Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 78 Kembali Hilang....


__ADS_3

Asmi memejamkan mata menahan perih di selangkangannya. Perlahan dia bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan sisa - sisa tumpahan cairan kejantanan pangeran Hasyeem yang tertinggal di organ intim miliknya, setelah sisa yang lainnya menerobos masuk membasahi ladang rahimnya.


Masih terekam jelas dalam ingatan Asmi jejak pertarungan mereka semalam. Dia terhanyut nikmat dalam terjangan dan hentakan dahsyat dari 'kejantanan' milik pangeran Hasyeem yang besar dan panjang.


Sungguh, Asmi yang awalnya takut karena tak pernah terlintas dalam pikirannya akan bermain cinta dengan seorang lelaki dari bangsa jin, akan merasa senikmat itu hingga ******* demi ******* keluar dari mulutnya.


Sungguh dalam hidupnya, baru kali ini dia merasakan Hal duniawi yang bisa membuatnya mabuk kepayang.


Hal yang tidak pernah dia rasakan dulu bahkan ketika bersama Ilham, mantan suaminya. Dia mengira seorang yang berasal dari bangsa jin tentunya akan berbeda dalam hal cara mereka bercinta. Namun dia salah, semuanya sama, hanya ukuran saja yang terlihat berbeda.


Asmi baru saja keluar dari kamar mandi saat pandangannya terpaku pada Sang pangeran. Lelaki itu hanya mengenakan celana panjangnya saja tanpa memakai baju, sehingga otak kotor Asmi kembali bekerja


Dia tersenyum menggoda sambil berjalan mendekati pangeran Hasyeem yang sedari tadi matanya tak pernah lepas memandangi kekasihnya.


" Pangeran, aku tak tahu jika kamu sudah bangun." Pangeran Hasyeem mencium lembut bibir asmi.


" Kamu sudah mandi junub, sayang?" goda Sang pangeran. Asmi mencubit lengan pangeran Hasyeem karena merasa malu dengan pertanyaan lelaki jin yang tampan itu.


" Auww, sakit sayang. Akh.. aku hanya bertanya saja kenapa kamu mencubitku keras sekali? "


" Siapa suruh nanya yang sudah tahu jawabnya! ketus Asmi.


" padahal aku tadi masih mau lanjut tahap kedua.. "


" Hasyeem..!! "


" hm, apa sayang. Aku siap sedia melayani dirimu."


" Ah, sudahlah. Aku mau... "


" Mau ke ranjang lagi?" wajah pangeran jin yang tampan itu sudah tersenyum menggoda Asmi. Entahlah.. rasanya ada sesuatu yang tidak bisa Asmi tolak pada diri seorang Hasyeem. Jadilah... mereka berdua kembali lagi mengulang adegan panas yang menguras keringat.


Asmi memekik nikmat kala sentakan keras dari kejantanan Hasyeem mengoyak bagian intinya. Mata pangeran Hasyeem menutup rapat disaat pangeran tampan itu mengerang tanda dia telah sampai pada puncak kenikmatan dan mencapai pelepasannya.


Tubuh Pangeran Hasyeem jatuh menimpa tubuh Asmi. Bibirnya mencium ceruk leher wanita cantik berkulit putih mulus sebelum berpindah ke samping tubuh Asmi.


" Kamu ingin anak berapa?" tanya sang pangeran sesaat setelah napasnya berubah teratur.

__ADS_1


Wajah Asmi seketika menegang. Mengapa Hasyeem bertanya demikian, bukankah dia tahu dengan jelas siapa Asmi.


" Mengapa kamu bertanya seperti itu, pangeran?"


" Mengapa? apakah ada yang salah?" pangeran Hasyeem balik bertanya.


" Bukankah kamu sudah tahu jika aku tak bisa memberimu keturunan." mata Asmi kini sudah mulai berkaca - kaca.


" Kata siapa kamu tidak bisa memberiku keturunan.? Kan, sudah aku katakan. Kamu belum pernah mencoba dengan lelaki dari bangsa jin, bukan?" Asmi mengangguk membenarkan. Pangeran Hasyeem tersenyum menggoda.


" Aku akan memberimu banyak anak. Anak-anak kita akan besar di istanaku. Dan kita akan bersama - sama membesarkan mereka." kata pangeran Hasyeem sambil memeluk tubuh Asmi yang polos.


Asmi hanya bisa terdiam mendengar perkataan pangeran Hasyeem. Namun dia berharap semua itu benar adanya. Dia sangat ingin memiliki seorang anak. Dia tak peduli, meskipun itu adalah anak antara dia dengan lelaki dari golongan jin.


" Sayang, ceritakan padaku, mengapa Azyziel bisa mengenalmu? dan apa yang terjadi hingga kamu bisa ada di istananya?" tanya pangeran Hasyeem.


" Aku juga awalnya tidak mengenalnya. Malam itu dia datang ke rumahku dan mengatakan bahwa kamu terluka saat bertarung dengan raja Bana. Aku memang bodoh. Mungkin karena panik, aku langsung saja percaya jika kamu benar-benar terluka oleh Raja Bana. Apalagi dia mengatakan bahwa Raja Bana adalah siluman terkuat di negeri ini" kata Asmi.


" Hm, memang aku sempat terluka karena bertarung dengan Raja Bana. Namun seperti yang kamu tahu, kekasihmu ini tidak segampang itu untuk di kalahkan!" kata pangeran Hasyeem dengan sombongnya. Asmi mencibir mendapati sifat sombong kekasihnya.


" Lantas, bagaimana kamu bisa sampai ke istananya?"


" Dia sempat mencoba untuk menggagahi aku. Aku yang hampir putus asa tanpa sengaja menyentuh cincin bermata safir biru. Selanjutnya aku berharap ada di suatu tempat yang jauh dari semua itu, tempat yang sunyi. Namun nyatanya, aku salah. Aku malah terdampar di tengah lautan. Sialnya aku, walaupun bisa berenang, namun tenagaku terkuras habis. Aku lemas dan akhirnya tenggelam. Untunglah, Yang mulia Raja Marick menolongku." kata Asmi.


" Hm, jadi bedebah itu mencoba untuk memperkosamu?" pangeran Hasyeem semakin bertambah geram.


" Aku akan membuat perhitungan denganmu Azyziel!" kata pangeran Hasyeem dalam hati.


" Sudahlah sayang, yang penting kini kita bisa kembali bersama lagi. Kau tahu aku bersyukur sekali, bahwa kamu selamat." kata Asmi seraya tersenyum bahagia.


Pangeran Hasyeem mengecup pucuk kepala Asmi dengan sayang.


"Baiklah, sekarang bersihkan dirimu. Kita akan menemui Yang mulia Raja Marick." kata Sang Pangeran.


Asmi menatap pangeran Hasyeem dengan wajah ingin bertanya.


" Aku akan meminta dia untuk menikahkan kita." Mulut Asmi terbuka lebar.

__ADS_1


" Kamu benaran akan menikahi aku, Pangeran?" Pangeran Hasyeem yang mendengar ucapan Asmi menjadi jengkel.


" Apa kamu mau kita begini terus? atau mau aku jadikan selir?" Wajah Asmi mendadak masam. Masak dia cuma mau dijadikan selir.... Asmi sih ogah... nggak di dunia manusia atau di dunia jin. Semua memandang poligami adalah hal yang biasa. Nah... kalo selingkuh, pastilah luarrr binasa. ... secara selingkuh dengan jin, ... ckckckck.. Asmi jadi keder sendiri buat bayangin.


" Gimana?" tanya Sang pangeran tersenyum menggoda.


" Apanya? tanya Asmi pura-pura tak paham.


" Apa kamu mau aku jadikan selir?" pangeran Hasyeem mengulang kembali pertanyaannya yang belum Asmi jawab.


" Aku tak mau dan tak akan sanggup. Mungkin sekarang aku mau mundur saja. Lebih baik sakit sekarang dari pada nanti." jawabnya sambil berlalu dari hadapan Pangeran Hasyeem dengan wajah sendu.


Secepat kilat pangeran Hasyeem berlari mengejar Asmi.


" Sayang, mau kemana?" Asmi menoleh ke arah pangeran Hasyeem.


" pergilah pangeran! sepertinya aku salah dalam menentukan pilihan. Aku lupa siapa dirimu dan juga siapa aku." Asmi kemudian melesat pergi dari hadapan pangeran Hasyeem.


" Mengapa dia seperti itu. Apa aku salah bicara atau telah menyakiti hatinya? " tanya pangeran Hasyeem yang tidak mengerti akan perubahan sikap Asmi.


Pangeran Hasyeem mencari Asmi di seputar istana Raja Marick, namun dia tak menemukan Asmi.


Pangeran Hasyeem akhirnya menyerah dan berniat untuk menemui Raja Marick. Dia ingin mengucapkan terima kasih kepada penguasa Pantai selatan itu.


" Yang Mulia Raja Marick!" Pangeran Hasyeem menghaturkan sembah kepada Raja laut Pantai Selatan.


" Ada apa pangeran memanggilku?" Pangeran ingin bertanya pada Raja Marick apakah dia melihat Asmi. Seorang pengawal kerajaan datang tergopoh- gopoh melaporkan sesuatu.


" Ampun yang mulia, seseorang telah menerobos istana dan berniat membawa kabur tuan putri Asmi." Wajah pangeran Hasyeem seketika menegang.


" Asmi.. apa yang terjadi dengan tuan putri Asmi. Dimana dia sekarang? " Raja Marick bertanya kepada pengawalnya dengan gusar.


" Para pengawal, yang mulia. Mereka sedang bertarung di depan istana sekarang!" Pangeran Hasyeem dan Raja Marick bergegas melesat keluar, menuju gerbang istana. Disana, terjadi pertempuran sengit antara seseorang dengan beberapa pengawal istana. Orang itu bergerak ringan sambil membopong tubuh Asmi yang terkulai tak berdaya karena totokan pada syaraf belakangnya.


" Azyziel!! " Pangeran Hasyeem mengenali orang yang membawa Asmi adalah Azyziel.


Dia bergegas menuju arena pertarungan dan membantu para pengawal untuk menangkap Azyziel.

__ADS_1


" Hahaha, sudah aku katakan, bahwa cepat atau lambat, wanitamu akan jatuh ke dalam pelukanku!" Azyziel tertawa mengejek, kemudian dia melesat meninggalkan tempat tersebut dengan tubuh Asmi dalam gendongannya.


" AZYZIEL!!! seru pangeran Hasyeem. Lelaki itu terbang melesat mengejar Azyziel yang pergi membawa tubuh kekasih pangeran Hasyeem bersamanya.


__ADS_2