
Asmi baru saja mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas. Tubuhnya yang hanya di balut oleh handuk sebatas dada benar-benar menggoda iman kelelakian pangeran Hasyeem.
Walaupun dia berasal dari golongan bangsa jin, namun bukan berarti dia tak memiliki nafsu. Bukankah pada hakekatnya manusia dan jin sama-sama diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang memiliki akal pikiran dan juga nafsu.
Berbeda halnya dengan penciptaan malaikat, makhluk Allah yang mulia ini diciptakan tanpa nafsu, hingga wajar saja mereka terpelihara dari dosa. Karena pada dasarnya manusia dan jin terperosok ke dalam lumpur dosa karena tak bisa mengendalikan nafsu.
" sayang! "bisin Hasyeem lembut di telinga Asmi.
Bulu kuduk Asmi merinding saat mendengar bisikan Hasyeem. Sebagai wanita normal yang sudah pernah mengenyam hubungan pisik suami istri, dia hapal sekali dengan bisikan seperti itu. Apalagi Asmi dapat melihat kabut gairah di mata Hasyeem.
"Hasyeem, keluar! aku mau pake baju!" usirnya sebelum malapetaka godaan cinta dan keimanan terjadi di kamarnya.
"iya, tapi cium boleh kah aku menciummu sebentar saja?" rayunya manja.
" Nggak, tau nggak kamu, jika ada dua insan berlainan jenis sedang berduaan makan yang ketiga adalah setan."kata Asmi.
" Setannya takut sama aku, sayang!" kata pangeran Hasyeem dengan senyum menggoda.
" Ihh, dasar jin mesum, keluar cepat! aku mau pake baju.! " kata Asmi yang makin kesal karena dari tadi nggak kunjung juga dia memakai pakaian.
Hasyeem bergegas menghilang dari hadapan Asmi.
Kepala Asmi celingukan ke kanan dan ke kiri.
" Hasyeem, awal lo, jangan ngintip. Entar aku sumpahin mata lo belekan! " kata Asmi sambil tertawa sendiri.
"aku nggak bakal ngintip kok sayang! sebuah bisikan terdengar di telinga Asmi.
" Hasyeem!! " pekiknya.
" Iya, Iya!! aku pergi. Dasar wanita, kenapa hobinya selalu saja menjerit?" gerutunya kesal lalu.. blusss! pangeran tampan itu menghilang dari hadapan Asmi.
Setelah yakin bahwa Hasyeem telah pergi, barulah Asmi beranjak membuka lemari pakaian dan memilih pakaian yang akan dia pakai.
Setelah selesai berdandan, Asmi lalu iseng duduk di depan televisi. Beberapa acara infotainment dia tonton bolak balik dari satu saluran ke saluran lain. Asmi merasa bosan karena acara yang ditayangkan sungguh tidak menarik.
"Hasyeem..! Kamu di mana?" bisiknya pelan. Tak perlu waktu lama, lelaki tampan jelmaan jin itu sudah muncul berdiri di hadapan Asmi.
"hm, ada apa, sayang?" Katanya seraya berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Asmi.
Asmi diam dan hanya memandangi wajah lelaki itu.
"kenapa diam saja? mau di peluk?" kini posisinya sudah duduk di belakang Asmi sambil memeluk wanita itu.
Melihat Asmi yang masih diam , Pangeran Hasyeem menempelkan bibirnya ke pipi wanita itu.
" Atau mau di cium seperti ini, hm?" tanyanya lagi. Asmi menggeser tubuhnya hingga kini dia bisa menatap wajah laki-laki berparas tampan dan berambut panjang itu.
" Aku mau jalan-jalan ke negerimu." permintaan Asmi sontak membuat Hasyeem mengeryitkan keningnya.
"aku tak pernah jalan-jalan ke negerimu. Aku juga ingin tahu, seperti apa rasanya berada di negeri jin." jawab Asmi.
" Tapi apa kamu tidak takut atau merasa aneh jika melihat berbagai sosok makhluk yang menyeramkan di negeriku?" tanya Pangeran Hasyeem pada Asmi.
Dia bukannya keberatan jika Asmi jalan-jalan ke negerinya. Namun yang dia takutkan adalah jika Asmi yang tak siap
ketika melihat penampakan makhluk dari bangsanya.
__ADS_1
" tidak, aku tidak takut saat melihat mereka. Karena aku sudah pernah melihat yang seperti itu di istanamu."katanya dengan yakin.
"Kalau begitu, ayo kita ke sana!" ajak pangeran Hasyeem.
"Tunggu sebentar. Aku mau mengambil sesuatu !" Asmi lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya, lalu beberapa saat kemudian ke luar lagi.
" Aku mau memakai ini!" katanya seraya menunjukkan cincin bermata safir biru yang diberikan oleh Putri Azylla padanya beberapa waktu yang lalu.
"Darimana kamu mendapatkan cincin itu, sayang?"tanya pangeran Hasyeem. Dia terkejut ketika melihat cincin bermata safir biru milik ibunya sekarang sudah berada di jari manis Asmi.
" Putri Azylla yang memberikannya padaku."katanya
"Apa, Putri Azylla?" Kini pangeran Hasyeem baru sadar apa arti perkataan Putri Azylla tentang rencana ibunya.
"Jadi ini maksudnya perkataan putri Azylla? Ibunya memberi Asmi cincin bermata safir biru supaya wanita itu bisa pergi ke mana saja, termasuk ke negerinya." pikirnya.
Asmi menggamit lengan kekar lelaki itu.
"Kita akan kemana?" tanya Asmi.
"Kemanapun yang kamu mau, sayang." bisiknya.
Asmi tersenyum sejenak. Dia membayangkan sebuah tempat yang pernah di lihatnya dalam mimpinya. Dia penasaran seperti apa rasanya berada di tempat itu.
Hasyeem menatap mata Asmi. Dari sana lelaki itu membaca apa yang kekasihnya itu sedang pikirkan.
Namun alangkah terkejutnya Pangeran Hasyeem, Asmi membayangkan sebuah tempat... ??? Lidah Hasyeem terasa kelu untuk berucap...
" Sayang, jangan pergi ke tempat itu!!" cegahnya. Namun terlambat..!!
Mereka kini sudah berada di tempat seperti yang Asmi lihat dalam mimpinya.
"Mengapa suasananya terlihat berbeda dengan yang ada di dalam mimpiku, ya?" tanya Asmi heran.
" Sayang, mengapa ke tempat ini? ini adalah bekas istana Nyi Sanca. Ratu ular penguasa Bukit Lipan." kata Pangeran Hasyeem.
" Entahlah, aku pernah melihat tempat ini dalam mimpiku."kata Asmi.
Namun dia tak mengerti mengapa tempat yang dulunya indah itu, kini terlihat sangat mengerikan.
Hasyeem menggelengkan kepala sambil menghela nafas. Tentu saja Asmi pernah ke tempat ini, karena rohnya pernah menjadi tawanan ratu siluman ular itu.
"Ayo kita tinggalkan tempat ini, karena tempat ini sangat berbahaya untukmu, sayang.!"ajak pangeran Hasyeem.
" Mengapa.... ? Padahal aku masih mau berkeliling untuk melihat- lihat." tanya Asmi.
" Ya, itu karena.... "
Pangeran Hasyeem belum selesai menjawab pertanyaan Asmi ketika telinganya yang sudah terlatih mendengar suara - suara yang mencurigakan.
Pangeran tampan itu segera mengeluarkan pedang emas berhulu naga miliknya. Instingnya mengatakan bahwa ada bahaya yang sedang mengintai di sekitar mereka.
" Asmi, waspada dan tetaplah berdiri di belakangku!" kata Pangeran itu sambil menghunus pedangnya.
Benar saja, dari balik pilar - pilar bekas istana Nyi Sanca ratu siluman ular putih muncul sesosok ular besar berwarna hitam. Ular itu berubah wujudnya menjadi seorang lelaki yang berwajah separuh ular, ketika sudah berada di hadapan pangeran Hasyeem.
" Hahaha, rupanya aku kedatangan tamu putra raja Haizzar!"serunya sambil tertawa keras. Suaranya Seakan-akan ingin memecahkan gendang telinga Asmi. Telinga Asmi terasa sakit sekali.
__ADS_1
Namun, Lagi-lagi sebuah hawa dingin menelusup melewati jari-jemari Asmi dan ajaib... rasa sakit di telinga Asmi perlahan - lahan lenyap tak berbekas.
Pangeran Hasyeem memegang erat pedang emas berhulu naga miliknya.
" Apakah kedatanganmu ingin mengantarkan nyawa sebagai ganti nyawa saudaraku, pangeran? " tanya makhluk jelmaan ular itu dengan sinis.
" hm, jangan bermimpi. Nyawaku hanya satu, mana mungkin akan ku serahkan padamu.!"ejek pangeran Hasyeem.
Merasa diremehkan, lelaki berwajah separuh ular itu menjadi murka. Dia menyerang pangeran Hasyeem dengan serangan yang tak terduga. Mendapati serangan itu, Pangeran Hasyeem membawa tubuh Asmi terbang untuk menghindari serangan dari siluman ular hitam.
" Sayang, hati-hati dengan semburan bisanya. Itu akan membuat mata kita menjadi buta jika terkena semburannnya!" seru Pangeran Hasyeem.
"Hahaha, itu hanya serangan pembuka saja untuk menyambut tamu kehormatanku! " kata lelaki berwajah separuh ular itu sambil bersiap kembali untuk melancarkan serangan berikutnya.
Laki-laki berwajah separuh ular itu kemudian mengeluarkan sebuah seruling. Dia lalu duduk sambil mulutnya meniup seruling. Suara seruling itu seperti mengandung sihir dan menghipnotis Asmi sehingga tanpa sadar tubuh wanita itu meliuk seperti tubuh ular yang sedang menari.
" Asmi, sadarlah. Jangan dengarkan suara serulingnya!" Seru Pangeran Hasyeem. Asmi tersentak dan segera sadar dari pengaruh suara seruling siluman ular hitam.
Tapi Asmi sedikit terlambat untuk menghindar. Tubuh siluman ular itu sudah melilit tubuh Asmi.
" Hahaha, pangeran Hasyeem. Lihatlah tubuh wanitamu. Tubuh ini sangat lunak. Aku yakin dagingnya pasti sangat lembut." katanya sambil menyeringai lebar.
Senyum kemenangan terlukis dari wajahnya yang separuh ular separuh manusia dengan lidah yang bercabang.
Pangeran Hasyeem menatap tajam pada siluman ular hitam. Dia menjadi geram saat menyaksikan Asmi yang tak berdaya dalam belitan siluman itu.
" Berani kamu menyentuhnya, maka tubuhmu akan bernasib sama dengan saudaramu Nyi Sanca!"ancamnya sambil mengayunkan pedangnya.
Seketika pedang itu menjelma menjadi seekor ular naga dan siap untuk menyerang siluman ular hitam.
"hm, selangkah saja kamu maju maka aku tanpa ragu akan langsung menelan tubuh ini bulat-bulat." kata siluman ular hitam sambil mengusung tubuh Asmi ke atas.
Pangeran Hasyeem sejenak ragu dan urung memerintahkan naga emas untuk menyerang siluman ular hitam.
Asmi memejamkan matanya. Dia menahan nafas dan diam tak bergerak. Perlahan-lahan dia menggerakkan tangannya yang memakai cincin ke atas agar lolos dari belitan ular hitam raksasa itu.
Dan berhasil.. tangan kirinya berhasil lolos dari belitan ular hitam raksasa itu. Saat kepala ular itu bergerak mendekat ke arah Asmi, sekuat tenaga Asmi mengayunkan lengan kirinya tepat di mata kanan ular hitam yang membuat ular itu mengamuk hebat. Sebelah matanya melepuh dan terasa seperti terbakar.
Tubuh Asmi terlempar ke tanah dan segera di sambar oleh pangeran Hasyeem yang langsung membawanya terbang untuk menghindari amukan ular raksasa itu.
" Arrrghhh.... kurang ajar! kamu wanita dari bangsa manusia, aku akan memakan tubuhmu hingga sampai ke tulang - tulangmu!" geramnya dengan marah.
Tubuh ular raksasa itu kemudian bergerak dengan marah meliuk-liuk di antara pilar pilar istana sambil sesekali terbang menyambar tubuh pangeran Hasyeem dan Asmi.
"Hasyeem, aku takut!"
"pejamkan matamu. Jangan buka sebelum aku perintahkan!'kata pangeran Hasyeem.
Asmi menurut perintah Hasyeem. Dia memejamkan matanya rapat -rapat.
Pangeran Hasyeem kembali menghunus pedang emas berhulu naga miliknya. Pedang itu menjelma kembali menjadi ular naga raksasa dan tanpa ampun menyerang siluman ular hitam.
Pertarungan antara dua ular raksasa terjadi. Tubuh keduanya saling membelit dan memagut. Tak lama kemudian, Naga Emas berhasil melepaskan diri dan balik menyerang ular raksasa jelmaan siluman ular hitam. Taringnya yang tajam mengoyak tubuh ular raksasa itu hingga terkoyak dengan leher yang nyaris terputus.
Secara perlahan tubuh ular itu merosot dan jatuh ke tanah dan berubah kembali menjadi lelaki berwajah separuh ular. Manusia jelmaan ular itu tewas dengan leher yang nyaris putus.
Asmi bergidik ngeri ketika Hasyeem memperbolehkannya membuka mata dan menyaksikan tubuh siluman ular itu yang tergeletak tak bernyawa dalam keadaan yang mengenaskan.
__ADS_1
Asmi menghela nafas panjang. Niat hati ingin jalan-jalan ke negeri jin. Ternyata salah alamat hingga sampai ke istana ratu siluman ular putih.