, sepertinya yang mulia ratu Asmi akan segera melahirkan. Sebaiknya kita harus membawa yang mulia ratu ke dalam peraduan dan memanggil tabib untuk membantu proses kelahiran putra anda!" kata Sang dayang.
" Baik, segera panggil tabib istana dan siapkan semuanya. Aku akan membawa yang mulia ratu Asmi ke bilikku.!" Pangeran Hasyeem kemudian menggendong tubuh Asmi yang kini sudah mulai menangis karena merasakan sakit pada pinggang dan panggulnya.
Wanita itu rupanya sedang mengalami kontraksi pertanda akan segera mengalami proses persalinan.
" Jangan menangis, sayang! Jangan takut!" aku akan menemanimu dan membantu persalinan anak kita! " pangeran Hasyeem lalu meletakkan tubuh asmi perlahan di atas pembaringan mereka. Di ciumnya pucuk kepala Sang istri berkali-kali.
" Pejamkan matamu dan tarik nafasmu lalu perlahan hembuskan lagi. Itu akan mengurangi rasa sakitnya.!" Asmi melakukan apa yang di perintahkan oleh suaminya. Sementara jemari tangannya menggenggam erat jemari tangan Sang suami.
" Sayang, ini sakit sekali. Perutku seperti di remas-remas.! "
Baru saja Asmi berkata demikian, sekelebat bayangan hadir melesat di depan mereka. Ki Anom muncul di hadapan mereka. Dia berjalan mendekati pangeran Hasyeem.
" Tuanku, istana anda dikepung oleh beberapa orang. Sebaiknya anda bersiap - siap untuk menghadapi mereka.! " kata Ki Anom dengan berbisik, takut jika Asmi mendengar. Rupanya lelaki itu tahu bahwa tuannya sedang dalam bahaya sehingga dia memutuskan untuk datang membantu
" Bedebah, rupanya mereka tahu, bahwa sekarang adalah waktu persalinan istriku Ki Anom, buat pagar ghaib di seputar istana agar mereka tak bisa masuk ke dalam istanaku!! "
" Baik, tuanku." Ki Anom duduk bersila dan mulai berkonsentrasi untuk membuat
pagar ghaib
Tak beberapa lama kemudian, tabib istana masuk ke dalam bilik Sang pangeran di iringi oleh dayang - dayang yang kini sibuk membantu kelahiran Sang calon putra mahkota kerajaan.
__ADS_1
" Akhh, pangeran. Sakit...!! " jerit Asmi.
Tabib istana yang memeriksa kondisi Asmi mendekati Tuannya.
" Tuan, tampaknya ada masalah dengan kelahiran yang mulia ratu. Ada yang menutup jalan buat Sang bayi tuanku, sehingga dia hanya bisa berada di pintu jalan keluarnya saja! " kata Sang Tabib.
Pangeran Hasyeem mengernyitkan alisnya. Hmm, siapa yang berani mengganggu proses persalinan istrinya.
" Tuanku, tampaknya mereka sudah memulai serangannya.! memang tujuan mereka adalah mencegah kelahiran Sang Penghancur. Bersiaplah tuan. Sepertinya kita harus berhadapan langsung dengan mereka.
" Tabib, bantu istriku melahirkan, dan aku akan mengurus mereka! " titah titahnya pada Sang tabib istana.
Tabib istana mengangguk dan segera kembali pokus menangani proses kelahiran Asmi.
" Ki, aku titip Asmi padamu. Mereka menutup jalan kelahiran Sang bayi. Aku akan menghadapi mereka. Jaga pagar ghaibnya! "
' Baik, tuanku! "
Pangeran Hasyeem juga memerintahkan kepada beberapa orang pengawal untuk berjaga-jaga di depan ruangannya.
Setelah itu, Sang pangeran melesat keluar istana dan bergabung dengan para pengawal istana dan prajurit kerajaan menghadapi para pengepungnya.
Terjadilah pertempuran yang sengit antara pasukan yang dipimpin oleh sang pangeran yang berhadapan dengan para dukun ilmu Hitam yang berasal dari bangsa jin dan juga manusia yang bergabung untuk menyerang dan menghancurkan istana serta membunuh Sang penghancur.
Pangeran Hasyeem mengamuk dan membabat habis musuhnya menggunakan pedang emas berhulu naga miliknya.
Musuhnya perlahan - lahan sudah mulai berjatuhan. Sepertinya tak lama lagi pihak musuh akan berhasil di pukul mundur.
Melihat hal itu, pihak musuh tak tinggal diam. Salah seorang diantara mereka mengeluarkan kesaktiannya.
Lelaki itu kemudian mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari kantongnya. Bungkusan itu dia keluarkan isinya sambil mulutnya komat kamit membaca mantera.
Ajaib!!! dari dalam tanah bermunculan sosok - sosok makhluk mengerikan yang kemudian bergerak membantu pihak musuh. Mereka menyerang prajurit dan pengawal pangeran Hasyeem dengan ganas. Sehingga banyak prajurit dan pengawal yang tewas dan terluka.
Pangeran Hasyeem yang melihat hal itu segera menyadari apa yang terjadi. Dia lalu merapalkan mantera untuk membuat hal serupa. Beribu sosok - sosok mengerikan bermunculan dan kini keadaan berbalik lagi. Pihak lawan kembali lagi terdesak oleh makhluk yang dikeluarkan oleh Sang pangeran.
Di tengah - tengah keadaan itu, Pangeran Hasyeem melihat ada seorang lelaki dari pihak musuh yang nampaknya dialah pemimpin dari semua dukun - dukun penyihir itu.
Pangeran Hasyeem lalu bergerak mendekati pemimpin musuhnya.
" Hah, akhirnya aku menemukanmu, kamu yang memimpin pasukan ini maka kamu akan berhadapan denganku. "
" Hahaha akhh, rupanya aku mendapat keberuntungan hari ini. Pangeran jin penguasa bukit Malaikat sudi menjajal kesaktian denganku! "
" Hah, Sang Shepard. Kamu dan dukun dukun busukmu itu tak akan aku lepaskan! aku akan membuat kalian jera supaya tidak berani mengganggu atau mengusik lagi pangeran Hasyeem dan keluarganya." ,,,,,,,,,
" Aku tak akan mengusikmu jika tidak karena calon anak terkutukmu itu kelak akan menghancurkan kami dengan cara menghancurkan gerbang Oreon.! "
" Hahaha, sungguh miris, hanya seorang pengecut saja yang takut pada seorang bayi yang lemah.!" ejeknya pada Sang Shepard.
Sang Shepard menjadi marah. Dia tidak terima di sebut seorang pengecut.
Sang Shepard lalu menyerang Penguasa bukit Malaikat dengan menggunakan kekuatan Sihir.
Perang ilmu kesaktian pun tak terelakkan lagi. Masing-masing mengeluarkan kemampuan masing-masing. Keadaan masih berjalan imbang.
Kita tinggalkan pangeran Hasyeem yang sedang bertempur melawan Sang Shepard. Kita menengok keadaan Asmi yang sedang berjuang melahirkan putra mereka.
Dengan di bantu Sang tabib dan Ki Anom
Asmi berjuang sekuat tenaga untuk bisa mengeluarkan bayi dalam kandungannya.
Tiba-tiba, pintu didobrak dari arah luar.. Begitu pintu terkuak, semua pengawal yang bertugas berjaga di pintu sudah tergeletak tak bernyawa.
Di depan pintu, berdiri lima orang dengan wajah yang menyeramkan. Salah satu dari mereka adalah seorang wanita. Mereka tertawa terbahak - bahak menyaksikan Asmi yang merintih kesakitan karena bayi yang ada di dalam kandungannya tidak bisa keluar oleh karena seseorang menutup jalan kelahiran untuk Sang anak.
" Kalian mencari mati dengan masuk ke dalam sini! " kata Ki Anom.
__ADS_1
" Hahaha, kalianlah yang akan mati hari ini, sekarang bersiaplah untuk ke neraka!! bentak salah satu diantara mereka.
Mereka kemudian menyerbu masuk dan melumpuhkan para dayang dan tabib istana dibuat tak berkutik. Ki Anom sedikit kerepotan ketika harus menghadapi kelima orang tersebut.
" Yang Mulia Ratu, jika bisa bergerak, maka menyingkirlah dari tempat ini
sekarang! " kata Ki Anom.
Segera, walaupun sakit dan tertatih - Ratih, Asmi bergerak menyingkir dari tempat itu. Namun, salah seorang dari mereka mencegat dan menarik wanita hamil itu hingga jatuh tersungkur mencium lantai.
" Aaaaaahhkkkk, Pangeran!!!
Asmi berteriak sekuat - kuatnya karena rasa sakit yang sangat pada perutnya akibat terbentur ke lantai.
Darah mengalir dari sela - sela paha wanita cantik dari bangsa manusia itu. Asmi menangis dan merintih merasakan rasa sakit di pinggang dan perutnya.
" Hahaha, hey lihatlah. Wanita itu tampaknya akan segera melahirkan. Ayo Kita sambut kelahiran Sang Penghancur ke dunia. Hahaha!! " kata dukun wanita itu. Dia kemudian mendekati Asmi dan menarik tubuh wanita itu ke tengah ruangan tanpa belas kasih.
Ki Anom yang melihat keadaan Asmi yang lemah dan sudah mengeluarkan banyak darah karena sebentar lagi akan melahirkan menjadi khawatir. Konsentrasinya terpecah hingga pada suatu kesempatan dia lengah dan berhasil di Lumpuhkan.
Ki Anom yang tak berdaya berada di bawah tawanan mereka dan di paksa untuk membantu Asmi melahirkan.
" Hey tua bangka, bantu wanita itu melahirkan, atau ku bunuh saja kau sekarang!! " kata mereka.
Ki Anom mendekati Asmi dan memegang tangan wanita itu, dia mencoba membantu wanita itu dengan menyalurkan tenaga dalamnya agar wanita itu memiliki Sedikit tenaga untuk mengejan saat ini.
" Ki.. rasanya sakit sekali, ki. Ki Anom,
tolong aku! ki...seperti ada yang ingin keluar dari perutkau. b" hiba Asmi dengan nafas yang terputus - putus - putusnya.
" Baik, Yang mulia. Tarik nafas dan buang. Pada hitungan ke tiga mengejanlah..!" kata Ki Anom pada Asmi yang segera diangguki oleh asmi dengan lemah.
" Satu! Dua! tiga! .... mengejan yang mulia ratu, mengejan yang kuat.
" agghhhh! aaghhhh! Ki... Aku takut!.! Pangeran..!!!Pangeran......!!! bersama jeritan Asmi terdengar pula tangisan orok yang keluar dari rahimnya.Setelah itu tak sadarkan diri.
Serentak kelima dukun itu mendekati tubuh Asmi yang pingsan karena kelelahan sehabis melahirkan.
" Hahaha, lihatlah, wanita ini sudah keburu pingsan sebelum kita menghabisi dia dan bayinya! " kata Salah seorang dari mereka.
ki Anom tak bisa berbuat lebih banyak untuk menolong ratunya dari cengkraman dukun - dukun sesat itu.
Salah seorang mendekati bayi Asmi yang kini tampak tenang. Dia tak menangis lagi seperti tadi. Matanya tampaknya tajam memandangi kelima orang yang menyebabkan Sang ibu menderita.
" Kanda, Lihatlah! bayi itu memandangi kita! Sepertinya dia menandai kita yang telah menyakiti ibunya. hahaha!" ejek dukun wanita itu.
Namun tibatiba.. mata dukun wanita itu mendelik sambil memegang lehernya yang nyaris putus. Tak jauh di depannya berdiri pangeran Hasyeem dengan pedang terhunus yang berlumuran darah.
" Kalian berani menyakiti anak dan istriku, maka kalian harus menebusnya dengan nyawa kalian. Segeralah bersiap - siap untuk menyusul Sang Shepard! " bentak pangeran Hasyeem.
Seketika keempatnya terkesiap. Sang Shepard sudah tewas di tangan Sang pangeran, itu artinya mereka sudah berhasil di kalahkan.
Salah seorang dari mereka bergerak cepat meraih bayi Asmi dan mengangkat bayi merah yang baru lahir itu tinggi - tinggi. Sebelah tangannya meraih pedang yang dari tadi terselip di pinggangnya.
Pangeran Hasyeem dan Ki Anom terperangah tak sanggup berkata. Mata pangeran Hasyeem berkilat-kilat menahan amarah.
" Berani sekali kau menyentuh anakku! Jika lecet sedikit saja, takkan kuampuni nyawa kalian! "
" Kami tak takut ancamanmu, pangeran! Bagi kami nyawa kami tak ada harganya jika dibandingkan tugas kami untuk menghalangi kelahiran Sang Penghancur!"
Pangeran Hasyeem geram, pedangnya di genggam semakin erat.
" Lepaskan anakku! "
" Haahaha, sayang sekali pangeran. Kami tidak bisa melakukannya.Walaupun Sang Shepard harus mati, tapi kematiannya tidak akan sia-sia jika kami berhasil membunuh Bayi ini...!
Dukun itu kemungkinan mengacungkan pedangnya siap untuk menebas bayi merah itu, tetapi.....bayi itu mengeluarkan sinar kuning terang yang menyilaukan mata membuat dukun tersebut menjadi lengah dan crasss! pedang pangeran Hasyeem kembali menebas lehernya hingga menyebabkan tubuh lelaki itu rebah tersungkur ke bawah. Tubuh bayi dalam cengkramannya terlepas ke udara. Namun ajaibnya, tubub bayi itu melayang se ringan kapas, dan jatuh mendarat di sisi Sang bunda.
__ADS_1
Ketiga orang itu terkejut bukan kepalang. Namun belum lagi hilang keterkejutan mereka, pedang pangeran Hasyeem sudah membabat habis tubuh mereka tanpa mereka sadari.
" hmm, itulah bayaran kalau berani menyentuh milik sang Pangeran! " kata Sang pangeran