
Pagi ini, Asmi kembali mendatangi kantor Urusan agama untuk menghadiri sidang terakhir gugatan perceraian antara dirinya dan Ilham, mantan suaminya.
Kali ini, dengan sedikit ancaman dari Asmi, terpaksa laki-laki itu hadir di ruang Sidang.
Setelah mendengar hakim membacakan tuntutan kepada pengacara Asmi, maka acara selanjutnya adalah mendengar keterangan saksi - saksi.
Selama persidangan, mata Ilham tak berkedip menatap mantan istrinya itu. Istri yang telah dia campakkan begitu saja hanya demi untuk mendapatkan keturunan seperti harapan ibunya itu kini tengah duduk di seberangnya. Dan sialnya.. semakin hari semakin cantik saja.
Dulu niat Ilham untuk menceraikannya hanya sementara saja. Dia memiliki rencana untuk menikahi Asmi kembali setelah Ayu melahirkan. Namun sayangnya, Asmi seperti makin menjauhinya.
Ilham sebenarnya tidak rela jika harus menceraikan Asmi. Namun apalah dayanya, karena desakan dari ibu dan mertuanya serta istri keduanya yang enggan memiliki madu, terpaksalah akhirnya Ilham menceraikan Asmi.
Beberapa waktu yang lalu, Ilham sempat mencabut gugatan perceraian dia ke Asmi di pengadilan agama. Namun yang dia tidak sangka, Asmi ternyata menikmati dan tampak bahagia dengan perceraian mereka.
Sehingga ketika dia mengatakan pada Asmi bahwa dia mencabut kembali tuntutan perceraiannya pada wanita itu, malah membuat wanita itu gusar dan giliran dia kini yang dituntut Asmi untuk proses perceraian.
Ilham tak ingin menandatangani dan sejujurnya dia tak lagi menginginkan perceraian ini, namun asmi terus memaksa dan mengancamnya. Tampaknya wanita itu enggan untuk kembali pada Ilham dan memilih untuk meneruskan gugatan perceraian mereka.
Setelah mendengarkan keterangan saksi - saksi, hakim pengadilan agama akhirnya mengetuk palu dan menyetujui gugatan perceraian Asmi.
Akhirnya ... Ilham dan Asmi resmi bercerai. Keduanya kini kembali menjadi orang asing satu sama lain. Dan Asmi resmi menyandang status janda. Sungguh status yang tak pernah di mimpikan oleh perempuan manapun di dunia ini.
Ilham mendatangi Asmi di parkiran saat wanita itu bersiap untuk pulang ke rumah.
" Asmi, maafkan Mas. Sebenarnya Mas tidak ingin kita bercerai. Mas masih sangat mencintai dek Asmi. Namun ibu mas dan Ayu tidak bisa di ajak kompromi. Semoga dek Asmi selalu bahagia dan maafkan mas, dek! " kata lelaki itu dengan sendu. Ada kesedihan dalam ucapannya. Dia menyesali semua yang sudah terjadi dalam kehidupan rumah tangganya.
__ADS_1
Dia menyesal karena sudah menceraikan istrinya. Kini, walaupun apa yang telah dia idam-idamkan telah tercapai dengan dia miliki seorang anak dari Ayu, isteri keduanya Namun dia tak bahagia. Dia kehilangan Asmi, yang sejatinya merupakan wanita yang setelah dia ceraikan baru dia sadari betapa dia sangat mencintai dan menyayangi wanita itu.
Walaupun dia kini telah memiliki seorang anak, namun ternyata itu tidak menjamin kebahagiaan. Dia baru menyadari bahwa bukan hanya seorang anak yang bisa membuat hidup menjadi bahagia, tetapi hidup bersama dengan orang yang kamu cintai, berbagi cinta dan kasih sayang, merupakan hal terindah yang tak dapat kamu dapatkan dengan siapapun, termasuk dengan anakmu sendiri.
...----...
Sesampainya di rumah Asmi masuk ke kamar dan mengunci pintu. Dia mengurung diri di dalam kamar hingga sampai malam hari. Walaupun sejujurnya, di hatinya sudah tak ada lagi nama Ilham di sana, namun sedikit banyak berpisah dari orang yang pernah menghadirkan getaran cinta di hatimu dan membuatmu berlaku bodoh karena cinta, telah membuat diri seorang Asmi bersedih.
Andai saja waktu bisa di ubah, dia tak ingin terlahir sebagai seorang wanita yang mandul. Namun apa boleh buat. Semua kuasa dari Ilahi. Jodoh anak, rezeki, dan kematian, semua di atur oleh Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalani takdir. Walaupun kadang takdir serasa mempermainkan hidupmu, dan membuatmu berpikir betapa tidak adilnya hidup.
"assalamu'alaikum, sayang!" bisik sebuah suara menyapa Asmi yang sedang termenung sambil mengutak-atik handphone.
"waalaikum salam.! " jawab Asmi tanpa menoleh dia sudah faham siapa yang memberi salam .
Hasyeem duduk di sebelah Asmi. Di peluknya wanita cantik dengan wajah sembab karena baru saja habis menangis.
Asmi menggelengkan kepalanya. "tidak, bukan itu yang aku tangisi, aku hanya sedih karena aku merasa tak berguna sebagai wanita." jawab Asmi.
"Mengapa berpikiran seperti itu? Bagiku kamu adalah wanita yang istimewa. Hanya lelaki bodoh menyia- iyakan wanita sebaik kamu." kata Hasyeem seraya membelai surai hitam milik Asmi. Tangannya menarik tubuh Asmi hingga rebah sepenuhnya ke dalam pelukannya.
Mereka saling berpelukan. Hasyeem memeluk erat wanitanya. Ada senyuman bahagia tercetak di wajah tampan itu. Dengan bercerai dari suaminya, satu jalan untuk memiliki Asmi terbuka. Status Asmi yang janda akan membuat Asmi lebih leluasa untuk terlibat dengannya secara lebih dalam.
"Mulai saat ini aku tak akan ragu lagi untuk memperjuangkan kamu agar bisa menjadi milikku seutuhnya." kata Pangeran Hasyeem dalam hati.
Tangan Asmi membelai dada bidang Hasyeem yang kekar dan berotot.
__ADS_1
Dada itu ditumbuhi bulu-bulu halus yang lebat. Pikiran liar Asmi melanglang buana. Secarik senyum nakal tercetak di bibir merah Asmi'. Hasyeem juga tampaknya asyik menikmati belaian tangan Asmi di dadanya. Mata Hasyeem merem melek menikmati setiap sentuhan Asmi.'
"Sayang, yang kamu lakukan membuat 'kejantananku' berdiri tegak." bisik Pangeran Hasyeem sambil menggigit pelan daun telinga Asmi. Sontak Asmi menghentikan kegiatannya.
Ditatapnya Hasyeem dengan dalam. Lalu...
" Aku penasaran seperti apa rasanya bercinta dengan laki-laki dari bangsa jin." kata Asmi.
Pletak!! Hasyeem menjitak kepala Asmi membuat yang empunya kepala jadi meringis.
"Sakit, Hasyeem!" jerit Asmi.
"Siapa suruh punya pikiran mesum?" jawab Hasyeem sambil tersenyum menggoda.
" Aku nggak punya pikiran mesum, aku cuma bertanya saja bagaimana rasanya bercinta dengan lelaki dari bangsamu, mengapa kamu menjitak kepalaku?" tanya Asmi kesal.
" Dengar ya, sayang. Jangankan dari bangsa manusia, dari bangsa jin pun, tak akan aku biarkan mereka untuk menyentuhmu! Akan kucincang dan kuhabisi siapa saja yang berani menyentuhmu. Karena kamu hanya milikku." kata Pangeran Hasyeem.
Asmi terkekeh mendengar ucapan posesif dari Sang kekasih. Tak hanya manusia yang bisa berlaku posesif pada orang yang dicintai ternyata bangsa jin pun demikian halnya. Memanglah cinta milik sesama, tak peduli baik itu manusia ataupun jin. Jika sudah demikian yang berlaku, mengapa cinta antara manusia dan jin menjadi cinta yang terlarang.
Wajah Asmi mendadak murung. Dia menghela nafas panjang lalu berbalik membelakangi Hasyeem.
"Hey, kenapa lagi, sayang?" bisik Hasyeem yang sudah menempelkan bibirnya ke bahu Asmi.
" tidak ada, aku hanya berpikir apa mungkin kita bisa bersama? Banyak sekali perbedaan di antara kita. Aku takut semakin lama rasa cinta di hatiku semakin dalam, namun ujung-ujungnya harus berpisah karena.....mmpppth " Asmi tak bisa melanjutkan Kata-katanya karena mulutnya sudah keburu di bungkam Sang Pangeran dengan ciuman yang panas.
__ADS_1
" Jangan pernah lagi kau ucapkan kata berpisah karena sampai mati pun aku tak akan pernah melepaskanmu." bisik Pangeran Hasyeem di telinga Asmi lalu menggigit daun telinga wanita itu. Asmi memejamkan matanya..... Separuh hatinya bimbang, bagaimanapun dia harus berpikiran realistis. Bagaimana caranya manusia dan jin bisa menikah.