Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 142 Menangkap Basah Sang Penculik


__ADS_3

Tak beberapa lama, ketiga kakak beradik itu tiba di Bukit Duri. Pangeran Alyan bagai disambar petir di siang bolong ketika mengetahui bahwa sang kekasih tak berada di sana.


Kemana Aluna pergi. Apa yang telah terjadi pada Aluna. ......????


Kita menengok keadaan Aluna yang sedang terlelap pingsan tak sadarkan diri dibawa oleh orang yang tak dikenal. Orang itu terus memasuki sebuah portal besar dan melesat melewati lorong - lorong hingga sampai ke suatu tempat.


Namun, sungguh orang itu tidaklah menyadari bahwa seseorang dengan ilmu lari cepat yang sudah sangat terlatih, sedang mengikuti dirinya sampai ke tempat dia membawa Aluna yang masih saja terlelap pingsan tak sadarkan diri.


" Hmm, tampaknya orang itu membawa Aluna ke dunia manusia. Jadi portal tadi menuju ke dunia manusia. Baiklah, sepertinya aku hanya tinggal mengikuti dia saja, kemana dia akan membawa Aluna." kata orang itu yang tak lain adalah Ki Anom.


Pangeran Alyan memang sudah memerintahkan ki Anom untuk mengawasi pesta Ulang tahun putri Keysha. Sebab pemuda tampan itu merasa bahwa putri Keysha sedang merencanakan sesuatu. Maka jadilah malam itu Ki Anom secara diam - diam mendatangi acara pesta tersebut dengan menyamar menjadi salah seorang pelayan Putri Keysha.


Beruntung bagi Ki Anom, tepat saat dia ingin mendekati Aluna, seseorang pemuda datang menghampiri Aluna. Pemuda dengan rambut cepak itu terlihat sangat tertarik dengan Aluna.


Namun.. entah mengapa, muridnya itu seperti kehilangan kendali saat melihat Putri Keysha yang dengan tidak malunya menjatuhkan diri ke dalam pelukan Pangeran Alyan dan kemudian melingkarkan kedua tangannya ke leher Pangeran tampan itu.


Pangeran Alyan yang mendapatkan perlakuan seperti itu berusaha melepaskan tangan putri Keysha dari lehernya.


" Maafkan kelancangan saya, tuan putri Keysha. Tapi hal ini sungguh tidaklah pantas bagi kita." Pangeran tampan yang mahal senyum itu segera berlalu untuk menemui kekasihnya. Namun, yang terjadi adalah Pangeran Alyan tidak menemukan Putri Luna di tempatnya semula. Pangeran Alyan yang merasa panik pergi kesana-kemari mencari Aluna.


Aluna yang merasa kesal kepada Pangeran Alyan bermaksud ingin beranjak keluar dari ruang pesta itu. Hatinya mendadak panas melihat Pangeran Alyan yang tampaknya seperti menikmati pelukan putri Keysha.


Namun secara tiba-tiba, tangannya di tarik oleh seseorang. Ki Anom yang berada di tempat itu dapat melihat dan segera mengenali bahwa orang itu adalah pemuda berambut cepak yang tadi mengajak Aluna mengobrol.


Secepat kilat Ki Anom mengikuti pemuda itu yang rupanya sudah membius Aluna dengan obat bius yang dia bubuhkan di kain yang dipakai untuk membekap Aluna. Karena itulah, dia tak sempat untuk memberitahukan hal tersebut kepada Pangeran Alyan.


" Tempat apa ini.? " Ki Anom mengawasi ke sekelilingnya. Dan dia cukup terkejut saat menyadari di mana dia berada. Ternyata tempat itu adalah kuburan cina bawah tanah.


" Sepertinya tempat ini adalah sebuah kuburan di bawah tanah. Hmmm...jadi rupanya pemuda itu membawa Aluna ke kuburan bawah tanah. Sungguh licik sekali... siapapun pasti tak akan menyangka bahwa ada manusia yang masih hidup di kuburan ini. Orang itu sepertinya benar-benar sudah memperhitungkan dengan benar bahwa orang - orang pastinya akan sulit untuk melacak keberadaan Aluna, karena dia berada di antara orang mati. Sebuah tempat yang jauh dari pemikiran orang awam. Untung saja aku mengawasi mereka dan berhasil mengikuti mereka. Jika tidak, bagaimana dengan nasib Aluna." ki Anom menggelengkan kepala menyadari akal licik mereka.


Ki Anom menghindar dan bersembunyi saat pemuda yang menculik Aluna muncul kembali menampakkan diri di depan pintu masuk pemakaman bawah tanah. Mata pemuda itu jelalatan mengawasi sekeliling tempat itu

__ADS_1


" Heran, aku merasa seperti ada orang yang sedang mengawasiku. Tapi keadaan di sini sepi. Tak ada orang lain selain aku. Atau mungkin semua ini hanya perasaanku saja. " pemuda itu berguman sambil berjalan keluar lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Sepeninggalnya pemuda itu, Ki Anom cepat - cepat masuk untuk mencari keberadaan Aluna. Suasana di dalam kuburan bawah tanah itu sangat gelap. Tak ada cahaya sedikitpun yang masuk ke sana. Ki Anom duduk bersila dan merapalkan ajian Sepih Angin miliknya untuk mencari di mana keberadaan Aluna.


Setelah beberapa saat kemudian, lelaki itu menghela nafas sambil menggeleng - gelengkan kepalanya. Rupanya pemuda itu meletakkan tubuh Aluna di dalam salah satu peti mati yang ada di ruangan itu. Mereka meletakkan Aluna bersama dengan mayat yang terkubur di dalam peti mati itu.


Setelah mengetahui dengan pasti di mana keberadaan Aluna, Ki Anom lalu bergerak mendekati dan membuka salah satu peti mati yang di duga berisikan Aluna di dalamnya. Gadis itu rupanya sudah tersadar dan sedang berusaha untuk membuka peti tersebut.


Aluna berontak sambil berteriak minta tolong agar peti segera dibukakan. Namun dia ingin melawan saat merasakan tubuhnya di pegang oleh seseorang.


" Ssttt, Putri Aluna. Ini Aku, Ki Anom. Aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini." Aluna menarik nafas lega setelah tahu bahwa sang gurulah rupanya yang tadi menyentuhnya.


" Guru, tempat apa ini, dan mengapa gelap sekali. Tubuhku rasanya lemas sekali dan tak bertenaga?"


" Tenanglah, Putri Aluna. Jangan terlalu banyak bergerak. Mereka memberimu obat bius. Itulah sebabnya mengapa kamu merasa sangat lemas." Ki Anom segera mengeluarkan tubuh Aluna dari dalam peti mati itu dan dengan cepat membawa tubuh gadis itu keluar dari pemakaman bawah tanah yang gelap itu.


" Ohhh astaga... tempat ini... " Aluna memekik ngeri saat mengetahui bahwa tempat seperti apa yang digunakan untuk menyekap dirinya.


" Sudahlah... jangan terlalu dipikirkan. Ayo kita tinggalkan tempat ini secepatnya sebelum mereka kembali.! " ajak Ki Anom pada Aluna.


Aluna sedikit heran dan bertanya dalam hati siapa yang dimaksud dengan 'mereka' oleh ki Anom. Namun gadis itu menurut saja perkataan sang guru dan melangkah pergi mengikuti ki Anom.


Baru saja mereka melangkah kaki beberapa langkah, dua buah bayangan berkelebat hadir di hadapan mereka.


" Kalian hendak kemana? " Putri Keysha mencegat langkah Aluna dan menarik lengan gadis itu dengan kasar. Ki Anom yang melihat hal itu secepat kilat menarik tangan Aluna yang sebelahnya hingga tarik - menarik pun terjadi.


Namun rupanya putri Keysha kalah tenaga oleh ki Anom hingga akhirnya pegangan tangan putri Keysha terlepas dan tubuh Aluna tersuruk jatuh di hadapan ki Anom. Untung dengan sigap Ki Anom berhasil menangkap tubuh Aluna hingga gadis itu tak sampai jatuh terjerembab ke tanah.


Ki Anom memegang erat tangan kanan


Aluna. " Maaf putri Keysha, tapi menurut saya tidaklah sepantasnya perilaku seperti ini anda tunjukkan kepada orang lain mengingat anda adalah seorang putri dari seorang penguasa. " Ki Anom mengingatkan putri Keysha akan tindakannya.

__ADS_1


Putri Keysha mendengus marah mendengar ucapan Ki Anom. " Hmm, tidak usah ikut campur urusan ini, ki. Aku hanya ingin menyingkirkan sesuatu yang tidak pantas dan menempatkan sesuatu yang sudah seharusnya di tempatnya.! "


Kemarahan Aluna langsung tersulut saat mendengar ucapan putri Keysha yang menurutnya sudah sangat merendahkan dirinya.


" Sebelum berucap sebaiknya berkacalah terlebih dahulu, tuan putri. Kepantasan seseorang bukan dinilai dari asalnya tapi dari kadarnya."


Muka putri Keysha merah padam mendengar jawaban dari Aluna.


" Kau...! " telunjuk putri Keysha mengarah pada Aluna.


" Apa ? Anda masih mau menyangkal ucapan saya.? " tantang Aluna yang merasa kesal karena putri Keysha yang masih saja mengungkit - ungkit tentang asal usulnya. Memang dia terlahir sebagai manusia. Namun, dia adalah seorang putri dari seorang Jin, Penguasa Bukit Duri. Dia juga tahu jika putri Keysha menaruh hati kepada kekasihnya Pangeran Alyan.


" Akhlak mulia seseorang membuatnya berada di ujung mahkota, sedangkan kesombongan akan membuatmu berada di ujung kaki. Kau harusnya faham akan hal itu, tuan putri Keysha yang terhormat." kata Aluna dengan senyum mengejek.


Putri Keysha menjadi geram akan perkataan putri Aluna. Ariel yang melihat hal itu ikut juga merasa tersulut.


" Hei, kakek tua. Serahkan saja anak manusia itu padaku. Aku sudah tak sabar ingin melemparnya ke jurang di sana, agar tubuhnya hancur di hantam batu- batu karang di sana." Ariel yang dari tadi diam saja kini mulai membuka suara.


" Maaf, Pangeran Ariel. Sepertinya anda salah orang. Sampai kapanpun saya tidak akan menyerahkan murid saya kepada orang lain. Dan lagi pula, ayahnya Penguasa Bukit Duri sudah memberi amanat kepadaku untuk menjaganya. "


Putri Keysha semakin tak sabaran menghadapi obrolan yang baginya tidaklah bermanfaat. Putri cantik itu langsung mengangkat sebelah tangannya ke atas. Dalam sekejap saja, beberapa orang langsung bermunculan dan langsung mengepung keduanya.


" Putri Keysha.... sebaiknya pikirkan lagi kembali. Jika anda masih melanjutkan tindakan anda, hamba takut, akan terjadi peperangan antara kerajaan Negeri Atas Angin dan Kerajaan Bukit Duri, dan sudah pasti Pangeran Hasyeem akan turun tangan membantu karena walaupun kau anak sahabat sekaligus keponakannya tetap saja dia akan mengambil tindakan padamu."


" Semuanya itu tak akan terjadi jika aku membungkam kalian terlebih dahulu! Kalian semua harus dilenyapkan terlebih dahulu karena menghalangi jalanku untuk mendapatkan Pangeran Alyan." kata putri Keysha dengan pongahnya.


" Hmmm, wah, wah... menarik sekali. Aku jadi ingin tahu, seperti apa wajah Pangeran Anggada jika mengetahui kelakuan putrinya yang serendah ini.. " Semua yang berada di tempat itu serentak menoleh ke arah datangnya suara.


Wajah putri Keysha langsung berubah pucat pasi seperti mayat.


" Pangeran Alyan..! " lututnya mendadak lemas saat menyadari bahwa bukan hanya Pangeran Alyan saja yang berada di sana, tetapi juga ayahandanya pangeran Anggada dan juga Pangeran Hasyeem, ayahanda dari Pangeran Alyan.

__ADS_1


__ADS_2