Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 143 Bukan Gadis Biasa


__ADS_3

"Hmmm, wah, wah... menarik sekali. Aku jadi ingin tahu, seperti apa wajah Pangeran Anggada jika mengetahui kelakuan putrinya yang serendah ini.. " Semua yang berada di tempat itu serentak menoleh ke arah datangnya suara.


Wajah putri Keysha langsung berubah pucat pasi seperti mayat.


" Pangeran Alyan..! " lututnya mendadak lemas saat menyadari bahwa bukan hanya Pangeran Alyan saja yang berada di sana, tetapi juga ayahandanya pangeran Anggada dan juga Pangeran Hasyeem, ayahanda dari Pangeran Alyan.


" Ayahanda...! " Putri Keysha tak sanggup untuk berucap. Dia sungguh merasa malu sekali karena sudah tertangkap basah melakukan semua ini. Pun demikian halnya dengan Ariel. Putra dari Putri Azylla itu tak bisa berkutik di hadapan sang Paman. Aishhh.... mengapa semua bisa kacau seperti ini, pikirnya.


Keduanya tak tahu, bahwa sebenarnya Pangeran Alyan yang cerdik sudah bisa menduga bahwa ada maksud tersembunyi dari undangan pesta ulang tahun yang di layangkan oleh Putri Keysha padanya beberapa waktu yang lalu.


Melalui ilmu mata malaikat yang di miliki oleh Ki Anom, dia bisa mengetahui bahwa peristiwa ini yang akan terjadi.Dia hanya perlu mengingat kejadian yang terekam seperti mimpi dalam pandangan Ki Anom. Untuk itulah dia memerintahkan pada Ki Anom untuk mengawasi dan mengikuti saja apa yang akan dilakukan oleh putri Keysha. Dan benar saja, Putri Keysha yang hatinya dipenuhi oleh cinta yang membabi buta, tak menyadari bahwa dirinya sudah terjebak oleh rencananya sendiri. Dia pun akhirnya masuk dalam perangkap.


" Ayahanda sungguh tak mengira bahwa putri ayah yang cantik dan anggun memiliki hati yang busuk. Ayahanda sungguh malu terhadap Pangeran Hasyeem dan putranya Pangeran Alyan. Cepat minta maaf kepada Putri Aluna dan Pangeran Alyan. .!! " Pangeran Anggada merasa sangat marah dan juga malu atas kelakuan buruk dari sang putri. Dia tak habis pikir apa yang ada di otak putri cantiknya itu, hingga sampai melakukan tindakan bodoh seperti ini.


" Ayahanda, Keysha bisa menjelaskan semuanya ini. Ananda hanya bermaksud untuk menyadarkan Pangeran Alyan bahwa pilihannya itu salah. Ananda merasa tidak terima, jika kanda Pangeran Alyan lebih memilih wanita dari bangsa manusia itu dari pada denganku, yang nyata - nyata putri seorang raja jin. " Ucap putri Keysha dengan sombongnya.


" Keysha, jaga ucapanmu..!! bentak Pangeran Anggada. " Gadis yang kau benci dan kau pandang rendah itu adalah putri dari Panglima Ammar, penguasa Bukit Duri. Panglima perang Pangeran Hasyeem. Dan asal kau tahu, dia adalah gadis yang terpilih dalam ramalan yang menghancurkan gerbang Oreon. Jadi simpan saja kesombongan mu itu. Di banding dirinya, kau tidak ada apa - apanya selain wajah cantik yang kau miliki."


Wajah putri Keysha melongo malu, saat mengetahui fakta yang sebenarnya tentang gadis yang menjadi kekasih Pangeran Alyan.


Mengapa dia bisa gegabah dan tak mengecek dulu siapa lawannya. Dia tak berpikiran untuk mencari tahu siapa Aluna, karena hanya berpikir bahwa gadis itu hanyalah wanita biasa. Pantas saja Pangeran Alyan memilih gadis itu. Ternyata gadis itu bukanlah gadis biasa.


" Tapi ayahanda, dia seorang manusia? Manalah bisa demikian. Seorang pangeran Jin seharusnya menikah dengan wanita dari bangsa jin juga. Bukan wanita dari golongan lain atau manusia."

__ADS_1


" Kau lupa, siapa ratu di istana Bukit Malaikat dan Bukit Duri? Keduanya adalah manusia sejati. Ratu Asmi dan Ratu Amirah adalah manusia yang menikah dan memiliki anak dari seorang jin. Jadi semua itu bisa saja terjadi. Ayah sungguh malu dengan perbuatan kamu terhadap mereka. Cepatlah minta maaf. Ayah tak tahu, apakah mereka bisa memaafkan perbuatan kamu yang seperti ini. Karena ini sudah sangat keterlaluan sekali.." kata Pangeran Anggada kepada Putri Keysha. Wajah putri Keysha menjadi sedih.Hilang sudah harapannya untuk bisa bersama dengan Sang Pangeran pyjaan hatinya.


Dengan berat hati, Putri Keysha melakukan apa yang diperintahkan oleh ayahnya walaupun dengan perasaan kesal dan tidak terima.


" Maafkan kami Paman Hasyeem. Saya sungguh-sungguh menyesal telah berbuat hal yang sangat memalukan seperti ini." Putri Keysha menunduk menahan air mata yang sangat ingin keluar melalui sudut matanya yang indah.


Pangeran Hasyeem tersenyum faham melihat Putri Keysha yang tertunduk sedih dengan air mata berurai. Cinta..... satu lagi masalah cinta yang membuat orang buta dan mampu menghalalkan segala cara. Dia faham apa yang dirasakan oleh putri Keysha, namun meskipun demikian dia tidak bisa menerima begitu saja tindakan putri Keysha. Karena Aluna juga kekasih putranya dan putri dari sahabatnya.


" Baiklah.... Paman memahami Pancasila yang kamu rasakan. Namun Paman tak bisa membiarkan hal ini begitu saja, karena ini sudah menyangkut nyawa seseorang yang menjadi amanah yang harus Paman jaga. Akan tetapi untuk menghukum mu, Paman juga tak memiliki kewenangan , Paman hanya bisa menyerahkan kamu dan Ariel kepada Ayahandanya. Biarlah dia yang paling adil dalam memberikan pelajaran buat kalian. Bagaimana dinda Anggada..? " Pangeran Anggada menarik nafas panjang.


" Baiklah, kanda Pangeran Hasyeem. Dinda akan menghukum kedua bocah ini setibanya di istana Atas angin. Terima kasih karena sudah mempercayakan kepada dinda dan tidak menghukum anak - anak dinda. "


" Hmm, kalau begitu. Aku rasa semua masalah ini kiranya selesai sudah sampai di sini. Dan untuk Putri Keysha, Paman harap Tidak ada lagi dendam di antara kamu dan putri Aluna ataupun Pangeran Alyan. Karena sepertinya Pangeran Alyan sudah memutuskan sendiri dengan siapa dia menambatkan hatinya. Jadi terimalah semua dengan ikhlas. Semoga kedepannya putri Keysha dapat menemukan jodoh yang lebih baik dari Pangeran Alyan. " kata Pangeran Hasyeem. Putri Keysha menangis terisak. Hatinya sedih dan masih merasa tak terima dengan semua ini. Tapi apa daya... tak ada yang bisa dia lakukan lagi selain hanya bersabar dan menerima semuanya.


Setelah kepergian Putri Keysha, satu persatu semua yang ada di tempat itu juga pergi. Yang tersisa kemudian hanyalah Aluna dan Pangeran Alyan.


Suasana hening tercipta diantara mereka berdua.... Tak ada yang memulai untuk bersuara. Luna, gadis itu sebenarnya masih merasa kesal dengan sang kekasih. Pangeran Alyan melirik sekilas ke arah Luna.


" Apakah kamu masih marah padaku, gadis bulan merah? " Aluna hanya diam, merasa enggan untuk menjawab pertanyaan yang baginya tidak perlu di jawab.


" Baiklah, kalau kau enggan untuk menjawab, mungkin ini akan membuat kemarahan mu hilang.. " Selesai berkata demikian, Pangeran Alyan melesat cepat ke arah Aluna. Aluna tak sempat lagi untuk bergerak menghindar. Tengkuknya sudah berada dalam cengkraman Pangeran Alyan dan selanjutnya adalah rasa basah di bibirnya. Pangeran Alyan mencium bibir Aluna yang merekah dengan lama dan penuh perasaan, hingga Aluna terhanyut untuk kemudian membalas ciuman itu dengan perasaan canggung namun bahagia.


" Ckckck, jika seperti ini, lebih baik kalian segera menikah saja secepatnya. ..! " sebuah suara menghentikan ciuman panas keduanya. Aluna menyembunyikan wajahnya di dada Pangeran Alyan.

__ADS_1


" Apa yang dinda lakukan disini.? " Pangeran Alyan memandang jengkel kepada Pangeran Azzura yang dengan polosnya memasang wajah tak berdosa, padahal tadi sudah menggangu sang kakak.


" Hhmm, kanda merasa tidak, ada yang aneh dengan dinda Arryan? "


" Apa maksudmu, dinda Azzura? " Aluna dan Pangeran Alyan, keduanya menatap fokus ke arah Pangeran Azzura.


" Tingkahnya aneh, kanda. Seperti bukan dinda Arryan. Dinda juga sering melamun sendiri. Dan yang lebih aneh lagi... saat aku mengantarnya kembali ke rumah bibi. Sekilas aku melihat bayangan hitam di belakang dinda Arryan. Namun, saat aku berbalik dan mendatanginya, bayangan hitam itu sudah tak ada lagi, kanda. " lapor Pangeran Azzura pada kakak tertuanya itu.


" Apa yang telah terjadi pada adik kita itu, dinda.? "


" Entahlah, kanda. Tapi dinda rasa, sebaiknya kita selidiki dulu, barulah kita laporkan pada ayahanda."


" Baiklah dinda, kanda setuju dengan usul dinda, kita selidiki dulu apa yang telah menimpa pada saudari kita itu, lalu kita laporan pada ayahanda. "


" Iya, kanda. Kalau begitu sebaiknya dinda pulang dulu, Assalamu'alaikum. " Setelah berkata demikian, tubuh Pangeran Azzura lantas menghilang dari hadapan keduanya.


" Cepatlah pulang, kanda. Sebelum kanda khilaf dan memakan Aluna, hahahaha...! "


Pangeran Alyan mendengus kesal mendengar ejekan bercampur peringatan dari adiknya itu.


" Ayo, sayang. Kita pulang sebelum setan hadir diantara kita."


Pangeran Alyan meraih tengkuk kekasihnya. Setelah mencium sekilas bibir kekasihnya, lalu keduanya juga menghilang dari tempat itu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2