Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 189


__ADS_3

Akhirnya, dengan sabar, dokter Itano menjalankan mobilnya dengan pelan dan mengikuti putri Arryan dari belakang hingga sampai ke kampus.


" Putri Arryan.... Amris menghilang. " seru Nadia saat putri Arryan baru saja tiba di tempat tersebut


" Benarkah ...? katanya.


" Tadi pagi aku menghubungi Vina. Katanya Amris belum pulang sejak kemarin. Terakhir kali tetangga sebelah rumah melihat dia malam hari membongkar pintu rumah dan memaksa masuk ke dalam rumah. Lalu sore harinya mereka melihat Amris keluar dari rumah. Sejak saat itu, sampai sekarang dia tak terlihat lagi. " lapor Nadia pada Putri Arryan


" Aku rasa temanmu itu sudah mencari korban lagi." Andros membisiki Putri Arryan hingga gadis itu tertegun sejenak memikirkan ucapan Andros.


Benar sekali.... mengapa dia tak memikirkan hal itu. Bisa saja makhluk itu sudah berganti wujud dan bukan dalam wujud Amris lagi. Putri Arryan memijit keningnya. Jika sudah begini persoalan akan semakin rumit. Bagaimana caranya dia menemukan makhluk itu.


" Ada apa, dek? "


" Kak... apa kakak tidak memikirkan kemungkinan jika makhluk itu sudah berpindah tubuh? "


" Astaga....! Kamu benar sekali, dek. Mengapa kita tidak memikirkan sampai ke sana, ya? " Nadia menghentak kesal.


" Kenapa, kak? "


" Sepertinya kita melewatkan sesuatu, dek? "


" Apa? "


" Siapa kemarin orang terakhir yang di temui Amris? "


" Apakah..... dokter Itano? "


" Tepat sekali..! Jadi kemungkinan korban selanjutnya adalah..... "


"DOKTER ITANO...! " seru keduanya bersamaan.


Wajah Nadia pias. Semalam dia dan Putri Arryan bertemu dokter itu. Tapi kenapa mereka tak curiga sama sekali bahwa kemungkinan akan Amris telah bertukar tubuh dengan Dokter Itano.


" Jadi, bagaimana ini, dek? "


" Mau apa, lagi?. Sepertinya kita harus segera menemukan dokter Itano. Kita harus bergerak cepat karena jika tidak akan semakin sulit bagi kita untuk melacak pada mangsa yang random." kata Putri Arryan.


" Andros, apa kamu bisa melacak keberadaan dokter Itano...? " Putri Arryan berbisik pada Andros yang sejak tadi berdiri di sebelahnya.


" Kamu bicara sama siapa dek? "


" Aku bicara pada Andros, kak. "


" Hah..., dia ada di sini. Tapi kenapa aku tak melihatnya? " Mata Nadia celingukan mencari keberadaan Andros.Dia memang mengenal Andros karena Pangeran Alyan pernah memperkenalkan pemuda itu padanya saat berada di istana Bukit Malaikat.


"Dek, apakah Andros adalah makhluk jin sebangsa ayahmu? "


Putri Arryan mengangguk.


Mulut Nadia ternganga lebar. Sungguh dia tak menyangka jika ternyata cowok tampan itu adalah makhluk jin. Kemudian dia juga bertanya dalam hati, apakah adiknya ini adalah makhluk jin juga. Sebab menurut yang dia baca, hanya sesama jin saja yang bisa melihat makhluk jin lainnya. Dalam kata lain

__ADS_1


Andros meraih tangan Putri Arryan dan menggenggamnya.


" Lihatlah....! "


Andros memperlihatkan sesuatu. Terlihat dokter Itano sedang berdiri dan tampaknya sedang memandang ke suatu arah.


" Sepertinya aku kenal tempat itu. Itu kan berada di sekitar tempat ini. Artinya, dokter Itano ada di sekitar kita. "


" Benar sekali..sejak tadi dia sudah mengawasi kalian. " bisik Andros. Tentu saja hanya Putri Arryan saja yang bisa mendengar dan melihatnya.


" Dek, kamu bicara apa, sih? "


Putri Arryan menatap Nadia. " Sepertinya dokter Itano sedang mengawasi kita, kak"


" Apa...!Dokter Itano ada di sini?"


" Benar sekali..dan sekarang, sebaiknya anda harus ikut saya, nona Arryan jika tidak ingin temanmu ini mendapatkan celaka di sini. Aku bisa langsung mematahkan tulang lehernya yang rapuh ini dengan satu gerakan tanganku. " ancam Dokter Itano yang tiba-tiba saja sudah muncul dan menyergap Nadia.


Dokter itu menatap tajam ke arah Putri Arryan. Tangannya sudah mencengkram leher Nadia yang b erdiri ketakutan dengan tubuh gemetar dan mata terpejam.


Lain halnya dengan Putri Arryan, gadis cantik Putri pangeran Hasyeem itu sama sekali tak gentar akan ancaman dokter Itano. Gadis itu tersenyum sinis dan balas menatap ke arah dokter Itano.


" Berani kamu melukainya, maka aku pastikan bahwa dirimu selamanya tak akan bisa kembali bereinkarnasi. "


Dia lalu mengeluarkan sebuah cepu kecil berwarna keemasan dari balik bajunya. Cepu itu kemudian melayang - layang di atas tangan Putri Arryan.


Melihat benda itu, dokter Itano mundur beberapa langkah ke belakang sambil menarik Nadia.


" Jauhkan benda terkutuk itu dariku..!" geram dokter Itano sambil masih menyeret tubuh Nadia menjauh dari tempat itu.


" Lepaskan dia!! "


" Tidak semudah itu. Sudah terlanjur, maka sekarang kau juga harus ikut bersamaku jika ingin temanmu di. lepaskan. "


" Baik...... aku akan ikut denganmu. Tapi lepaskan dulu temanku.! " kata Putri Arryan sambil berjalan mendekati dokter Itano.


" Mundur.... dan singkirkan benda itu atau aku akan membunuh temanmu sekarang juga..! " bentak dokter Itano. Rupanya dia kehabisan kesabaran untuk menghadapi Putri Arryan.


" Baiklah... aku akan menyingkirkan benda ini. " Putri Arryan melemparkan cepu itu ke arah dokter Itano secara tak terduga.


" Arghh.. " pekik dokter Itano saat dirinya terkena cipratan air dari cepu tersebut.


Mendapat serangan yang tak terduga, dokter Itano reflek menghindar dengan cara bergerak ke samping. Namun rupanya serangan Putri Arryan tak hanya sampai di situ saja. Sebelah kaki kanannya menghadiahkan tendangan lurus yang mengenai pinggang dokter Itano sehingga membuat pria itu jatuh tersungkur.


Pegangan tangannya dari Nadia terlepas. Kesempatan itu tidak disia - siakan oleh Nadia. Secepatnya gadis itu melepaskan diri dari dokter Itano dan berlari ke arah Putri Arryan.


Dokter Itano bangkit dan berusaha untuk menyerang kembali Putri Arryan, namun sebuah serangan yang tak terlihat menghantam perutnya membuat pria itu terjajar beberapa langkah ke belakang. Dari mulutnya mengeluarkan darah segar. Pria itu mengalami luka dalam akibat tendangan tak kasat mata itu.


Karena merasa tak mampu menghadapi kedua gadis itu, Dokter Itano memutuskan untuk mundur dari tempat itu . Tubuhnya langsung menghilang dalam sekejap saja.


" Dek, dokter Itano menghilang.. " seru Nadia.

__ADS_1


" Biar saja, kak. Yang penting kakak selamat. Ayo, kita harus secepatnya mengejar dokter itu. "


" Andros, kemana perginya dokter Itano? "


" Sepertinya dokter Itano kembali ke tempat prakteknya. "


" Kalau begitu, tunggu apa lagi. Ayo kita kesana.. " ajak Nadia .


" Ikutlah denganku, lebih cepat..! " kata Andros.


" Tapi bagaimana dengan Kak Nadia? "


Andros tiba-tiba bersiul. Dalam sekejap muncullah sesosok makhluk tinggi besar di hadapan Putri Arryan.


" Kau.... bukankah dia pengawal ayahku?"


" Hamba, tuanku... " jawab Pengawal itu sambil menundukkan tubuhnya tanda hormat pada sang Putri.


" Tugasmu mengantar Nadia ke tempat dokter Itano dan melindunginya. Aku akan melindungi Putri Arryan." kata Andros pada pengawal tersebut. Pengawal itu mengangguk patuh dan kemudian segera membawa Nadia ke kediaman Dokter Itano dalam sekejap mata.


" Ayo, Putri Arryan, aku akan membawamu ke sana. "


" Tak perlu, Andros. Aku bisa menjaga diriku sendiri." sentak Putri Arryan kesal. Dia merasa sangat tersinggung karena merasa diremehkan oleh Andros.


" Aku tahu siapa dirimu, Sayang. Tapi perintah ayahmu adalah titah yang harus dipatuhi oleh jaminan nyawaku. Jadi, ayolah... jangan membantah lagi. "


Putri Arryan terpaksa mengalah ketika mendengar Andros menyebutkan nama. ayahnya. Apa boleh buat. Sekali titah tetaplah titah dari paduka yang mulia yang merupakan penguasa tertinggi bukit Malaikat.


Andros meraih tangan Putri Arryan dan membawa gadis itu ke tempat praktek dokter Itano dalam sekedipan mata saja. Sementara Nadia bersama pengawal Putri Arryan.


Tempat praktek dokter Itano berada persis di depan kediaman pribadinya yang terletak di dekat pantai.


Rumah bertingkat dua bergaya minimalis itu terlihat cukup nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Jauh dari keramaian dan terkesan asri dan sejuk. Apa lagi terletak di pinggir Pantai. Suasana di tempat itu semakin nyaman saja.


" Di mana dokter itu? bisik Putri Arryan ketika mereka sudah tiba di tempat itu.


" Aku rasa mungkin saja dia tertidur atau sedang bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya karena serangan tadi. "


"Sebenarnya aku heran. Makhluk seperti apa hantu anak bajang itu? Mengapa dia tak bisa menetap hanya pada satu tubuh saja. Biar kita tidak repot harus mengejar sampai ke tempat ini. "


" Hantuanak bajang tidak akan bertahan lama di tubuh korbannya karena sejatinya tubuh itu sudah mati. Jadi, dia akan membusuk setelah empat puluh hari sama seperti mayat manusia umumnya." jawab Andros.


" Rupanya kalian di sini. Sudah bosan hidup. Datang kemari berarti kalian sudah siap mengantar nyawa."


Dokter Itano muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka. " Hah, kamulah yang akan mati, hari ini kamu harus keluar dati tubuh itu..! "


Tiba-tiba dokter Itano berubah menjadi sesosok makhluk dengan wujud yang menyeramkan. Wajah dengan mulut yang terbuka dan menganga lebar dengan gigi - gigi yang semuanya tajam dan runcing lalu tertawa menyeringai dengan air liur yang menetes.


" Auw.... Putri Arryan, makhluk apa itu? " jerit Nadia.


"Itulah wujud asli dari hantu anak bajang." kata Andros. " Awas, jauhi matanya. Jangan menatapnya langsung.. " seru Andros. Namun terlambat, secara tiba-tiba Nadia sudah seperti orang yang linglung. Dia berjalan mendekat ke arah makhluk itu.

__ADS_1


" Nadia, awas....!! " seru Putri Arryan.


__ADS_2