Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 162 Perjanjian Ghaib ( Part 5 )


__ADS_3

Oh, angin apa yang membawa seorang Penguasa Bukit Malaikat hingga sudi menginjakkan kaki ke tempat ini. Apakah sedemikian penting hal tersebut hingga membuat seorang Pangeran dari bangsa jin mau datang ke istanaku..? " tanya Siluman Serigala pada Pangeran Hasyeem dengan wajah yang menyeringai menyeramkan.


Sedangkan keempat manusia yang juga hadir di tempat itu menjadi terperanjat mendengar makhluk itu mengatakan bahwa lelaki yang bersama mereka adalah jin. Pias wajah Keanan.


" Berarti Arrryan dan kedua orang saudaranya juga adalah jin." ucap Keanan tanpa sadar.


Hah???


Keanan ingin bergerak maju untuk mendekati Arryan yang berdiri di sebelah ayah gadis itu. Dia ingin memastikan apakah benar kesimpulannya tadi, bahwa gadis itu memang berasal dari golongan jin seperti yang tadi baru saja dia dengar.


" Nanti saja kamu tanyakan hal itu anak muda. Ada hal yang lebih penting dari pada itu. " Eyang Hadi sudah berdiri di sebelah Keanan dan menepuk bahu pemuda itu. Keanan urung untuk meneruskan langkahnya. Dia kemudian kembali ke tempatnya semula. Namun mata pemuda itu tak lepas dari Arrryan. Kini sebersit ketakutan muncul di hati pemuda tampan itu akan sosok gadis cantik yang mulai mengambil tempat di hatinya. Bagaimana jika benar bahwa Arrryan adalah jin. Bisakah seorang manusia seperti dirinya hidup berdampingan dengan seorang wanita yang berasal dari bangsa jin.


" Keanan Wijaya, fokuskan pikiranmu dan jangan melamun. Apakah kamu ingin bernasib sama seperti David?" sebuah suara mengingatkannya. Keanan menoleh dan mendapati papanya sedang menatap dirinya dengan sorot mata yang tajam. Keanan menunduk. Malu dihatinya karena terbawa perasaan. Akibat rasa penasarannya akan Jati diri seorang Arryan.


" Maksud tujuanku datang jauh kemari adalah meminta kemurahan hati Paduka Raja untuk membebaskan salah seorang budak." Tanpa basa - basi lagi Pangeran Hasyeem mengatakan maksud dan tujuannya datang ke Hutan Alas Purwo.


" Hahaha, sudah kuduga. Aku sudah bisa menebak saat melihat kedatangan manusia keturunan Hadi Wijaya yang di sana. " Tunjuknya pada Keanan dan keluarganya.


" Jika Paduka sudah mengetahuinya, lalu apa yang menjadi keputusan anda, yang Mulia? " tanya Pangeran Hasyeem pada Raja Serigala Penguasa Hutan Alas Purwo.


" Yang Mulia Pangeran Hasyeem, aku ingin mengabulkan apa yang menjadi niat baikmu. Tapi peraturan tetaplah peraturan. Perjanjian telah di ikat dengan darah. Yang melanggar tetaplah bersalah. Ada hukum yang berlaku atas semua itu. " kata Raja Siluman Serigala.


" Jika ada hukum yang sudah ditetapkan maka sudah tentu ada sanksi yang berlaku. Namun terkadang seorang hakim yang adil, perlu menimbang hukuman yang akan diberikan sebelum menjatuhkan sebuah hukuman. "


" Anda benar sekali, Yang Mulia Pangeran Hasyeem. Maafkan atas ketidaksopananku terhadapmu. Mari kita berbicara tentang masalah ini di dalam." ajak Raja Siluman Serigala pada Pangeran Hasyeem.


Pangeran Hasyeem mengangguk bijak saat mendengar tawaran itu. Namun dia tetap waspada saat menerima ajakan Raja Siluman Serigala untuk masuk ke dalam istana.


Mata elangnya bergerak menangkap netra sang Putra yang kemudian mengangguk tanda faham.


Kedua penguasa yang berasal dari bangsa yang berbeda itu kemudian berjalan beriringan memasuki istana yang besar dan terlihat megah itu. Di susul oleh Pangeran Alyan dan Pangeran Azzura serta Putri Arryan. Sedangkan Keluarga Keanan menunggu diluar, karena hanya manusia yang sudah tergadai jiwanya saja yang bisa memasuki Istana itu, di samping bangsa siluman dan sudah tentu bangsa jin.


Istana Raja Siluman Serigala sangatlah besar. Dinding istana terbuat dari batu alam dan berlapiskan emas dan intan pada pilar - pilarnya. Lantai yang dipijak terbuat dari batu pualam hitam dengan anak sungai yang mengalir di tengah - tengah istana. Beberapa dayang nampak lalu lalang seperti sedang mempersiapkan sesuatu.


Di kiri kanan lorong istana berjejer pengawal kerajaan yang berwajah tak jauh berbeda dengan tuannya. Mereka bertugas menjaga dan mengawal Paduka Raja siluman Serigala siang dan malam. Jangan lupa, malam di negeri siluman lebih panjang daripada siang.

__ADS_1


Kini Pangeran Hasyeem beserta ketiga putra dan putrinya sudah berada di dalam istana. Tampak beberapa penari istana sedang menampilkan persembahannya ketika keduanya sampai di tempat itu.


" Yang Mulia Pangeran Hasyeem, silakan duduk dan menikmati persembahan dari kami untuk tuanku." kata salah seorang pengawal Raja Siluman Serigala.


Sementara itu Raja siluman Serigala sudah berada kembali di Singgasananya. Dia duduk dengan diapit oleh dua orang pengawal pribadinya yang selalu siap sedia setiap saat untuk melayaninya.


Baru saja Pangeran Hasyeem dan putra putrinya duduk di tempat yang disediakan. Kursi yang mereka duduki tiba-tiba saja bergerak dengan sendirinya. Dari balik kursi bermunculan tali temali yang membelit tubuh mereka dengan sangat erat , sehingga ke empat orang ayah dan anak itu tak bisa lagi bergerak.


" Paduka Raja yang Mulia, apa yang telah anda lakukan? " tanya Pangeran Hasyeem.


Raja Siluman Serigala tertawa terbahak - bahak melihat wajah bingung Pangeran Hasyeem.


Sadarlah Pangeran Hasyeem akan niat buruk Raja Siluman Serigala terhadap mereka. Tatapan matanya beralih pada Pangeran Alyan . Putranya itu tampaknya faham dengan yang harus dia yang harus dilakukannya.


" Hahaha, Maafkan aku Yang Mulia Pangeran Hasyeem. Namun, aku tak ingin ambil resiko dengan membiarkan dirimu ikut campur dengan urusan kami. Biarkan manusia - manusia itu mempertanggung - jawabkan hasil dari perbuatan mereka sendiri. Aku sendiri yang akan menentukan tindakan apa yang pantas untuk mereka." kata Raja siluman Serigala dengan seringai penuh kelicikan.


" Tidak bisa Paduka, aku sudah terikat janji untuk membantu mereka. Jadi tolong lepaskan kami. " kata Pangeran Hasyeem.


" Hahaha, maaf aku tidak bisa, Yang Mulia Pangeran Hasyeem. Anda dan putra - putri anda harus tinggal di sini dulu, sementara aku membereskan dulu urusanku dengan manusia - manusia itu."


" Anda licik sekali, Paduka. Sungguh tidak pantas seorang Raja seperti Anda melakukan hal seperti ini. Lepaskan kami! " Pangeran Azzura berteriak berang karena karena merasa telah ditipu mentah-mentah oleh Raja siluman Serigala.


Raja Serigala tak menggubris teriakan Pangeran Azzura. Dia terus saja berjalan meninggalkan Pangeran Hasyeem dan putranya yang masih terikat di tempat mereka tadi duduk.


Sementara itu, ke empat manusia yang masih menunggu diluar istana bersama Eyang Hadi Wijaya dan putranya merasa cemas. Mereka menaruh harapan besar bahwa Pangeran Hasyeem dan putranya bisa menolong mereka.


Tiba-tiba, beberapa pengawal istana mengepung ke Eyang Hadi dan Eyang Hutama beserta ke empat orang manusia itu dan menangkap serta menjebloskan mereka semua ke penjara para budak.


" Hahaha, selamat datang kembali Hadi Wijaya. Aku sudah membebaskanmu lebih dari satu abad yang lalu. Tapi rupanya takdir membawamu kembali ke tempat ini. Sayangnya, kali ini tak ada lagi yang akan membebaskanmu. " kata Raja siluman Serigala dengan congkaknya.


" Apa yang kamu lakukan pada Pangeran Hasyeem dan putra putrinya? " bentak Eyang Hadi.


" Hahaha, tidak ada. Aku hanya menahan mereka sebentar saja sampai keinginanku terlaksana. " jawab Siluman Serigala itu dengan seringai yang tak hilang dari mulutnya yang tebal dan mengerikan.


" Apa maksudmu, Hai iblish bermuka serigala! " bentak Eyang Hadi dengan marah.

__ADS_1


" Masih belum faham juga. Aku akan mengambil darah ke tujuh dari keturunan Hadi Wijaya sebagai syarat untuk menambah kekuatanku. Darah segar yang masih suci. "


" Jangan sentuh anak cucuku. Perjanjianmu hanya dengan aku. Jangan ganggu mereka. Jika kamu masih merasa dendam, ambil saja aku. Aku bersedia untuk kembali menjadi budakmu, asal kamu mau membebaskan anak cucuku."


" Hahaha, sayangnya aku tidak bisa. Aku sudah mencium bau darah suci dari anak turunan Hadi Wijaya. Bau yang sudah sangat kuhapal sekali. Dan aku menginginkannya sekarang..! " kata Raja siluman Serigala dengan raut wajah tersenyum puas.


" Aku mohon, tolong bebaskan mereka. Ambil saja aku! " seru Eyang Hadi.


Namun, Siluman Serigala tak menghiraukan permohonan lelaki tua itu. Malahan, Dia kemudian memerintahkan kepada para pengawalnya untuk menyiksa semua budak - budak yang ada di dalam sana. Semuanya tanpa terkecuali. Termasuk Eyang Hadi dan anak cucunya.


Sementara itu, di istana Raja siluman Serigala, Pangeran Hasyeem beserta putranya masih terikat di kursi tempat mereka duduk, tak bergerak sedikitpun.


" Dinda, apa kamu membawa cepu emas pemberian kanjeng Ratu Kidul?" tanya Pangeran Alyan pada adiknya Putri Arryan.


" Iya, aku membawanya kanda. Apa yang ingin kanda lakukan dengan cepu itu?" tanya Arryan yang tak mengerti akan rencana Pangeran Alyan.


" Boleh aku pinjam? "


Arryan mengangguk dan menggeser sedikit tubuhnya ke samping dan berusaha meraih kantong celananya untuk mengambil sesuatu.


Setelah sedikit bersusah payah akhirnya gadis itu berhasil mendapatkan apa yang dicarinya.


" Ini, kak. Cepu emasnya! Tapi ngomon - ngomong, buat apa sih, kaka? " tanya Putri Arryan merasa bingung setelah memegang cepu tersebut,


" Udahhhh ... mana cepu emasnya." kata Pangeran Alyan. Dia tahu kakaknya itu sudah tidak sabar untuk memperoleh benda kecil berwarna keemasan yang bentuknya seperti piala namun berukuran hanya sebesar bola pingpong tersebut.


" Ini, kak.! " sahut Arryan dengan cepat sambil memperlihatkan benda keemasan yang berhasil dia dapatkan dari sakunya. Benda kecil tersebut lantas dia sodorkan pada Sang kakak, Pangeran Alyan. Namun sekali lagi dia harus menelan kekecewaan. Di samping tubuhnya yang kecil, ternyata dia juga tak bisa meraih tubuh abangnnya, yang hanya berjarak selang satu kursi dengannya.


Setelah melalui perjuangan yang berat, akhirnya dia bisa juga menyerahkan cepu emas tersebut ke tangan Azzura.


Dia menyerahkan cepu itu ke tangan Pangeran Azzura yang langsung menyerahkannya lagi ketangan Pangeran Alyan.


Pangeran Alyan membuka tutup cepu emas itu dengan cepat. Lalu secara ajaib, cepu itu berubah menjadi seekor tikus yang menggigit semua tali - tali yang mengikat tubuh mereka semua hingga tak bersisa walau hanya sejumput saja.


" Alhamdulillah, akhirnya kita terbebas juga, kanda." seru Arryan dengan wajah riang.

__ADS_1


__ADS_2