
Pangeran Hasyeem sangat bahagia karena Asmi mau menerima lamarannya. Asmi akhirnya mau menikah dengannya. Ratu Kalina pun tersenyum bijak penuh haru.
Ratu cantik itu kemudian berlalu pergi secara diam - diam dari tempat itu.
Pangeran Hasyeem memeluk erat tubuh Asmi. Asmi yang masih dalam keadaan lemah, balas memeluk pangeran Hasyeem. Bibir keduanya saling bertemu. Saling memagut, saling menyecap, menghisap habis semua rasa rindu di dada Masing-masing.
Mata Asmi terpejam rapat. Masih tak sanggup percaya, adalah bukan mimpi, jika yang saat ini tengah memeluk dan mencumbunya lembut bibirnya adalah sang pemilik janin di perutnya.
Nafas pangeran Hasyeem memburu menahan gairah hatinya. Sekuat hatinya, ditahan rasa untuk menerkam habis tubuh sang kekasih. Teringat dia, betapa kekasihnya itu kini sedang sakit.
Pangeran Hasyeem melepaskan ciumannya dari Asmi. Nafasnya masih terengah-engah. Dia menyatukan kedua dahi mereka.
" Aku akan membawamu ke istanaku. Aku akan merawatmu di sana. Tubuhmu butuh istirahat yang banyak agar cepat pulih, sayang."
Asmi hanya mengangguk saja. Tak sanggup melawan jerat pesona seorang putra Raja Haizzar yang kini sudah menguasai seluruh hidupnya.
Pangeran Hasyeem mengangkat tubuh mungil Asmi ke dalam gendongannya. Tangan Asmi menggelayut manja di leher kokoh sang pangeran.
" Bagaimana, kamu siap, sayang" Asmi menyandarkan kepalanya di ceruk leher sang pangeran dengan manja. Pangeran jin yang tampan itu makin erat memeluk dan membawa wanita cantik itu ke dalam gendongannya dan kemudian...bluss! Tubuh keduanya lenyap dari pandangan, meninggalkan kamar Asmi yang kini sepi di tinggal sang pemilik.
Sampai di istananya, di bukit Malaikat, Pangeran Hasyeem membaringkan tubuh lemah Asmi di pembaringan dengan hati - hati.
" Istirahatlah, sayang! Aku akan segera memanggil tabib istana untuk merawatmu." kata Pangeran Hasyeem.
Asmi hanya bisa mengangguk lemah. Dirinya yang dalam kondisi lemah karena hamil dan juga sakit membuat Asmi benar-benar tak berdaya.
" Ternyata begini rasanya jadi wanita hamil yang sedang mengidam." ucap Asmi dalam hati.
Dahulu, walaupun betapa besar keinginan hatinya agar bisa merasakan bagaimana rasanya seorang wanita yang mengalami fase mengidam, namun hingga menginjak tahun ketiga pernikahannya dengan Ilham, tidak ada tanda- tanda yang menunjukkan kalau Asmi bakal hamil.
Pangeran Hasyeem memerintahkan kepada dayang istana untuk memanggil tabib istana.
" Bi Embun, katakan pada dayang istana untuk memanggil tabib istana dan siapkan baju ganti untuk kekasihku. Oh iya, jangan lupa siapkan juga makanan dan buah - buahan segar untuknya!" titah pangeran Hasyeem.
" Baik, tuanku." jawab bi Embun.
Wanita paruh baya yang juga merupakan pengasuh pangeran Hasyeem, kemudian berlalu pergi dari hadapan sang pangeran. Hatinya ikut senang, mengetahui bahwa wanita cantik dari bangsa manusia itu, kini ada di istana tuannya.
Setelah kepergian Bi Embun, Pangeran Hasyeem kemudian mendekat ke tempat Asmi berbaring. Dia kemudian ikut juga berbaring di samping wanita itu.
Dibelainya surai hitam panjang milik Asmi yang jatuh menutupi wajah cantiknya. Menatap lembut wajah Asmi yang kini sudah tertidur pulas.
" Terima kasih karena sudah menerimaku. Menerima lamaranku" bisiknya lembut. Diciumnya lembut bibir Asmi. Pangeran Hasyeem menggenggam jemari lentik Asmi dan membawanya ke dada bidangnya. Menahannya di sana hingga cukup lama dalam posisi itu sampai akhirnya dia juga tertidur sambil memeluk Asmi.
Asmi tak tahu berapa lama dia memejamkan mata hingga akhirnya tertidur pulas. Hanya saja, saat dia bangun, ayah dari calon bayinya itu berada tepat di belakangnya dalam posisi sebelah tangan memeluk tubuhnya.
" Kamu sudah bangun..?" suara pangeran Hasyeem yang bertanya membuat Asmi menoleh dan mendapati bola bening coklat terang milik pangeran Hasyeem sudah terbuka.
" Hmm, aku haus." Asmi memegangi lehernya yang terasa kering.
" Sebentar, tunggulah di sini! akan kuambilkan." Pangeran Hasyeem bangun dan bergerak mengambil kendi berisi air yang sudah tersedia di kamarnya dan menuangkannya ke dalam cawan lalu menyodorkan ke arah kekasihnya. Asmi bangun dari tidur dan duduk di sisi tempat tidur pangeran Hasyeem.
" Minumlah!" Asmi menerima cawan berisi air yang disodorkan pangeran Hasyeem padanya, untuk kemudian meneguk isinya hingga tandas tak bersisa. Dia benar-benar haus. Rasa segar menyentuh kerongkongannya hingga membuat wanita itu sedikit merasa bertenaga.
" Terima kasih." katanya pada sang kekasih.
__ADS_1
" Kamu mau makan sesuatu?" Asmi menggelengkan kepalanya.
" Atau kamu mau buah? " tunjuk pangeran Hasyeem mengarah pada tumpukan buah - buahan di atas meja.
Mata Asmi sontak berbinar. Dia langsung mengangguk saat melihat banyak buah - buahan segar yang sudah disediakan untuknya.
Pangeran Hasyeem tersenyum melihat tingkah laku Asmi . Dia lalu menyodorkan buah - buahan itu ke hadapan Wanitanya.
" Makanlah sepuasmu. Kamu butuh banyak makan untuk anak kita. Setelah ini lalu bersihkan dirimu!"
Asmi hanya mengangguk karena mulutnya kini sudah tersumpal oleh buah. Asmi memakan habis buah. - buahan di hadapannya sampai tak bersisa.
Dia sebenarnya juga heran sendiri. Kemarin, saat berada di rumahnya, apa pun itu tidak mampu dia masukkan ke mulutnya.
Nah, sekarang! semuanya menjadi terbalik. Saat berada di negeri jin di istana Bukit Malaikat, nafsu makannya, menjadi gila-gilaan. Dia sampai heran sendiri.
Normalnya seorang wanita, apalagi untuk wanita hamil, tak akan ada yang sanggup menghabiskan satu keranjang buah - buahan dalam sekali hadap, kecuali jika wanita itu lagi kesurupan atau kesambet setan atau anak jin. ( Asmi langsung marah sama Author.!! 🙏🙏🙏 , maafkan author ya Asmi, Jangan tersinggung. Author benaran nggak pernah ada niatan buat ngatain kamu kesambet setan atau anak jin.)
Setelah kenyang memakan habis semua buah - buahan yang ada di hadapannya, Asmi berusaha untuk bangun.
Namun tubuhnya terhuyung ke depan. Beruntung ada tangan kokoh kekasihnya yang menahan tubuhnya.
" Mau kemana, sayang? "
" Aku mau membersihkan diriku. Badanku rasanya sudah sangat lengket."
" Apa kamu mau jika kupanggilkan Bi Embun untuk membantumu atau cukup aku saja yang akan membantumu?"
Mata Asmi mendelik mendengar kalimat terakhir dari ucapan kekasihnya.
" Dasar mesum. Bilang saja kamu cari kesempatan dalam kesempitan." gerutunya.
" Hmm, tahu dengan jelas. Sayangnya, aku tidak bisa mencuci otak kotormu itu. Jika saja bisa , sudah aku lakukan sedari dulu." jawab Asmi.
Makin keras gelak sang pangeran mendengar omelan sayang sang wanita.
Asmi berjalan memasuki sebuah kamar tempat pemandian yang berbentuk kolam dengan air yang tak berhenti mengalir.. Pemandian itu terletak bersebelahan dengan bilik sang pangeran. Para dayang istana segera membantu wanita itu untuk membersihkan tubuh.
Sebenarnya, Asmi risih dengan semua perlakuan istimewa itu. Namun, alih-alih membiarkan kekasihnya yang mesum itu membantunya, yang ada urusan mandinya bakalan bertambah runyam.
Asmi merendamkan tubuhnya kedalam air kolam. Terasa hangat. Air kolam penuh dengan taburan bunga - bunga. Aroma bunga yang wangi semerbak merasuki hidungnya.
" Ahh, segarnya!" pikir Asmi. Pikiran Asmi menjadi sedikit rilek. Perlahan rasa sakit dan lelah di tubuhnya sedikit berkurang.
Beberapa dayang mulai menggosok - gosokan punggung dan tubuh wanita itu. Yang lain memijat lembut bahu dan kakinya. Asmi merasa seperti seorang ratu saja layaknya.
Tak lama kemudian wanita cantik itu kekasih pangeran Hasyeem itu sudah tertidur. Heran dengan Asmi, perasaan mudah banget tertidur. Apa mungkin efek dari pembawaan hamil. Biasa terjadi, ibu hamil mah... memang suka banget tidur.
Pangeran Hasyeem yang datang ke tempat itu mendapati wanitanya tertidur di dalam kolam pemandian.
Dengan ringan, di gendongannya tubuh telanjang Asmi, menutupinya dengan sehelai selimut lalu membawanya kembali ke tempat tidur di kamarnya.
...-----...
Asmi bangun dengan tubuh sudah memakai pakaian lengkap.
__ADS_1
" Siapa yang telah memakaikan baju untukku?" Asmi bertanya dalam hati.
" Apakah itu pangeran Hasyeem? "
" Otakmu yang kecil itu rupanya masih saja tidak berfungsi dengan benar. Mana mungkin aku memakaikan pakaian untuk calon istriku sendirian. Kau pikir saja sendiri. Yang ada, bisa - bisa, aku akan kembali khilaf dan menambah lagi jumlah bayi kita dalam perutmu."
Asmi benar-benar malu dengan perkataan pangeran Hasyeem. Dia telah berburuk sangka terhadapnya.
Rupanya saat Asmi tertidur, pangeran Hasyeem menyuruh beberapa dayang untuk memakaikan baju pada kekasihnya.
" Maafkan aku. Aku hanya.... "
" Hanya apa, hanya ingin mengulang kembali permainan panas kita? " bisikan nakal sang pangeran membuat Asmi tersipu malu.
" Aih, .. jangan di bahas. Aku malu.. Hasyeem!"
" oke, baiklah. Kita bahas yang lain. Besok rencananya kita akan menikah di sini. Di istanaku. Apakah kamu tidak keberatan ?"
Asmi terdiam. Menatap lurus ke manik mata yang begitu dia gilai.
" Aku masih ragu. Apakah benar jika seorang pangeran Hasyeem akan menikah dengan Asmi. Seorang janda yang di anggap mandul?" Pangeran Hasyeem menyentil ujung hidung Asmi.
" Kalo bicara jangan sembarangan. Terus wanita yang sedang hamil ini siapa?" Asmi meraba perutnya yang masih rata. Lalu tersenyum, dia baru sadar, predikat mandul itu tidak lagi di sandang olehnya.
Tahu apa yang ada di pikiran kekasihnya, pangeran Hasyeem menjentik pelan dahi Asmi.
" dengarlah wanitaku sayang, wanita yang begitu ku cintai. Jangan lagi punya pikiran bodoh. Aku tahu ada berjuta wanita cantik di luar sana yang mungkin saja rela dan senang hatinya jika mendapatkan cintaku. Namun tetap saja pilihanku akan selalu jatuh pada dirimu, sayang!! "
" Kau tahu, meskipun aku bukanlah lelaki pertama dalam kehidupanmu, namun aku harap kamu bisa menjadikan diriku sebagai lelaki terakhir untuk kau jadikan sebagai pelabuhan cintamu. Jangan pernah ragukan cinta dan kesetiaan ku. Karena baik kemarin, hari ini ataupun besok, Aku akan selalu mencintai dirimu, hingga akhir hayatku. " kata Pangeran Hasyeem dengan bersungguh-sungguh. Tak ada keraguan dalam setiap ucapannya.
Asmi, jangan ditanya lagi. dia menangis terharu mendengar ucapan Pangeran Hasyeem.
" Pangeran, aku ingin meminta sesuatu jika diperbolehkan "
" Katakan apa yang kamu mau, asalkan jangan menyuruhku buat menjauh darimu, maka akan kupenuhi."
" Aku ingin menemui putri Azylla! "
Wajah tampan pangeran Hasyeem berkerut. Tak mengerti akan maksud dari wanitanya untuk menemui mantan tunangannya.
" Kenapa kamu berniat untuk menemuinya, sayang?"
" Aku hanya ingin berbicara empat mata padanya sebagai sesama wanita." kata Asmi.
" hhmm, lalu...? "
" Lalu apanya?" tanya Asmi tak faham.
" Ya setelah kamu berbicara empat mata sebagai sesama wanita, apa yang akan kamu lakukan, sayang?"
" Bolehkan jika aku ingin berteman dan menjalin persahabatan dengannya?"
" Hmm, itu terserah kamu saja, sayang. Jika kamu merasa nyaman, aku tak akan melarang. "
" Terima kasih , sayang. Jadi kapan kamu akan mengantarku ke sana?"
__ADS_1
" Tunggulah dalam beberapa hari.. Setelah kondisimu pulih. Barulah aku akan mengantarmu ke istana putri Azylla. Dia adalah adik dari raja Anggada, sahabatku."
Asmi mengangguk senang. Hatinya berbunga senang. Dia bahagia berada di sisi pangeran Hasyeem. Lelaki yang hadir dalam kehidupannya setelah badai prahara rumah tangganya dengan Ilham, mantan suami yang telah mencampakkannya karena tidak bisa memberinya seorang keturunan.