Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin
Bab. 40 Di tandai Makhluk Halus


__ADS_3

Sementara itu, kita beralih ke desa Kemang Dalu. Desa dimana Nazwa sepupu cantik Asmi itu sedang menyelesaikan KKN.


Setelah peristiwa di air terjun Alas Tirta beberapa waktu yang lalu, status Nazwa berubah menjadi istri Doni.


Awalnya Nazwa yang masih belum terbiasa dengan status baru yang melekat pada dirinya sebagai istri Doni masih memilih hidup terpisah dari lelaki itu. Walaupun lelaki ganteng itu sudah menawarkan untuk tinggal bersama namun Nazwa menolak dengan alasan pernikahan mereka belum sahabat secara hukum negara.


Namun Doni yang merasa memiliki tanggung jawab terhadap Nazwa, memberi perlindungan pada wanita itu dengan memberi nafkah materi, walaupun sebenarnya Nazwa tidak pernah memintanya.


Malam ini, sepulang dari rumah Datuk Melenggang Langit, Nazwa langsung menyelesaikan laporan tugas KKN yang sudah menumpuk. Dosen pembimbingnya sudah memaksa agar Nazwa segera menyelesaikan laporannya karena alasannya hendak melakukan penilaian awal.


Tak terasa sudah empat jam lebih Nazwa berkutat dengan laporannya hingga waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12.00 malam.


Nazwa menggeliat memutar pinggangnya yang terasa pegal karena terlalu lama duduk.


Tanpa sengaja pandangan mata Nazwa tertuju pada jendela kamarnya yang tirainya terbuka hingga menampakan sesosok bayangan yang berkelebat melewati jendela kamarnya.


Bayangan itu hanya sekejap mata, tapi Nazwa tak mungkin salah mengenali bahwa bayangan yang di lihatnya tadi adalah bayangan Asmi, sepupunya.


" Itu tadi kan Kak Asmi. Apa kak Asmi datang tapi aku tak mendengar dia mengetuk pintu, ya? " tanya Nazwa dalam hati. Lantas Nazwa pun buru - buru berjalan ke ruang tamu untuk membukakan Asmi pintu.


Namun saat Nazwa membuka pintu rumahnya, tak ada seorang pun di luar. Penasaran Nazwa sampai berjalan keluar hingga kebelakang rumah untuk memastikan keberadaan Asmi sepupunya itu, siapa tahu Asmi berjalan ke belakang rumah.


" Aneh, nggak ada orang.Tapi tadi aku nggak salah lihat. Tadi itu benaran Asmi yang lihat sedang melintas di luar jendela kamarku." kata Nazwa bergumam sendiri. Dia merasa bingung, bagaimana mungkin Asmi bisa menghilang secepat itu, padahal tadi baru saja dia lihat bayangannya.


Asmi yang penasaran, segera masuk dan mengunci pintu rumah. Dia memutuskan untuk menelpon sepupunya itu.


" Halo, kak Asmi.! " sapa Nazwa begitu sambungan telpon sudah tersambung.


" ..... "


" Maaf, kak Asmi. Nazwa mengganggu kakak karena tengah malam begini menelpon. Tapi Nazwa penasaran mau nanyain kak Asmi. sekarang kak Asmi ada di mana? " tanya Nazwa.

__ADS_1


" ...... "


" Hah, Kak Asmi ada di rumah Kak Mirna.? " tanya Nazwa terkejut dan memastikan bahwa dia tak salah dengar.


" ........ "


" Apa, kakak lagi sakit? sakit apa? " tanya Nazwa yang terkejut karena sepupu yang barusan dia lihat melintas di balik jendela kamarnya ternyata sedang berada di rumah Mirna dan sedang sakit.


Bulu kuduk Nazwa merinding saat menyadari bahwa yang melintas lewat di jendela kamarnya bukanlah Asmi. Tapi siapa......?


" ....... "


" Nggak apa- apa. Mendadak Nazwa kepikiran terus sama Kak Asmi jadi Nazwa telpon aja Kak Asmi biar nggak was - was dan cemas. " kata Nazwa.


Dia sengaja berbohong pada Asmi dan tidak memberitahukan kepada sepupunya itu kejadian yang baru saja dia alami, agar sepupunya itu tidak cemas dan ember. Nanti jika dia cemas, dia akan menghubungi seluruh keluarga dan pasti menceritakan tentang keadaannya pada semua.


" ..... "


" Iya, Nazwa baik - baik saja, kak. Udah dulu ya, Kak. Udah malam. Assalamu'alaikum! " Nazwa lalu menutup telpon nya.


Dering nada sambung dari handphonenya berbunyi. Sebuah panggilan asing dari nomor yang yang tidak di kenal masuk melalui Whatsapp.


Nazwa mengangkat panggilan itu dengan perasaan aneh. Siapa yang menelponnya tengah malam begini?, tanya Nazwa dalam hati.


" Hallo,...! "


" tut.. tut... tut.. " hening, hanya terdengar bunyi tut tut tut saja.


Nazwa mematikan sambungan itu sepihak. Lalu kemudian mematikan handphone nya karena dia mau tidur dan tak ingin di ganggu oleh telepon iseng yang nggak jelas.


Baru saja Nazwa merebahkan tubuhnya di atas kasur, handphone Nazwa berbunyi, menandakan ada panggilan masuk.

__ADS_1


Mulut Nazwa terkatup rapat. Matanya melirik ke arah handphone miliknya yang tergeletak di atas nakas. Bukankah barusan tadi dia sudah mematikan handphonenya.


Apakah dia yang salah. Nazwa buru - buru mengambil handphonenya dan melihat siapa yang sudah memanggilnya. Nomor yang sama kembali memanggilnya. Nazwa menggeser tombol telepon itu dan menerima panggilan tersebut.


" Halo, siapa ini? " tanya Nazwa ragu.


" .... tut tut tut. " hening, sama seperti tadi hanya bunyi tut tut tut saja yang terdengar setelah hening suara di telepon Nazwa.


" Hei, siapa sih ini. Iseng banget. Kalau mau isengin aku, kamu berhasil, karena gara-gara kamu aku sekarang jadi kesal dan marah karena merasa terganggu dan nggak bisa tidur!! " bentak Nazwa di telepon.


Kesabarannya sudah hilang. Dia tak mau terus - terusan di teror dan di permainan oleh si penelpon


" erghhh..... erghhh! " sebuah suara geraman terdengar di telinga Nazwa.


Nazwa menjauhkan handphonenya dari telinga. Suara apa itu? mengapa kedengarannya aneh dan seperti suara geraman seekor hewan liar.


Nazwa kembali mendekatkan handphonenya ke telinga.


" Hei, jangan iseng, ya! katakan apa maumu. Atau aku tutup telpon ini sekarang! " ancamnya.


" erghhh... erghhh... erghhh! " kembali suara geraman itu yang di dengar Nazwa. Dengan gemas Nazwa menutup telponnya dan kembali mematikan handphone nya. Kali ini nggak tanggung - tanggung, dia bahkan mencabut SIM card di handphonenya agar tak bisa lagi penelpon itu menghubungi meskipun itu lewat telepon.


Nazwa tersenyum puas. Lalu merebahkan tubuhnya kembali ke tempat tidur. Tak lama kemudian gadis cantik itu tertidur karena rasa kantuk dan juga lelah yang mendera.


Tanpa Nazwa sadari, sesosok makhluk tak kasat mata sedang memperhatikan Nazwa yang sedang lelap tertidur.


Makhluk itu tak melakukan apa-apa, hanya memandangi Nazwa saja. Seulas senyum mengerikan tercetak dari wajahnya yang memang sudah tampak sangat mengerikan.


" Kamu akan menjadi milikku. " terdengar suaranya yang berat bergumam ke arah Nazwa. Tentu saja Nazwa tak bisa mendengar suara makhluk itu karena Nazwa sudah tertidur pulas bersama mimpi.


Makhluk mengerikan itu menyingkap selimut yang menutupi tubuh Nazwa dan perlahan-lahan tangannya meraba paha gadis itu yang hanya mengenakan celana pendek berbahan kain dan tank top pendek sebatas perut.

__ADS_1


Mulut makhluk itu menyeringai lebar dengan air liur yang menetes berjatuhan keluar dari mulutnya. Tak puas sampai di situ saja, tangan makhluk itu juga menjelajah sampai ke perut bagian atas. Kemudian berhenti pada gundukan gunung kembar yang menonjol di dada Nazwa.


Makhluk itu menelan ludah lalu sejurus kemudian menghentikan aktivitasnya. Tubuh makhluk itu perlahan-lahan lenyap dari kamar Nazwa seiring sayup-sayup suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari mushala yang tak jauh dari rumah Nazwa.


__ADS_2