Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 29 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part.3)


__ADS_3

" Nyi Mirah! "


Datuk melenggang langit segera menghaturkan sembah kepada wanita cantik yang berpakaian serba biru dan memakai cadar.


" maafkan hamba yang telah lancang memasuki daerah kekuasaan Nyi Mirah. Hamba datang dengan maksud untuk meminta kemurahan hati Nyi Mirah untuk melepaskan salah satu anak kami yang kini berada di tempat anda, Nyi. " jawab Datuk melenggang langit dengan tenang.


Nyi Mirah memandang Datuk melenggang langit dengan tajam. Tatapannya kemudian beralih pada Doni.


" Anakmu itu sudah mengambil milikku. "


" Maafkan kesalahan anak hamba Nyi. Jika berkenaan hamba ingin mengembalikan ini pada Nyi Mirah. " Datuk melenggang langit kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong bajunya.


Nyi Mirah menatap tajam ke arah Datuk melenggang langit. Lalu beralih pada benda di tangan Datuk melenggang langit.


" Kembalikan batu giok putih itu padaku! " Nyi Mirah tampak gusar sekali ketika Datuk melenggang langit tak juga memberikan batu giok putih itu padanya.


" Hamba akan mengembalikan batu giok putih ini tapi dengan syarat hamba ingin anak hamba juga kembali, Nyi.! " jawab Datuk melenggang langit.


Nyi Mirah yang marah karena merasa di permainan oleh Datuk melenggang langit segera menyerang lelaki paruh baya itu dengan tenaga dalamnya.


Lelaki itu terpental ke belakang beberapa langkah. Nazwa dan Ryan segera menolong lelaki itu untuk bangkit.


" Kau keras kepala, lelaki tua. Aku hanya mau batu giok putih itu di kembalikan padaku sekarang. Masalah anakmu, aku ingin dia menjadi suamiku.!! "


Doni dan Nazwa serta Ryan yang mendengar hal itu terperanjat dan merasa tak percaya.


" Don, masa lo bakal di jadiin lakinya dia. Wah untung banget lo.! ledek Ryan pada Doni. Mata Doni sukses melotot mendengar ledekan Ryan.


" lo tuh, ye. becandanya pade kelewatan. Lo sangka enak.! Enak di dia susah di gue.! " sembur Doni pada Ryan.


Datuk melenggang langit menggelengkan kepala mendengar ucapan Nyi Mirah.


" saya rasa anda tidak bisa melakukan itu, Nyi. "


" Mengapa? apakah ada hal yang kau sembunyikan dariku? " tanya Nyi Mirah dengan tatapan menyelidik kearah Datuk melenggang langit.


" anak hamba itu sudah beristri. Wanita yang berdiri disana adalah istrinya. " tunjuk Datuk melenggang langit pada Nazwa.

__ADS_1


Doni menoleh kepada Nazwa. Sejak kapan dia memiliki status sebagai suami Nazwa. Walaupun dia akui dia sangat menyukai gadis itu, namun dia tak berani untuk berterus terang menyatakan cintanya pada gadis itu.


Nyi Mirah menatap tajam ke arah Nazwa. Dia melihat dengan seksama tubuh Nazwa dari ujung rambut hingga kaki. Kemudian dia berjalan mendekati Nazwa. Dengan sekali sentakan Nyi Mirah menarik lengan Nazwa dan menggoreskan kukunya yang tajam ke lengan gadis itu. Darah menetes dari kulit lengan gadis itu. Nazwa meringis menahan perih di lengannya.


" Kamu ingin berbohong padaku, lelaki tua. Aku mencium darah perawan pada tubuh wanita ini, bagaimana bisa kamu katakan bahwa mereka suami istri. " bentak Nyi Mirah dengan Marah.


Datuk melenggang langit sedikit terkejut dengan ucapan Nyi Mirah. Dia juga tak menyangka jika Nyi Mirah akan sejeli itu menilai seseorang. Namun lelaki paruh baya itu tak kehabisan akal.


" Memang menantu hamba itu masih perawan karena mereka baru saja menikah dan belum sempat berhubungan saat anda membawa anak hamba kemari, Nyi. "


" Namun jika anda masih tidak percaya, anda bisa lihat cincin kawin di jari menantu hamba. "


Nyi Mirah menjadi gusar dan marah. Serta merta dia memerintahkan anak buahnya untuk mengepung dan membawa Doni dan kawan-kawannya serta Datuk melenggang langit ke desa mereka.


Mereka di giring dan di jebloskan ke ruang tahanan, dan di tempatkan dalam satu ruangan.


Keesokan harinya, Beberapa orang pengawal Nyi Mirah datang menjemput Doni dan membawa pemuda itu ke rumah besar Nyi Mirah untuk di hias. Karena hari ini pernikahan antara Nyi Mirah dan Doni akan segera dilaksanakan.


Menjelang siang, acara pernikahan itu pun di mulai. Nyi Mirah yang mengenakan baju pengantin berwarna biru lengkap dengan cadarnya sudah duduk di sebelah Doni yang duduk diam tak bersuara.


Namun baru saja penghulu akan berucap, dari arah pintu masuklah seorang lelaki paruh baya yang langsung duduk di tengah ruangan itu.


" Nyi Mirah, apakah kamu benar-benar akan menikah dengan pemuda itu? " lelaki paruh baya itu menatap Nyi Mirah dengan tajam.


" Apa maksud ki Anom bertanya demikian. Sudah jelas maksud perkataanku kemarin bahwa aku akan menikah dengan pemuda itu." jawab Nyi Mirah dengan tatapan tak suka pada lelaki yang di panggil Ki Anom itu.


" Apa kau mau kehilangan kekuatanmu.! " Hardik ki Anom pada Nyi Mirah.


" apa maksud ki Anom dengan aku akan kehilangan kekuatanku.? " tanya Nyi Mirah gusar.


" Hei anak muda, kemarilah.! bentak ki Anom pada Doni yang dari tadi masih diam tak bersuara.


Doni segera berjalan ke arah ki Anom. Begitu Doni sudah berada di hadapan Ki Anom, secara tiba-tiba lelaki paruh baya itu menusuk lengan pemuda itu dengan sebilah keris kecil. Darah segar langsung keluar dari lengan pemuda itu.


Namun yang mengherankan, wajah Nyi Mirah tiba-tiba berubah merah.


" kau, kau sudah tak perjaka!!? " desisnya marah.

__ADS_1


Bagaimana mungkin lelaki itu sudah tidak perjaka lagi. Pasti semalam sudah terjadi sesuatu.


Tanpa banyak bicara, ki Anom segera keluar meninggalkan ruangan itu. Sedangkan Nyi Mirah yang marah segera memerintahkan kepada pengawalnya untuk menyeret Doni kembali ke ruang tahanan.


Datuk melenggang langit tersenyum ketika melihat Doni yang di giring kembali ke ruang tahanan. Rencananya berhasil.


Dia yang awalnya tahu akan rahasia kecantikan ilmu awet muda milik Nyi Mirah. Nyi Mirah akan selalu menikahi para perjaka agar tetap awet muda dan cantik.


Untuk itulah dia mengatakan kepada Nyi Mirah bahwa Doni sudah beristri. Namun sayangnya, Nyi Mirah tidak mudah di bohongi. Dia bisa mencium darah perawan atau perjaka hanya dengan membaui darahnya saja.


Sehingga malam itu di ruang tahanan Datuk melenggang langit terpaksa menikahkan Nazwa dan Doni dengan disaksikan Ryan yang berperan sebagai saksi.


Datuk melenggang langit juga menyuruh agar Doni melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami. Karena tak ada cara lain untuk menggagalkan niat Nyi Mirah untuk menikahi Doni.


Tak beberapa lama kemudian, beberapa orang pengawal Nyi Mirah datang ke ruang tahanan tempat Datuk melenggang langit Nazwa dan teman-temannya berada.


Mereka semua di giring ke rumah besar Nyi Mirah. Sesampainya di sana, mereka di hadapkan langsung dengan Nyi Mirah yang sudah duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya.


" Aku ingin batu giok putih itu di kembalikan sekarang. "


" sudah ku katakan, aku akan mengembalikan batu ini, asalkan Nyi Mirah sudi untuk mengembalikan anak hamba. "


" Baiklah, Aku akan mengembalikan anakmu. Silakan kau bawa pulang anak dan menantumu. Dan cepat kembalikan batu giok putih milikku segera! " bentak Nyi Mirah lagi.


Dengan tenang datuk melenggang langit mengeluarkan batu giok putih dari saku bajunya dan memberikannya pada Nyi Mirah.


Tak lama kemudian, para pengawal Nyi Mirah sudah membawa datuk melenggang langit berserta Doni, Nazwa dan Ryan ke ujung perbatasan desa Raden dan melepas mereka menuju arah desa Kemang Dalu.


Menjelang maghrib rombongan kecil itu sudah memasuki desa Kemang Dalu. Mereka semua mengucap puji syukur kepada yang Maha Kuasa atas pertolongan-Nya.


" Nak Doni, ada satu hal yang Datuk minta. Setelah ini segera urus pernikahan kalian secara resmi. "


Nazwa dan Doni saling pandang. Baru mereka sadar jika mereka nyatanya sudah menjadi suami istri. Walaupun belum resmi secara hukum.


" Baik ,Datuk." kata Doni sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tak gatal.


Naaaaah!!!!!

__ADS_1


__ADS_2