
"Tampaknya Hades dapat melihat keberadaan diriku. Saat itu, dia sempat melihatku dan berusaha untuk menangkapku, tapi untunglah aku berhasil lolos dan bersembunyi di sini. " jawab Aluna.
" Itu artinya kamu dalam bahaya besar, Luna! " kata Alyan.
Setelah mengetahui bahwa kondisi Luna yang mengalami koma, serta bertemu dan berbicara dengan Luna yang kini hanya berwujud bayangan transparan, Alyan memutuskan bahwa dia harus turun tangan untuk membantu Luna dan Paman Ammar, ayah Luna.
" Aku harus menolong Luna.. Tubuh dan bayangannya itu harus di satukan kembali." Alyan berguman dalam hati.
" Tapi, mengapa semua yang ada di sini tak dapat melihat Aluna, termasuk paman Ammar? Mengapa hanya aku dan Hades yang bisa melihat Aluna? " Alyan berpikir keras memecahkan masalah ini.
Setelah beberapa lama, wajah pemuda itu tampak berseri.
" Akh... aku tahu sekarang!"pekiknya senang. Dia tahu penyebab mengapa semua yang ada di sekitar mereka tak bisa melihat Aluna. Karena mereka semuanya adalah golongan bangsa Jin. Termasuk ayahnya Luna, paman Ammar yang juga adalah seorang jin.
Hanya dia seorang di tempat ini yang berada dari golongan keduanya. Dalam dirinya mengalir darah ibunya yang berasal dari golongan manusia. Untuk itulah dia dapat melihat keberadaan Aluna walaupun hanya berbentuk bayangan transparan saja. Secara, Aluna adalah murni manusia.
" Hmm, jika hanya manusia atau separuh manusia saja yang bisa melihat Aluna, mungkinkah Hades juga manusia atau separuh manusia seperti diriku? " tanya Alyan bermonolog pada dirinya sendiri.
Dia ingin menemukan bukti bahwa Hades sama sepertinya atau Hades sama seperti Luna. Agar dia tahu, seperti apa bakal musuh yang akan di hadapinya.
Sekarang, dia sadar tidak memiliki banyak waktu. Luna harus di kembalikan ke dalam bentuk aslinya.
" Tampaknya aku harus kembali ke Bukit Malaikat. Aku harus menemui ki Anom. Ki Anom sepertinya lebih memahami tentang hal ini"
Alyan faham guru ayahnya yang juga merupakan gurunya itu sangat ahli dalam menangani hal semacam ini. Menurut cerita ayahandanya, dulu ibundanya pernah juga mengalami hal seperti ini. Roh dan tubuhnya terpisah karena menjadi tumbal siluman ular.
Dia memikirkan untuk membawa tubuh Luna ke rumah ki Anom agar bisa menyatukan kembali tubuh Luna dan bayangannya.
Karena dia merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi Luna. Dia tak ingin kehilangan Luna. Mereka tumbuh bersama dari kecil hingga dewasa.
Bahkan, dia tak menampik bahwa ada rasa yang melebihi cinta kepada seorang sahabat, yaitu cinta kepada sesama insan antara laki-laki dan seorang wanita.
Sementara itu, di sebuah tempat yang terletak tepat di depan gerbang Oreon. Seorang lelaki bertubuh tinggi dan besar sedang berdiri di depan kursi singgasana kebesarannya seraya menatap ke depan, menatap ratusan makhluk - makhluk yang berwajah mengerikan dan juga para penyihir yang sedang berdiri memujanya.
Dialah Hades, sang penguasa Kegelapan. Hades adalah iblis yang di bangkitkan kembali dari neraka terdalam oleh para penyihir yang merupakan pengikutnya.
Asal usul keberadaan Hades yang namanya menjadi legenda dalam dunia ilmu Hitam dan kegelapan adalah karena dulunya, lelaki itu semasa hidupnya berbuat begitu banyak kejahatan, baik di dunia manusia maupun juga di dunia jin.
Dia membunuh begitu banyak jiwa. Sehingga dia di juluki sang malaikat maut. Hobinya membunuh dan membunuh. Dia meminum darah korbannya dan memakan bagian tertentu dari tubuh korbannya.
Hades juga bersekutu dengan Lucifer. Raja iblis yang menguasai neraka terdalam di akherat. Karena itulah, dia menjadi iblis yang sangat di takuti. Pengikutnya sangat banyak.
Pada masa dulu, tujuh kesatria berhasil meringkus dan mengirimnya ke neraka bersama - sama para pengikutnya. Para kesatria itu memenjarakan jiwa Hades dan menguncinya di Neraka Oreon dan menyegel pintu Gerbang itu dengan segel jiwa Siziel.
Namun sayangnya, segel jiwa Siziel berhasil di curi dan para penyihir itu berhasil membuka dan membangkitkan kembali sang Penguasa Kegelapan.
__ADS_1
Para penyihir dan juga iblis yang berwujud mengerikan itu begitu memuja junjungan mereka yaitu Hades. Mereka semua tak henti - hentinya menyebutkan namanya.
" Hades..! Hades...! Hades...! "
Mereka memujanya. Para iblis dan penyihir itu sedang berseru tak henti memuja Hades, iblis terkuat pemimpin mereka yang akan memimpin mereka semua dan menguasai dunia.
Hades tertawa menyeringai menampakan wajahnya yang bengis dan kejam.
" Hahaha, kini tak ada yang bisa mengalahkan aku! Dunia akan berada di dalam genggamanku karena akulah yang terkuat. Hades... Sang Penguasa alam kegelapan! " serunya dengan angkuh.
" Wahai para pengikutku! Bangkitlah semua! Waktunya sekarang kita bergerak. Singkirkan semua yang menghalangi kita. Kita akan menguasai dunia. Dunia akan berada dalam genggam kita. Kegelapan akan menang! Aku Hades....Pemimpin kalian. Akulah Penguasa Terkuat di jagat raya ini!" Seru Hades Lantang. Riuh suara para makhluk itu bersorak sorai mendengar seruan dari tuannya.
" Hades! Hades....! Hades!!! seru mereka serentak bersemangat. Wajah - wajah mereka yang bengis dan menyeramkan tertawa menyeringai. Mereka senang karena sekarang mereka memiliki kembali seorang pemimpin yang akan memimpin mereka menguasai dunia.
Hades kembali duduk di singgasana kebesarannya. Seorang pengawalnya membisikan sesuatu ke telinganya.
" Yang mulai, seorang mata - mata memberitahu bahwa dia yang di ramalkan sebagai Sang Penghancur telah datang!"
Wajah Hades yang dingin dan datar tampak tak bergeming mendengar apa yang disampaikan oleh pengawalnya.
" Hmm, bagus. Umpan kita berhasil! Dugaanku benar.Ternyata, gadis itu adalah titik kelemahannya. Awasi terus mereka dan jangan bergerak. Laporkan padaku setiap pergerakan mereka." titah Hades.
Hades yang cerdik memang sengaja membiarkan Aluna lolos. Dia tahu, melalui mata - matanya bahwa gadis itu adalah kelemahan dari sang Penghancur. Gadis yang diam - diam di cintai oleh Alyan, pemuda yang di ramalkan oleh sang kegelapan sebagai Sang Penghancur Gerbang Oreon dan yang akan mengalahkan Sang Hades.
Hades tak ingin ramalan itu terjadi. Sehingga dengan segala kelicikan dan kebusukannya, dia mulai menghancurkan siapa saja yang menghalangi usahanya untuk menghancurkan sang Penghancur.
Pengawalnya itu kembali menemui mata - mata tersebut dan menyampaikan apa yang di perintahkan oleh Hades.
Mata - mata itu pergi setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh sang Pengawal Hades. Suasana di tempat itu masih riuh oleh sorak sorai para pengikut setia Hades.
Pertarungan yang sesungguhnya tampaknya baru saja akan dimulai. Genderang perang sudah di tabuh dan panji sudah dikibarkan. Perang antara dunia kegelapan dan cahaya di mulai. Siapakah yang akan menjadi pemenang.
...----...
Alyan mulai bergerak untuk melakukan penyelidikan terhadap Hades dan kelompoknya. Dia melakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Pamannya Ammar dan juga orang - orang kepercayaan Ammar.
Alyan tidak dapat mempercayai orang lain lagi saat ini. Karena ini menyangkut akan keselamatan dirinya dan Luna.
Menurut dugaannya, ada mata - mata dalam kelompok pamannya. Dan hal itu juga tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat mata - mata juga di lingkungan istana tempat tinggalnya.
Menyadari hal itu, Alyan jadi mencemaskan orang tua dan saudara - saudaranya. Dia takut terjadi sesuatu pada mereka.
Untuk menghilangkan kecemasan di hatinya, Alyan memutuskan untuk kembali dulu ke Bukit Malaikat. Dia berencana untuk menghubungi orang - orang kepercayaannya dan juga ayahnya. Mereka harus punya rencana yang matang untuk menghadapi Hades dan juga para pengikutnya.
Alyan kembali ke Bukit Malaikat bersama bayangan Luna. Dia juga meminta izin untuk membawa tubuh Luna pada paman Ammar, ayah Luna.
__ADS_1
Alyan berhasil meyakinkan ayah Luna bahwa dia bisa mengembalikan keadaan Luna kembali seperti sedia kala asal dia diperbolehkan membawa tubuh Aluna kembali bersamanya ke Bukit Malaikat agar bisa menjalani pengobatan bersama Ki Anom.
Sebenarnya dia ingin memberitahu pamannya itu perihal Luna. Namun kemudian dia mengurungkan niatnya karena berpikir belum saatnya sang Paman tahu. Dan dia juga tidak bisa menjamin bahwa di sana tidak ada mata - mata yang akan mencuri dengar pembicaraan mereka.
...----...
Tubuh Luna dibaringkan di atas tempat tidur di dalam ruangan Ki Anom. Alyan memang sengaja langsung menemui Ki Anom tanpa singgah dulu ke istana Malaikat. Dia takut akan terjadi kehebohan di istana jika seisi istana mengetahui kondisi Luna saat ini.
Alyan memanggil Azzura dan adik bungsunya, Arryan. Oh iya, hampir lupa. Ibunya melahirkan anak perempuan lagi setelah Azzura. Kemudian diberi nama Arryan Maharani.
Dia adalah seorang gadis yang sangat sangat cantik sekali. Kecantikan Ibundanya dan ketampanan ayahnya menjadi satu perpaduan yang klop hingga melahirkan seorang dewi yang berwajah sangat sempurna. Mereka semua sangat menyayangi Arryan. Karena hanya dia anak gadis satu - satunya dalam keluarga mereka.
Arryan tumbuh sempurna menjadi gadis yang cantik namun memiliki kemampuan ilmu bela diri yang sempurna. Di usianya yang baru menginjak enam belas tahun, gadis itu memiliki kemampuan yang hampir setara dengan kemampuan Azzura.
Jika Azzura sangat tertarik dengan berburu, maka Arryan sangat tertarik dengan ilmu pengobatan dan juga seni. Mungkin karena jiwa sang ibu yang lembut menurun pada gadis itu. Maka, gadis itu juga memiliki kelembutan dan jiwa penyayang yang tinggi.
Ayah mereka tidak berniat untuk memiliki istri lagi walaupun begitu banyak wanita yang berniat untuk menjadi selir bagi ayahnya.
Namun, kesetiaan ayahnya pada sang ibunda patut di acungi jempol dan juga patut ditiru. Karena pada umumnya kebanyakan penguasa memiliki wanita lebih dari satu walaupun hanya satu yang dijadikan Ratu. Ayahnya adalah pengecualian.
Azzura dan Arryan datang menemui Alyan. Mereka sangat kaget mendapati keadaan Luna yang koma dan tak sadarkan diri.
" Apa yang telah terjadi dengan Aluna, kanda?" tanya Azzura. Arryan memeriksa tubuh Aluna dengan seksama.
" Dia koma karena luka dalam yang dideritanya pada bagian dada."
Ki Anom, sang guru mereka berjalan menghampiri.
" Memang benar, Aluna mengalami koma. Dia tak sadarkan diri karena luka dalam di dadanya cukup parah. Banyak organ dalam yang terluka, terutama paru - parunya. Saat ini sepertinya dia koma dan kritis." kata Ki Anom menjelaskan kondisi Aluna kepada ketika muridnya tersebut.
" Jadi apa yang harus kita lakukan, Ki?" tanya Arryan. Dia sangat sedih melihat nasib Aluna. Aluna sudah seperti kakak baginya. Dia tentunya akan terluka dan bersedih jika melihat Aluna menderita.
" Hmm, sebaiknya kita menyalurkan tenaga dalam ke tubuh Aluna untuk menyalurkan hawa murni ke tubuhnya. Dan untuk anda Putri Arryan, dapatkan anda mencari beberapa bahan ramuan untuk mengobati luka dalam di tubuh Aluna? "
Arryan menganggukkan kepala. Dia memang memahami beberapa jenis tumbuhan tertentu yang dapat dipergunakan sebagai obat.
" Aku sudah menuliskan beberapa bahan dan tumbuhan yang kita butuhkan. Semoga saja kita belum terlambat untuk mengobati Aluna." kata Ki Anom.
Setelah mendengar perintah Ki Anom, Arryan segera pergi untuk mencari bahan - bahan yang diperlukan oleh mereka untuk dijadikan ramuan obat untuk Aluna.
Sedangkan kedua putra Pangeran Hasyeem lainnya yaitu Alyan dan Azzura membantu Ki Anom menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Aluna.
" Apakah kedatanganku menggangu kalian! " sebuah suara mengagetkan ketiganya. Serentak ketiganya menoleh ke arah datangnya suara tersebut.
Seorang lelaki tampan bertubuh atletis dengan rambut panjangnya berdiri tegak di depan pintu masuk ruangan Ki Anom.
__ADS_1
" Ayahanda!"