
Mereka bertujuh segera membentuk formasi melingkar dan saling berpegangan tangan. Asap tebal berwarna hitam kini sudah menyelimuti mereka. Ki Anom mengeluarkan sesuatu dari saku tas ransel yang dibawanya. Sebuah botol kecil berisi air putih yang bening segera dia percikkan di sekitar mereka yang diselimuti oleh asap hitam
yang bergulung - gulung. Jerit kesakitan terdengar manakala air tersebut terpercik di sekitar mereka.
" Auuuh... panas!..panas! " sebuah raungan terdengar. Mereka bertujuh saling berpandangan. Suara siapa yang meraung di bawah kaki mereka saat ini.?
Pangeran Hasyeem dan Pangeran Alyan segera mencabut pedangnya dan bersiap menghadapi sambutan tak terduga dari pengusaha Pulau Hantu yang tak berwujud itu.
Asap hitam yang bergulung - gulung itu perlahan - lahan lenyap dari pandangan mata. Sebagai gantinya, kini di hadapan mereka berdiri puluhan makhluk - makhluk menyeramkan yang sepintas berwajah mirip hewan. Mereka adalah para pengawal iblis dari Pangeran kegelapan Elathan, penguasa Pulau Hantu.
" Sepertinya, kita telah dikepung, Pangeran." kata salah seorang pengawal yang ikut dalam rombongan itu.
" Biarkan saja mereka menangkap kita dan membawa kita kepada Iblis itu." kata Pangeran Hasyeem.
Mereka tak melakukan perlawanan ketika para pengawal Elathan menggiring dan membawa mereka menuju ke istana Elathan yang berada di Tengah Samudera Hindia.
Sebuah istana yang dikelilingi oleh karang - karang terjal yang tajam dan runcing merupakan sebuah pemandangan yang indah sekaligus mengerikan. Itulah istana Putra Raja iblis Elathan yang menguasai Pulau Hantu.
Kebanyakan para pelaut yang kebetulan berlayar melewati Pulau hantu mengisahkan bahwa kadang - kadang jika kita beruntung, bisa menyaksikan istana kerajaan Elathan. Beberapa saksi yang pernah secara tak sengaja melihat istana itu mengatakan bahwa mereka melihat sebuah istana yang indah yang terbuat dari batu pualam putih yang berada di puncak batu karang yang terjal. Istana itu selalu diselimuti oleh kabut hitam yang jika dilihat dari jauh seperti gumpalan awan hitam yang terbang rendah.
Lebih jauh mereka mengatakan bahwa mereka juga melihat para penghuni istana itu. Mereka adalah makhluk - makhluk yang berwajah mengerikan seperti anjing. Beberapa ada juga yang berwajah mirip serigala.
Mereka sedang mengelilingi seseorang yang mungkin saja pemimpinnya. Orang itu sedang duduk di singgasananya di atas sebuah altar. Wajah orang itu begitu mengerikan. Berwajah seperti iblis dengan rupa berwarna merah dan sepasang tanduk panjang di atas kepala.
Teramat sangat mengerikan untuk dilihat.
Dari kejauhan, tampak beberapa orang sedang digiring memasuki sebuah tempat yang luas. Tempat tersebut mirip sebuah arena pertandingan gladiator. Tampak di sana sini, tulang belulang manusia dan makhluk lainnya berserakan di mana-mana.
Di atas sana, ratusan makhluk dengan wajah - wajah mengerikan sudah berkumpul riuh di sana. Mereka bersorak-sorai saat melihat kelompok kecil manusia yang merupakan jelmaan makhluk jin sedang berdiri di tengah - tengah arena.
__ADS_1
Seseorang tampak sedang duduk di atas kursi singgasana kebesaran dengan angkuhnya. Sorot matanya tajam mengawasi ke arah arena. Wajahnya yang memang sudah mengerikan, kini semakin mengerikan saat menyeringai lebar demi melihat siapa yang sedang berdiri di tengah arena.
" Demi Raja Neraka Aim, rupanya kita kedatangan tamu dari negeri jin. Hahaha, sungguh suatu kebetulan. Aku sedang merasa bosan akhir - akhir ini. Aku butuh hiburan baru. Pengawal...... siapkan suguhan buat mereka."
Pangeran Hasyeem dan yang lainnya mendongak ke atas.
" Tuanku, itulah Elathan. Putra Raja iblis Aim, penguasa Neraka ketiga." bisik Ki Anom ditelinga Pangeran Hasyeem.
" Sepertinya kejutan 'besar' sedang menunggu kita. Bersiaplah semuanya."
Salah seorang pengawal membuka sebuah gerbang. Dari dalam gerbang, keluar sesosok makhluk raksasa berwujud Serigala berkepala tiga. Makhluk itu terlihat lapar. Mulutnya menganga dan lidahnya menjulur - julur menatap bengis ke arah beberapa sosok makhluk jin yang kini sudah bersiap menghadang serangan makhluk itu."
" Hai, aku peringatkan, jangan sampai lupa untuk menggoreskan pedangmu ke tanah sebelum menebaskannya ke arah makhluk itu. Itu adalah Wolforch. Makhluk jadi - jadian sejenis serigala berkepala tiga dari neraka. Serang pada matanya."
Belum selesai Pangeran Hasyeem berkata - kata, makhluk itu sudah menyerang ke arah mereka. Seketika, rombongan kecil itu berhamburan memisahkan diri menghindari serangan makhluk itu. Pangeran Alyan mengayunkan pedang naga jiwo ke udara dan menebaskannya ke arah makhluk itu. Namun, tebasan pedang itu seolah tak berpengaruh pada makhluk itu.
Pangeran Hasyeem menggoreskan pedang Halilintar ke tanah dan membentuk sebuah simbol berbentuk lingkaran dengan lima bintang. Simbol perlindungan dan pengunci setan dari neraka. Lalu pangeran Hasyeem berdiri di tengah - tengah lingkaran.
Melihat gambar segel yang dibuat oleh pangeran Hasyeem, makhluk itu seperti takut saat melihat gambar tersebut. Untuk sesaat makhluk itu ragu untu maju menyerang pangeran Hasyeem.
Beberapa Pengawal dan Ki Anom melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pangeran Hasyeem.
Sejenak, makhluk itu menjadi kebingungan saat melihat mangsanya berada di dalam lingkaran. Namun, rupanya musuh tak kehabisan akal.
Pangeran Hasyeem yang melihat makhluk itu lengah segera melancarkan serangan. Tubuhnya melesat terbang ke udara dan mendarat di atas kepala makhluk itu. Tak mau kalah dengan sang ayah, Pangeran Alyan melesat meloncati kepala yang lain dari makhluk itu. Makhluk itu menjadi marah dan berontak beringas sehingga tubuh kedua makhluk itu terpental jatuh ke tanah.
Salah satu kepala makhluk itu berhasil menangkap salah satu pengawal pangeran Hasyeem yang terlempar ke udara karena serangan makhluk itu dan langsung menelannya hidup - hidup.
Pangeran Alyan menjadi marah kerena gagal menyerang makhluk itu. Hingga pada suatu ketika kembali Pangeran Hasyeem berhasil mendaratkan pukulan Halilintar ke arah salah satu kepala makhluk itu, tepat mengenai matanya.
__ADS_1
Jeritan kesakitan dari makhluk itu terdengar menggelegar. Penonton semakin riuh melihat pertempuran yang semakin seru saja itu.
" Ayah, sepertinya kelemahan makhluk itu adalah matanya. Bagaimana jika ayah menyerang mata di kepala sebelah kanan dan ananda menyerang kepala sebelah kiri."
Keduanya berpencar dari sebelah kanan dan sebelah kiri lalu menyerang makhluk itu secara bersamaan. Menghadapi serangan kedua makhluk jin itu, beast dari neraka itu tak. mampu lagi berkelit. Pedang Naga jiwo dan Pedang Halilintar jatuh tepat di atas kedua mata makhluk itu.
Sabetan pedang Halilintar mengenai mata di kepala sebelah kiri makhluk itu dan pedang naga jiwo menghantam mata di kepala sebelah kanan.
Makhluk itu melolong kesakitan dan mengamuk membabi buta menghancurkan arena pertarungan itu hingga sampai ke arema tempat duduk penonton. Penonton berhamburan lari menghindari amukan makhluk itu. Pangeran Alyan menggoreskan pedangnya ke tanah dan kembali menyerang makhluk itu. Kembali makhluk itu mengamuk dan menyerang Pangeran Alyan dan Pangeran Hasyeem.
Pertarungan semakin berbahaya dan merembat sampai ke arena tempat duduk penonton.
" Mahkluk ini tidak bisa melihat. Pangeran Alyan , cepat serang kembali kedua matanya. "
Pangeran Alyan tidak menyisakan sedikit pun waktu. Putra Pangeran Hasyeem itu mengayunkan pedangnya, dan...... Srettttt... pedang itu menusuk dan membelah tubuh makhluk jadi - jadian dari ujung leher hingga ke jantung. "
" Matilah dan membusuk lah kamu di neraka...! " pekiknya..
Tubuh makhluk itu terbelah dua. Sekali lagi Pedang Naga jiwo bergerak. Kali ini memenggal kepala makhluk itu. Makhluk jadi - jadian itu tumbang dan jatuh ke bumi. Tepuk tangan penonton yang berjubel membuat suasana itu semakin panas.
" Pengawal...! Tangkap mereka..! "
Srettt..... Pangeran Hasyeem menggerakkan pedangnya, dan...
semua pengawal yang mendekat roboh dengan leher yang hampir putus.
Elathan semakin murka, lalu melesat terbang ke arah pangeran Hasyeem. Tetapi,.... tubuh Pangeran Hasyeem tak bisa disentuh oleh Elathan.
" Panas sekali tubuhnya, seperti api yang membakar tanganku." kata Elathan kesal. " Apa yang harus kulakukan untuk mengalahkan manusia jin itu"???????
__ADS_1