Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 95 Calon Anak Sakti


__ADS_3

Asmi diam tak menjawab. Dia berlalu pergi dari pesta itu dan masuk ke kamarnya. Hatinya sedih. Ternyata dia belum diterima sepenuhnya oleh bangsa suaminya, yaitu bangsa jin sebagai bagian dari mereka. Karena mereka beranggapan bahwa manusia adalah sebagai makhluk yang lemah dan menjijikkan


Asmi yang kesal dan marah kepada Pangeran Hasyeem kemudian pergi diam - diam meninggalkan istana Bukit Malaikat. Namun sayangnya, Asmi tak tahu kemana arah yang dia tuju.


Jalan yang dia lalui seakan tak berujung. Asmi mengambil napas panjang saat di rasa tubuhnya lelah karena semenjak keluar dari istana pangeran Hasyeem secara diam - diam, dia belum pernah berhenti meskipun hanya sejenak.


Adapun pangeran Hasyeem setelah menghukum penari istana yang telah menghina dan menyakiti istrinya segera menyusul wanitanya ke kamar. Namun betapa terkejutnya dia tak menemukan istri cantiknya itu di dalam kamar mereka. Istri cantiknya itu menghilang tanpa ada seorang pun yang tahu di mana keberadaannya.


Pangeran Hasyeem menjadi panik bukan kepalang. Penguasa Bukit Malaikat itu pun segera memerintahkan kepada seluruh penghuni istana untuk mencari keberadaan ratu mereka. Namun tak ada seorang pun yang membuahkan hasil.


Pangeran Hasyeem juga mencari Asmi di rumahnya. Namun dia tak menemukan tanda - tanda keberadaan wanita itu di sana. Asmi tak ada di rumahnya dan juga di istana.


Rasa was - was dan khawatir mulai dirasakan oleh pangeran berwajah tampan itu.


" Sayang, di mana kamu? aku mencarimu di seluruh penjuru negeri." kata pangeran Hasyeem dengan sedih.


Asmi masih terus menyusuri jalanan setapak yang dia lalui hingga akhirnya dia sampai pada ujung jalan.


Di sana di ujung jalan dia melihat ada sebuah rumah kecil berdinding kayu dan beratap rumbia.


Asmi memutuskan untuk mengetuk pintu rumah tersebut barangkali saja ada penghuninya.


" Assalamu'alaikum, permisi! " kata Asmi memberi salam.


namun tak ada jawaban dari dalam rumah. Asmi mengulangi salamnya hingga tiga kali namun tetap tak ada jawaban.


Akhirnya asmi memutuskan untuk beranjak pergi dari sana karena mengira rumah itu tak ada penghuninya.


Baru saja Asmi hendak melangkahkan kaki beranjak dari tempat itu, tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya.


" masuklah...!!" sebuah suara halus memintanya untuk masuk.


Dengan ragu, Asmi melangkahkan kaki memasuki rumah itu.


Saat berdiri di ambang pintu, Asmi melihat seorang wanita yang sedang duduk bersila dengan tangan bersedekah di depan dada. Kedua matanya terpejam rapat seperti orang yang sedang bersemedi.


" Masuklah.. tak baik wanita hamil berdiri di depan pintu. Pamali. Ayo masuk! " ajaknya kepada Asmi tanpa membuka matanya.


Asmi memandang wanita yang sedang duduk bersemedi itu lekat.


Wanita itu berumur sekitar empat puluhan, phisiknya tampak bugar. Yang menonjol pada dirinya adalah rambut wanita itu yang semuanya berwarna putih.


" Apa kamu mau menghabiskan selamanya dengan berdiri di sana dan mengamatiku? " tanya wanita itu.


Asmi tersentak kaget. Wanita itu mengetahui semuanya dengan mata yang terpejam, ckckckck! Asmi berdecak kagum dengan kemampuan wanita itu.

__ADS_1


Istri pangeran Hasyeem itu kemudian masuk ke dalam rumah kecil itu dan duduk di depan wanita itu.


" Jangan duduk di hadapanku, duduklah di tempat yang lebih tinggi.. Karena derajatmu lebih tinggi daripada diriku!" kata wanita itu.


Asmi menjadi heran dengan perkataan wanita itu. Namun dia menuruti perintah wanita itu dan duduk di atas bale - bale yang terdapat di ruangan itu.


" mengapa demikian? mengapa kamu mengatakan bahwa derajatku lebih tinggi dari derajatmu?" tanya istri dari pangeran Hasyeem itu.


Wanita itu kemudian membuka kedua matanya. Asmi menatap wanita itu tak berkedip. Mata wanita itu berwarna putih seluruhnya. Hanya bagian tengahnya saja yang berwarna kuning dengan sedikit titik hitam di tengah.


Wanita itu kemudian tersenyum menyadari keterkejutan Asmi.


" Kami adalah bangsa siluman. Tentu saja derajat kami lebih rendah dari pada derajat bangsa manusia sepertimu. Aku takut kualat dari Yang Maha Kuasa. Jika aku bersikap tidak sopan terhadapmu."


Asmi pun mengangguk paham.


" Dari mana kamu mengetahui jika


aku berasal dari bangsa manusia? " tanya


Asmi.


Wanita itu kembali tersenyum mendengar pertanyaan Asmi.


" Bau tubuhmu! bau tubuhmulah yang menandaimu. Namun jujur saja awalnya aku sedikit kesulitan tadi mengenalimu, karena aku juga mencium bau bangsa jin di tubuhmu! ternyata kehamilanmu yang membuatmu seperti ini. Berhati - hatilah karena banyak yang menginginkan calon


" Hah, apa maksud dari ucapan anda?" tanya Asmi tak faham dengan maksud perkataan wanita itu.


" Jarang sekali ada bayi yang terlahir dari hasil pernikahan ghaib antara jin dan manusia. Apalagi suamimu adalah lelaki bangsa jin yang memiliki banyak kesaktian. Itulah sebabnya, baumu sangat harum dan menggiurkan dan aura tubuhmu sangat terang!" jelas wanita berambut putih itu dengan sabar.


" Kalau boleh aku tahu, siapakah anda? "


" hahaha, anda lucu juga. Ternyata mengenal istri penguasa Bukit Malaikat terasa amat semenyenangkan ini.!" katanya.


Asmi melongo takjub. Tak menyangka wanita itu mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.


" anda mengenal suamiku? " tanya Asmi.


" tentu saja, siapa diantara kami yang tak mengenal penguasa Bukit Malaikat itu. Junjungan kami saja, Raja Bana, mengakui kehebatannya. Dan aku adalah Nyi Puyung, aku adalah salah seorang dari panglima perang Raja Bana yang saat itu ikut berperang bersama Raja Bana melawan Raja Anggada dan suamimu!" kata wanita itu.


Wajah Asmi pias. Jika wanita di hadapannya ini merupakan panglima perang dari musuh suaminya, maka dia saat ini berada dalam bahaya.


Asmi bergeser ke belakang dengan sikap waspada. Nyi Puyung tersenyum mengetahui kekhawatiran wanita hamil di depannya itu.


" Jangan takut, aku tak akan mencelakaimu. Walaupun aku pernah berperang menghadapi suamimu, tapi aku tidak menaruh dendam padanya. Aku sangat menghargai sikap agung dan kesatria pangeran Hasyeem. Jadi tak perlu khawatir. Bersikaplah biasa saja. Anggap saja kita adalah sepasang sahabat yang baru saling mengenal."

__ADS_1


Asmi menarik nafas lega mendengar ucapan Nyi Puyung. Dia bersyukur karena ternyata tidak semua bangsa siluman itu jahat. Nyi Puyung salah satunya.


Tak berapa lama, seseorang mengetuk pintu rumah Nyi Puyung. Asmi heran Nyi Puyung nampak tidak bereaksi terhadap ketukan di pintu rumahnya.


" Sepertinya ada seseorang di luar sana, Nyi!" kata Asmi. Nyi Puyung nampak tenang tak bergeming barang sedikitpun dari tempatnya.


" Masuklah pangeran Hasyeem! Istri cantikmu sedang mengobrol denganku." kata Nyi Puyung berbisik melalui suara bathin pada pangeran Hasyeem.


Pintu rumah yang terbuat dari kayu itu terbuka kemudian tampak sosok yang gagah dan berwibawa masuk dengan diiringi beberapa orang pengawalnya.


Asmi yang kemudian melihat siapa yang datang melongos membuang asal arah pandangannya.


" Mengapa ke sini. Pestanya kan belum selesai. Silahkan pangeran bersenang - senang dengan para penari istana yang cantik - cantik itu. Mereka dengan senang hati akan menyerahkan tubuh mereka untuk pangeran tiduri! " ucapnya ketus seraya berdiri hendak melangkah keluar.


Pangeran Hasyeem tersenyum ketika mendengar ucapan istrinya yang bernada cemburu.


" alasan apa yang membuat aku harus tidur dengan mereka. Toh.. aku punya seorang istri yang cantik yang bisa memuaskan aku dengan sangat baik. Dan lagi pula aku sangat menyayangi istriku. Jadi mana mungkin aku akan membagi cinta dengan wanita lain. meskipun itu adalah wanita dari bangsaku sendiri. Perlu ratuku ketahui, bahwa aku tak bisa melakukan hal itu kecuali hanya pada ratuku seorang. karena aku tak pernah bergairah pada wanita manapun selain padanya." kata Pangeran Hasyeem kepada Asmi seraya mencekal lengan wanita itu agar tidak pergi. Dia membawa tubuh sang istri ke dalam pelukannya.


" Tapi aku menjijikkan dan lemah dimata rakyatmu! " kata Asmi yang berusaha untuk menyembunyikan tangis di dada suaminya.


" Tidak ada yang berkata demikian. Hanya penari hina itu saja, sayang. Karena dia iri dengan posisimu yang merupakan seorang ratu di Kerajaanku, juga bagi rakyatku. " Pangeran Hasyeem mencium lembut pucuk kepala istrinya dengan sayang.


Nyi Puyung tampak tersenyum melihat sikap Pangeran Hasyeem pada Sang Istri. Sikap pangeran sakti yang pilih tanding itu berbanding terbalik jika sedang menghadapi musuh. Buas dan garang serta sangat mahir memainkan pedangnya.


" Nyi Puyung, terima kasih karena telah menerima istriku di kediamammu. Aku mohon maaf jika kedatangannya sedikit merepotkan dirimu."


" Tidak, Pangeran. Istri anda sama sekali tidak merepotkan. Aku justru merasa senang dapat mengenalnya. Datanglah lain kali jika istri anda ingin berkunjung.!aku akan dengan senang hati menerima kalian. Satu pesanku, jagalah Ratu Asmi dengan baik, karena janin di dalam kandungannya sangat berharga. Segera setelah masuk bulan ke tujuh di masa hitungan alam arwah, calon bayi tuanku akan melukis garis takdirnya. Sejak saat itu dia akan menjadi rebutan dukun - dukun ilmu Hitam baik dari bangsa jin maupun bangsa manusia yang menginginkan kekuasaan dan keabadian" kata Nyi Puyung member wejangan pada Pangeran Hasyesem


" Terima kasih, Nyi Puyung. Kalau begitu kami berdua pamit mohon diri padamu. Assalamu'alaikum! " kata pangeran Hasyeem seraya membopong ringan tubuh sang istri ala bridal style keluar dari rumah Nyi Puyung, di ikuti kemudian oleh para pengawalnya.


Nyi Puyung tersenyum mengantarkan kepergian mereka lalu kemudian kembali meneruskan semedinya.


Sementara itu, di rumah kediaman keluarga Yovan terjadi perdebatan sengit antara Revan dan ibunya yang memintanya untuk menikah dengan Delia.


" Mommy hanya minta sekali ini saja, Revan. Turuti permintaan mommy. Menikahlah dengan Delia.!! " kata Mommy


" Revan tidak bisa, Mom. Revan tidak mencintai Delia. Lagi pula, Revan tidak menyukai Delia, mom. Revan tu maunya menikah dengan wanita yang Revan cintai! bukan dengan Delia. Titik!! " kata Revan sengit.


Tiba - tiba pandangan matanya terpaku pada seseorang yang baru muncul di balik dinding antara penyekat ruang tamu dan ruang tengah.


" Delia!" desisnya kaget.


Mommy Yunita serentak menoleh. Wajahnya pias. Apakah Delia mendengar percakapan antara dirinya dan Revan barusan, pikirnya galau. .


Mata Delia sudah berkabut. Ada luka yang jelas terlihat di kedua mata wanita itu.

__ADS_1


Delia sedih dan terluka. Sedangkan Ammar yang juga ikut mendengar percakapan seakan tak percaya dan marah. Revan mau dijodohkan dengan Delia???


__ADS_2