
Asmi hanya bisa pasrah saat Raja Haizzar, ayahanda pangeran Hasyeem memerintahkan kepada pengawalnya untuk menjebloskannya ke ruang tahanan di istana Gunung Kahyangan.
Wanita cantik itu tak menangis sedikit pun. Dia pasrah dan menyerahkan semua itu pada Allah pemilik takdir manusia. Sepasrah dirinya yang tak mampu menahan rasa cinta di hatinya untuk seorang pangeran Hasyeem.
Dia tahu, dia memang bersalah karena menantang ucapan Raja Haizzar. Tapi itu semua dia lakukan semata-mata demi membela diri. Dia lelah, karena selalu di salahkan atas semua takdir buruk yang menimpa seseorang karena berhubungan dengannya.
"Ya, Allah. Jika memang rasa cinta di hatiku adalah salah, maka hamba berdoa memohon padamu, hilangkanlah rasa ini. Atau buatlah aku lupa akan rasa cinta ini untuknya. " doa Asmi khusus pada Sang Pencipta. Dia menyenderkan kepalanya ke dinding tembok ruang tahanan itu dan memejamkan matanya. Berharap sedih dihati nya akan berkurang. Tak lama wanita malang itu tertidur dengan posisi terduduk.
Sementara itu, Ratu Kalina sedang berada di kamarnya. Ratu cantik berbaju hijau senada dengan warna matanya, sedang sibuk memikirkan apa yang akan terjadi dengan putranya andai dia mengetahui hal yang sudah terjadi pada diri kekasihnya
" Aduh, bagaimana ini, apa yang akan terjadi andai saja putraku mengetahui jika Asmi kekasihnya di tahan oleh paduka raja Haizzar, maka aku yakin akan terjadi kembali pertumpahan darah."
" Dayang, Dayang...kemarilah! " panggil Sang ratu. Beberapa dayang - dayang yang di panggil segera menghadap sang ratu.
" Ada apa kiranya, paduka ratu Kalina memanggil kami."
" Aku ada tugas untuk kalian. Cepat cari tahu dimana Asmi dikurung oleh paduka raja Haizzar! dan setelah itu cepat beritahukan segera padaku! " titah Ratu Kalina .
" Baik, Ratu Kalina! " jawab mereka serentak.. Kemudian beberapa orang dayang istana itu segera berpencar untuk mencari tahu tentang informasi keberadaan Asmi. Mereka melacak tempat keberadaan Asmi dan bagaimana situasi dan keadaan wanita itu
Tak berapa lama berselang, para dayang yang ditugaskan oleh Sang ratu sudah kembali lagi menemui ratu mereka.
" Cepat katakan padaku, dimana Asmi di kurung oleh para Pengawal Paduka raja Haizzar? "tanya Ratu Kalina dengan tidak sabar.
" Ampun, Ratu Kalina. Dari penyelidikan kami, wanita dari bangsa manusia itu di tahan di ruang tahanan bawah tanah oleh para Pengawal." jawab mereka.
" hm, jadi di sana Asmi, dikurung. hm, baiklah. Dayang, cepat pergi dan antarkan makanan serta minuman juga selimut serta baju ganti untuknya. Aku tak mau dia menderita sakit akibat semua ini! " titah Sang Ratu.
" Baik, Ratu Kalina. Kami mohon diri untuk mengantarkan makanan dan pakaian untuk wanita itu."
" Asmi.. nama wanita itu Asmi. " kata Ratu Kalina pada dayang dayang nya.
Mereka semua mengangguk dan Mohon diri.
" Pergilah dan hati - hati. Jaga diri kalian dan jangan lupa sampaikan salamku pada Asmi. Katakan padanya, aku akan segera mencari jalan untuk membebaskannya. Dia tak usah merasa khawatir."
Para dayang itu kini sudah berlalu pergi. Menyisakan hanya Ratu Kalina seorang diri. Wanita cantik dari bangsa jin itu duduk termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Bagaimana caranya agar aku bisa membebaskan Asmi? ", pikirnya.
...------...
Pangeran Hasyeem sedang duduk bersemedi di ruang tempat dia dikurung. Akibat dari ilmu Sepih Angin miliknya. Selintas waktu, tak sengaja dia mendengar pembicaran para dayang istana.
" Kasihan sekali nasib wanita itu." kata salah seorang dayang istana saat melintas di dekat kamar pangeran Hasyeem di kurung.
" Wanita yang mana? " tanya temannya.
" Ah, masa kamu ketinggalan berita. Tadi siang ada seorang wanita yang ditangkap oleh para Pengawal paduka Raja di istana ratu Kalina."
__ADS_1
" Ya, Tuhan. Bagaimana dengan nasib wanita itu sekarang? "
" menurut dayang istana ratu Kalina, wanita itu di kurung di ruang tahanan bawah tanah istana ratu Kalina, dan dijaga ketat oleh Pengawal Sang paduka."
Awalnya dia tak menggubris pembicaraan para dayang penjaga istana yang bercerita kepada sesama temannya tentang seorang wanita yang ditangkap dan ditawan oleh Raja Haizzar, ayahandanya. Dia kembali tenang melanjutkan semedinya.
" Aku dengar wanita itu berasal dari bangsa manusia. Yang aku tak habis pikir, bagaimana bisa seorang manusia memasuki dunia kita? " tanya dayang yang lain dengan rasa penasaran.
Wajah tenang Sang pangeran mendadak tegang. Apa tadi yang dikatakan dayang itu? seorang wanita dari bangsa manusia sedang ditahan di ruang bawah tanah istana ratu Kalina?
Hati Pangeran Hasyeem mendadak tak enak. Firasatnya mengatakan terjadi sesuatu dengan kekasihnya. Dia berharap yang dia dengar salah. Dan dia juga berharap semoga saja wanita itu bukan Asmi, karena mungkin saja itu wanita yang lain.
" Katanya wanita itu adalah tamu dari ibunda Ratu Kalina." kata dayang yang lain.
" Iya, sttt, dengar - dengar wanita itu adalah kekasih dari tuanku pangeran Hasyeem." kata dayang itu sambil berbisik pelan agar tak terdengar oleh para Pengawal yang lalu lalang berjaga-jaga.
" Apa! wahhh.... pangeran Hasyeem memiliki kekasih dari bangsa manusia? "
" stts pelankan suaramu. Nanti kita bisa kena marah. Iya, wanita itu adalah kekasih dari pangeran Hasyeem."
" bukannya pangeran Hasyeem sudah dijodohkan dengan putri Azylla? "
" Huh, kamu benar-benar ketinggalan berita. Pangeran Hasyeem menolak perjodohan itu dan membuat paduka raja Haizzar murka. Akhirnya pangeran Hasyeem dikurung di dalam kamarnya sendiri."
" pstt, pelankan suaramu. Kita sedang berada di dekat kamar Sang pangeran.
Wajah pangeran Hasyeem mendadak pucat pasi. Lisannya terasa kelu dan kebas oleh rasa ketidakpercayaan dan cemas yang datang bersamaan. Rasanya dia tidak bisa percaya bahwa itu memang kekasihnya. Akan tetapi, fakta yang baru saja dia dengar sungguh membuat hatinya benar-benar tak karuan.
Rasa cemas dan waa - was menghantui hati lelaki itu. Ada gelisah dan amarah yang membuat dia merasa gundah. Dia bangun dan membuka matanya. Rasa tak mampu dia berpijak. Kedua tangan laki-laki tampan itu terkepal geram.
Lalu, dia kembali duduk bersila dan memejamkan matanya. Ilmu Nitis sukma dia hadirkan, memecah raga hingga ke sukma. Terbelah jiwa dalam gelisah. Dalam cemas dia berlari. Satu tujuan yaitu ruang bawah tanah istana ratu Kalina.
" Asmi..! " serunya.
Asmi tersentak dan menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.
" Pangeran Hasyeem! "
Para Pengawal serentak menoleh dan mendapati Sang pangeran sudah berdiri di depan pintu jeruji yang membatasi antara dirinya dan Asmi.
" Lepaskan dia.!" perintah Sang pangeran. Dia geram sekali mendapati Sang kekasih dikurung dibalik jeruji besi. Wajahnya merah menahan amarah.
Matanya tajam menatap para pengawal istana yang ditugasi untuk menjaga pintu ruang tahanan.
" Maafkan kami, yang mulia pangeran Hasyeem. Tapi ini adalah titah Paduka raja Haizzar. Kami tak berani membantah, karena nyawa kami sebagai taruhannya."
" Kalau seperti itu keadaan, terpaksa kalian akan berhadapan denganku! " jawab pangeran Hasyeem kesal. Dia lalu mencabut pedang emasnya dan dalam sekejap saja ditebasnya kunci yang terpatri di salah satu pintu ruangan tahanan sehingga pintu itu kini terbelah menjadi dua bagian.
" Pangeran, mengapa Anda lakukan semua ini. Anda bisa mendapat masalah dengan paduka Raja Haizzar!." tanya Asmi.
__ADS_1
"Aku tak peduli. Ayahanda Paduka raja Haizzar sudah keterlaluan.. Dia seharusnya tak boleh memperlakukan kamu seperti ini! " kata pangeran Hasyeem dengan wajah geram.Matanya berkilat menahan amarah yang sudah mencapai ubun - ubun.
" Pangeran, maafkan kami.. Kami hanya menjalankan tugas. Sekarang, kami terpaksa harus berbuat kasar terhadap anda! " kata salah seorang dari para Pengawal tersebut.
" Hmm, baiklah. Aku akan meladeni kalian! " Setelah itu dia bersiap menghunus pedangnya.
" Asmi , berdiri di dekatku! "
" Baik. Tapi Hasyeem, tidakkah ini salah. Ayahandamu pasti akan bertambah murka dan semakin membenciku." kata Asmi dengan cemas.
" Mengapa kamu pikirkan ayahku, tidakkah kamu seharusnya memikirkan bagaimana perasaanku? Apakah aku mampu hidup tanpa dirimu! "
Serentak, para Pengawal itu mengepung keduanya. Pangeran tampan itu memeluk Sang kekasih erat, sambil mengayunkan pedangnya dengan gagah. Sekali gebrakan saja, semua Pengawal paduka raja Haizzar terlempar dan terkapar tak berkutik.
Pangeran Hasyeem membawa tubuh kekasihnya melesat meninggalkan ruang penjara bawah tanah menuju ke pintu gerbang.
Dia bermaksud akan membawa Sang kekasih pergi dari sana.
Namun, baru saja dia menapakkan kakinya bersama Asmi di pintu gerbang istana. Puluhan Pengawal istana sudah mengepung keduanya.
Kembali pedang Pangeran Hasyeem berkelebat membabat ke sana kemari menerjang lawannya. Sebelah tangannya memegang erat tangan kekasihnya. Dia menerjang dengan gagah dan tak kenal ampun kepada siapa saja yang ada di depannya.
" Asmi, pegang cincinmu dan bayangkan kalau kamu berada di istanaku. Katakan kamu ingin pergi ke istanaku! " seru Pangeran Hasyeem pada Asmi.
" Baiklah, aku mengerti! " kata Asmi.
Dia menyentuh cincinnya dan mengucapkan keinginannya untuk pergi ke istana Sang pangeran. Dia memberi isyarat kepada Pangeran Hasyeem bahwa dia sudah siap.
" Sudah siap, sayang??" Tanya Sang pangeran sambil mengedipkan matanya kearah Asmi. Asmi mengangguk.
Tubuh keduanya lenyap dari sana. Tinggal Pengawal istana yang masih hidup dan beberapa tubuh yang terluka akibat pertarungan sengit itu.
Sementara itu, Asmi dan Pangeran Hasyeem sudah tiba di tempat kediaman pangeran Hasyeem.
" Pengawal, tutup gerbang istana segera! jangan biarkan siapa saja memasuki istanaku! , walaupun ia berasal dari negeri ayahku."
Para Pengawal mengangguk dan segera menutup rapat gerbang istana Bukit Malaikat.
" Ayo, sayang. Kita masuk ke dalam istanaku. Percayalah, Pengawal ayahku, mereka tak akan berani masuk ke istanaku."
Asmi mengikuti langkah kaki Pangeran Hasyeem menuju ke dalam istananya.
Tak Sabaran dengan langkah kecil kaki Asmi, dia menggendong tubuh wanita itu dalam dekapannya.
Asmi menjerit meminta Pangeran agar mau menurunkan tubuhnya.
" Pangeran Hasyeem ! turun kan aku. Jangan seperti ini.! kamu mau membuat aku malu. Banyak yang melihat kita! "
"Aku tak peduli! kamu memang milik aku!"
__ADS_1
Kata Sang pangeran sambil masih terus menggendong tubuh mungil kekasihnya menuju bilik peraduan Sang pangeran.