
" Awas, Asmi. Berdirilah di belakangku!" seru Pangeran Hasyeem.
" Aahhh, Pangeran. Apa itu tadi! " jerit Asmi ngeri bercampur takut.
" Itu Palasik, Asmi. Dia hantu penghisap darah para wanita yang akan melahirkan!"
" APA!! Palasik?" tanya Asmi.
Palasik adalah hantu jadi - jadian yang berwujud seorang wanita. Mereka biasanya adalah wanita - wanita pemuja ilmu hitam yang ingin tetap awet muda dan memperoleh kecantikan dan juga umur panjang.
Terkadang mereka menampakkan diri dalam wujud yang utuh atau sebagian saja dari Anggota tubuh mereka yang terlihat.
Hantu palasik memiliki penampakan berupa seorang wanita dengan wajah yang semuanya berwarna putih pucat dan bola mata yang juga berwarna putih.
Hantu Palasik adalah jenis hantu yang suka menghisap darah wanita hamil yang akan melahirkan atau wanita yang sedang haid. Biasanya lehernya akan memanjang dengan lidah yang terjulur panjang saat mencium bau darah mangsanya.
Hi.. Hi... Hi.. hantu Palasik itu tertawa cekikikan lalu berputar-putar di langit-langit kamar.
" Berani sekali kamu memasuki istanaku. Rasa hausmu akan darah, rupanya telah membuatmu buta. Kau tidak tahu, sedang berhadapan dengan siapa! " bentak sang Pangeran.
"Pengawal!! " Seorang pengawal segera masuk dan membungkuk hormat pada Pangeran Hasyeem.
" Hamba, Tuanku! "
" Cepat ambilkan aku sebatang bambu kuning!! "perintahnya. Segera pengawal itu keluar untuk mengambil sebatang bambu dan tak lama kemudian kembali lagi untuk menyerahkan bambu tersebut kepada Pangeran Hasyeem.
" Hi...hi...hi.. kau pikir aku takut pada benda itu! " serunya seakan menegaskan pada Pangeran Hasyeem bahwa bambu kuning tak akan menyakitinya.
" Kita lihat saja, sejauh mana kesombonganmu, hingga membuatmu tak menyadari bahwa kau mendatangi mautmu sendiri! " Setelah berkata demikian, Pangeran Hasyeem melayang terbang ke arah palasik tersebut dan segera menusukkan ujung bagian yang runcing ke dada hantu palasik tersebut.
Namun, dengan mudah palasik itu menghindari serangan pangeran Hasyeem dan kini terbang melayang mendekati Asmi.
Tubuh Asmi gemetar lemas. Dia Seperti kehabisan tenaga dan tak mampu bergerak. Bukan karena rasa takut, tapi seperti ada yang menyedot habis tenaganya.
Asmi semakin lemas saat melihat ada darah yang keluar dari sela - sela pahanya. Semakin lama semakin banyak. Pandangan Asmi menjadi kabur dan berkunang-kunang.
Pangeran Hasyeem yang mengetahui hal itu segera menghampiri sang istri dan masuk ke tubuh Asmi.
Tubuh Asmi yang semula lemas kini mendadak saja jadi segar dan kuat. Asmi merasakan tubuhnya menjadi se ringan kapas dan memiliki kekuatan lagi untuk bergerak.
" Hah, makhluk jin keparat! Kau pikir kau bisa mengalahkan aku dengan masuk ke tubuh wanita ini!" Palasik itu tertawa menyeringai dan menjulurkan lidahnya yang panjang ke arah Asmi.
" Hahaha.... kita lihat. Dasar iblis jadi-jadian haus darah. Aku akan mengirimmu kembali ke dunia asalmu kembali sampai kau merasa enggan untuk hidup di dunia ini! " Selesai berkata demikian tubuh Asmi bergerak ke samping untuk menghindari terjangan lidah palasik yang konon sangat berbahaya jika sudah menempel ditubuh seseorang.
__ADS_1
Asmi yang kini sudah dirasuki oleh tubuh suaminya, Pangeran Hasyeem segera menangkap lidah palasik itu dan menariknya sekuat tenaga.
Hantu Palasik yang tak menyangka bahwa Asmi akan bisa berbuat demikian menjadi terkejut. Dia berusaha untuk menarik kembali lidahnya yang kini berada dalam cengkraman Asmi.
Tarik - menarik pun terjadi. Asmi yang kini menjadi kuat karena tubuhnya sudah disusupi tubuh Pangeran Hasyeem mengangkat dan memutar lidah palasik yang terjulur itu dengan kekuatan penuh hingga tubuh palasik itu ikut berputar sampai suatu ketika tubuh Palasik itu terhempas dan jatuh ke lantai dengan lidah yang terputus.
Asmi tersenyum menyeringai puas seraya melempar lidah palasik itu kesembarang arah. Dengan wajah beringas wanita itu kembali bergerak mencengkram leher makhluk itu dan kini bersiap untuk memutar lehernya. Tak ada yang bisa menyangka, wanita hamil itu bisa sedemikian garangnya.
Bagi pandangan orang awam, sudah pasti mereka akan beranggapan bahwa Asmi sudah kesurupan makhluk halus. ( hehehehe, emang gimana rasanya kesurupan sama suami jin, neng.)
Raungan kesakitan keluar dari mulut palasik itu yang kini sudah terputus lidahnya karena ditarik oleh Asmi. Makhluk itu melolong keras karena rasa sakit yang teramat sangat yang dia rasakan.
"Masih berani mengganggu istriku, hah! " bentak Asmi namun dengan suara Pangeran Hasyeem.
Palasik itu bersujud dengan tubuh gemetar karena tak mampu lagi untuk berbicara. Mulutnya mengeluarkan darah hitam. Darahnya sendiri.
" Baiklah, karena istriku ini sedang hamil, maka aku mengampunimu karena aku tak ingin membunuh satu jiwa lagi di hari kelahiran anakku. Pergilah sekarang, sebelum aku berubah pikiran! " bentak Asmi.
Hantu palasik itu mengangguk tanda berterima kasih atas kemurahan hati pangeran Hasyeem. Lalu kemudian lenyap dari kamar itu.
"Pangeran, Aduhhh.... perutku sakit! " jerit Asmi sesaat setelah Pangeran Hasyeem keluar dari tubuhnya.
" Sayang, sepertinya kamu akan segera melahirkan." pangeran Hasyeem segera memanggil dayang istana.
" Dayang, apa tabib istana sudah tiba?"
" Tunggu apa lagi? cepat suruh masuk ke bilikku. Ratu Asmi akan segera melahirkan! " titah sang pangeran.
" Baik, tuanku! "
Tabib istana segera masuk ke bilik Asmi dan mulai memeriksa keadaan Asmi. Sementara Pangeran Hasyeem duduk di belakang Asmi dengan posisi memeluk tubuh sang istri.
" Tarik nafas, sayang. Agar rasa sakitnya berkurang. Kamu kan sudah pernah melahirkan, jadi tak perlu takut. Aku disini, akan menemanimu." bisik sang pangeran menenangkan Asmi.
Walaupun Asmi memang sudah pernah melahirkan anak, namun tetap saja dia masih merasa gugup. Apalagi jarak kelahiran antara Arryan dengan anak mereka yang keempat ini sangatlah jauh jaraknya.
" Pangeran..sakit sekali....!!" Tubuh Asmi gemetar saat kembali merasakan nyeri yang hebat di pinggangnya. Ada cairan yang merembes membasahi pakaiannya. Rupanya air ketubannya telah pecah.
" mengejan, tuanku ratu! Kepala bayi anda sudah terlihat keluar! " seru tabib istana memberi arahan pada Asmi.
" Ya Allah....hos...hos....hoss! " Asmi mengejan dengan nafas yang ngos-ngosan.
" Ya.... sedikit lagi, tuanku. Sedikit lagi....!"
__ADS_1
Pangeran Hasyeem menggenggam tangan Asmi dan mencium pucuk kepala istrinya.
"Pangeran, Sakitttt....! "
" Teruslah mengejan... bayi kita sudah hampir keluar! " bisik sang pangeran seraya kembali memeluk istrinya sambil mencium pipinya. Kembali Asmi mengejan.
" Oooeeeee..... Oeeeeee! " suara tangis bayi asmi memecah keheningan istana bersamaan dengan keluarnya ari - ari sang bayi.
" Selamat, tuanku. Anda memperoleh seorang putra! " kata tabib istana dengan wajah berseri. Seorang putra yang tampan telah lahir dari rahim Asmi.
Senyum pangeran Hasyeem terkembang. Dia kembali mendapatkan seorang putra. Berbeda dengan Asmi. Wajahnya menjadi cemberut karena harapan untuk memiliki seorang putri menemani putrinya Arryan pupus sudah.
Dengan sigap tabib istana menggendong tubuh sang bayi, kemudian memotong tali pusat sang cabang bayi.
Asmi menarik nafas lega karena sudah berhasil mengeluarkan sang bayi dari dalam rahimnya. Peluh masih membanjiri keningnya. Asmi beringsut ingin memperbaiki posisinya, namun kembali dia merasakan rasa sakit yang hebat di pinggangnya.
" Pangeran, rasa sakit datang lagi. Aduhhhh....! " jerit Asmi hampir menangis. Mengapa dia kembali merasakan sakit. Padahal dia baru saja mengeluarkan bayinya.
Tuan, sepertinya Ratu Asmi akan melahirkan bayi kembar. Masih ada bayi lagi yang akan lahir! " kata sang tabib.
Mendengar hal tersebut, segera Pangeran Hasyeem memperbaiki kembali posisi Asmi dan memeluk wanita itu. Dia mencium kening Asmi untuk memberinya semangat.
" Sayang, ayo sekali lagi berjuang. Masih ada lagi bayi kita didalam tubuhmu! "
Kembali Asmi mengejan saat dirasanya ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya.
"Ya Allah, Pangeran. Sakiiittt... ! " Asmi menggenggam jemari tangan Pangeran Hasyeem dengan erat untuk menyalurkan rasa sakitnya.
" Sayang, aku mencintaimu!" kata pangeran Hasyeem pada sang istri.
Asmi menatap sang suami, lalu kembali mengejan karena kini dia merasakan sesuatu yang keras seperti terdorong dari dalam dan menerobos keluar.
" Sayang, ... aduhhh. Aaiihhh... sakitnya! " Asmi mengejan sekali lagi dengan satu tarikan nafas yang panjang.
" Oeeee..... Oeeeee.... Oeeeee! kembali tangisan bayi Asmi terdengar saat baru keluar dan melihat sinar dunia yang menyambut kelahirannya.
" Alhamdulillah, tuanku bayi anda sudah lahir! " seru sang tabib.
"'Apa jenis kelaminnya, tabib? " Asmi bertanya di sela-sela nafasnya yang memburu.
" Anda mendapatkan seseorang putri lagi, Tuanku" jawab tabib istana. Wajah Asmi tersenyum lebar saat mendengar jawaban tabib.. Dia mendapatkan sepasang bayi kembar, laki-laki dan perempuan.
" Alhamdulillah, kita mendapatkan sepasang bayi kembar, sayang. kau hebat Ratuku.! " Pangeran Hasyeem memeluk Asmi dengan erat dan menghujani wanita itu dengan ciuman.
__ADS_1
Hati Asmi dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran sebelum kemudian tubuh wanita itu terkulai lemah di pelukan sang suami. Asmi pingsan karena kelelahan dan kehabisan tenaga.
" Sayang,..... sayang. Bangunlah!!" Pangeran Hasyeem panik mengetahui ibu dari anak - anaknya pingsan sehabis melahirkan.