Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab.182 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 2)


__ADS_3

Dengan langkah lunglai, Aluna masuk kembali ke dalam rumah. Membaringkan dirinya di kasur sambil pikirannya menerawang jauh. Ada rasa rindu pada kekasihnya, namun juga ada kecemasan bila mengingat ucapan Panji barusan.


" Pangeran Alyan..." gumamnya nyaris tak terdengar. Ada setetes bening yang menggenang di sudut matanya.


Sepasang mata bening itu tertegun saat melihat hal itu. Ada sakit yang menohok di dada demi melihat orang yang di cintanya meneteskan air mata.


" Aluna.... "


Pemilik nama itu tersentak kaget saat mendengar seseorang menyebut namanya.


" Pangeran...."


Aluna menatap ke sekeliling kamar. Tak ada siapapun di sana. apakah tadi dia sedang berhalusinasi mendengar suara Pangeran Alyan memanggilnya. Aluna menghela nafas berat, berpikir bahwa semua ini lantaran dia sangat merindukan pemuda tampan pemilik mata unik itu.


Aluna kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.Air mata kembali menetes membasah bantal yang dia tiduri. Lelah menangis, gadis itu akhirnya tertidur dengan meninggalkan jejak air mata yang masih membekas di kedua pipinya.


Pemilik mata dengan bintik kuning di tengah itu masih belum beranjak dari kamar itu.Matanya terus saja mengawasi gadis yang tengah tertidur di depannya dengan tatapan sendu, penuh kerinduan. Setelah beberapa lama, Putra Pangeran Hasyeem itu beranjak mendekati tempat tidur Aluna. Duduk bersimpuh sambil memandangi wajah  cantik Aluna yang terlihat sedikit pucat. Tangannya bergerak menyentuh pucuk kepala gadis itu dan kemudian beralih mengelus pipinya. Mengusap jejak air mata yang masih belum sepenuhnya kering secara perlahan.


" Mengapa kamu memilih meninggalkan aku? Mengapa kamu tak bertanya kepadaku? Apakah kamu tak percaya, betapa aku sangat mencintaimu, Aluna ?" ucapnya lirih nyaris tak terdengar. Terdengar isak tertahan dari gadis itu, betapa dalam gadis itu memendam kesedihannya, hingga dalam tidurpun dia masih menyimpan tangis.


Pangeran Alyan mencium pucuk kepala kekasihnya dengan penuh sayang. Lama sekali ciuman itu, sebelum akhirnya berpindah ke bibir gadis itu, sekilas namun penuh penghayatan.


"Pangeran....." Pangeran Alyan terkejut menyangka Aluna terjaga dari tidurnya. Namun dia tersenyum kecil, ketika menyadari bahwa ternyata gadis itu hanya mengigau memanggil namanya.


Waktu terus berlalu, tak terasa pagi datang menjelang. Bahkan tak pernah sedikitpun putra Asmi itu beranjak dari posisinya semula. Dia masih saja bersimpuh sambil terus memandangi wajah Aluna.


Suara azan dari surau sayup - sayup terdengar dari kejauhan. Aluna perlahan - lahan membuka matanya.  Terasa  seperti ada seeorang yang memegang tangannya. Reflek Aluna menoleh.


Jantung Aluna berdebar - debar ketika mengetahui siapa yang tengah  memegangi tangannya. Dia bangun lalu duduk di kasur, berusaha melepaskan pegangan tangan Pangeran Alyan dari lengannya. Keningnya berkerut heran sambil memandang pemuda yang terlelap pulas di sisi tempat tidurnya dengan peraasan yang berkecamuk.. Bagaimana pemuda ini bisa berada di kamarnya. Aluna melupakan fakta tentang siapa Pangeran Alyan.Tentu saja dia bebas pergi kemana saja yang dia inginkan karena pemuda itu bisa menghilang dan muncul secra tiba - tiba di tempat yang dia mau. Pemuda itu hanya tinggal mengedipkan mata.


 "Jangan terlalu lama memandangku.  Aku takut rasa bencimu padaku akan luntur seketika. Nanti aku jadi kehilangan moment disaat kamu merajuk manis seperti ini." kata pemuda itu sambil kini  mendongak menatap wajah kekasihnya. Sang gadis hanya diam dan  mendengus kesal.

__ADS_1


" Mengapa Pangeran datang kemari? "


" Mengapa pergi dan sembunyi dariku?" Pangeran Alyan balik bertanya.


" Aku sudah katakan bahwa aku sudah meminta tuanku untuk membatalkan pertunangan kita. Aku juga sudah meminta tuanku untuk mencari gadis yang lain saja untuk menggantikan diriku jika tuanku memang sudah memiliki calon lain penggantiku. Aku bersedia mundur dari hubungan ini. " jawab Aluna sambil menunduk tanpa berani menatap kepada Pangeran Alyan.


" Aku tahu, karena itulah aku kemari."


Aluna mendongak menatap Pangeran Alyan.


" Aku mengerti ...., aku tak bisa memaksamu untuk menikah denganku. Jika memang kamu tidak ingin menikah denganku."


Hening sesaat. Pangeran Alyan melirik gadis yang sedang duduk di hadapannya. Dia ingin tahu bagaimana ekspresi wajah kekasihnya.


Luna hanya diam saja. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut gadis itu.


Gemas... Pangeran Alyan berniat untuk menguji perasaan gadis itu.


Wajah Aluna sedikit terkejut mendengar Pangeran Alyan mengatakan ingin menikah. Apakah Pangeran Alyan akan menikah dengan gadis yang dilihatnya waktu itu.


" Baiklah, silahkan tuanku menikah...Aku tak keberatan. Jika memang tuanku ingin segera menikah. Menikahlah.... " jawab Aluna dengan bibir bergetar.


Pangeran Alyan terdiam. Dia semakin gemas dengan sikap Aluna yang keras kepala dan tak mau mengakui perasaannya.


" Apakah kamu tak apa-apa? Maksudku apakah kamu tak keberatan? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi? "


Aluna terdiam. Ada rasa nyeri di dadanya saat ini. Bohong jika dia mengatakan bahwa dia tak apa-apa . Kekasih yang mana yang rela kekasihnya menikah dengan orang lain. Namun, semua sudah terjadi. Dia sendiri yang beberapa waktu lalu meminta pemuda itu untuk membatalkan pertunangan mereka.


" Aku.... aku mencintaimu, Pangeran. Tapi aku tak bisa lagi meneruskan hubungan ini karena...... "


" Karena kamu telah melihatku bersama dengan seorang gadis dan kamu mengira jika aku sudah mengkhianati dirimu? " potong Pangeran Alyan dengan cepat. Dia sudah kesal karena dari tadi gadis itu tak mau jujur mengatakan semua alasannya.

__ADS_1


" Maaf, tuanku. Anda berhak menjalin hubungan dengan siapapun, karena anda adalah seorang Pangeran. Saya saja yang salah mengartikan cinta anda. Maafkan saya.... cinta saya memang egois. Saya hanya menginginkan cinta yang utuh tanpa rela mau membaginya dengan yang lain. Aku sadar, anda seorang calon penguasa... bisa saja anda memiliki lebih dari satu cinta. Dan itu lebih dari mampu untuk anda lakukan. Jadi aku memilih mundur sekarang dari hubungan ini karena aku tak ingin lebih terluka lagi nantinya. " jawab Aluna.


Pangeran Alyan menghela nafas panjang. Dia tak bisa menjawab perkataan Aluna. Memang benar apa yang dikatakan oleh Aluna. Dia adalah calon penguasa. Putra mahkota kerajaan. Akan ada banyak wanita yang bersedia untuk menjadi ratunya kelak. Apakah dia bisa seperti ayahandanya... Bertahan hanya mencintai satu wanita saja. Pangeran Alyan melihat betapa ayahandanya sangat mencintai ibunda ratu Asmi. Apakah dia juga bisa seperti itu. Apakah dia bisa setia kepada Aluna. Dia memang sangat mencintai gadis itu. Teramat sangat mencintainya.


" Dia Nadia... "


Aluna memalingkan wajahnya. Akhirnya Pangeran Alyan mengatakan juga siapa gadis itu. Ada tetesan bening yang setengah mati ditahannya, namun akhirnya jebol juga.


" Oh... jadi dia.... "


" Calon kakak iparmu.. "


Aluna menganggukkan kepala, dia merasa semua sudah berakhir. Gadis yang dia lihat waktu itu adalah calon.....


apa? Kakak ipar? Tadi Pangeran Alyan mengatakan kakak ipar?


Pangeran Alyan anak pertama dari Pangeran Hasyeem. Apakah sebelumnya Pangeran Hasyeem sudah memiliki istri? Apakah bunda ratu Asmi istri kedua Pangeran Hasyeem. Tapi mengapa Bunda Ratu Asmi yang dijadikan Ratu. Dia juga tak pernah tahu jika Pangeran Hasyeem memiliki seorang istri lagi.


" Dia adalah kakak sepupuku dari tante Mirna, adik dari ibuku. Jadi dia adalah calon kakak iparmu." jelas Pangeran Alyan dengan senyum yang semanis madu.


Sedang Aluna, dia hanya terdiam kaku mendengar penjelasan dari Pangeran Alyan. Rupanya dia telah salah sangka dan mengira jika Pangeran Alyan sudah memiliki wanita lain selain dirinya.


" Sudah puas cemburunya....masih berniat membatalkan pertunangan kita? "


Aluna tertunduk malu mendengar ucapan Pangeran Alyan. Wajahnya bersemu merah karena dia merasa tersindir.


Akhirnya, gadis itu beranjak bangun dari pembaringan dan berniat hendak keluar dari kamar. Namun di tahan oleh Pangeran Alyan.


" Mau kemana, kamu. Kamu belum menjawab pertanyaan dariku."


" Aku mau keluar, ambil air wudhu. Aku mau sholat subuh... " jawab Aluna.

__ADS_1


" Hah....! Oke.. baiklah... tapi tunggu aku, aku juga mau solat subuh. Kita solatnya bareng aja, ya.. "


__ADS_2